Sang Dewa Cahaya

Sang Dewa Cahaya
Chapter 157 Serangan Sekte Tombak Perak


__ADS_3

" Kami setuju." Jawab mereka.


" Baik kalau begitu, aku akan membagikan sumber daya yang dapat meningkatkan kekuatan kalian dan juga aku akan membantu membiayai pembangunan sekte kabut kembali." Ucap Guang Yiang.


Guang Shen lalu memberikan dua buah cincin penyimpanan kepada patriak sekte kabut.


" Cincin ini berisi sumber daya. Bagikan ini kepada murid dan tetua sekte kabut. Dan cincin berisi kristal yang dapat patriak gunakan untuk membangun sekte kabut kembali." Ucap Guang Yiang.


" Terima kasih atas kebaikan anda tuan muda. Aku akan selalu mengingat kebaikan tuan muda." Ucap patriak Ying Kan.


" Oh iya patriak. Seluruh pavilun yang menjual bahan-bahan bangunan di jaga oleh murid sekte tombak perak. Bagaimana cara kita membeli bahan untuk membangun Fasilitas untuk murid-murid sekte?" Tanya Tetua pertama.


" Apakah ada pengguna elemen tanah diantara mereka patriak?" Tanya Guang Shen.


" Ada tuan muda." Jawab Patriak Ying Kan


Patriak Ying Kan lalu mengumpulkan para murid sekte kabut yang memiliki elemen tanah.


" Oh iya apakah diantara kalian ada yang menggunakan teknik logam?" Tanya Guang Yiang.


" Saya tuan muda" Jawab dua orang pemuda.


" Baik untuk yang memiliki elemen tanah silahkan buat dinding yang akan menjadi pagar sekte. Dan tugas kalian perkuat dinding yang mereka menggunakan teknik logam yang sudah kalian kuasai." Ucap Guang Yiang.


" Baik. Kami akan segera melaksanakannya." Ucap mereka.


Delapan belas orang tersebut mulai membuat dinding setinggi sepuluh meter, lalu dua orang lainnya melapisi dinding tanah yang sudah ada menggunakan logam.


Mereka terus melakukan hal yang sama hingga dinding tersebut mengelilingi seluruh kawasan sekte kabut.


Setelah pembangunan pagar selesai, dilanjutkan dengan merenovasi bangunan-bangunan sekte yang sudah rapuh.


Selain merenovasi, bangunan utama sekte kabut juga di bangun ulang menjadi lebih baik.


Tujuh bulan berlalu, dan pembangunan sekte kabut selesai. Kini sekte itu berdiri dengan megah dan di kelilingi oleh dinding logam.


" Karena sekte kabut sudah di bangun menjadi lebih baik, maka kalian juga harus berlatih agar menjadi lebih kuat." Ucap Guang Yiang.


" Tuan muda, sebenarnya kami juga kekurangan teknik beladiri. Sebagian teknik di sekte kami terbakar saat sekte kami di serang." Ucap patriak Ying Kan.


" Aku sudah menyiapkannya." Ucap Guang Shen, sambil memberikan satu buah cincin ruang kepada Patriak Ying Kan.


" Teknik yang kuberikan semuanya adalah teknik tingkat Suci dan tingkat kuno." Ucap Guang Yiang.


" Terima kasih tuan muda. Aku akan membagikan kitab teknik ini kepada para murid sekte." Ucap Patriak Ying Kan.

__ADS_1


Para murid sangat senang karena mendapatkan teknik beladiri yang sangat kuat. Tapi ada satu orang yang terlihat tidak senang. Dia adalah tetua kelima sekte kabut.


" Aku harus memberitahu patriak Ye Quan sekarang." Ucap Tetua kelima.


Dia kemudian mengeluarkan giok berwarna hijau dan mulai mengirim pesan kepada patriak sekte tombak perak. Tapi apa yang di lakukannya di lihat oleh Xin Hua.


" Siapa yang kau kirimkan pesan?" Tanya Xin Hua.


" Bukan siapa-siapa. Aku hanya mengirim pesan kepada temanku yang berada di kota langit." Jawab tetua kelima berbohong.


" Aku tidak yakin dengan jawabanmu. Atau jangan-jangan kau adalah mata-mata sekte tombak perak?" Tanya Xin Hua yang sontak membuat tetua kelima terkejut dan berkeringat dingin.


" Bu..bu..bukan. A..aku bukan mata-mata." Jawabnya.


" Hm, dari gerak-geriknya dan reaksinya sepertinya dia adalah seorang mata-mata." Ucap Xin Hua.


