Sang Dewa Cahaya

Sang Dewa Cahaya
Chapter 94 Kebersamaan di klan Xin.


__ADS_3

Dua hari kemudian, Ayah, ibu Guang Yiang tiba di klan Xin bersama Guang Ying,dan Fang Xia, yang merupakan nenek Guang Yiang.


Mereka semua berkumpul dia ruang tamu. Sesekali mereka bercanda bersama.


" Ayah, ibu, ada sesuatu yang ingin ku beritahu kepada kalian." Ucap Guang Yiang.


" Apa itu nak?" Tanya Mereka.


Guang Yiang lalu mengeluarkan Guang Xin dari dalam dunia jiwa.


" Ayah, ibu, nenek. Inilah yang ingin ke tunjukkan kepada kalian."


" Siapa dia Yiang'er, dan mengapa wajahnya sangat mirip dengan mu.?" Tanya Xin Wu.


" Dia adalah anak kami, yang lahir dari telur emas burung matahari." Jawab Xin Hua.


" Namanya Guang Xin." Lanjut Guang Yiang.


" Kemarilah nak. Jangan takut." Ucap Xin Wu.


" Xin'er, beri salam kepada nenek dan kakek, kakek buyut dan nenek buyut." pintah Guang Yiang.


" Salam kakek, nenek, kakek buyut, nenek buyut." Ucap Guang Xin.


" Bangunlah hormatmu kami terima."


" Kau tampan. Sama seperti ayahmu.dan rambutmu sama seperti rambut ibumu." Ucap Guang Yang.


" Yiang'er, kultivasinya."?


Mengetahui kebingungan semua orang, Guang Yiang lalu menceritakan kepada semuanya kalau Dantian Guang Xin dapat menyerap apa pun yang mengandung energi spiritual.


" Yiang'er, apakah dia bisa membangkitkan mata surga." Tanya Xin Jiao.


" Aku juga tidak tahu, ibu." Jawab Guang Yiang.


" Itu tidak masalah, yang jelas Guang Xin tetap cucuku." Ucap Guang Yang.


Kehadiran Guang Xin menambah kebahagiaan mereka karena memang sudah lama tidak hadir seorang anak kecil di klan Xin setelah Xin Hua.


" Ying'er, kemarilah." Ucap Guang Yiang yang melihat adiknya cemberut.


" Kakak, apa kakak melupakanku.?" Ucap Guang Ying polos.


" Itu tidak mungkin, karena kau adalah adik kecil." Jawab Guang Yiang


" Bibi, ayo bermainlah denganku." Ajak Guang Xin.


" Guang Xin, apakah aku setua itu, Sehingga kau panggil aku bibi.?" Tanya Guang Ying.

__ADS_1


" Tidak juga, tapi kau memang bibiku kan" Jawab Guang Yiang.


" Terserah kau saja." Ucap Guang Ying.


" ha..ha..ha..ha..ha." Semua orang tertawa mendengar jawaban Guang Xin. Tingkah bocah itu berhasil mengambil hati banyak orang dalam waktu singkat.


" Ayah, ibu kakek, paman bibi.Kalian ada di sini tapi tidak mengajakku." Ucap Xin Gu.


" Hei..hei.Siapa bocah kecil ini.adik.?" Tanya Xin Gu.


" Dia itu putraku kakak, namanya Guang Xin. " Jawab Xin Hua.


" Oh, jadi dia keponakan kecilku. Baiklah aku akan mengajaknya jalan-jalan." Ucap Xin Gu.


" Hem, kakak. Kau tidak mengajakku juga.?" Tanya Guang Xin.


" Baiklah, ayo kita jalan-jalan." ajak Xin Gu.


Semua orang hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah Guang Ying, walaupun dia memiliki Kultivasi yang tinggi diantara anak-anak seumurannya, tapi sifatnya yang manja membuat semua orang senang.


" Ayah, kulihat kultivasi kakak Gu, masih berada di ranah Dewa awan, mengapa itu bisa terjadi.?" Tanya Guang Yiang.


" Itu dimulai dari beberapa tahun yang lalu. Awalnya kultivasinya berada di ranah dewa Sovereign, tapi entah kenapa, kultivasinya tiba-tiba mundur dan tidak bisa di tingkatkan lagi. Aku sudah meminta beberapa tabib terkenal untuk menyembuhkannya, tapi tidak ada yang bisa." Jawab Xin Gui.


" Apakah kakak Gu sempat bertarung dengan seseorang?" Tanya Guang Yiang.


" Ya, dia sempat bertarung dengan Feng Lei, pemuda dari klan phoenix, beberapa tahun yang lalu, tapi setelah bertarung kultivasinya turun hingga ranah dewa awan tahap satu."Jawab Xin Gui.


