
" Baiklah, sekarang kita bereskan masalah di klan Xu." Ucap Guang Yiang.
" Kak, orang ini mau kita apakan?" Tanya Zang Yuwan.
" Lepaskan aku dasar bocah sialan" Ucap Wang Tu/ Long Tu
" Ya, kita penjarakan saja dia sampai dia ingin menceritakan apa tujuan dia menyamar di sini, kalau perlu siksa saja dia sampai dia mau mengaku." Jawab Guang Yiang.
" Tolong lepaskan aku, kalau kau menyiksaku, kaisar Long Yin akan menghabisi kalian." Ancam Long Tu.
" Oh ya, apakah kaisar bodoh itu peduli dengan kematian satu prajuritnya?" Tanya Guang Yiang.
" Tentu saja dia tidak akan peduli, bahkan jika itu adalah anaknya sekalipun, dia tidak akan peduli sama sekali." Ucap Long Xi.
" Baik, kalau begitu, kita penjarakan saja dia, kita bisa menggunakan aura di tubuhnya untuk masuk ke benua teratai suci." Ucap Feng Jiu.
" Baik kalau begitu, selamat menikmati hari-harimu di penjara" Ucap Guang Yiang lalu melemparkan Long Tu langsung ke penjara yang ada di dunia jiwa.
" Sekarang mari kita musnahkan pasukan klan Wang" Ucap Qi Jiu.
Wusss
Wusss
Dhuarrrrrrr
Ledakan besar terjadi dengan tiba-tiba sehingga para pasukan klan Wang banyak yang tewas seketika.
" Baiklah, aku akan mencoba teknik teratai pancawarna milikku" Ucap Guang Yiang, lalu dia mengeluarkan teratai panca warna lalu melemparkannya ke kumpulan pasukan klan Wang.
Duarrrrrr
Dalam sekejap, ratusan prajurit klan Wang mati akibat dari ledakan teratai pancawarna milik Guang Yiang.
Kini dalam sekejap, pasukan klan Wang berkurang drastis, yang awalnya berjumlah lebih dari lima ratus ribu kini tersisa seribu orang.
" Sialan, kau menghabisi pasukan yang sudah kulatih selama bertahun-tahun." Ucap patriak Wang lalu menelan sebuah pil hitam pekat.
" Ha..ha..ha..ha. Kau sudah memaksaku menggunakan pil jiwa kegelapan itu, maka kalian akan kumusnahkan sekarang." Ucap patriak Wang.
" Kau menggunakan pil jiwa kegelapan, maka waktumu hanya lima menit, sampai jiwamu di telan habis oleh kegelapan."
" Lima menit sudah cukup untuk membunuh kalian semua." Ucap patriak Wang percaya diri.
'' Oh iya, apakah kau yakin?" Tanya Guang Yiang lalu bergerak menggunakan langkah cahaya.
Triiinng
Triiinnng
__ADS_1
Triiinng
Dhuarrrr
Ledakan dan suara dentingan logam terdengar memekakkan telinga, tapi, tidak ada bekas luka sayatan di tubuh patriak Wang.
" Ha..ha..ha..ha. Apakah hanya segitu serangan pedangmu?" Tanya patriak Wang.
" Sekarang, giliranku untuk menyerang" Ucap patriak Wang lalu menyerang Guang Yiang menggunakan tapak dan tinjunya.
" Seranganmu sangat lambat, kau harus lebih cepat lagi jika kau ingin seranganmu mengenaiku." Ucap Guang Yiang memprovokasi.
" Sialan, waktuku tersisa satu menit lagi" Batin patriak Wang.
" Sialan, kalau kau jangan menghindar terus, dasar bocah Ba**s*t." Ucap Patriak Wang.
" Jadi, aku harus menerima seranganmu dengan suka rela begitu?" Tanya Guang Yiang.
" Ciih, kalau begitu matilah bersamaku." Ucap patriak Wang meledakkan dirinya.
Booooommmmm
Ledakan besar terjadi, yang membentuk kawah besar di tempat itu.
" Hah, untung saja, aku sempat memasang formasi sebelum dia meledakkan diri." Ucap Guang Yiang.
Sementara Long Xi, Feng Jiu,Qi Jui, Gui Yun, Feng Han, sudah menghilang dan masuk kembali ke dunia jiwa.
" Tidak perlu berterima kasih, paman. Memang sudah seharusnya aku membantu paman." Ucap" Oh iya paman, ambillah cincin ini, gunakan isinya untuk meningkatkan kekuatan klan Xu, kami akan melanjutkan perjalanan, karena waktu kami tidak banyak.