Xin Hua kemudian melesat kearah Guang Yiang dan membisikkan sesuatu.


" Apakah kau yakin tetua kelima adalah mata-mata Hua'er?" Tanya Guang Yiang.


" Ya, aku yakin gege. Aku sempat melihatnya mengirim pesan menggunakan giok berwarna hijau kepada seseorang, dan dia mengatakan kalau dia mengirimkan pesan kepada temannya di kota langit." Jawab Xin Hua.


" Sepertinya kita harus waspada." Ucap Guang Yiang.


" Kak gawat. Aku menemukan sepuluh orang murid yang menggunakan jubah bergambar tombak dan sedang bersiap untuk menyerang." Ucap Xu Lia.


" Patriak. Suruh semua murid bersiap siaga dan juga awasi tetua kelima." Ucap Guang Yiang.


" Ada apa tuan muda?" Tanya patriak Ying Kan.


" Sebentar lagi sekte tombak perak akan sampai kau suruh semua murid bersiap untuk melawan, dan juga katakan pada mereka agar bersikap tidak tahu. Kecuali murid yang ada di sana." Ucap Guang Yiang sambil menunjuk kearah sepuluh orang murid yang seperti sedang menunggu seseorang.


" Tapi bagaimana caranya tuan muda." Tanya Patriak Ying Kan.


" Kirimkan pesan melalui giok komunikasi, tapi ingat jangan sampai tetua ke lima mengetahuinya." Ucap Guang Yiang.


" Baik tuan muda." Jawabnya.


Ying Kan kemudian mengirim pesan kepada semua murid agar bersiaga karena sebentar lagi akan ada serangan besar-besaran. Selain itu, mereka juga di suruh untuk berlatih di halaman jangan di dalam ruangan.


" Ha..ha..ha..ha.. Sebentar lagi sekte kabut akan hancur. Dan dendamku akan terbalaskan." Ucap tetua kelima.


Sementara itu, di depan gerbang sekte kabut pasukan sekte tombak perak sudah siap menyerang.


" Hai Ying Kan. Menyerahlah sebelum aku menghancurkan sektemu untuk yang kedua kalinya." Teriak Patriak Ye Quan.

__ADS_1


" Hoaaamm. Anjing mana yang teriak pagi-pagi?" Tanya Ying Kan sambil menguap.


" Sialan kau. Sebaiknya kau menyerah saja atau sektemu akan rata dengan tanah." Ucap Ye Quan.


" Ciihh, aku tidak akan menyerah padamu dasar anjing serakah." Ucap Ying Kan.


Mendengar ucapan Ying Kan, Patriak Ye Quan merasa di hina dan direndahkan yang membuat amarahnya memuncak.


" Oh iya.Jika kau ingin memata-matai sekte orang lain kali kau latihlah murid yang kau kirim dengan baik. Jangan kirim mata-mata seperti mereka ini." Ucap Guang Yiang melemparkan sepuluh murid sekte tombak perak kehadapan Ye Quan beserta dengan tetua kelima dengan kondisi yang mengenaskan.


" Dasar bajingan sialan. Serang dan hancurkan sekte kecil ini." Teriaknya.


" Hyaaatttt"


Para murid sekte tombak perak mulai melesat kearah sekte kabut, tapi ratusan anak panah menghujani mereka.


Sleeppppp


Sleeppp


Sekitar lima ratus orang murid sekte tombak perak tumbang seketika dengan anak panah menancap di dada mereka.


" Bagaimana mungkin? Seharusnya mereka tidak melakukan persiapan" Tanya Ye Quan


" Serang dan habisi mereka semua" Teriak Ying Kan.


" Seraaaannggg"


Boomm


Boomm


Boomm.


Hujan tapak dari para murid sekte kabut membuat formasi pasukan sekte tombak perak porak-poranda.


Triiinnngg


Triiinngg


Boommm


Suara dentingan logam terdengar yang memekakkan telinga. Terlihat para murid sekte kabut menggunakan pedang seperti sedang menari.


Dalam pertarungan tersebut sekte kabut unggul. Walau para murid sekte tombak perak ahli dalam menggunakan tombak, tapi mereka tidak mampu menahan serangan pedang para murid sekte kabut.

__ADS_1


" Sial. Kali ini aku yang kalah." Ucapnya lalu melarikan diri. Tapi di cegat oleh patriak Ying Kan.


" Kau mau kemana? Mau kabur?" Tanya Ying Kan.


__ADS_2