Sang Dewa Cahaya

Sang Dewa Cahaya
Chapter 112 Hutan Roh Pertarungan dengan leluhur serigala.


__ADS_3

Sreek


Sreekk


Auuuuuuu


Raja serigala semakin marah, melihat para pasukannya mati tergeletak tanpa kepala.


Auuuuuuuu


Satu lolongan panjang dari raja serigala berhasil menggetarkan hutan roh.


" Apa ini. Mengapa hutan roh bergetar.?" Tanya Guang Ruis.


" Aku juga tidak tahu, kalian bersiap-siap saja. Pasti ada sesuatu yang akan muncul sebentar lagi.


" Ha..ha..ha..ha.kalian sudah membuatku marah. Maka kalian akan mati di tangan leluhur serigala roh." Ucapnya.


" Grrrrrr"


Benar saja, setelah berkata begitu seekor serigala berwarna ungu muncul dari kedalaman hutan.


" Ada apa kau memanggilku Tiu Van?" Tanya Leluhur serigala roh.


" Mereka membantai seluruh pasukan serigala milikku leluhur. Bahkan mereka hampir saja membunuhku." Jawab Tiu Van.


" Oh, hanya sekumpulan bocah ingusan mengalahkanmu. Biar aku yang menghabisinya." Ucapnya lalu berubah wujud menjadi manusia.


Dia lalu mengangkat tangannya keatas, seketika, gumpalan energi yang sangat besar muncul di telapak tangannya.


" Matilah bocah." Ucapnya lalu menembakkannya kearah Guang Yiang.


" Sial energi ini sangat cepat." ucap Guang Yiang.


Dia lalu mengaktifkan armor naga miliknya untuk mengurangi efek dari benturan energi tersebut.


" Ha..ha..ha..ha. Lihatlah, bocah itu sekarang sudah mati." Ucap Leluhur serigala dengan sombong.


Sementara itu Guang Ruis, dan Zang Yuwan terlihat tenang melihat serangan besar mengarah kearah Guang Yiang. Sementara Xin Hua berteriak histeris.


" Oh iya leluhur, mereka kita apakan sekarang?" Tanya Tiu Van.


" Bawa dan tangkap saja mereka." Jawab leluhur serigala.


Tiu Van lalu berjalan kearah Xin Hua, Xu Lia, Zang Yuwan, dan Guang Ruis dan ingin meringkus mereka.


Jedaarrrr


Tiba-tiba, sebuah halilintar menyambarnya dan mengubah tangannya menjadi abu.


" Argggg sialan siapa itu" Teriak Tiu Van.


" Apakah kau melupakanku raja bodoh.m" Tanya Zang Yuwan.


" Halilintar Penghancur."


Jedarrrrr


Jedarrrrr


Jedarrrr


"Arggggggg"


Halilintar itu mengenai Tiu Van dan mengubahnya menjadi abu, tapi dalam sekejap tubuhnya terbentuk lagi.


" Sial, mengapa dia hidup lagi." Ucap Zang Yuwan.


" Ha..ha..ha..ha. Kau pikir semudah itu membunuhku, sekarang giliranmu yang akan menjadi abu."


" Roh raja serigala, energi penghancur."


Auuuuuuuu


Tiba-tiba saja, satu buah bayangan serigala muncul di belakang Tiu Van, tapi serigala itu terus bertambah dan bertambah.


" Auuuuuuu"

__ADS_1


Slassssssh


Belum sempat raja serigala menyerang Zang Yuwan, sebuah cakar menembus jantungnya.


'' Le..luhur. Kenapa kau melakukan ini?" Tanya Tiu Van.


" Ha..ha..ha..ha. Sebenarnya dari dulu aku ingin membunuhmu dan menggunakan rohmu untuk meningkatkan kekuatanku ke ranah maha agung, tapi tidak ada waktu yang tepat, sekarang adalah waktunya. Jadilah nutrisi bagiku." Ucapnya. Lalu perlahan tubuh Tiu Van berubah menjadi serbuk cahaya dan masuk ke tubuh Leluhur serigala.


" Selamat kau berhasil naik ranah, dan aku juga harus berterima kasih padamu berkatmu aku berhasil membangkitkan Spirit body milikku." Ucap Guang Yiang.


" Apa, tidak mungkin. Seharusnya kau sudah mati tadi." Ucap leluhur serigala.


" Jika aku tidak menggunakan armor milikku mungkin aku akan mati." Ucap Guang Yiang lalu melesat ke arah leluhur serigala dengan cepat.


Flashback


Wuuss


Boomm


Energi milik leluhur serigala menabrak tubuh Guang Yiang dan membuat armor miliknya mengalami kerusakan.


Ukhhhh


Guang Yiang memuntahkan seteguk darah akibat tembakan energi tersebut.


" Aku akan membutuhkan waktu lama untuk memperbaiki armorku. Untung saja armor milikku tidak hancur.


