Sang Dewa Cahaya

Sang Dewa Cahaya
Chapter 132 Masalah di Restoran


__ADS_3

Tak lama kemudian, pesanan mereka datang.


" Hem, sudah lama aku tidak makan di restoran." Ucap Guang Xin.


Dia langsung melahap makanan yang ada di atas meja seakan-akan ada yang hendak mendahuluinya.


" Xin'er pelan-pelan makannya. Tidak ada yang ingin mengambil makananmu." Ucap Xin Hua.


" Maaf ibu, tapi aku lapar." Ucapnya lalu melanjutkan makannya.


" Terserah kau saja." Ucap Xin Hua.


Mereka berdua pun makan dengan tenang dan sesekali tertawa dengan perilaku Guang Xin.


Saat sedang asyik makan, tiba-tiba seorang pemuda menyelinap duduk di dekat mereka tanpa meminta izin terlebih dahulu.


" Apakah kau punya tatakrama. Seharusnya kau meminta ijin terlebih dahulu bukannya langsung duduk." Ucap Zang Yuwan.


" Terserah saya. Kalian tidak punya hak untuk mengatur saya."


" Oh iya cantik maukah kau menjadi istriku?" Tanya pemuda tersebut.


" Boommm"


Tanpa menjawab pemuda tersebut menghantam tembok.


" Sialan siapa yang berani melemparku hah?" Tanya pemuda tersebut.


" Aku memangnya kenapa? Apakah kau keberatan?" Tanya Xin Hua.


" Sialan. Aku adalah putra dari patriak Wang Chu." Ucap pemuda tersebut.


" Memangnya kenapa kalau kau adalah anak dari patriak Wang? Apakah aku harus takut?" Tanya Xin Hua.


" Ya benar kak.hanya seorang anak manja yang memanfaatkan posisi orang tuanya untuk menindas orang lain. Ada baiknya kita bunuh atau buat dia cacat agar mengurangi sampah klan Wang." Ucap Xu Lia.


" Sialan, kalau begitu aku akan membunuh kalian." Ucapnya lalu melesat dengan tinjunya di balut oleh api.


" Tinju berapi"


Wuss


Wusss


Tapi dalam satu kibasan tangan dari Guang Yiang api itu langsung menghilang.


Wusss


Dengan cepat dia menangkap dan menyandera Guang Xin dengan.


" Berlututlah sekarang atau kepala anak ini akan terlepas." Ancam pemuda tersebut.

__ADS_1


Tapi, ancaman pemuda itu di balas senyuman oleh mereka berempat seakan tidak peduli dengan ancaman pemuda itu.


" Ha..ha..ha..ha. Apakah kalian hilang akal hingga tidak mempedulikan nyawa anak ini?" Tanya pemuda tersebut.


" Kau melakukan kesalahan besar dengan menjadikanku sandera." Ucap Guang Xin dengan nada dingin. Lalu dengan cepat dia melesat di udara dan melayangkan tapak ke arah pemuda tersebut.


Boomm


Sekali lagi pemuda itu terbang menembus dinding restoran akibat terkena tapak Guang Xin.


" Ha..ha..ha..ha. Lihatlah tuan muda Wang Cao di hajar habis-habisan oleh seorang bocah." Ucap salah satu pengunjung.


" Sialan, anak ini baru berumur tiga tahun, tapi dia sudah memiliki kekuatan yang besar." Batin Wang Cao.


Padahal kenyataannya kultivasi Guang Xin masih berada di ranah surgawi tahap awal.


" Bagaimana rasanya di pukul oleh seorang bocah yang baru berumur tiga tahun?" Tanya Guang Yiang yang menggendong Guang Xin.


" Cih, sialan. Kau mempermalukan ku di hadapan orang banyak, aku akan membalas perbuatan kalian" Ucap Wang Cao dengan wajah memerah karena malu.


" Dan kau bocah sialan, aku akan memanggangmu karena mempermalukanku di depan umum" Ucap Wang Cao.


" Jika kau menggangguku lagi, akulah yang akan memanggangmu dan memberikan dagingmu kepada paman Bai." Ucap Guang Xin.


" Kau.."


Kini Wang Cao bertambah malu dan memilih untuk pergi dari restoran itu.


" Sialan masyarakat kelas bawah berani menghinaku aku akan membalas kalian" Ucap Wang Cao.


