Sang Dewa Cahaya

Sang Dewa Cahaya
Chapter 156 Sekte Kabut


__ADS_3

" Yuwan, Lia, Hua'er, ayo kita habisi semua siluman ular ini" Ucap Guang Yiang.


" Baik Kak" Jawab Zang Yuwan dan Xu Lia.


" Baik Gege" Jawab Xin Hua.


Wuss


Wuss


Sreeek


Sreekk


Satu persatu para siluman yang ada di ruangan itu mati dengan kepala terlepas dari tubuhnya. Bahkan diruangan itu darah keciprat kemana-mana.


" Sialan, matilah ba*ji*gan." Ucap She Nu yang melesat dan menyerang Guang Yiang, tapi tubuhnya tiba-tiba tidak bisa di gerakkan.


" Baik, karena kau tidak sabar untuk mati, maka kau akan mati dengan cepat." Ucap Guang Yiang.


" Sekarang juga bunuh mereka lain." Perintah Guang Yiang.


" Cih, jangan harap aku akan mematuhi perintahmu." Ucap She Nu.


" Argggggggghh"


Tepat saat dia selesai mengucapkan kalimatnya, kepalanya tiba-tiba terasa sakit dan seperti ingin meledak.


" Kalau kau tidak ingin melakukannya, maka rasa sakit itu yang akan membunuhnya." Ucap Guang Yiang sambil terus menebas siluman ular tersebut satu persatu.


" Baik sekarang tahap penghabisan." Ucapnya.


" Formasi cakram dewa Guang"


" Sambaran petir alam"


" Sambaran tujuh halilintar"


" Tapak rembulan."


Boomm


Boomm


Boommm


Ledakan berutuntun terdengar sehingga membuat bangunan tempat siluman itu di bantai runtuh dan asap mengepul ke langit.


" Baik waktu kalian sidah habis." Ucap Guang Shen.


Booommm

__ADS_1


Tiba-tiba saja tubuh She Nu meledak, dan begitu juga dengan siluman wanita yang di kendalikan oleh Guang Yiang.


Guang Shen kemudian membakar seluruh mayat yang ada di sana menggunakan api jiwanya, lalu menulis kalimat di sebuah papan, yang berbunyi.


" Siluman ular yang mengganggu kalian sudah di habisi." Itulah isi papan tersebut.


Setelah itu, mereka melesat meninggalkan kota angin menuju ke kota selanjutnya. Sementara warga kota angin yang melihat kepulan asap di langit, berbondong-bondong menuju sumber asap tersebut. Dan sesampainya di sana mereka mendapati reruntuhan bangunan dan sebuah tonggak.


" Akhirnya siluman ular itu sudah di habisi. " Ucap salah satu warga.


" Benar. Dan sekarang kita tidak perlu takut lagi." Ucap Yang lain


" Terima kasih penyelamat" Teriak mereka


Sementara itu, Guang Yiang, Zang Yuwan, Xin Hua dan Xu Lia terus melesat menuju kearah barat. Dan tak lama kemudian mereka sampai di sebuah tempat yang di tutupi oleh kabut tebal yang menutupi pandangan, tapi tidak bagi mereka berlima. Mereka dapat melihat di dalam kabut dengan jelas karena indra mereka tiga kali lebih tajam dari indra kultivator lain.


" Sebuah kota." Ucap Zang Yuwan.


" Sepertinya kota ini jarang di datangi oleh pengunjung." Ucap Guang Yiang.


" Ada orang yang datang, berpura-puralah tak dapat melihat apa-apa." Ucap Xin Hua.


" Bukankah ini aneh. Mengapa ada lima orang yang sampai di sini" Tanya salah satu prajurit.


" Aku tidak tahu. Tangkap dan bawa mereka ke hadapan Raja kota." Perintah prajurit yang memakai Zirah abu-abu.


" Baik komandan." Jawab dua orang prajurit lainnya.


" Kami tidak bisa melihat, bagaimana kami bisa mengikutimu?" Tanya Xin Hua.


" Benar juga."


" Komandan bagaimana cara kita mrmbawa mereka?" Tanya prajurit tersebut.


" Dasar bodoh. Gunakan giok yang ada di tangan kalian untuk menteleportasikan mereka." Jawab komandan tersebut.


Swusss


Mereka kemudian memecahkan giok teleportasi yang mereka bawa, dan seketika mereka sampai di hadapan raja kota Ying Kan.


