Sang Dewa Cahaya

Sang Dewa Cahaya
Chapter 88 Guang Xin


__ADS_3

Cahaya itu perlahan-lahan memudar dan memperlihatkan seorang anak kecil berumur satu tahun.


" Anak ini adalah penjelmaan dari burung matahari, kau jagalah dia dengan baik. Dan satu hal lagi kau jangan menelantarkannya saat kau memiliki anak kelak. " Ucap Pria tersebut.


" Baik kami mengerti tetua." Jawab Guang Yiang.


" Aku akan memberimu nama Guang Xin." Ucap Guang Yiang.


" Nama yang bagus." puji Xin Hua.


" Xin'er kemarilah. " Ucap Xin Hua menjulurkan kedua tangannya kedepan.


bocah laki-laki itu berjalan kearah Xin Hua dan memeluknya.


" I..ibu." Ucap Guang Xin terbata-bata.


" Kau memang anak yang pintar." Puji Xin Hua.


" Apakah kau bisa berubah wujud menjadi burung matahari.?" Tanya Guang Yiang.


" Tentu saja ayah." Jawabnya lalu berubah menjadi burung matahari.Tapi beberapa detik kemudian Guang Xin kembali ke wujud semula.


" Ingatlah jangan memaksakan dirimu. Karena kau sekarang adalah manusia. Kau akan berubah menjadi burung dalam jangka waktu yang lama saat kau berada di ranah Supreme." Ucap Pria tersebut.


" Baik aku mengerti kek." Ucap bocah tersebut.


" Biarkan dulu dia bermain. Nanti setelah berumur Sembilan tahun baru kalian melatihnya." Ucap Pria tersebut.


"Kami mengerti tetua." Jawab mereka.


" Baiklah kalau begitu aku akan kembali ke dunia Ilahi." Ucap pria tersebut lalu menghilang.


" Baiklah Hua'er, mari kita tingkatkan kekuatan kita." Ucap Guang Yiang.


" Baik gege." Jawab Xin Hua.


Mereka berdua lalu duduk bersila dan dihadapan mereka mutiara berwarna jingga tersebut.


Perlahan-lahan energi berwarna jingga masuk ke dalam tubuh mereka berdua. Sementara Guang Xin menaburkan kristal roh dan kristal jiwa di sekeliling Ayah dan ibunya.


Satu jam...


Dua jam..


Tiga jam..


Empat jam...


Satu hari...


Mutiara tersebut belum habis di serap.


Dua hari kemudian...


Boomm


Booomm


Boomm


Boomm


Boomm


Kultivasi mereka berdua naik lima tahap, dimana kultivasi Guang Yiang naik ke ranah dewa supreme tahap pertama dan Xin Hua naik ke ranah dewa Emperor tahap satu.

__ADS_1


Tiba-tiba, langit yang tadinya cerah menjadi gelap. Xin Hua yang melihat itu memilih menjauh karena dia tahu Suaminya akan mengalami ke sengsaraan petir.


Jedarrrrrr


Petir pertama menyambar Guang Yiang.


" Jedarrrr"


Petir kedua menyambarnya lagi tapi dia tidak apa-apa.


Jedarrrr


Jedarrrrr


Petir kelima menyambar dan Guang Yiang membuka matanya .


" Dasar langit sialan apakah kau bisa tidak menggangguku." Gerutu Guang Yiang.


Jedarrrrr


Seakan mendengar ucapan Guang Yiang, petir yang tadinya berwarna ungu menjadi hitam.


Jedarrrrr


Tidak mau menyia-nyiakan kesempatan ini, Guang Yiang lalu menyerap energi petir tersebut untuk meningkatkan kekuatannya.


Jedarrrr


Petir kedelapan menyambar dan terlihat Guang Yiang mulai memuntahkan seteguk darah.


" Apakah hanya segini kekuatan petir kesengsaraan bahkan aku hanya merasa di gelitik" Ucap Guang Yiang.


Seakan mendengar ucapan Guang Yiang petir hitam tersebut kembali berubah warna menjadi petir surgawi.


Energi petir tersebut lalu berkumpul dan membentuk seekor burung petir.


Kwaaaaaakkkk


Burung itu menatap Guang Yiang dengan marah.


Guang Yiang lalu terbang menghadang burung petir tersebut dan bertarung dengannya.


Burung tersebut menukik tajam ke arah Guang Yiang.


Melihat itu, Guang Yiang sengaja memasang badan karena dia ingin menyerap burung petir tersebut.


