
" Hai bocah, apakah senjata tingkat dewa tidak berharga untukmu?" Tanya Pria di kamar VVIP 3.
" Hanya senjata tingkat dewa untuk apa menghabiskan uang untuk membelinya?" Tanya Zang Yuwan.
Semua orang terkejut mendengar jawaban dari Zang Yuwan. Bagaimana tidak, senjata tingkat dewa sangat langka di alam langit, dan semua orang berusaha mendapatkannya, sementara Zang Yuwan tidak melirik ke senjata itu sama sekali.
" Dasar bocah sombong." Cibir peserta lelang di kamar VVIP 3.
" Apakah sudah tidak ada lagi yang melelang?" Tanya Ran Jia.
" 800.000 kristal awan" Ucap Peserta di kamar VVIP nomor 76.
" 1.000.000 kristal awan." Tawar peserta lelang nomor 77.
" 1.500.000 kristal awan." Tawar peserta lelang nomor 79.
" 100.000 kristal bintang" Tawar peserta di kamar VVIP nomor 80.
Semua terdiam mendengar harga yang di tawarkan oleh peserta di kamar VVIP nomor 80. Dan seketika rumah pelelangan menjadi gaduh.
" Siapa itu yang menawar harga setinggi itu?" " Sialan, itu harga yang sangat tinggi." Ucap Yang lain.
" Dasar sialan. apakah dia dari kekaisaran?" Tanya yang lain.
" Baik, barang lelang terakhir berupa senjata tingkat dewa puncak di menangkan oleh peserta di kamar VVIP nomor 80.
Senjata tersebut, lalu diantarkan kepada peserta di kamar VVIP nomor 80. Pria tersebut sangat senang dan langsung mengambil pedang itu.
Wuuusss
Seketika udara menjadi mencekam, dan jiwa pria tersebut tersedot perlahan-lahan.
" Argggggghhh"
Pria itu berteriak kesakitan, dan dalam sekejap, jiwa pria tersebut habis tersedot. Bukan hanya jiwanya, darahnya juga habis di sedot pedang itu.
" Sialan, kita di jebak." Ucap salah satu peserta lelang.
Wuss
Wusss
Semua orang melesat meninggalkan rumah lelang tersebut, tapi semuanya terpental kembali.
" Ha..ha..ha..ha..ha. Semua yang masuk kedalam rumah lelang ini tidak akan pernah keluar hidup-hidup. Semua akan menjadi nutrisi untuk meningkatkan kekuatan senjata ini." Ucap Ran Jia.
" Cih, sialan. Dasar klan iblis." Umpat salah satu peserta lelang.
" Ha, kau baru menyadari itu. Sungguh sangat bodoh." Ucap Ran Zi.
" Baik, sekarang kalian semua akan mati ileh pedang ini." Ucap Ran Jia.
" Wusss
Pedang itu lalu terbang ketengah-tengah, lalu sebuah energi hitam berbentuk tali mengikat semua orang.
Wusssss
__ADS_1
Seketika, pedang itu menghisap jiwa orang yang sudah di ikatnya perlahan-lahan.
Booommm
Tapi, belum selesai menghisap satu jiwa, sebuah cakram memotong tali-tali energi hitam itu.
" Dasar klan rendahan. Mengorbankan ratusan nyawa untuk meningkatkan kekuatan senjata iblis yang rusak." Ucap Guang Yiang.
Wusss
Mereka berempat mendarat dengan santai di hadapan semua orang yang ketakutan.
" Mereka sama sekali tidak terpengaruh oleh tekanan dari pedang ini, aku harus berhati-hati pada mereka." Batin Ran Jia.
"Aku akan memberimu dua pilihan. Melepaskan semua orang di sini, atau seluruh klan Ran akan hilang dari peta benua bintang." Ucap Guang Yiang.
" Kami tidak akan memilih keduanya. permaisuri kekaisaran bintang berasal dari klan Ran. Jadi kau tidak akan bisa menghancurkan klan Ran." Ucap Ran Zi.
" Apakah kau bercanda. Kaisar bintang saja sudah hilang entah kemana, aku tidak tahu apakah permaisuri masih waras atau tidak karena suaminya hilang." Ucap Zang Yuwan.
Wusss
Tiba-tiba sebuah panah melesat dengan cepat kearah Zang Yuwan dan hampir menembus jantungnya. Untungnya dia masih bisa menghindar.
" Kau hebat juga bisa menghindari panah milikku. Tapi kau tidak akan bisa keluar hidup-hidup dari tempat ini." Ucap seorang pria.