" Lapor yang mulia. Membawa lima orang lagi yang kami temukan di dekat gerbang." lapor komandan Ye Juan.


" Penjarakan saja mereka bersama yang lainnya." Jawab Ying Kan.


" Dasar raja bodoh. Apa salah kami sehingga kami ingin di penjara?" Tanya Guang Yiang.


" Lebih bai kalian jujur saja. Kalian pasti adalah mata-mata dari sekte tombak perak" Ucap Ying Kan.


" Dasar raja penakut. Kami bukanlah mata-mata, tapi kami hanyalah penjelajah biasa." Jawab Zang Yuwan.


Karena merasa di rendahkan, Ying Kan kemudian melesatkan sebuah tapak keararh Zang Yuwan, Tapi berhasil di tepis. Dan justru tapak miliknya berbalik menyerangnya.

__ADS_1


" Bagaimana bisa? Seharusnya dia tidak dapat melihat seranganku?" Tanya Ying Kan.


" Apakah kau pikir kabut ciptaanmu ini dapat menutupi pandangan semua orang?" Tanya Guang Yiang yang sudah mencekik leher raja kota Ying Kan.


" Tolong lepaskan aku."Ucap Ying Kan.


" Baik aku akan melepaskanmu" Jawab Guang Yiang. Dia kemudian mengangkat tubuh Ying Kun keatas lalu melemparkannya ke arah dinding.


Guang Shen kemudian membuat segel tangan dengan cepat, sehingga formasi kabut yang menutupi kota kabut hilang.


" Lepaskan semua orang yang kau tahan atau kau akan kuhabisi" Ancam Guang Yiang.


" Tapi, mereka adalah mata-mata." Jawab Ying Kan.


" Bagaimana kau tahu kalau dia mata-mata?" Tanya Guang Yiang.


" Lepaskan mereka atau istana ini rata dengan tanah." Ucap Guang Yiang.


" Baik. Ye Juan pergi dan lepaskan semua tahanan" perintah Ying Kan.


" Baik yang mulia." Jawab Ye Juan.


" Sekarang jelaskan padaku, mengapa kau memasang formasi kabut di kota ini?" Tanya Guang Yiang.


" Sebenarnya ini adalah wilayah dari sektr kabut yang aku pimpin. Sekte kami termasuk sekte kuat. Karena suatu alasan yang tak ku ketahui, sekte tombak perak menyerang sekte kami beberapa tahun yang lalu dan membuat sebagian murid sekte mati. Karena itulah aku mengubah nama sekte kabut menjadi kota kabut dan para prajurit kota ini adalah para murid sekteku." Jawab Ying Kan.


" Tapi, mengapa kau menahan tiap kali ada orang yang masuk kedalam kota ini?" Tanya Guang Yiang.


" Itu karena aku takut jika yang datang adalah mata-mata dari sekte tombak perak" Jawabnya.


" Apakah kau ingin sekte kabut menjadi lebih kuat lagi?" Tanya Guang Yiang.


" Ya aku ingin. tapi keuangan milik sekte kami tidak cukup untuk membeli sumber daya." jawab Ying Kan.


" Aku bisa membantumu, tapi dengan syarat kau harus membantuku saat perang lima belas tahun lagi. Bagaimana apa kau setuju?" Tanya Guang Yiang.


" Ya, aku setuju. Aku janji akan membalas kebaikan tuan." Ucapnya.


" Kalau begitu, kumpulkan seluruh tetua dan murid sekte kabut sekarang." Ucap Guang Shen.


" Baik tuan muda" Jawab Ying Kan.


Ying Kan kemudian berjalan menuju ke sebuah menara dan membunyikan lonceng besar yang ada di atas menara, sehingga para murid dan tetua sekte kabut berkumpul di lapangan.


" Patriak, mengapa anda mengumpulkan kami ?" Tanya tetua agung.


" Aku yang mengumpulkan kalian di sini. Tapi sebelumnya perkenalkan namaku Guang Yiang, dia Zang Yuwan, Dan kedua wanita ini adalah Xin Hua dan Xu Lia." Ucap Guang Yiang.


" Aku ingin membantu kalian membangun sekte kabut kembali, tapi kalian harus berjanji padaku bahwa kalian akan membantuku saat perang yang akan terjadi di masa depan." Ucap Guang Yiang.


" Apakah kalian setuju dengan tawaranku atau tidak setuju?" Tanya Guang Yiang.

__ADS_1


__ADS_2