Kwaaaaakkk


"Hyaaaat"


Terlihat Guang Yiang menyerap burung petir tersebut secara paksa.


Beberapa jam kemudian, burung tersebut lenyap dan di serap kedalam mutiara rohnya. Kini dia memiliki dua jenis petir lagi, yaitu petir asyura dan petir surgawi.


" Selamat ya ang Gege." Ucap Xin Hua.


" Terima kasih Hua'er." Balas Guang Yiang.


" Sebaiknya Gege mengganti pakaian gege yang sudah robek itu."


Guang Yiang segera pergi untuk mengganti pakaiannya. Sesaat kemudian dia kembali dengan memakai pakaian yang baru.


" Tadi itu sangat hebat ayah.Aku juga ingin berlatih agar aku menjadi kuat seperti ayah." Celoteh Guang Xin


" Iya Tapi kau bermainlah dulu, nanti jika kau sudah cukup umur kau baru boleh berlatih." Ucap Guang Yiang.

__ADS_1


Guang Xin hanya mengangguk dengan wajah kesal.


Melihat wajah kesal Guang Xin, Guang Yiang dan Xin Hua tertawa.


" Ayah, kemari , aku melihat sebuah danau yang sangat jernih dan didalamnya aku melihat ada Sebuah pohon di sekelilingnya ada kristal berwarna hijau, biru tua, putih dan biru muda." Jelas Guang Xin.


"Apakah kau serius Xin'er?" Tanya Guang Yiang.


" Iya ayah, dan tidak ada satu pun ikan di dekatnya." Jawab Guang Xin.


" Tidak salah lagi, itu adalah pohon akar kristal." Ucap Guang Yiang.


" Pohon akar kristal, bukannya pohon itu hanya ada di wilayah Laut kuning perbatasan benua matahari dan benua benua bintang dan satu lagi di gunung Kristal di jantung benua Kosmik." Jelas Xin Hua.


" Iya aku tahu, Ayo kita pergi mengambil pohon itu." Ucap Guang Yiang.


Mereka bertiga bergegas ke arah danau dengan Guang Xin sebagai penunjuk jalan.


Beberapa menit kemudian, mereka sampai di danau kaca tersebut.


Guang Yiang lalu menyebur ke dalam danau tersebut.


Dan belum juga sampai akar pohon tersebut menyerang Guang Yiang.


Guang Yiang lalu membuat segel tangan dan membuat pohon tersebut menjadi diam.


Lalu Guang Yiang memasukkan pohon tersebut kedalam dunia jiwa.


Wuusss


Guang Yiang masuk muncul di selatan dunia jiwa.


Boooooommm


Guang Yiang lalu menciptakan sebuah kawah yang dalam.lalu Tak lama kawah tersebut penuh dengan air jernih. Lalu Guang Yiang meletakkan pohon tersebut di dasar danau.


Wuuusss


Guang Yiang muncul kembali di dekat Xin Hua.


" Ayo kita pergi ke wilayah lain lembah ini." Ucap Guang Yiang.


" Ayah aku ingin ikut." Ucap Guang Xin.


" Baiklah, tapi kau bisa mengeluarkan sayapmu kan?" Tanya Guang Yiang.


" Ya, ayah. " Jawab Guang Xin lalu mengeluarkan sayap berwarna keemasan.


Mereka berdua lalu melesat keluar gua, dan tidak lupa dia menyegel gua tersebut, agar tidak ada hewan yang berhasil masuk.


" Baiklah ayo kita berangkat."


Mereka lalu melesat menjelajahi seluruh lembah kegelapan, sebulan berlalu, dan mereka masih berkeliling lembah. Tak terhitung sudah berapa banyak hewan yang sudah di bunuh oleh Guang Yiang dan Xin Hua. Sementara Guang Xin hanya melihat saja.


" Baiklah, ayo kita keluar dari lembah ini." Ucap Guang Yiang.


" Guang Xin Kau masuklah kedalam dunia jiwa dan panenlah kristal dari pohon akar kristal sebulan sekali." Ucap Guang Yiang.


" Baik ayah." Jawab Guang Xin lalu masuk kedalam dunia jiwa.


" Baiklah Hua'er, mari kita keluar dari lembah ini." Ucap Guang Yiang.


" Baik gege." Jawab Xin Hua.


Wuuuussss

__ADS_1


Mereka berdua tiba-tiba muncul di seberang lembah dan meneruskan perjalanan mereka ke kota awan panas.


Tak lama kemudian, mereka tiba di kota awan panas. Dan mengantri untuk masuk kekota.


__ADS_2