Sang Dewa Cahaya

Sang Dewa Cahaya
Chapter 154 Benua Kosmik


__ADS_3

" Kau memang benar yiang'er. Kita masih membutuhkan prajurit yang memiliki elemen tanah atau es." Ucap Guang Yong.


" Aku akan membantu kakek merekrut prajurit sebelum pergi ke benua kosmik." Ucap Guang Yiang.


" Oh iya, aku juga berencana membangun kekaisaran di wilayah lain seperti di benua matahari. Bagaimana pendapat leluhur Zan?" Tanya Guang Yong.


" Sebaiknya kau tidak usah membangun kekaisaran di wilayah barat, timur, utara dan selatan benua ini, karena hal itu hanya sia-sia saja." Jawab Bing Zan.


" Cukup memerintah dengan baik, dan memperhatikan masyarakat kekaisaran." Lanjut Bing Zan.


" Baik, leluhur." Ucap Guang Yong.


Tiga bulan kembali berlalu, dan kini ju.lah prajurit yang sudah di rekrut oleh kekaisaran sudah 20.000 orang. Dan prajurit itu berasal dari berbagai daerah di benua bintang.


Sementara itu Guang Yiang, Xin Hua, Xu Lia dan Zang Yuwan sudah berangkat menuju benua kosmik. Benua yang selama ini hanya dianggap mitos oleh rakyat di dua kekaisaran. Walaupun ada jalan menuju benua kosmik, tapi jalan itu tidak pernah di gunakan sama sekali.


Guang Yiang, Zang Yuwan, Xin Hua dan Xu Lia pergi ke benua kosmik menggunakan portal yang ada di istana kekaisaran.


Satu jam berlalu, dan akhirnya mereka sampai di benua kosmik. Mereka mendarat di sebuah hutan dengan energi yang sangat pekat.


Wuss


Wuss


Mereka berdua melesat keluar dari hutan. Mereka berencana menginap di sebuah kota untuk mengistirahatkan tubuh mereka.


Mereka terus melesat menembus lebatnya hutan. setelah terbang selama hampir setengah hari, mereka akhirnya keluar dari hutan tersebut.


Mereka kemudian terus terbang dengan cepat, hingga akhirnya mereka menemukan sebuah kota yang berjarak lumayan jauh dari hutan tersebut.


" Kota Angin barat."


Itulah nama yang tertulis di gerbang kota. Dan tak ada satu prajurit pun yang menjaga kota itu, karena memang di sana.


Mereka masuk ke dalam kota dengan berjalan kaki. Karena memang mereka lebih suka berjalan kaki sambil menikmati suasana kota yang mereka tempati.


" Permisi tuan, kalau boleh tahu, kenapa kota ini terlihat sepi?" Tanya Guang Yiang.


" Kota ini memang seperti ini. Suasana kota akan sepi pada saat sore hari, karena para penduduk lebih suka bersantai di rumah mereka. Dan yang mereka takutkan adalah di kota ini monster selalu muncul dan menculik siapa pun yang berjalan sore hari seperti ini." Ucap pria tersebut.


" Apakah penguasa kota tidak mengambil tindakan terkait masalah ini?" Tanya Guang Yiang lagi.


" Sudah beberapa kali tuan kota mengutus seorang kultivator untuk menyelidiki monster itu, dan mereka tidak pernah kembali." Jawab pria itu lagi.


" kak ada yang aneh dengan orang ini." Ucap Zang Yuwan melalui telepati.


" Kau memang benar. Dan sepertinya dialah monsternya." Ucap Guang Yiang.

__ADS_1


" Lalu mengapa anda masih saja berkeliaran saat tahu jika monster itu akan menangkap siap pun yang keluar dari rumah saat hari sudah sore?" Tanya Xin Hua.


" I..itu karena hari belum terlalu sore." Jawabnya mulai gugup.


" Tapi, Ini sudah petang, dan bukan lagi sore hari." Ucap Xin Hua.


" Mu..mungkin monster itu Tidak berburu hari ini." Jawab Pria itu.


Sementara itu salah satu warga yang melihat Guang Yiang dan yang lainnya berbicara dengan seorang pria menjadi khawatir.


" Gawat. Mereka akan menjadi mangsa monster itu." Ucapnya.


Pria yang merupakan jelmaan monster itu mulai cemas, karena sebentar lagi dia akan berubah ke bentuk aslinya jika tidak menyerap energi kehidupan secepatnya.


