
"Siapa adikmu, kami merasa tidak pernah merekrut adikmu." Ucap Matriak Yue.
" Kalau begitu aku akan mengingatkannya padamu."
" Teratai cahaya"
Wuuusss
Booommm
Ratusan teratai cahaya menghantam dan meluluhlantakkan sekte lembah salju.
" Apakah kau ingat, satu minggu yang lalu salah seorang tetua sektemu datang ke klan Guang untuk merekrut seorang gadis bernama Guang Ying." Ucapnya
" Sekarang inilah akibatnya karena berani berniat jahat pada adikku. Formasi bintang, meledak."
Booomm
Booommm
Booomm...
Formasi yang sebelumnya di pasang oleh Guang Yiang meledak dan menghancurkan seluruh sekte lembah salju.
" Kau... Aku akan membuatmu menyesali perbuatanmu." Ucap Matriak yue lalu mengeluarkan kekuatan petir giok miliknya.
" Petir giok, elang pemusnah."
" Baiklah, petir melawan petir. Trisula petir''
" Booooommmm"
" Keparat, petir penghancur"
" Tirai air"
" Hahahahah...apakah kau sudah bodoh, atau kehabisan akal. Mana mungkin petir melawan air." Ejek matriak Yue.
" Trisula petir"
Tanpa menjawab lagi, Guang Yiang lalu melepaskan trisula petir hingga membuat matriak Yue di setrum petir.
" Bagaimana rasanya di setrum petir.?"Tanya Guang Yiang.
" Ka..kau... Tiga elang petir."
" Cihh menyusahkan."
Guang Yiang lalu mengeluarkan api surgawi miliknya lalu membakar matriak Yue hidup-hidup.
" Arggggghhh"
Seketika matriak Yue terbakar menjadi abu.
" Ayo kita lanjutkan perjalanan kita ".
" Bagaimana dengan Ying'er?" Tanya Xin Hua.
" Aku akan menyuruh Feng Jiu untuk mengantarnya pulang. Selain itu aku akan menugaskan Yu Lan untuk menemani Guang Yin, karena dia memiliki kekuatan petir ashura , Kurasa dia dapat menjaga Ying'er." Jelas Guang Yiang.
Wuusss
Yu Lan lalu keluar dari dunia jiwa dan memberi hormat kepada Guang Yiang.
" Yu Lan, kau jagalah adikku dengan baik. Kau masuklah kedalam kalung yang dia kenakan, didalamnya terdapat sumber daya yang dapat kau gunakan untuk meningkatkan kekuatanmu." Ucap Guang Yiang.
" Baik tuan" Jawab Yu Lan lalu masuk kedalam kalung Guang Ying.
__ADS_1
" Feng Jiu antar adikku kembali ke klan, jika kau ingin kembali, maka kau cukup memecahkan giok ini." Ucap Guang Yiang.
" Baik tuan"
" Nona, silahkan naik" Ucap Feng Jiu.
Guang Ying lalu naik ke atas punggung Feng Jiu lalu mereka melesat kembali ke klan.
" Ang Gege, sekarang kita mau kemana?" Tanya Xin Hua.
" Kita akan ke Kota Awan panas." Jawab Guang Yiang.
" Baiklah, tapi sebelum mencapai kota itu, maka kita melewati Lembah kematian terlebih dahulu." Ucap Xin Hua.
" Baiklah kita singgah di lembah itu dulu." Ucap Guang Yiang.
" Tapi Ang Gege, tidak ada yang selamat satu pun saat melewati lembah kematian apa lagi memasuki lembah itu." Ucap Xin Hua.
" Percaya lah padaku. Setiap tempat berbahaya, pasti ada sumber daya yang banyak." Ucap Guang Yiang.
" Baiklah mari kita berangkat."
Mereka pun lalu melesat dengan kecepatan penuh.
Dari bawah yang terlihat hanyalah kilatan cahaya berwarna keemasan yang mengarah ke kota Awan panas.
Mereka terus melesat tanpa berhenti untuk mengisi energi karena energi ilahi mereka tidak akan pernah habis.
Lima hari kemudian, mereka tiba di lembah yang dalam dan gelap.
Lalu tanpa basa-basi lagi, mereka lalu melompat turun ke dasar lembah kematian.
Satu jam....
Dua jam...
Empat jam...
Mereka tak kunjung sampai di dasar lembah.
Dua hari kemudian....
Byuuuurrr
Guang Yiang dan Xin Hua tercebur di sebuah danau.
Mereka berdua lalu melompat dari danau, tapi anehnya pakaian mereka tidak basah sedikitpun.
"Hem, lembah ini memiliki energi dewa ywng sangat pekat." Ucap Guang Yiang.
