Sang Dewa Cahaya

Sang Dewa Cahaya
Chapter 38. Hutan Kabut Hijau.


__ADS_3

Zang Yiang melesat masuk kedalam hutan kabut hujau.Zang Yiang melewati kabut itu tanpa halangan yang berarti.karena kabut ini tidak beracun.Kabut ini hanya pelindung hutan yang berasal dari pohon Hijau.


"Long Yiu,Jika aku mengambil buah hijau,apakah kabut yang melindungi hutan ini akan menghilang?" Tanya Zang Yiang.


"Tentu saja.Kabut ini akan menghilang dan seluruh hutan kabut hijau akan menghilang sama sekali.dan hewan hewan di hutan ini akan di buru oleh para manusia.Jika tuan ingin mengambil buah itu,maka tuan harus mencari cara untuk melindungi hutan ini agar tidak diburu,karena hewan hewan di hutan ini akan menyerang manusia yang ada diluar hutan karena pelindung hutan ini mereka hanya diam di wilayah mereka."Jelas Zang Yiang.


"Aku akan mencari cara untuk mengganti pelindung hutan ini sebelum mengambil buah hijau." Kata Zang Yiang.


Zang Yiang melesat kedalam hutan.Zang Yiang mencari sebuah gua untuk di tempati istirahat.


Lima jam kemudian,hari menjelang malam.Zang Yiang menemukan sebuah gua yang lumayan besar.


"Aku akan memeriksa gua ini dulu.siapa tahu ada yang menghuni gua ini." Batin Zang Yiang.


Zang Yiang memeriksa gua tersebut dengan mata surga miliknya.Zang Yiang memeriksa gua tersebut secara keseluruhan.Zang Yiang melihat seekor ular.Ular itu adalah ular sisik naga.Ular ini memiliki sisik yang sangat keras dan sulit ditembus oleh serangan pedang biasa.Ular ini sudah hampir berevolusi menjadi dewa ular


Ular juga bisa berevolusi menjadi naga saat menembus tingkat Dewa.Ular yang berevolusi menjadi naga akan menjadi naga tingkat rendah.Ular membutuhkan waktu seribu tahun untuk berevolusi menjadi dewa ular.Dan ular yang dilihat Zang Yiang berumur sembilan ratus lima puluh tahun.


"Long yiu, apa pendapatmu tentang ular yang hampir berevolusi.?" Tanya Zang Yiang.


"Ular yang hampir berevolusi menjadi naga sisiknya akan berubah menjadi sisik perak.saat menjadi dewa ular maka sisiknya akan menjadi sisik warna merah.mungkin ular yang tuan lihat mungkin adalah raja ular di hutan kabut hijau." Kata Long Yiu.


"Aku akan menaklukkan ular itu.Sayang kalau harus dibunuh." Kata Zang Yiang.


Zang Yiang melangkah masuk kedalam gua tersebut. Zang Yiang tidak mengeluarkan pedangnya,karena dia tidak ingin membunuh ular itu.Dia hanya ingin menjadikan ular itu sebagai bawahannya.


"Manusia,bagaimana kau bisa masuk kesini.dan kebetulan sekali,aku lapar maka kau akan menjadi makan siangku." Kata ular tersebut.


"ciih,kalau bisa kau lakukan saja." Kata Zang Yiang.


Ular besar tersebut menembakkan racun dari mulutnya.Racun itu yang disemburkan oleh ular itu adalah racun tingkat tinggi.


Zang Yiang menghindari racun itu dan melesatkan tapak cahaya kearah ular tersebut.


"Tapak es"

__ADS_1


Zang Yiang membentuk tapak dari elemen es miliknya.


"Ciiihh bocah ini kuat juga." gumam ular tersebut.


"Aku akan membantumu berevolusi menjadi dewa ular asal kau mau menjadi bawahanku." Kata Zang Yiang.


"Ciiih,Walau pun aku ingin berevolusi menjadi dewa ular aku tetap tidak akan menjadi bawahan dari seorang manusia."jawab ular tersebut,kembali menyemburkan racunnya kali ini dia membuat kabut yang menutupi seluruh gua tempat ular tersebut.


"Hahaha,akhirnya kau mampus juga bocah.kau tidak akan bisa bertahan lama dari kabut beracunku dan kau akan menjadi abu." Kata Ular tersebut.


Lima belas menit kemudian,kabut itu menghilang dan memperlihatkan Zang Yiang masih berdiri tegak tanpa tergores sedikit pun.


