
" Baik kalau begitu. Tapi kau jangan menyesali perkataanmu singa sombong." Ucap Guang Yiang.
Trarrrkk
Jedarrrr
Tiba-tiba, langit yang tadinya cerah, menjadi mendung dan halilintar menyambar kemana-mana.
Jedarrrr
Boommm
" Argggggghh sialan. Dari mana datangnya halilintar sialan ini?" Tanya Singa tersebut.
" Bagaimana rasanya di sambar halilintar?" Tanya Zang Yuwan.
" Sialan kau bocah. Ternyata ini ulahmu. Baik akan aku tunjukkan kepadamu kekuatanku." Ucapnya.
Groarrrggggg
Singa itu meraung dengan keras, hingga terciptalah gelombang air yang besar.
" Aku kira kau memiliki elemen angin atau tanah seperti singa pada umumnya. Ternyata kau memiliki elemen air." Ucapnya lalu menyalurkan elemen Halilintarnya ke air tersebut.
Zzzzzzzzz
Dan seketika harimau hijau itu terkapar karena tersetrum oleh listrik yang terbentuk karena halilintar milik Zang Yuwan dan elemen air milik singa hijau menyatu.
" Bagaimana rasanya?" Tanya Zang Yuwan
" Dasar bodoh. Tentu saja rasanya sakit." Jawab singa tersebut.
" Apakah kau masih ingin bertarung atau membiarkan kami lewat?" Tanya Zang Yuwan.
Singa itu nampak berpikir. Selama ini belum ada satu orang pun yang berhasil lolos dari ilusi miliknya. Hal ini pulalah yang membuat seisi hutan menghormatinya dan menganggapnya penguasa hutan. Jika kali ini dia membiarkan mereka lewat, berarti seisi hutan tidak akan menganggapnya penguasa lagi.
" Dari pada kekuasaanku hancur karena melepaskan kalian lebih baik aku membunuh kalian saja seperti orang yang sebelumnya lewat di hutan ini." Ucapnya.
Lalu sekali lagi, jarum air terbentuk dan menyerang kearah mereka berempat dengan cepat.
" Apakah kau belum kapok karena kesetrum tadi?" Tanya Zang Yuwan.
" Kalau kau belum kapok, maka aku akan membuatmu menjadi singa hitam bukan singa hijau lagi." Ucap Zang Yuwan lalu sekali lagi halilintar menyambar kemana-mana.
Jedarrrtt
Booommm
__ADS_1
Seketika jarum air yang di lesatkan oleh singa hijau tadi hancur lebur.
Jedarrr
Booomm
" Argggggg"
" Roarggggg"
Singa hijau tersebut meraung kesakitan hingga suara raungannya membuat semua hewan lari ketakutan.
" Jika kau tetap tidak membiarkan kami lewat, maka kau akan mati menjadi abu. Lebih baik kau hilangkan kesombonganmu itu dari pada kau mati di sambar oleh halilintar." Ucap Guang Yiang.
" Hm, aku tidak bisa merasakan aliran energi di dalam tubuhnya, mungkin dia hanya orang biasa saja. Dia sangat cocok untuk menjadi mangsaku kali ini." Batin singa hijau, lalu melesat dan mengarahkan cakarnya kearah Guang Yiang.
'' Cih, kau melakukan kesalahan besar dengan menyerangnya." Gumam Zang Yuwan.
Boooommm
Saat jarak singa itu hanya tersisa beberapa centi dari Guang Yiang, tiba-tiba sebua pusaran energi melemparkannya hingga ratusan meter.
" Aku sudah memberimu kesempatan, tapi kau malah menyia-nyiakan kesempatan yang kuberikan, maka jangan menyesal jika hari ini adalah haru terakhirmu bernafas di dunia." Ucap Guang Yiang.
Lalu tombak raksasa yang terbentuk dari elemen cahaya melesat dengan cepat dan menembus jantung singa tersebut.
Tapi, bukannya mati, malah jiwanya keluar dari tubuh kasarnya dan membentuk tubuh baru.
" Cih, aku tidak akan takut dengan api kecilmu itu. Api biasa tidak akan bisa menghancurkan tubuh jiwa milikku." Ucapnya.
" Karena kau begitu sombong maka lihatlah bagaimana api kecil ini membakar tubuh jiwa milikmu hingga menjadi abu." Ucap Guang Yiang.
Wusss.
Arggggggg
Api jiwa milik Guang Yiang kemudian membakar jiwa singa hijau perlahan-lahan yang membuat singa hijau merasa sangat kesakitan.
