
Guang Yiang akhirnya tidak jadi mengagetkan Xin Hua.
"Hua'er,kau sedang apa disini.?" Tanya Guang Yiang.
" Aku sedang melihat bintang." Jawab Guang Yiang.
"Apakah kau suka melihat bintang.?'' Tanya Guang Yiang lagi.
" Ya,aku suka melihat bintang. Aku berharap memiliki kebebasan seperti anak lain, yang bebas bepergian di malam hari."Ucap Xin Hua.
"Bahkan saat pertama kali, berkultivasi, orang-orang memujiku dan mengatakan aku adalah jenius.Tapi saat aku mencapai ranah dewa awan tahap sembilan kultivasiku berhenti.Semua orang kecuali klan Xin menghinaku dan tak mempedulikan ku bahkan saat aku pingsan, mereka hanya meninggalkanku sendirian." Ucap Xin Hua.
"Kita memiliki masa lalu yang sama, bedanya kau masih memiliki orang tua yang mendukungmu sedangkan dulu, tidak memiliki orang tua yang mendukungku." Ucap Guang Yiang.
Tanpa sadar, mereka bercerita hingga menjelang subuh. Mereka berdua saling curhat, dan saling bercerita masa lalu 0 berdua. Entah sejak kapan, Guang Yiang jatuh cinta kepada Xin Hua.
" Apakah kalian ingin terus bercerita hingga pagi tiba.?" Tanya Xin Gui.
"Maaf ayah, kami terbawa suasana." Jawab mereka berdua.
" Hua'er Apakah kau mau jalan-jalan lagi?'' Tanya Guang Yiang.
" Iya aku mau Ang Gege.Selama ini aku dilarang keluar dari wilayah klan." Jawab Xin Hua.
"Baiklah kali ini kita akan pergi ke kota kayu wangi." Ucap Guang Yiang sambil melihat peta.
"Ang gege, tempat apa ini yang memiliki tanda segitiga merah?" Tanya Xin Hua.
"Itu merupakan kawasan yang sangat berbahaya. Dan juga tempat-tempat itu memiliki banyak harta karun dan sumber daya tingkat tinggi." Jawab Guang Yiang.
'' Bagaimana kalau kita pergi ke tempat ini." Ucap Xin Hua lalu menunjuk hutan awan panas.
" Tidak, nanti setelah menikah kita baru kesana.Karena untuk ke sana kita membutuhkan waktu selama dua bulan, sebenarnya aku bisa membawamu, tapi sebentar lagi ulang tahunmu yang ke 18 tahun, jadi kita akan pergi dua bulan lagi." Ucap Guang Yiang.
" Baiklah Ang Gege." Balas Xin Hua dengan lesu.
" Baiklah hari sudah pagi, mari kita pergi sekarang."Ucap Guang Yiang.
"Apakah kalian tidak ingin sarapan?" Tanya Xin Jiao.
" Hem, kami bawa saja bu, nanti di perjalanan kami makan"Jawab Guang Yiang.
" Baiklah"
Xin Jiao lalu memasukkan makanan yang baru dia masak kedalam wadah yang terbuat dari logam yang tertutup rapat.
" Ini ingat, jangan lupa dimakan" Ucap Xin Jiao.
" Baik ibu." Jawab mereka berdua.
"Baiklah ibu kami pergi dulu." Izin Guang Yiang.
" Baiklah ingat kau harus pulang sebelum matahari terbenam."
__ADS_1
"Baik bu."
mereka berdua lalu melesat kearah barat dari hutan Kabut ungu.
tiga jam kemudian, mereka sudah tiba di kota bunga.
" mengapa Tidak ada penjaga di gerbang kota." Ucap Xin Hua.
" Mungkin karena hari masih terlalu pagi." Jawab Guang Yiang.
Karena tidak ada penjaga, Guang Yiang masuk ke kota bunga dengan bebas.
" Kota yang sangat indah'' ucap Xin Hua.
" Kau benar. Udaranya juga masih segar." Ucap Guang Yiang.
"Gege, bagaimana kalau kita mencari tempat untuk makan, aku penasaran dengan makanan dengan makanan yang di buat oleh ibu." Ucap Xin Hua.
" Baiklah, dan sepertinya tempat itu sangat cocok.''ucapnya sambil menunjuk ke sebuah pohon yang sangat rimbun.
"Ayo gege." Ajak Xin Hua sambil menarik tangan Guang Yiang. Setelah sampai, Xin Hua langsung membuka wadah logam tersebut.
Dan didalamnya terdapat Daging Singa panggang, beberapa buah berwarna Ungu, dan cemilan sebagai makanan penutup.
