
Sementara di klan Wang terjadi kerusuhan akibat kabar yang beredar jika tuan muda Wang di kalahkan oleh seorang anak kecil.
" Ha..ha..ha..ha. Ini lucu sekali. Bagaimana mungkin, seorang tuan muda jenius di kalahkan oleh seorang bocah yang berumur 3 tahun.?" Tanya salah satu pemuda klan Wang sambil tertawa.
" Diam kalian semua atau aku akan meledakkan kepala kalian." Ucap Wang Cao.
" Hei, aku sangat takut." Ucap pemuda klan Yang menertawakan Wang Cao
" Ha..ha..ha..ha. Bagaimana mungkin seorang sampah yang di kalahkan oleh bocah yang berumur 3 tahun bisa meledakkan kepalaku." Ucapnya lagi.
Wang Cao hanya berjalan dengan wajah yang merah karena malu.
" Tunggu saja aku akan membalas perbuatanmu bocah." Ucapnya.
Di aula klan...
" Ini lucu sekali, bagaimana bisa putraku yang merupakan jenius klan Wang bisa di kalahkan oleh seorang bocah?" tanya Wang Xun.
" Kita harus menghilangkan rasa malu ini. Karena orang-orang akan menghina klan kita."
" Ya tetua pertama benar. Kita harus membunuh bocah itu beserta orang yang bersamanya.
" Tetua kedua, cari tahu dimana bocah itu sekarang juga." perintah patriak Wang Xun.
" Baik patriak." jawab tetua pertama.
" Aku pastikan seluruh keluarga bocah itu akan hilang dari benua bintang ini." Gumam patriak Wang Xun.
Kembali ke Guang Yiang.
" Kakak, bagaimana sekarang. Kalau kita kembali ke klan Xu bisa-bisa klan Xu dalam bahaya kak. Walaupun klan Xu merupakan klan besar, tetap saja klan Wang akan melakukan apa saja untuk mengobati rasa malu itu. Apa lagi klan Wang memiliki kekuatan besar di belakangnya?" Tanya Xu Lia.
" Kau jangan khawatir klan Xu akan baik-baik saja. Untuk itu kau harus memberitahu ayah dan ibumu tentang masalah ini. Karena ada beberapa orang yang tahu kalau kau adalah putri dari klan Xu dan kau menggendong Guang Xin sudah di pastikan mereka akan menuju klan Xu." Ucap Guang Yiang.
" Bagaimana dengan Xin'er, apakah kita harus memasukkannya ke dalam dunia jiwa?" Tanya Bai Luan.
" Aku juga berpikir begitu, karena kejadian tadi adalah kejadian tidak terduga. Aku tidak mau jika putraku menjadi buronan sekte karena menolak untuk bergabung." Ucap Guang Yiang.
" Xin'er, masuklah kedalam dunia jiwa, karena kau tidak akan bisa bertarung dengan orang yang mengincarmu." Ucap Guang Yiang lalu memasukkan Guang Xun ke dalam dunia jiwa.
Wussss
Wusss.
Wusss
Dalam sekejap, mereka berdua sampai di gerbang klan Xu. Lalu dengan cepat dia menciptakan formasi pelindung untuk melindungi klan Xu dari serangan klan wang.
" Nak, apa yang terjadi, mengapa kau memasang formasi pelindung di sekekeliling klan Xu?" Tanya Xu Gao.
" Paman pasti mendengar tuan muda Wang Cao di kalahkan oleh seorang bocah yang berumur 3 tahun?" Tanya Guang Yiang.
__ADS_1
" Ya paman mendengarnya barusan tapi apa masalahnya?" Tanya Xu Gao.
" Masalahnya anak yang berumur 3 tahun itu adalah Guang Xin anakku, dan adik Xu Lia yang menggendongnya ke restoran, sudah pasti orang-orang beranggapan kalau bocah yang mengalahkan tuan muda Wang berasal dari Klan Xu. Dan sudah pasti klan Wang akan menyerang." Jelas Guang Yiang.
" Kalau begitu sekarang kita harus bersiap-siap untuk menyambut mereka." Ucap patriak Xu Gao.
" Paman sebelumnya saya minta maaf karena membuat paman dan klan paman dalam masalah." Ucap Guang Yiang.
