
" Kakak, aku janji akan berlatih dengan giat agar bisa menjadi kuat seperti kakak." Ucap Guang Ying.
" Kau memang harus berlatih dengan giat dan keras agar kau dapat melindungi ayah, ibu kakek dan seluruh klan kita saat aku tidak ada ." Ucap Guang Yiang.
" Apa kakak akan meninggalkanku sendiri.?" Tanya Guang Ying
" Ying'er, kakak tidak akan tinggal selamanya bersama ayah dan ibu, akan ada saatnya kakak pergi dalam waktu yang sangat lama. Jadi, saat kakak pergi tanggung jawab klan ada di tanganmu." Jawab Guang Yiang.
" Baik kak, aku mengerti aku akan berlatih agar menjadi kuat." Ucap Guang Ying penuh semangat.
Mereka bertiga terus melayang dan beberapa saat kemudian mereka singgah di hutan.
" Kita istirahat di sini saja malam ini." Ucap Guang Yiang.
" Baik" Jawab mereka berdua.
Guang Yiang lalu pergi berburu hewan untuk di panggang.
Beberapa saat kemudian, Guang Yiang tiba dan membawa seekor singa bertanduk.
Guang Yiang lalu memanggang singa tersebut dan ditambahkan beberapa rempah.
" Sekarang saatnya kita maka" Ucap Guang Yiang.
Mereka pun memakan daging panggang tersebut dengan lahap. Tapi tak jauh dari tempat mereka terdapat puluhan orang yang sedang mengintai mereka.
" Ying'er, masuklah kedalam dunia jiwa terlebih dahulu. " Ucap Guang Yiang.
" Baik kak" Jawab Guang Ying lalu masuk kedalam dunia jiwa.
" Hua'er mari kita beraksi." Ucap Guang Yiang.
" Baik gege" Ucap Xin Hua.
Mereka berdua lalu terbang keatas.
" Tebasan bulan bintang." Ucap mereka berdua bersamaan.
Booooommm
"Semuanya menghindar." perintah pemimpin kelompok.
Tapi belum sempat mereka menghindar, serangan tersebut memporak-poranda kelompok tersebut.
" Sialan, kalian keluarlah jangan hanya tahu menyerang orang diam-diam." Teriak pemimpin kelompok
" Kami yang pengecut, atau kalian yang pengecut. Tahunya hanya mengikuti orang dari belakang, dasar penakut.'' Ucap Guang Yiang.
" Ciiihhh, sialan. Semuanya serang kedua anak muda itu dan sisakan wanita itu untukku, kelihatannya dia sangat cantik"Ucap Pemimpin kelompok tersebut dengan tatapan mesum.
" Akan kucolok kedua matamu itu." Ucap Guang Yiang lalu membentuk dua jarum yang melesat ke arah mata ketua kelompok tersebut.
" Argggggh"
Pemimpin tersebut mengerang kesakitan akibat kedua matanya terbakar dan akhirnya terbakar menjadi abu.
" Inilah akibatnya karena berani memandang istriku dengan tatapan mesum." Ucap Guang yiang.
Mereka lalu mendarat dan mulai membantai pasukan tersebut.
__ADS_1
Triingg
Tringgg
Triiinngg
Suara dentingan logam terdengar akibat benturan pedang.
" Tebasan bulan sabit." Ucap Xin Hua merapalkan nama jurus pedangnya.
" Tebasan dua belas Zodiak"
Boooommm
Booommm
Arrrgggg
Argggg
Dalam sekejap Guang Yiang dan Xin Hua membantai pasukan tersebut. Kini hanya tersisa lima orang saja.
" Sekarang aku memiliki tugas untuk kalian"
Ucap Guang Yiang lalu membentuk segel tangan berelemen api dan mengarahkannya kelima orang tersebut.
" Kalian kembalilah. Tugas kalian hanya menjadi mata-mata di markas kelompok kalian. Awas saja jika kalian berpikir untuk berkhianat ataupun menceritakan yang sebenarnya kepada Pemimpin kalian maka kalian akan terbakar menjadi abu." Ucap Guang Yiang.
" Apakah kalian ingin melanjutkan perjalanan atau bermalam di hutan ini saja.?" Tanya Guang Yiang.
" Kita lanjutkan saja perjalanan kita gege.Entah mengapa aku merasa ada sesuatu yang aneh di hutan ini." Jawab Guang Yiang.
" Baiklah. Kalau begitu kita lanjutkan perjalanan kita saja." Ucap Guang Yiang.
"Apakah kita menangkap mereka?" Tanya salah satu prajurit.
