Sang Dewa Cahaya

Sang Dewa Cahaya
Chapter 138: Kota Mutiara Biru


__ADS_3

Wussss


Wusss


" Tuan muda, mengapa anda membuat kerusuhan di restoranku?" Tanya seorang pria yang kelihatan berumur sekitar lima puluh tahun.


" Apakah pengunjung yang harus masuk ke restoran ini haruslah memiliki penampilan bangsawan?" Tanya Guang Yiang.


" Tentu saja semua orang boleh masuk dan makan di restoran ini, asalkan dia mampu membayar pesanannya" Jawab pemilik restoran.


'' Lalu mengapa penjaga restoranmu melarang kami masuk hanya karena penampilan kami?" Tanya Guang Yiang.


" Apakah itu benar?" Tanya pemilik restoran kepada penjaga.


" Itu tidak benar tuan. Mereka memaksa ingin masuk ke dalam restoran, aku mencegat mereka karena mereka tidak akan mampu membayar makanan yang mereka pesanan." Jawab penjaga tersebut.


Plakkkkk


Mendengar jawaban penjaga itu, pemilik restoran menampar penjaga itu dengan keras.


" Tuan apa salahku hingga kau menamparku?" Tanya penjaga itu.


" Kau masih tidak menyadari kesalahanmu?" Tanya Pemilik restoran.


" Ya, aku tidak tahu mengapa kau menamparku, padahal aku tidak memiliki kesalahan." Jawab Penjaga itu.


" Kau memandang rendah orang dari penampilannya. Aku mengizinkanmu bekerja di sini, untuk menjaga restoranku, bukan untuk mengusir pelanggan restoranku." Ucap Pemilik restoran.


" Hari ini juga aku akan memecat mu, sekarang pergilah dari sini." Ucap pemilik restoran.


" Baik tuan Jian, aku akan pergi sekarang, tapi ingat, aku akan membalas penghinaan yang kau lakukan hari ini padaku." Ucap penjaga tersebut lalu pergi dengan malu.


" Maaf atas ketidaknyamanan yang tuan alami di restoranku. Sebagai permintaan maafku, aku akan memberikan diskon pada tuan-tuan dan nona-nona." Ucap tuan Jian.


" Tidak perlu, kami kesini hanya mau makan, bukan untuk meminta harga murah." Ucap Zang Yuwan.


" Kalau begitu, ini sebagai kompensasi atas kerusakan di restoran tuan." Ucap Zang Yuwan memberikan sekantong kristal awan kepada Tuan Jian.


" Terima kasih tuan muda, silahkan masuk." Ucap tuan Jian.


Mereka berempat pun masuk ke dalam restoran, dan duduk di meja paling pojok.


Mereka lalu memesan makanan yang paling murah, karena mereka tidak mau berurusan dengan perampok.


Selesai makan, mereka mencari sebuah penginapan untuk menginap.

__ADS_1


" Selamat datang di penginapan bunga salju, Tuan mau pesan berapa kamar?"


" Berapa harga kamar permalamnya?" Tanya Guang Yiang.


" Kamar biasa, 50 kristal bumi, kamar VIP, 190 kristal langit, dan kamar VVIP, 100 kristal awan." Jawab kasir penginapan.


" Ok, kami pesan dua kamar VVIP. Kami hanya mau menginap satu malam saja." Ucap Guang Yiang, sambil menyerahkan dua ratus kristal awan.


" Kamar kalian nomor 90, dan 91 tuan." Ucap kasir, sambil menyerahkan kunci kamar.


" Baik terima kasih."


Mereka berempat menuju ke kamar yang sudah di pesan, setelah membersihkan diri, Guang Yiang Memakan buah yang tersedia diatas meja.


" Gege, Besok, kita mau kemana?" Tanya Xin Hua.


" Aku tidak tahu, mungkin berjalan-jalan di kota baru melanjutkan perjalanan, ke kota kekaisaran.


Ok Skip malamnya...


Pagi harinya, mereka turun ke lantai bawah untuk sarapan pagi setelah membersihkan diri,dan mengembalikan kunci kamar. Tak lupa, juga mereka bersama dengan Guang Xin, yang membuat kasir dan beberapa orang heran.


" Pelayan, kami pesan daging panggang spesial lima porsi." Ucap Zang Yuwan.


" Baik, pesanan tuan akan segera siap." Jawab pelayan.