"Bagaimana bisa kau masih hidup.selama ini tidak ada yang berhasil selamat dari kabut beracunku." Kata ular tersebut tampak keheranan.


Tanpa menjawab,Zang Yiang bergerak dengan cepat menggunakan langkah cahaya dan meninju perut ular itu hingga membuat ular itu terlempar menghantam dinding gua.


" Tinju kegelapan"


Boommmm


"Kesempatan terakhir.Apakah kau ingin menjadi bawawahanku dan berevolusi menjadi dewa ular atau ingin mati dan membuat usahamu selama hampir seribu tahun sia-sia." Ancam Zang Yiang.


Ular besisik perak itu terdiam sejenak dia tampak berpikir keras.Dia tidak mau menjadi bawahan seorang manusia apalagi seorang pemuda yang baru berumur sembilan belas tahun.Tapi,seluruh pelatihanya selama sembilan ratus tahun lebih akan hancur sia sia.


"Baiklah aku akan memilih menjadi bawahanmu.tapi dengan syarat aku tidak mau meninggalkan hutan ini " kata ular tersebut mengajukan satu syarat.


"Baiklah kau tidak perlu meninggalkan hutan ini tapi aku akan melakukan kontrak darah denganmu.apakah kau tidak keberatan." Kata Zang Yiang.


"Baiklah aku setuju."Jawab ular tersebut.


Zang yiang lalu mengiris telapak tangannya dan melemparkan darah berwarna emasnya kearah ular tersebut.


Ular besar itu menyerap khasiat dari darah Zang Yiang.Lima menit kemudian dia sudah selesai menyerap darah Zang Yiang.


" Baiklah aku akan membantumu berevolusi."Kata Zang Yiang.

__ADS_1


Zang Yiang lalu membuka pintu ke dunia jiwa miliknya dan membawa ular itu ke gua tempat air semesta berada.


Zang Yiang lalu menyuruhnya untuk berendam didalam air semesta.Zang Yiang mempercepat waktu didalam gua tersebut menjadi lima puluh tahun lebih cepat dari luar gua.


Ular itu berendam didalam air semesta dia menyerap khasiat air semesta dan perlahan-lahan tubuhnya mulai bercahaya.


Air semesta membersihkan seluruh kotoran yang ada didalam tubuh ular tersebut dan mengubah darahnya menjadi darah dewa ular.


sepuluh tahun kemudian...


Boommm,boomm,boomm


Boomm,boommm,boomm,


Booomm,booomm,boomm,


Terdengar ledakan sebanyak sembilan kali dari dalam tubuh ular itu.kini kultivasinya naik keranah Bumi tahap puncak.Tubuhnya juga berevolusi,perlahan lahan membesar dan berubah menjadi ular kepala lima sisiknya yang awalnya berwarna perak berubah menjadi warna merah. elemennya pun berubah yang awalnya hanya memiliki energi racun,kini dia memiliki empat elemen lain,yaitu,air,tanah,api,dan angin.


Ular tersebut keluar dari dalam air semesta dan berlutut pada Zang Yiang.


"Terimah kasih tuan.berkat tuan aku akhirnya bisa berevolusi menjadi dewa ular seperti leluhurku." Kata Ular tersebut.


"Berdirilah.aku belum mengetahui namamu.jadi siapa namamu.?" Tanya Zang Yiang.


"Namaku She Fuan tuan." Jawab She Fuan.


Zang Yiang membuka dunia jiwa dan kembali di gua yang sebelumnya.


"She Fuan apakah kau tahu siapa yang menjaga pohon hijau." Tanya Zang Yiang.


"ya tuan.Pohon itu dijaga oleh singa petir langit.dia adalah penguasa dihutan ini.Tapi,dia sangat semena menah kepada hewan lainnya.dia memperbudak hewan lainnya dengan kekuasaannya.jika para hewan tidak tunduk padanya maka dia akan dibunuh oleh singa petir langit menggunakan petir langit." Jawab She Fuan.


"Benar benar penguasa yang buruk.Aku akan membunuh singa petir langit dan mengangkatmu menjadi penguasa hutan kabut hijau." Kata Zang Yiang.


"Terimah kasih atas kebaikanmu tuan.Aku akan menjaga hutan kabut hijau dengan baik." Kata She Fuan sambil bersujud.

__ADS_1


__ADS_2