" Ampun.. Ampuni aku tuan. Aku akan membiarkan tuan lewat asal tuan menyingkirkan api jiwa ini." Mohon singa hijau.
" Aku sudah memberimu kesempatan dua kali. Tapi, kau tidak menggunakannya dengan baik. Maka rasakanlah sakitnya di bakar oleh api jiwa." Ucap Guang Yiang.
" Dan satu lagi, api itu tidak akan pernah padam kecuali aku yang memadamkannya. Dan api itu akan membakar jiwamu perlahan-lahan hingga jiwamu berubah menjadi abu." Ucap Guang Yiang.
Wusssss
Mereka kemudian melesat meninggalkan singa hijau yang terus berteriak kesakitan karena api jiwa sebesar biji jagung itu terus membakar jiwanya.
__ADS_1
" Tuan, ku mohon ampuni aku." Teriak singa hijau.
Tapi Guang Yiang tidak mempedulikannya dan terus terbang menembus rimbunnya hutan bambu.
" Kak, apakah api itu bisa di padamkan olehnya?" Tanya Zang Yuwan.
" Walaupun dia adalah pengguna kekuatan jiwa, tapi tetap saja dia tidak akan bisa menghilangkan api jiwa kecuali pemilik api itu menghilangkannya secara langsung." Jawab Guang Yiang.
" Dia pengguna kekuatan jiwa, tapi mengapa dia tidak bisa menggunakan elemen jiwa?" Tanya Zang Yuwan lagi.
" Mungkin dia hanya menggunakan teknik kekuatan jiwa, tapi tidak pernah membangkitkan elemen jiwa, karena untuk membangkitkan elemen jiwa perlu cara khusus." Jawab Guang Yiang.
Tak terasa, mereka sudah terbang di hutan bambu selama lima hari berturut. dan mereka sudah mencapai bagian luar dari hutan bambu.
Mereka terus terbang melewati hutan bambu yang terbilang cukup lebat, dan setelah lima jam terbang, mereka kemudian berhasil keluar dari hutan bambu, dan gerbang kota bambu mulai terlihat.
" Akhirnya, kita menemukan sebuah kota.'' Ucap Xu Lia.
" Ya benar. Aku merasa gerah karena belum mandi selama seharian" Ucap Xin Hua.
Mereka mendarat sekitar 200 meter dari kota dan berjalan kaki menuju gerbang kota.
" Tanda pengenalnya tuan" Ucap prajurit kota.
" Maaf paman kami tidak punya tanda pengenal." Ucap Guang Yiang.
" Iya paman. tanda pengenal kami terjatuh saat bertarung dengan hewan buas tadi." UcP Zang Yuwan.
" Baik, kalau begitu tuan harus membayar delapan kristal langit." Ucap penjaga.
Guang Yiang lalu memberikan delapan kristal langit lalu berjalan memasuki kota tapi di hentikan oleh penjaga.
" Tunggu dulu tuan muda." Ucap prajurit penjaga.
" Ada apa ya paman?" Tanya Zang Yuwan.
" Apakah mereka berdua istri atau adik tuan muda, kalau ya, kalian harus menjaganya dengan baik saat memasuki kota." Ucap prajurit.
" Memangnya kenapa paman?" Tanya Guang Yiang.
" itu karena putra dari raja kota memiliki tabiat buruk. Dia suka mengambil wanita cantik dengan paksa dan di jadikan pemuas nafsu." Jawab penjaga
" Apakah tuan kota tidak melarang anaknya melakukan itu?" Tanya Guang Yiang.
" Tidak. Malah dia akan membela anaknya dan memberi hukuman pada orang yang menolak permintaan buruk anaknya itu. Hal itu juga yang membuat banyak orang yang menyembunyikan istri mereka, adik perempuan mereka, dan juga anak perempuan mereka dari anak tuan kota. Dan tak jarang mereka mengirim anak mereka keluar kota." Jawab Penjaga.
" Apakah tidak ada yang melawan kehendak dari putra raja kota?" Tanya Guang Yiang lagi.
__ADS_1
" Ada yang melawan, tapi mereka berakhir dengan hukuman mati. Ada juga yang mengantisipasinya dengan merias istri dan anak perempuan mereka menjadi jelek agar putra tuan kota tidak tertarik." Ucap Penjaga lagi.
" Kalau begitu terima kasih atas informasinya paman. Dan kuharap paman pergi dari kota ini untuk mencari pekerjaan yang lebih layak." Ucap Guang Yiang. Dia lalu memberikan satu cincin ruang kepada penjaga itu. Lalu tanpa bertanya lagi, penjaga tersebut melesat meninggalkan kota.