" Hem ayah, mengapa kau tidak mengajakku jalan-jalan, aku bosan mengumpul kristal terus." Gerutu Guang Xin.


" Ya, ya, maafkan ayah." Ucap Guang Yiang.


Mereka makan, sambil bercanda sehingga tidak sadar jika makanan yang ada di meja sudah habis.


" Ayo, kita pergi." Ajak Zang Yuwan.


" Ayo, kita jalan-jalan." Jawab Guang Xin dengan senang.


Selesai membayar pesanan, mereka berkeliling kota sambil menikmati pemandangan yang ada di kota mutiara biru.


" Tidak ada yang spesial di kota ini, ayo kita lanjutkan perjalanan kita ke kota Puncak awan, kudengar dari beberapa pengunjung restoran, akan ada lelang yang di adakan di sana." Ucap Zang Yuwan.


" Menarik, sudah lama juga aku tidak mengikuti lelang, mungkin aku akan melelang beberapa pil, dan artefak tingkat dewa." Ucap Guang Yiang.


" Kau benar kak. Artefak tingkat dewa bisa di bilang langka di benua bintang. Hanya keluarga kekaisaran dan beberapa bangsawan saja yang memilikinya itupun hanya satu atau dua senjata per keluarga." Ucap Zang Yuwan.


" Baik kalau begitu, jangan sampai terlambat." Ucap Guang Yiang.

__ADS_1


Wusss


Wusss


Wusss


Mereka berlima melesat ke kota puncak awan dengan kecepatan sedang, karena hari baru siang.


Menjelang sore, mereka sampai di kota puncak awan, setelah membayar biaya masuk ke kota, mereka mencari informasi tentang rumah lelang yang akan melelang barang.


" Hem, rumah lelang ini milik keluarga Ran, kabarnya mereka sangat tertutup dan informasi tentang keluarga Ran sangat minim." Ucap Zang Yuwan.


"Apakah kakak mendapatkan informasi tentang klan Ran?" Tanya Zang Yuwan.


" Aku hanya menemukan informasi bahwa klan Ran merupakan keluarga yang sering membuat kekacauan di kota, tapi tidak ada yang tahu, jika klan Ran yang melakukannya, karena mereka menggunakan teknik khusus yang membuat warga melupakan mereka." Jawab Guang Yiang.


" Lalu bagaimana kakak mendapatkan informasi tentang klan Ran?" Tanya Zang Yuwan.


" Tentu aku mendapatkannya dari orangnya langsung." Jawab Guang Yiang.


Sementara di klan Ran...


" Tetua Hua, apakah barang yang akan kita lelang sudah jadi?" Tanya patriak Ran Ciu.


" Tentu saja patriak, dan benda itu akan menghisap jiwa orang-orang yang memegangnya." Jawab tetua Hua.


" Ha..ha..ha..ha. Mulai besok aku akan menjadi penguasa kota." Ucap Patriak Ran Ciu.


" Tapi, patriak, tadi, ada seorang pemuda yang mencari informasi, tentang klan kita." Ucap tetua Hua.


" Tapi, apakah dia mendapatkan informasi?" Tanya Patriak Ran Ciu.


" Aku tidak tahu patriak. aku juga tidak mampu melihat tingkatan kultivasinya. Mereka berlima, dua orang laki-laki, dua orang wanita, dan seorang anak kecil berumur tiga tahun." Jelas tetua Hua.


" Ha..ha..ha..ha. Mereka adalah mangsa yang bagus, aku yakin mereka memiliki kekuatan yang besar. Dan mereka cocok untuk menjadi boneka ku." Ucap Patriak Ran Ciu


" Tapi, yang menjadi permasalahannya, saat aku mencoba mengendalikannya menggunakan teknik pengikat jiwa,malah seranganku kembali kepadaku, dan membuatku tidak sadarkan diri." Jawab tetua Hua.


" Kalau begitu, mungkin dia sudah tahu apa rencana kita." Ucap Patriak Ran Ciu


" Bisa jadi patriak." Ucap Tetua Hua.


Kembali ke Guang Yiang..


" Selain itu apa lagu yang kau dapatkan kak?" Tanya Zang Yuwan penasaran.

__ADS_1


" Barang yang akan mereka lelang adalah sebuah pusaka tingkat dewa juga, tapi pusaka itu dapat menyerap jiwa orang yang memegangnya. Dan juga siapa pun yang masuk ke rumah lelang itu tidak akan bisa keluar lagi." Ucap Guang Yiang.


__ADS_2