Dia lalu mengulurkan tangannya, seketika senjata yang berupa pedang itu menghilang dan muncul di genggaman pria itu.
" Sayang sekali hanya satu jiwa yang dia serap." Ucap pria tersebut.
" Tapi tidak masalah. Sekarang senjata ini akan menjadi senjata tingkat suci pertama yang ada di alam langit." Ucapnya lalu dengan cepat dia menghisap semua jiwa dan darah semua orang yang ada di ruangan itu kecuali Guang Yiang, Zang Yuwan, Xin Hua, dan Xu Lia serta beberapa orang yang berhasil selamat.
" Ha..ha..ha..ha.. Sekarang aku satu-satunya orang yang memiliki senjata tingkat suci di alam langit ini." Ucapnya.
" Hanya pedang tingkat suci sudah sombong. Bagaimana kalau senjatanya adalah senjata tingkat semesta?" Tanya Guang Yiang.
Dia lalu mengeluarkan pedang cahaya miliknya, begitu juga dengan Zang Yuwan, dia juga mengeluarkan pedang halilintar miliknya.
Wussss
Kedua pedang itu mengembalikan tekanan dari pedang kegelapan, dan berbalik menyerang pria tersebut.
Ukhuuukk
Dia memuntahkan lima teguk darah dari mulutnya akibat tekanan pedang yang menyerangnya.
" Sialan. Senjata mereka memiliki tingkatan yang lebih tinggi dari pedangku." Ucap pria tersebut.
" Pantas saja, dia tidak melirik senjata itu tadi, ternyata dia memiliki senjata dengan tingkat yang lebih tinggi." Ucap salah satu pria yang selamat.
" Kau benar. Pantas saja dia meremehkan senjata tingkat dewa tadi." Ucap yang Lainnya.
Wuusss
Triing.
Triingg.
__ADS_1
Kini terjadi pertarungan pedang antara Guang Yiang dan pria tersebut. Dalam sekejap, mereka berdua sudah bertukar puluhan serangan.
" Amarah iblis kegelapan"
" Tebasan cahaya suci"
Boomm
Dhuar...
Ledakan besar terjadi, dan menghancurkan seluruh pavilun klan Ran. Pavilun yang tadinya mewah kini berubah menjadi reruntuhan.
" Sialan kau. Aku menghabiskan ratusan juta kristal awan untuk membangun pavilun ini. Dan kau sudah menghancurkannya. " Ucap pria tersebut dengan marah.
"Pavilun ini memang pantas untuk di hancurkan, karena sudah memakan banyak korban." Ucap Guang Yiang.
Triiiiinnnggg
Duarrrtr
Mereka kembali bertukar serangan hingga kini yang terlihat hanyalah sebuah hamparan tanah yang penuh dengan mayat.
" Hei, bukan aku yang menghancurkan pavilunmu, tapi,kau sendirilah yang menghancurkannya." Ucap Guang Yiang.
" Aku tidak mau tahu, kau harus gantu rugi." Ucap pria tersebut.
" Enak saja. Aku tidak akan mengganti sesuatu yang tidak punya manfaat dan memakan banyak korban." Ucap Guang Yiang.
" Sialan kau, amarah iblis mengguncang langit." Ucap pria tersebut lalu mengeluarkan jurus pedangnya.
" Tebasan naga cahaya"
Roargggg
Booommm
Lagi-lagi, mereka bertukar serangan yang membuat bukit ditempat itu menjadi rata debu.
Bahkan kediaman klan Ran sudah hancur setengah.
" Tapak cahaya"
Booomm
Karena tidak melihat serangan tapak Guang Yiang, pria yang merupakan Ran Ciu, terjatuh ketanah.
" Sialan, kita bertarung dengan pedang bukan dengan tapak." kesal Ran Ciu.
" Maaf saja. Aku lebih suka serangan jarak jauh." Ucap Guang Yiang.
Lalu pedang di tangan Guang Yiang berganti menjadi sebuah teratai berwarna hitam.
" Teratai Asyura"
Boommm
Dengan cepat, teratai tersebut menghantam dada patriak Ran Ciu dan seketika itu juga patriak Ran Ciu menghembuskan nafas terakhirnya dengan dada hancur.
__ADS_1
" Yuwan, sekarang hancurkan klan Ran hingga ke akar-akarnya. Karena mereka sudah melakukan kesalahan yang sangat fatal." Ucap Guang Yiang
" Baik kak" Jawab Zang Yuwan.