
Bagaimana tidak terkejut, formasi mata langit tersebut bahkan dapat membunuh kultivator ranah mahadewa, tapi, pria dihadapannya dapat menahan serangan formasi mata langit tanpa luka.
" Karena kau sudah menunjukkan seranganmu, maka sekarang giliranku." Ucap Feng Jiu.
Tiba-tiba, di belakang Feng Jiu muncul bayangan seekor phoenix raksasa.
" Phoenix suci "
Kwaaakkk
Phoenix tersebut berteriak lalu terbang dan menukik tajam kearah Gun Pang.
" Sial, perisai kubah langit."
Wuuusss
seketika kubah berwarna biru menutupi seluruh Gun Pang.
" Ha..ha..ha..ha. Perisai langit milikku tidak dapat di tembus oleh phoenix sampah mu itu." Ucap Gun Pang sombong.
Feng Jiu hanya tersenyum kecil lalu mengibaskan tangannya, seketika phoenix tersebut menghilang entah kemana.
" Apa kau takut sekarang, berlututlah kepadaku maka aku akan mengampunimu."
Kwaaaakkk
Tepat setelah Gun Pang menyelesaikan ucapannya phoenix tersebut muncul di hadapannya yang siap membakarnya kapan saja.
" Hahahaha, apa kau pikir kultivator rendahan sepertimu dapat membuatku berlutut.Sekarang aku akan membalikkan kata-katamu. Jika kau tidak ingin di bakar menjadi daging manusia panggang, maka bersumpah setialah sekarang." Ucap Feng Jiu.
" Aku tidak akan tunduk kepada siapa-pun." jawab Gun Pang.
" Baiklah kalau begitu, maka jadilah daging panggang."
Kwaaakkk
Seketika itu juga phoenix tersebut membakar tubuh Gun Pang beberapa menit kemudian, api yang berkobar itu padam dan terlihat Gun Pang masih dalam keadaan bugar. Semua orang terkejut melihat itu, mereka mengira Gun Pang kebal dengan api.
" Ha..ha..ha..ha..ha. Ternyata benar apimu itu cuma sampah. Sekarang, kau akan ku bunuh."
Ucap Gun Pang lalu mengarahkan tinjunya kearah Feng Jiu.
Argggggg
Tiba-tiba saja, Feng Jiu berteriak kesakitan dan tubuhnya menghitam.
" Kau pikir api phoenix milikku itu padam begitu saja, kau salah. Sekarang kau berada dalam pengaruh segel api phoenix milikku, jika kau berani melakukan hal seperti ini lagi dan berniat mengkhianatiku, maka tubuhmu akan hangus terbakar bersama jiwamu." Ucap Feng Jiu.
__ADS_1
" Sekarang giliranku, Segel kutukan naga" Long Xi membuat sebuah segel dan mengarahkannya ke arah semua pasukan klan Gun.
" Ingatlah segel ini mengikat kalian bersama keturunan kalian, jadi jangan berpikiran yang tidak-tidak." Ucap Long Xi.
Kini mereka semua jadi menyesal karena menuruti perintah tetua agung Gun Pang. Kini mereka terikat segel budak yang akan mengikat mereka bersama keturunan mereka.
" Dan satu lagi, jangan pernah berpikiran untuk menyerang klan secara sembarangan terutama klan Guang dan klan Xin" Ucap Long Xi.
" Baik tuan" Jawab mereka pasrah.
Kembali ke Guang Yiang.
" Hem, bagus Long Xi dan Feng Jiu berhasil menjadikan klan Gun budak, sekarang adalah giliran kalian."
" Segel Dewa ilahi, pengikat jiwa dan roh." Wuuusss
Sebuah cakram raksasa, terpecah menjadi ribuan cakram lalu menghilang.
" Ingat. Sekarang kalian berada dalam genggamanku bahkan anak cucu kalian juga akan mewarisi kutukan itu." Ucap Guang Yiang.
" Baiklah, sekarang semuanya bubar, dan jangan pernah melakukan penyerangan seperti ini lagi." Ucap Guang Yiang.
" Baik tuan" Jawab mereka pasrah.
" Sekarang sisa klan Cang yang mau ku tundukkan." Ucap Guang Yiang.
" Gege, bagaimana jika leluhur mereka melepaskan segel itu.?" Tanya Xin Hua.
"Baiklah, sekarang masalah sudah selesai, ayo kita masuk kedalam, aku juga ingin mempelajari kitab yang di berikan master Hun." Ucap Guang Yiang.
