
Tak lama kemudian, rombongan klan Liu datang dan mengepung Guang Yiang dan yang lainnya.
" Kalian sudah begitu lancang." Ucap orang yang memimpin.
" Apakah salah jika kita membunuh sampah yang selalu meresahkan masyarakat?" Tanya Guang Yiang.
" Sialan kau. Di klan Liu tidak ada sampah. Kalianlah sampah sebenarnya." Ucap pemimpin pasukan klan Liu.
" Lalu orang yang selalu meresahkan masyarakat dengan menculik gadis dan wanita di sebut apa?" Tanya Guang Yiang.
" Sudah jelas kak mereka adalah sampah yang pantas di potong-potong lalu buang di hutan biar dia menjadi makanan hewan buas." Ucap Zang Yuwan.
" Semuanya serang dan bunuh mereka semua." Perintah pemimpin pasukan klan Liu.
" Hiyaaaaaatttt"
Triiiinnngg
Triiiinnnggg
Triiiinng.
Pertarungan pun terjadi antara Guang Yiang, Zang Yuwan, Xu Lia, dan Xin Hua melawan ratusan pasukan dari klan Liu.
" Ha..ha..ha..ha.. Menyerahlah. Kalian tidak akan mampu melawan pasukan sebanyak ini." Ucap pemimpin pasukan Liu Gong.
" Oh ya. Itu belum tentu." Ucap Guang Yiang.
Mereka berempat kemudian terbang ke atas pasukan klan Liu di empat arah berbeda, lalu mereka melesatkan sebuah tapak.
Dhuarrrrrr
Duarrrrrr
Booommm
Dalam sekejap mata, puluhan pasukan klan Liu mati terkapar.
" Dasar sampah. Hanya mengandalkan kekuasaan untuk menindas orang lain, ternyata sangat lemah." Ejek Zang Yuwan.
Mendengar perkataan Zang Yuwan, Liu Gong terpancing, dan mulai menyerang Zang Yuwan.
Booommm
" Arggggggg" Teriaknya.
" Sialan kau. Tapak naga"
" Tapak halilintar"
Roarggggg
Boooommmm
__ADS_1
Ledakan besar terjadi di langit-langit kota akibat benturan dari kedua tapak tersebut, yang membuat warga semakin ketakutan.
" Ha..ha..ha..ha. Menyerahlah kau tak mungkin bisa mengalahkan jenius klan Liu ini." Ucap Liu Gong menyombongkan diri.
" Hanya ranah mahaguru sangat sombong. Dasar katak dalam tempurung." Ucap Guang Yiang.
" Apa kau bilang?" Tanya Liu Gong.
" Aku bilang kau adalah katak dalam tempurung yang tidak tahu tingginya langit." Ucap Guang Yiang.
" Dasar b*n*s*at. Tapak dewa racun."
" Oh, racun ya?" Tanya Guang Yiang.
Booommm
Tapak racun milik Liu Gong mengenai tubuh Guang Yiang, dan membuat dia merasa sudah menang.
" Ha..ha..ha..ha. Tidak ada yang bisa selamat dari tapak racun milikku." Ucap Lou Gong.
" Hanya racun biasa, tidak akan berpengaruh padaku." Ucap Guang Yiang.
" Apa? Bagaimana mungkin kau masih hidup?" Tanya Liu Gong.
" Aku mengira kau adalah jenius sejati, ternyata kau di beri gelar jenius karena menggunakan racun dalam pertarungan." Ucap Guang Yiang.
Dia kemudian menyiapkan teratai dewa panca warna miliknya dan melayangkannya kearah Liu Gong.
" Arggggg sialan. Teratai sialan ini menyerap energi racunku." Ucapnya.
Teratai dewa milik Guang Yiang lalu kembali ke tangan Guang Yiang, sementara Liu Gong sangat marah, karena kekuatan pamungkas miliknya sudah di serap, dan juga racun merupakan satu-satunya teknik yang dia pelajari.
" Apakah sekarang kau jadi takut karena kekuatan racun yang menjadi kekuatan andalanmu sudah hilang, bukan begitu?" Tanya Guang Yiang.
" Baik, sekarang waktumu sudah habis, dan selamat bersenang-senang di dunia bawah." Ucap Guang Yiang, lalu dia melemparkan teratai kehancuran.
Boooommmm
" Arggggggg"
" Sialan kau b*ngs*t" Ucapnya lalu tubuhnya tercabik-cabik.