" Iya ayah. Kami harus berangkat secepatnya dan menyelesaikan tujuan kami datang ke sini." Ucap Zang Yuwan.
" Baik, kalau begitu sampai jumpa ayah." Ucap Xu Lia.
" Sampai jumpa, jaga dirimu baik-baik" Ucap Xu Gao.
Wuusss
Wusss
Wusss
Dalam sekejap, mereka berempat sampai di di sebuah desa.
" Desa tirai bambu" Ucap Xin Hua membaca nama yang tertera di atas gerbang desa.
" Ayo kita masuk ke desa ini, untuk makan." Ucap Zang Yuwan.
" Kau ini. Apa di pikiranmu, hanya ada makan saja?" Tanya Guang Yiang.
__ADS_1
" Ya, tentu saja karena setelah pertarungan tadi, aku belum makan apa pun." Jawab Zang Yuwan
" Terserah kau saja, ayo kita masuk di desa ini." Ucap Guang Yiang
Mereka berempat berjalan ke gerbang desa, tapi tidak ada penjaga di gerbang. Karena tidak ada penjaga, Mereka memutuskan untuk langsung masuk saja ke dalam desa tirai bambu.
" Geg, Mengapa desa ini terlihat sangat sepi?" Tanya Xin Hua.
" Aku juga tidak tahu. Mengapa desa ini terlihat sepi." Jawab Guang Yiang.
" Anak muda, sebaiknya kalian tinggalkan desa ini sekarang juga, karena kalian dalam bahaya." Ucap seorang pria paru baya.
" Kenapa kami harus meninggalkan desa ini paman?" Tanya Guang Yiang.
" Sebaiknya kalian pergi saja, karena sebentar lagi, orang-orang itu sudah datang." Ucap pria tersebut ketakutan.
" Hei Yu Da, mengapa kau tidak memberitahuku jika ada tamu yang datang?" Tanya seorang pria.
" Maaf kepala desa, mereka juga baru datang." Jawab pria yang bernama Yu Da itu.
" Oh iya anak muda, tinggalkan desa ini sekarang." Ucap Kepala desa.
" Memangnya kenapa kami harus meninggalkan desa ini?" Tanya Zang Yuwan.
" Itu karena, pangeran Kun Hui, selalu datang ke desa ini, untuk mengambil wanita muda yang ada di desa ini. Alasanku menyuruh kalian pergi, karena kalian berdua membawa wanita ke sini." Jawab kepala desa.
" Biarkan saja dia datang. Jika dia berani menyentuh istriku, maka aku akan meledakkannya." Ucap Zang Yuwan.
" Ha..ha..ha..ha. Hari ini aku sangat beruntung. Ada dua wanita cantik di hadapanku. Malam ini aku akan bermain dengan puas." Ucap sebuah suara yang tak lain adalah pangeran Kun Hui
" Lagi-lagi pria yang sama datang lagi, dari klan Yang sama pula." Ucap Xin Hua kesal.
" Hai cantik, apakah kau mau ikut bersamaku?" Tanya pangeran Kun Hui.
" Dalam mimpimu pangeran sialan." Jawab Xin Hua, lalu bergerak dengan cepat dan menyerang Kun Hui menggunakan tapaknya.
" Sialan, apakah kau tahu siapa aku hah?" Tanya Kun Hui dengan marah.
" Tentu saja aku tahu." Jawab Xin Hua.
" Bagus kalau kau tahu, sekarang berlututlah dan hancurkan kultivasimu dan ikutlah denganku, maka aku akan mengampunimu." Ucap Kun Lei.
" Kau itu hanya pangeran sampah yang selalu menyiksa wanita, aku pastikan nasibmu sama dengan Kun Lei bodoh itu." Ucap Xin Hua.
" Oh iya aku baru ingat, sekarang dia hanyalah kaisar sampah. Bahkan anak umur tiga tahun dapat membunuhnya sekarang." Ucap Xu Lia.
'' Sialan, kalian sudah menghina kakakku, maka aku akan membalas perbuatan kalian." Ucap Kun Hui.
" Kak, lihat. Ada satu orang lagi yang mau menjadi sampah kekaisaran." Ucap Zang Yuwan.
__ADS_1
" Kau benar. Kalau dia yang mau, mari kita ubah dia menjadi pangeran tanpa kultivasi." Ucap Guang Yiang.