" Dan satu lagi, apakah kakak sering kepanasan secara tiba-tiba?"Tanya Guang Yiang.


" Ya, dan setiap bulan purnama dia merasa kepanasan dan lepas kendali." Jawab Xin Gui.


" Tidak salah lagi, itu adalah kutukan api." Ucap Guang Yiang.


" Pantas saja tidak ada tabib yang dapat mengobatinya, ini di karenakan kutukan api menyatu dengan meridian dan tubuh. Serta akan membara saat waktu yang di tentukan tiba." Ucap Guang Yiang.


Lalu Guang Yiang mengeluarkan seseorang dari ruang hampa.


" Bagaimana kabarmu, apakah kau senang tinggal di dimensi buatan ku.?" Tanya Guang Yiang.


Pria tersebut adalah tahanan Guang Yiang yang pernah dia bekukan dan dia memasukkan ke dimensi penghukuman miliknya.


" Perhatikan baik-baik." Ucap Guang Yiang lalu membentuk segel tangan lalu tiba-tiba serbuk api masuk ke tubuh orang tersebut.


Argghhh


Pria tersebut berguling guling kepanasan dan akhirnya menjadi abu. Melihat itu, Xin Gui sangat terkejut dan khawatir jika dia kehilangan putra satu-satunya.


" Menurut perkiraanku, kutukan api di tubuh kakak Gu sudah sangat lama. Jadi, mungkin nanti malam adalah puncaknya, jika tidak di sembuhkan dengan cepat maka kakak akan mati terbakar atau menjadi budak klan Feng." Jelas Guang Yiang.

__ADS_1


" Patriak, gawat penyakit tuan muda Xin Gu kumat lagi."


Mendengar itu, mereka semua beranjak pergi menuju ke tempat yang di tunjukkan oleh pengawal tersebut. Dan terlihat Xin Gu berteriak kepanasan, bahkan kultinya mulai melepuh.


" Ternyata perkiraanku salah. Feng Lei itu mengatur agar kutukan api, membunuh Kakak Gu sebelum bulan purnama." Gumam Guang Yiang.


" Ayah, bantu aku membawa Kakak Gu ke ketempat yang terbuka, karena jika di sini bangunan klan Xin akan hangus." Ucap Guang Yiang.


Xin Gu lalu membantu Guang Yiang membawa Xin Gu ke lapangan terbuka. Lalu dengan cepat, Guang Yiang lalu melepas pakaian Xin Gu. Guang Yiang lalu membuat segel tangan, lalu meletakkannya di perut Xin Gu. Tak lama kemudian, serbuk api keluar dari tubuh Xin Gu, serbuk api tersebut sangat banyak lalu membentuk seekor burung phoenix.


" Ternyata, kau ingin menguasai tubuh kakak Gu. Segel bima sakti."


Wuuss


Phoenix tersebut tidak dapat bergerak, sementara Guang Yiang mengeluarkan jarum akupuntur, dan mulai mengeluarkan sisa-sisa kutukan api yang berada di tubuh Xin Gu.


"Sekarang sudah selesai, Ayah berikan pil ini kepada kakak, saat dia sudah sadar. Aku akan mengurus phoenix ini dulu." Ucap Guang Yiang.


Kwaaakkk


Burung itu bersiul dan menatap tajam kearah Guang Yiang.


" Kau pikir kau saja yang bisa melakukan itu Feng Lei, aku juga bisa melakukannya."


" Kutukan ilahi, Segel naga ilahi."


Roarggggg


Tiba-tiba saja, seekor naga besar muncul dan menghilang, sesaat kemudian naga itu kembali bersama seorang pemuda yang tak lain adalah Feng Lei.


" Kau masih punya kesempatan. Minta maaflah, kepada kakak Xin Gu, atau kau kehilangan darah phoenix milikmu." Ucap Guang Yiang.


" Cihh, aku tidak akan pernah melakukannya."


" Baiklah kalau begitu, bersiaplah kehilangan kekuatan darahmu."


Guang Yiang lalu membentuk segel tangan, dan seketika itu naga tersebut hilang, dan berganti diagram aneh.


" Segel darah ilahi, penghisap darah ilahi."


Argggghh


Feng Lei berteriak keras, karena inti darah phoenix miliknya di tarik dengan paksa oleh Guang Yiang.


" Sialan kau, aku adalah tuan muda klan Phoenix ayahku akan membunuhmu." Ancam Feng Lei.


" Bahkan jika leluhurmu Feng San yang datang aku juga tidak takut." Ucap Guang Yiang.


" Ka..kau, bagaimana kau tahu, nama leluhurku.?" Tanya Feng Lei.

__ADS_1


" Kau tidak berhak mengetahuinya." Jawab Guang Yiang


__ADS_2