" Baiklah ayo kita makan". Ucap mereka.
Mereka berdua lalu memakan daging panggang tersebut dengan lahap.
Setengah jam kemudian, mereka sudah selesai makan dan menyantap cemilan penutup.
" Kau benar, aku belum pernah memakan makanan seenak ini." Ucap Guang Yiang.
" Baiklah sekarang kita kemana, aku sudah kenyang, tidak mungkin kita masuk ke restoran lagi." Ucap Guang Yiang.
" Kau benar, kita ke tokoh perhiasan saja." Ucap Xin Hua.
" Baiklah" Jawab Guang Yiang.
Mereka berdua lalu berjalan santai dan beberapa saat kemudian, mereka tiba di depan sebuah tokoh.
" Selamat datang di tokoh perhiasan bunga indah." Sambut pelayan.
"Kami ingin melihat-lihat perhiasan." Ucap Guang Yiang.
"Silahkan." Jawab pelayan tersebut.
Guang Yiang dan Xin Hua berkeliling tokoh untuk mencari perhiasan, tapi tidak ada yang di sukai oleh Xin Hua.
"Gege, lihat kalung itu sangat indah, aku ingin memilikinya. Tapi mungkin harganya sangat mahal." Ucap xin Hua.
"Tidak apa-apa, aku akan membelikannya untukmu." Ucap Guang Yiang lalu mengambil kalung giok tersebut.
" Berapa harga kalung ini." Tanya Guang Yiang.
__ADS_1
" Harganya Sepuluh juta kristal Awan tuan." Jawab kasir tersebut.
"Kenapa harganya mahal sekali." Tanya Guang Yiang.
" Ini adalah kalung giok yang di temukan oleh seorang pengembara di reruntuhan kuno. Kalung ini merupakan salah satu pusaka tingkat kuno." Jelas kasir tersebut.
" Baiklah, aku akan membelinya." Ucap Guang Yiang lalu membayar Kalung giok tersebut.
sesudah membayar kalung giok itu, Guang Yiang memasangnya di leher Xin Hua.
" Kau sangat cantik Hua'er." Goda Guang Yiang.
Wajah Xin Hua memerah mendengar ucapan Guang Yiang.
" Gege bisa aja." Ucapnya.
" Mari kita pergi." Ucap Guang Yiang.
"Ayah lihat gadis itu sangat cantik aku ingin menjadikannya sebagai istriku." Ucap Pemuda di depan tokoh bunga.
"Baiklah, ibu akan memberikannya untukmu." Jawab pria parubaya tersebut.
" Hei anak muda, putraku menginginkan wanita itu, maka tinggalkan gadis itu untuk putraku." ucap pria tersebut.
" Memangnya kau mengira Hua'er itu barang yang bisa kau ambil sesukamu. Dia adalah calon istriku,dan aku tidak akan memberikannya padamu." Jawab Guang Yiang dengan tegas.
"Dasar tidak tahu diri, seharusnya kau senang, karena dia akan menjadi menantu klan Gun, dia akan hidup berkecukupan, daripada bersamamu yang hanya orang miskin."
" Berapa uang yang kau inginkan, maka aku akan memberikannya." Ucap Pria tersebut.
" Bahkan jika kau memberikan seluruh benua ini, aku juga tidak akan memberikan Hua'er pada putramu itu." Jawab Guang Yiang.
" Bajingan, aku akan membunuhmu." Pria tersebut sangat marah dan melayangkan tinjunya kearah Guang Yiang.
Guang yiang lalu mengeluarkan Long Xi dari dalam dunia jiwa dan menangkap tinju Gun Fiu.
"Tuan muda, apakah aku harus membunuhnya?" Tanya Long Xi.
" Terserah kau saja.Tapi, aku ingin mengambil sesuatu miliknya." Ucap Guang Yiang lalu menempelkan tangannya di kedua mata Gun Fiu.
"Arggggg"
" Bajingan, Leluhur akan membunuhmu karena mengambil mata langitku." Ancamnya
"Cihh, terserah kau saja.ini akibatnya karena kau ingin membeli Hua'er."
" Long Xi, bunuh dia dan putranya itu." Perintah Guang Yiang.
" Baik tuan muda"
Long Xi, lalu bertarung dengan Gun Fei, tapi hanya dalam waktu kurang dari satu jam, Guang Yiang sudah membunuh Gun Fei dan putranya.
" Tuan apakah kita menggunakan kutukan darah padanya?" Tanya Long Xi.
__ADS_1
" Tidak perlu, Cepat atau lambat mereka akan hancur juga jika mereka tetap bersikeras menyerang klan Guang dan klan Xin." Jawab Guang Yiang.