Guang Yiang lalu melirik para pasukan klan Guang, dan di tangan kanannya sebuah cakram besar berputar-putar.
" Tidak, ampuni kami tuan." Ucap mereka.
" Tidak ada pengampunan buat klan biadab seperti klan Liu." Ucap Guang Yiang lalu cakram dewa Guang milik Guang Yiang melesat dan mencabik-cabik tubuh para pasukan klan Liu.
" Sekarang langkah terakhir" Ucap Guang Yiang.
Dia kemudian mengambil setetes darah milik Liu Gong, lalu membuat formasi kutukan darah yang menutupi seluruh kota Bambu, kecuali wilayah klan Liu, karena sebelum memasang formasi, Guang Yiang melacak tempat dimana klan Guang lewat darah Liu Gong.
" Sekarang kalian sudah aman. Klan Liu tidak akan bisa memasuki kota bambu. Jika mereka maksa, maka mereka akan mati menjadi abu." Ucap Guang Yiang.
__ADS_1
" Terima kasih tuan penyelamat, sebagai tanda terima kasih kami, maka tuan boleh menikahi salah satu anak gadis di kota kami." Ucap salah satu pria.
" Maaf tuan. Kami sudah memiliki seorang istri. Dan juga kami menolong bukan untuk mendapatkan seorang wanita."
" Karena masalah di kota ini sudah selesai, maka kami akan pergi dulu." Ucap Guang Yiang.
" Tunggu dulu tuan. Bagaimana dengan masalah master Hung. Dia juga selalu mengambil anak-anak dari di kota untuk di jadikan kelinci percobaan. Bagaimana kalau di datang dan menuntut balas atas kematian muridnya?" Tanya pria tersebut.
" Tenang saja. Dia tidak akan bisa masuk ke kota. Karena, kota ini sudah kulapisi formasi, hanya kalian yang dapat keluar masuk kota dengan bebas." Ucap Guang Yiang.
" Kalau begitu, terima kasih tuan muda, nona muda." Ucap mereka
" Sama-sama" Jawab mereka lalu melesat meninggalkan kota.
" Kak, kita kemana sekarang?" Tanya Zang Yuwan.
" Kita akan bertamu ke klan Liu." Jawab Guang Yiang..
" Oh maksud kakak bertamu, pasti membuat kekacauan di klan Liu kan?" Tanya Zang Yuwan.
" Tentu saja. Mereka sudah melakukan perbuatan buruk, jadi sekarang mereka akan mendapatkan karma dari perbuatan mereka."Jawab Guang Yiang.
" Kau benar gege. Mungkin saja, mereka masih menyandera gadis-gadis kota di sana." Ucap Xin Hua.
" Tapi kak, mengapa kau menyuruh kedua penjaga itu pergi meninggalkan kota bambu?" Tanya Zang Yuwan.
" Karena mereka di pasangi segel budak yang dapat membuat mereka di kendalikan. Tapi mereka tetap memperingatkan orang yang masuk ke dalam kota. Alasan aku menyuruh mereka pergi, karena mereka pasti sedang di cari dan akan di siksa. Aku juga sudah melepaskan segel budak mereka tanpa mereka ketahui, jadi mereka sekarang aman dan bebas." Jawab Guang Yiang.
Lima menit kemudian, mereka tiba di kediaman klan Liu, yang terbilang sangat mewah.
" Cih, dasar hati batu. Mereka hidup dengan mewah di sini, sementara masyarakat kota hidup melarat." Ucap Xu Lia.
" Sekarang mari kita memberikan hadiah kepada mereka." Ucap Guang Yiang.
Ketiganya hanya mengangguk, lalu mulai menghancurkan tembok klan Liu.
Booom
Boommm
Booomm
Terdengar ledakan bersahut-sahutan, yang membuat para petinggi klan terkejut dan melesat kearah sumber ledakan.
Dan betapa terkejutnya mereka saat menemukan dua buah kepala yang tergantung di gerbang klan.
" Sialan. Siapa yang berani sekali melakukan ini?" Teriak tetua agung.
" Apakah kalian suka hadiah dari kami?" Tanya Guang Yiang
Mereka seketika waspada, karena mereka tidak dapat merasakan hawa keberadaan mereka, dan kekuatan mereka tidak dapat di baca.
" Siapa kalian?" Tanya patriak Liu Yong.
__ADS_1
" Kalian tidak perlu tahu. yang jelas hari ini adalah hari terakhir kalian dan klan Liu." Ucap Zang Yuwan.