" Kau benar Ang gege." Ucap Xin Hua.
" Sementara di tempat yang jauh....
Terlihat seorang pemuda berumur dua puluh tahun sedang berkultivasi.
Tak lama kemudian...
Boomm
Booomm
Pemuda tersebut menembus ranah Dewa emperor tahap dua.
" Akhirnya naik tingkat juga." Ucap pemuda tersebut yang tak lain adalah Zang Yuwan.
" Selamat Gege, akhirnya kau naik tingkat." Ucap seorang gadis memberi selamat kepada Zang Yuwan.
__ADS_1
" Terima kasih Yue'er'' Ucap Zang Yuwan.
Wanita tersebut adalah Xue Yue, Yaitu tunangan Zang Yuwan. Sebenarnya mereka sudah ingin di nikahkan tapi karena Zang Yuwan ingin menikah di benua matahari maka pernikahan mereka di tunda.
" Gege, Bagaimana kabar kakak ipar sekarang." Tanya Xue Yue.
" Mungkin dia sedang menjelajah bersama istrinya." Jawabnya.
" Kapan kita akan bertemu dengannya" Tanya lagi.
" Aku juga tidak tahu, kapan aku ke benua matahari." Jawab Zang Yuwan.
" Mari kita berangkat ke kota badai." Ucap Zang Yuwan.
Kembali ke Guang Yiang...
Saat ini Guang Yiang dan Xin Hua sedang menjelajahi Lembah tersebut. Kini mereka sedang beristirahat di dalam gua.
" Hem, kurasa gua ini di pasangi formasi ilusi."Ucap Guang Yiang.
" Mundurlah Hua'er" Ucap Guang Yiang.
Xin Hua lalu menjauh dari Guang Yiang, Setelah itu Guang Yiang lalu membentuk segel tangan, tak lama kemudian...
Prankkkk
formasi tersebut hancur berkeping-keping dan memperlihatkan sebuah lorong.
" Hau'er ayo kita masuk ke dalam" Ucap Guang Yiang.
" Baik Ang Gege." Jawab Xin Hua.
Mereka lalu menelusuri jalan setapak yang berliku-liku. Satu jam kemudian mereka tiba di tempat yang sangat luas.
" Wah tempat ini sangat indah Gege" Ucap Xin Hua.
" Kau benar."
Mata Guang Yiang lalu menangkap sebuah pohon berwarna perak keemasan.
" Pohon ini, adalah pohon akar kristal."
" Pohon apa itu gege?" Tanya Xin Hua.
" Pohon akar surgawi adalah pohon penghasil kristal Roh dan kristal jiwa. Yang dapat membantu memulihkan pondasi kultivasi dan meningkatkan kekuatan jiwa seorang kultivator jiwa."Jelas Guang Yiang.
Guang Yiang lalu mengambil pohon kecil yang ada di samping pohon besar tersebut.
" Gege, mengapa gege tidak mengambil pohon yang besar saja ?" Tanya Xin Hua.
" Aku hanya suka membudi dayakan sesuatu dari bibitnya. Lagi pula tidak baik mengambil sesuatu yang bukan milik kita. Aku hanya mengambil bibit pohon akar kristal karena kau yakin ada yang memiliki pohon ini." Jawab Guang Yiang.
" Bagus anak muda, aku suka dengan sifatmu yang tidak serakah. Sekarang kau dapat mengambil apa pun yang ada di sini.Dan untuk kalian berdua ambillah mutiara surgawi ini. Mutiara ini dapat meningkatkan kekuatan kalian, dan satu lagi jagalah telur emas ini, dan anggaplah seperti anak kalian."
Guang Yiang dan Xin Hua lalu memegang telur itu dan tiba-tiba, telur itu bergetar.
" Teteskan darah dan juga salurkan kekuatan roh kalian kedalam telur itu." Pintah Pria tersebut.
" Baik tetua"
Xin Hua dan Guang Yiang lalu meneteskan darah dan juga menyalurkan kekuatan roh mereka ke dalam telur emas tersebut.
Tiba-tiba, telur itu bercahaya sangat terang sehingga mereka berdua menutup mata mereka.
Setelah cahaya itu menghilang, mereka membuka mata mereka, dan sangat terkejut melihat seekor burung berwarna emas di hadapan mereka.
"Burung itu adalah burung matahari. Dan satu lagi, dia memiliki darah kalian berdua mengalir dalam nadinya." Ucap Pria tersebut.
__ADS_1
Pria tersebut lalu menembakkan cahaya kearah burung tersebut dan tiba-tiba saja cahaya yang menyilaukan kembali muncul.