" Ayo kita masuk." Ucap Xin Gui.
" Mereka semua pun masuk ke dalam klan Xin. Guang Yiang merasa takjub karena klan Xin terlihat seperti kota kecil. Perumahan di klan Xin sangat rapi dan teratur.
" Benar-benar sangat indah." Gumam Guang Yiang.
Tak lama kemudian, mereka sampai di tempat pelatihan klan Xin.
" Nak, berlatihlah di sini. Tempat merupakan tempat latihan khusus klan Xin." Ucap Xin Gui.
" Baik, terima kasih ayah mertua."
" Tidak apa-apa. Karena kau juga keluarga kami." Ucap Xin Gu.
" Baik kalau begitu, aku berlatih dulu." Ucap Guang Yiang.
Guang Yiang lalu lalu masuk kedalam Tempat latihan klan Xin.
__ADS_1
Lalu Guang Yiang membuka kitab tabib dewa.
Didalam kitab tersebut, di jelaskan letak titik akupuntur pada kultivator, hewan buas, hewan ilahi, Elf, dan ras-ras lain. Dan juga terdapat cara mengobati penyakit-penyakit yang tak dapat di obati oleh tabib biasa.
" Tapi, aku tidak memiliki jarum akupuntur." Gumam Guang Yiang.
Tiga bulan kemudian, Guang Yiang sudah menguasai kitab tabib dewa. Dan juga dia menemukan 12 jarum akupuntur berwarna emas, beserta teknik 12 jarum matahari.
Tanpa menunda waktu lagi, Guang Yiang lalu meneteskan darahnya ke jarum-jarum tersebut. Lalu mempelajari teknik tersebut.
" Ternyata ini sebabnya banyak yang menginginkan kitab ini, rupanya mereka menginginkan teknik 12 jarum matahari.
Selain digunakan untuk menyerang lawan, teknik 12 jarum matahari dapat menyembuhkan meridian dan dantian yang hancur.
" Aku sudah menguasai isi kitab ini dengan baik. Sekarang aku akan keluar dari tempat ini." Ucap Guang Yiang.
Guang Yiang lalu keluar dari tempat latihan, dan melihat Xin Hua sedang menunggunya.
Guang Yiang lalu memeluk Xin Hua dari belakang, yang membuat Xin Hua kaget.
" Gege, aku kira siapa. Hampir saja aku memukulmu." Ucap Xin Hua.
" Baiklah, kau pasti bosan menungguku, ayo kita masuk kedalam kamar, karena hari sudah malam." Ucap Guang Yiang lalu menggendong Xin Hua menuju ke kamar.
" Gege, bagaimana kau tahu letak kamar kita.?" Tanya Xin Hua
" Tidak ada. dari warna saja sudah ku tebak, kalau kamar ini khusus untuk kita berdua." Jawab Guang Yiang.
Pagi hari pun datang matahari bersinar menyinari alam.Guang Yiang dan Xin Hua keluar dari kamar setelah mandi.
" Selamat pagi ayah, Ibu, paman, kakek, nenek." Ucap Guang Yiang dan Xin Hua.
" Selamat pagi Yiang'er, Hua'er. Duduklah. " Balas Xin Wu.
Mereka semua makan dengan lahap, dan sesekali terdengar canda tawa menghiasi meja makan tersebut.
" Yiang'er, ada apakah kau tahu, Xin Hua sedang hamil anakmu, jadi kau jagalah dia dengan baik." Ucap Xin Wu.
" Benarkah itu Hua'er?" Tanya Guang Yiang.
" Itu benar gege, Sebenarnya, aku ingin memberitahumu kemarin, tapi kau keburu membawaku ke kamar." Jawab Xin Hua.
Mendengar jawaban Xin Hua,Guang Yiang merasa senang. Jadi, dia memutuskan untuk tidak membiarkan Xin Hua kelelahan.
" Kalau begitu, kami akan tinggal di sini sampai Xin Hua melahirkan." Ucap Xin Gui
" Bagaimana dengan ayah dan ibuku.?" Tanya Guang Yiang.
__ADS_1
" Untuk ayah dan ibumu, aku sudah mengabarinya dua bulan yang lalu. mungkin mereka akan sampai nanti malam." Ucap Xin Wu.
" Baiklah, aku akan tinggal di sini sampai Hua'er melahirkan." Ucap Guang Yiang.