" Ada apa denganmu? Mengapa wajahmu seperti punya sisik?" Tanya Zang Yuwan.


" Gawat, sepertinya aku harus memangsa mereka" Ucapnya.


Lalu sebuah energi berbentuk tali menjerat mereka dari bawah, yang membuat mereka tidak dapat bergerak.


" Akhirnya kau berubah ke wujud aslimu sekarang." Ucap Zang Yuwan


" Jadi, kalian sudah tahu wujudku yang sebenarnya?" Tanya pria itu yang bagian kakinya sudah berubah menjadi ekor ular.


" Tentu saja. Kau dapat berubah wujud dengan sempurna, tapi kau lupa akan satu hal, kau lupa menyembunyikan aura monster atau lebih tepatnya aura siluman ular di tubuhmu." Jawab Guang Yiang.


Crasss


Crasss


" Kalian memang jenius. Karena bisa mengetahui wujud asliku." Ucapnya lalu pria itu berubah menjadi setengah ular dengan tinggi lima meter.


" Tapi, itu sudah terlambat. Energi kehidupan kalian akan menjadi nutrisi untukku." Ucapnya


Dia kemudian menghantamkan ekornya di tanah, dan empat buah kloningnya muncul, dan mengurung mereka.


Lalu kabut berwarna hijau muncul, dan menutupi pandangan.


" Tahan nafas kalian." Ucap Guang Yiang.


Wuss


Wuss


Crasss


Boommm

__ADS_1


mereka kemudian menyerang keempat bayangan ular itu dan membuat bayangannya berubah menjadi tanah.


Ular itu lalu mengarahkan telapak tangannya ke depan dan seketika itu sebuah tepak terbentuk.


Boommm


Boomm


Akhirnya mereka beradu tapak hingga bekas ledakan itu membentuk kawah.


Zang Yuwan kemudian melemparkan sebuah teratai berwarna merah ke arah ular itu, sehingga membuatnya terbang menghantam tanah.


Hal yang sama juga di lakukan oleh Guang Yiang, Dia melemparkan teratai pelangi miliknya kearah siluman ular itu, sehingga membuat siluman itu terkapar lalu menghilang tanpa jejak.


" Ternyata itu hanya tiruannya saja." Ucap Guang Yiang.


" Mungkin dia bersembunyi di salah satu rumah." Ucap Zang Yuwan.


" Tapi, bagaimana cara kita untuk memancing tubuh aslinya keluar?" Tanya Xu Lia.


" Siluman itu sangat licik. Dia dapat berubah menjadi siapa pun yang di kehendakinya, jadi kita harus berhati-hati." Ucap Guang Yiang.


" Tapi, bagaimana cara kita mengenalinya jika dia berubah wujud menjadi orang lain?" Tanya Xin Hua.


" Cukup sulit untuk mengenalinya. Karena dia dapat meniru wujud orang lain dengan sempurna." Jawab Guang Yiang.


" Tapi, para siluman ular akan berubah ke wujud aslinya saat cahaya bulan purnama menyinari mereka." Ucap Guang Yiang.


Di tempat lain...


" Dasar lemah. Bagaimana mungkin pemuda itu bisa mengetahui wujudmu?" Tanya pemimpin siluman ular.


" Aku tidak tahu pemimpin, dan juga aku sudah tidak bisa berubah wujud karena aku belum menyerap energi kehidupan manusia lagi." Ucap siluman ular yang bertarung dengan Guang Yiang, dan Zang Yuwan tadi.


" Sekarang seraplah energi milik manusia ini." Ucap pemimpin siluman ular.


" Baik pemimpin." Jawabnya.


Ular itu kemudian menatap mata wanita yang ada di hadapannya, dan seketika energi kehidupannya di sedot oleh siluman itu.


lima menit kemudian, wanita itu mati, dan siluman itu berubah menjadi wanita yang sudah dia serap energi kehidupannya


Kembali ke Guang Yiang...


" Sebaiknya kita beristirahat di dalam dunia jiwa saja." Ucap Guang Yiang lalu membuka gerbang dunia jiwa miliknya.


Wuss

__ADS_1


Wuss


Mereka kemudian masuk kedalam dunia jiwa dan mulai beristirahat di sana selama Enam bulan atau satu malam di dunia luar.


__ADS_2