" Tidak perlu, mereka hanya menangkap satu hewan saja untuk dimakan. Dan juga mereka tidak merusak hutan ini." Jawab jenderal siluman.
" Baiklah kalau begitu kita pergi saja."
Mereka lalu menghilang seketika dari tempat mereka tanpa meninggalkan jejak.
" Gege apa kau merasa ada yang aneh dengan hutan tadi." Tanya Xin Hua.
" Ya, aku tahu kalau di sana adalah wilayah siluman jadi aku menumbuhkan pohon dengan cepat.Aku juga tidak ingin berurusan dengan siluman kecuali mereka mengusikku." Ucap Guang Yiang.
" Oh, jadi begitu." Ucap Xin Hua
Mereka bertiga lalu turun di depan gerbang kota.
" Berhenti. Kalian tidak di perbolehkan memasuki kota elang biru." Cegat prajurit kota.
"Memangnya kenapa?" Tanya Xin Hua penasaran.
" wah, kedua gadis itu sangat cantik aku ingin mereka berdua." Ucap suara pemuda.
" Tch, kalau kau berani menatap istri dan adikku dengan matamu itu, maka aku akan menghancurkan matamu itu." Ucap Guang Yiang.
" Aku adalah tuan muda Yun Ru. Putra Raja kota Yun Dun, jika ada yang menolak permintaanku maka aku akan membunuhnya." Ancam Yun Ru.
__ADS_1
" Hanya anak kecil yang manja dan mengandalkan identitas berani mengancamku. Maka nikmatilah waktumu didalam es milikku " Ucap Guang Yiang lalu membekukan tuan muda Yun Ru.
" Akhhh bajingan. Ayahku akan membunuhmu ." Ucap Yun Ru.
Tanpa berkata sepatah kata pun Guang Yiang lalu menghancurkan dantian Yun Ru.
" Inilah akibatnya karena berani mengancamku." Ucap Guang Yiang.
" Ayo kita lanjutkan perjalanan kita, aku lagi tidak mood sekarang jika aku di sini maka aku akan membumi hanguskan klan Yun saat ini juga." Ucap Guang Yiang.
Mereka bertiga lalu melanjutkan perjalanan mereka ke sekte lembah salju.
Sementara itu di sekte lembah salju....
" Bagaimana apakah kau berhasil merekrut bocah Guang itu? '' Tanya matriak Yue.
" Sudah matriak, dan sebentar lagi akan tiba." Jawab Tetua Ji.
" Baiklah, kalau begitu aku akan menyerap esensi darah dewa gadis itu untuk meningkatkan kekuatanku." Ucap Matriak Yue.
Satu minggu kemudian....
Mereka tiba di sekte Lembah salju.
" Hem sekte ini sangat aneh." Ucap Guang Yiang.
" Maksud gege.?" Tanya Xin hua.
" Kau perhatikan murid sekte ini, semuanya hanya manusia biasa dan tidak memiliki darah dewa di tubuh mereka." Jawab Guang Yiang.
Xin Hua lalu memeriksa seluruh anggota sekte lembah salju dan benar saja, tidak satu pun yang memiliki darah dewa.
" Belum lagi seluruh sekte ini di selimuti oleh energi kegelapan." Jelas Guang Yiang.
" Baiklah kalau begitu, kita akan memporak-poranda sekte ini." Ucap Guang Yiang.
" Tapi bagaimana caranya Gege?" Tanya Xin Hua.
" Kau tenang saja dan cukup jadi penonton." Jawab Guang Yiang.
Guang Yiang lalu memasang formasi bintang penghancur, yang menutupi seluruh sekte lembah salju.
Tak lama kemudian...
Boooooommmm
Boooommmmm
Boooommm
Terdengar suara ledakan yang membuat seisi sekte menjadi kacau-balau.
" Sialan siapa yang berani menyerang sekteku." Teriak matriak Yue.
" Tch aku yang menyerangnya. Ini adalah hadiah untukmu karena berani menipu seluruh keluargaku, Formasi cakram dewa Guang."
Wuuuuss
Ribuan cakram muncul di langit dan mulai menyerang para tetua sekte lembah salju.
__ADS_1
" Aku tidak pernah menyinggungmu anak muda, mengapa kau menghancurkan sekte milikku." Tanya Matriak Yue.
" Tidak usah bas-basi, aku tahu kalau kau merekrut adikku agar kau dapat menyerap esensi darah dewa miliknya, maka ini adalah hadiah yang pas untukmu." Jawab Guang Yiang.