Bluuss


Kraak


Boom


Tiba-tiba armor milik Guang Yiang retak dan hancur.


" Hei mengapa armorku hancur tapi aku baik-baik saja." Ucap Guang Yiang bertanya-tanya.


Lalu pecahan-pecahan armor itu mulai tersusun kembali dan membentuk sebuah miniatur tubuh berwarna emas lengkap dengan armornya juga.


" Bukankah ini Spirit body. Dan guru juga memiliki spirit body."


Tidak semua kultivator yang berhasil membangkitkan spirit body. Hanya mereka yang berlatih keras saja dan terkena serangan besar yang dapat membangkitkannya.


Dan spirit body bisa membantu membentuk tubuh baru saat tubuh yang lama hancur, menyimpan cadangan energi, bahkan biaa berkultivasi.


Guang Yiang lalu menyerap energi ilahi di sekitarnya untuk mengembalikan energinya yang habis akibat armornya pecah.


" Tubuhku memang tidak apa-apa. Tapi energi milikku habis total." Ucapnya.


...****************...


Guang Yiang lalu melesat dengan kecepatan tinggi.


Triiinng


Triiiingg


Triiingg


Suara benturan logam terdengar di karenakan pedang Guang Yiang membentur kulit keras milik leluhur serigala.


" Tebasan naga cahaya."


Roargggg


Boomm


Leluhur serigala terlempar beberapa meter. Bahkan sedikit terluka.


" Kulit luarmu memang keras, tapi kau memiliki elemen kegelapan dalam dirimu." Ucap Guang Yiang.


"Sial, bagaiman bisa dia tahu?" Ucapnya.


" Tebasan cahaya suci."


Wuusss

__ADS_1


Bayangan pedang berwarna emas melesat dengan cepat kearah leluhur serigala.


" Kubah kegelapan"


Kraakkk


Krakkk


Boom


Akhhhhhh


Luka yang tadinya kecil kini bertambah besar seukuran telapak tangan.


" Yuwan, jangan biarkan dia menyembuhkan lukanya" Ucap Guang Yiang.


" Baik kak."


" Bola halilintar"


Dengan cepat Zang Yuwan menembakkan bola halilintar kearah luka leluhur serigala.


" Bola cahaya"


Xin Hua juga tidak mau ketinggalan, dia menembakkan cahaya kearah Leluhur serigala juga.


" Arggggg, sialan kalian"


Booommm


tubuh leluhur serigala hancur tapi mulai terbentuk lagi.


" Tidak akan kubiarkan itu"


Guang Yiang dengan cepat menembakkan api jiwa kearah leluhur serigala yang membebtuk tubuhnya lagi.


" Arggggh"


Leluhur serigala pun musnah tanpa sisa akibat terkena api jiwa.


" Sekarang mari kita lanjutkan perjalanan kita." Ucap Guang Yiang.


" Baik Kak." Jawab Zang Yuwan.


Wuuusss


Wuusss


Mereka berlima kembali melesat dan melanjutkan perjalanan mereka yang sempat terhenti.


" Bersiaplah. Tak lama lagi kita akan tiba do padang tornado." Ucap Guang Yiang.


setengah hari kemudian, mereka pun tiba di padang tornado. Terlihat, tornado berputar dan menerjang apa pun yang ada di depannya.


" Pantas saja tidak ada yang mau ke jantung benua matahari" Ucap Guang Ruis.


" Siapa juga yang mau mengorbankan nyawa di padang tornado ini." Ucap Zang Yuwan.


" Itu memang benar. Tapi, di tornado hanya berada di pinggiran saja. Di tengah padang tornado terdapat padang luas dan hijau. Hanya saja tornado ini sangat banyak dan terus berputar seperti pengawas. Mereka mengawasi 20 km pinggiran padang. Lihatlah, tornado-tornado itu hanya berputar di pinggiran saja." Ucap Guang Yiang.


" Gege benar. Tornado ini seperti prajurit yang berkeliling mengawasi kerajaan." Ucap Xin Hua.


" Kalau begitu, ayo kita masuk." Ucap Guang Ruis.


" Jangan terburu-buru. Tunggu hingga tornado ini saling menjauh, baru kita masuk". Ucap Guang Yiang.


" Lihat kak. Tornado itu meninggalkan celah seperti dinding." Ucap Zang Yuwan.


" Baiklah, sekarang." Ucap Guang Yiang.


Wuus


Wuss


Dengan cepat mereka terbang melewati celah berbentuk dinding dan beberapa detik kemudian, celah itu tertutup dan mereka sampai di tengah padang tornado.


" Kak. Jika ada celah yang di bentuk oleh tornado tadi, mengapa orang-orang tidak menyadarinya" Tanya Zang Yuwan.

__ADS_1


" Itu karena celah itu terbuka hanya lima belas detik, belum lagi banyak debu yang menghalanginya, jadi tidak ada yang menyadarinya." Jawab Guang Yiang.


__ADS_2