" Nak, maukah kau bergabung dengan sekte Awan putih, aku akan melatihmu dengan baik." Bujuk tetua pertama sekte Awan putih.


" Tidak-tidak. Dia lebih baik bergabung dengan sekte langit kami." Ucap tetua agung sekte langit.


" Para tetua sekalian, berhentilah menakutinya. Dia tidak akan memilih satu sekte pun di benua ini." Ucap Guang Yiang.


" Memangnya kau siapa? Aku berbicara dengan anak ini bukan denganmu." Ucap tetua agung sekte langit.


" Dia putraku. Dia tidak akan mau bergabung dengan sekte manapun." Ucap Guang Yiang.


" Ya, gege benar. Xin'er tidak akan mau bergabung dengan sekte manapun. Andai dia mau, mungkin dia tidak akan berada di sini." Ucap Xin Hua.


" Aku tidak suka di sekte aku hanya ingin bermain bersama paman Bai, paman Gui, paman Qi, paman Feng dan paman Long." Ucap Guang Xin


" Kenapa kau tidak suka berada di sekte?" Tanya tetua pertama sekte awan putih.


" Karena aku ingin berlatih bersama ayah dan ibuku saja." Jawab Guang Xin.


" Apakah kalian dengar perkataannya. Jadi kalian bubarlah jangan mengerubunginya lagi." Ucap Guang Yiang.


" Pelayan, ini bayaran makanan kami sekaligus kompensasi atas kerusakan yang terjadi." Ucap Guang Yiang. Dia lalu memberikan satu kantong kristal yang berjumlah lima ratus kristal awan, Dan harga pesanannya adalah lima puluh kristal awan

__ADS_1


" Tapi ini kebanyakan"


" Sudah ambil saja. Kalian gunakan kristal itu untuk mengganti fasilitas yang rusak." Ucap Guang Yiang.


Mereka berdua keluar dari restoran dan berjalan kembali ke klan Xu.


" Berhenti di sana" Teriak seseorang.


" Mengapa kau menghentikan kami?" Tanya Zang Yuwan.


" Jika kalian ingin hidup, maka serahkan bayi itu kepada kami, dan juga seluruh harta kalian." Ucap seorang yang memakai topeng berwarna merah.


" Tunggu dulu, kau ada tetua agung sekte langit, mengapa kalian menginginkan keponakanku?" Tanya Zang Yuwan


"Tidak usah banyak tanya serahkan saja anak itu dan kalian boleh pergi.


Wuss


Seekor kucing muncul di atas bahu Guang Yiang dan menatap orang-orang yang ada di hadapannya.


" Kak, apakah mereka yang menginginkan keponakan kecilku?" Tanya Bai Luan.


" Ya, mereka orangnya. Dan kau urus mereka hitung-hitung untuk meregangkan otot-ototmu yang membeku selama dua tahun." Ucap Guang Yiang.


" Baiklah, kalian yang mencari masalah, jadi jangan berharap bisa kembali dengan tubuh yang utuh." Ucap Bai Luan lalu merubah dirinya menjadi besar, dan menyerang orang-orang dari sekte langit.


" Kalau di sini bukan kota, maka aku bisa mengatasi kalian dalam sekejap.


" Wah, kalau begitu kita lihat apakah kau mampu atau tidak harimau jelek.


Roarggggg


Jleeep


Jleeppp


Boomm


Ratusan jarum angin terbentuk di udara dan menembus dada orang-orang sekte langit.


" Sudah selesai. Kak, biarkan aku yang menjaga Xin'er." Ucap Bai Luan lalu merubah wujudnya menjadi seorang pemuda berambut putih.


" Wah, paman Bai sangat tampan." puji Guang Xin.


" Terima kasih keponakan kecilku." Ucap Bai Luan.


" Oh iya kak. Apakah kalian juga ingin ikut ke benua teratai suci setelah menyelesaikan urusan di benua kosmik?" Tanya Bai Luan kepada Zang Yuwan dan Xu Lia.


" Ya tentu saja kami mau. Lagi pula aku juga ingin berpetualang ke tempat-tempat baru." Ucap Zang Yuwan.


" Aku juga ingin ikut." Ucap Xu Lia.

__ADS_1


" Oh iya bagaimana keadaan Ye Longwang?" Tanya Guang Yiang.


" Dia baik-baik saja dan juga dia sudah menembus ranah dewa bintang tahap tujuh dan juga dia selalu mengerjaiku." Jawab Bai Luan.


__ADS_2