" Tidak apa-apa. Lagi pula ini karena perbuatan tuan muda Wang." Ucap Xu Gao.
Setelah berbicara sebentar, Patriak Xu Gao pergi mengumpulkan seluruh anggota klan Xu dan memberitahu segala kemungkinan yang akan terjadi.
" Sebelumnya saya mohon maaf karena menjerumuskan kalian ke dalam masalah, sebagai permintaan maafku akan menyelamatkan kalian dari serangan yang akan terjadi." Ucap Guang Yiang lalu memasang formasi ilusi dan formasi pelindung berlapis-lapis.
" Ingat apapun yang terjadi, jangan pernah keluar dari formasi ini."
" Dan satu hal lagi, Klan Wang sebenarnya sudah lama ingin menghancurkan Klan Xu hanya saja dia tidak punya alasan untuk menyerang." Jelas Xu Gao.
" Kalau begitu, kita harus bersiap sekarang karena klan Wang sudah hampir tiba." Ucap Bai Luan yang muncul tiba-tiba.
" Ingatlah. Jangan pernah keluar dari formasi ini apapun yang terjadi." Ucap Guang Yiang.
" Bagaimana kalau ada master formasi yang menemukan kami?" Tanya salah satu anak kecil.
" Master formasi tingkat dewa pun tidak dapat menyadari formasi ini." Jawab Guang Yiang.
Di depan gerbang klan...
" Oh iya. Apakah kau yakin bisa menghancurkan klanku hingga tak tersisa?" Tanya Xu Gao.
" Ha..ha..ha..ha. Kau terlalu percaya diri. Lihatlah, hanya dengan satu tanda dariku, maka seluruh klanmu akan musnah sekarang juga." Jawab Wang Xun.
" Kita lihat setelah pertarungan selesai." Ucap Xu Gao.
" Serang dan hancurkan klan ini sekarang juga." Ucap Wang Xun
Dalam sekejap pasukan yang berjumlah lebih dari lima ratus ribu menyerang klan Xu.
Triiinng
Triiinng
Triinng
Suara benturan pedang memekakkan telinga, tapi pasukan klan Wang tidak dapat masuk ke dalam klan Xu.
Wuusss
Crassssh
Sebuah cakram berputar dengan cepat dan memenggal kepala pasukan klan Wang.
__ADS_1
" Sialan, klan Xu dilindungi oleh formasi yang kuat, kami tidak dapat masuk tuan." Ucap komandan pasukan.
" Master Qiu, hancurkan formasi itu sekarang juga." Perintah Wang Xun.
" Baik. Aku akan menghancurkan formasi ini dalam sekejap." Ucap master Qiu .
Dia lalu maju ke depan dan membuat segel tangan dengan cepat.
Wuussss
Lalu sinar berwarna jingga menyelimuti seluruh klan Xu.
" Lihatlah,formasi rendahan ini akan hancur." Ucap master Qiu.
" Ha..ha..ha..ha. Patriak Xu, apakah kau tidak memiliki master formasi hingga memasang formasi rendah itu?" Tanya Wang Xun.
" Oh apakah kau yakin, sudah menghancurkannya?" Tanya Guang Yiang.
" Tentu saja, hanya formasi tingkat rendah, mana mungkin tidak hancur." Jawab master Qiu.
" Berbaliklah dan lihat apakah formasi itu hancur atau tidak." Ucap Guang Yiang.
" Ini tidak mungkin. Bagaimana bisa formasi ini tidak hancur?" Tanya Master Qiu.
" Itu karena kau lemah dan sombong." Jawab Guang Yiang.
Sementara di tempat pertarungan..
Boomm
Boomm
Boom.
Ledakan besar terjadi, dan menghancurkan apa pun yang ada di dekat tempat pertarungan itu.
Crassss
Boomm
Sebuah serangan pedang melesat kearah komandan pasukan klan Wang, seketika komandan itu mati dengan kepala yang terlepas.
" Sialan, kau sudah membunuh putraku, maka kau akan mati tanpa tubuh yang utuh." Ucap tetua agung Wang Tu.
Wuusss
Dengan kecepatan kilat, dia menyerang pemuda yang telah membunuh Wang Sion.
" Matilah kau sialan.."
Boooomm
__ADS_1
Sebuah tapak raksasa menghantam tubuh pemuda tersebut.