
Guang Yiang juga merasakan energi kehampaan dan energi kematian berbaur dalam kota mati tersebut.
" Aku semakin penasaran, mengapa kota ini menjadi kota mati." Ucap Guang Yiang.
" Kau benar Ang gege, kota ini sangat aneh." Tambah Xin Hua.
Mereka berdua terus masuk kedalam kota tersebut hingga tak lama kemudian mereka sampai di pusat kota.
" Istana" Guang Yiang membaca plakat depan istana tersebut, tapi hanya setengahnya dan setengahnya lagi hancur.
Karena penasaran, mereka pun masuk kedalam istana tersebut. Dan yang membuat mereka takjub adalah desain istana tersebut.
" Desainnya sangat bagus, dan juga tersusun rapi. Hanya saja tidak ada satupun petunjuk tentang kota ini." Ucapnya.
" Kau benar Ang gege, tidak ada petunjuk apa-apa di kota ini." Ucap Xin Hua.
Mereka terus masuk menyusuri seluruh istana dan tidak menemukan apa-apa.
" Ini membuatku semakin bingung Ang gege. Mengapa tidak ada tanda-tanda kalau pernah ada kehidupan di sini. " Ucap Xin Hua yang mulai mengeluh.
" Aku juga bingung dengan istana dan kota ini." Ucap Guang Yiang.
Bruuukk
Tiba-tiba saja Guang Yiang menabrak sesuatu. Dan dia mulai merabanya.
" Dinding tak kasat mata." Gumam Guang Yiang.
" oh iya, mengapa aku tidak menggunakan mata surgawi saja untuk melihat dinding ini." Ucapnya lalu mengaktifkan mata surgawi nya. Dan dia melihat sebuah tembok transparan yang membatasi istana tersebut.
" Hem, bukankah ini sama dengan formasi cermin. Atau jangan-jangan dari tadi kita hanya berada di dunia cermin."
"Maksud ang gege?" Tanya Xin Hua
" Ya, sebenarnya kota ini di tutupi oleh formasi yang mirip dengan formasi cermin bumi dipadukan dengan formasi cermin langit." jelas Guang Yiang.
Guang Yiang lalu meletakkan tangannya di dinding tersebut dan mulai membuka dinding ilusi itu.
kreekk
Formasi itu bergeser seperti pintu yang baru di buka. Dan dengan cepat Guang Yiang dan Xin Hua masuk kedalam formasi tersebut.
"Wah, di sini sangat indah. dan juga di sini lebih luas berkali-kali lipat dari kota yang tadi." Ucap Xin Hua kagum.
__ADS_1
" Kau benar sepertinya di sini juga banyak herbal." Ucap Guang Yiang.
Lalu Guang Yiang memperhatikan seluruh wilayah tersebut menggunakan mata surgawi miliknya, dan mendapati sekitar 500 meter di depan ada sebuah pohon dan dua patung berbentuk manusia.
" Hua'er, ayo kita ke sana. Lima ratus meter di depan ada patung penjaga." Ucap Guang Yiang.
" Baik Ang gege." Ucapnya lalu melesat mendahului Guang Yiang.
Beberapa menit kemudian, mereka sampai di tempat tersebut dan benar saja di depan ada dua buah patung berbentuk prajurit penjaga.
Karena penasaran, mereka berdua masuk ke kota tersebut. Dan didalamnya terdapat ribuan patung manusia lainnya menghadap ke sebuah altar.
" Hem, ini semakin aneh." Ucapnya.
" Hua'er, teteskan darahmu di sana bersamaku." Ucap Guang Yiang.
" Baik Ang gege." Jawab Xin Hua.
Mereka berdua melukai tangannya bersamaan dengan Xin Hua lalu melemparkannya ke arah altar.
Nguuunngg
Altar tersebut tiba-tiba bergetar dan mengeluarkan cahaya dan menembakkan kesemua patung di dalam kota tersebut.
Di sana juga banyak anak-anak kecil yang menjadi patung dan berubah kembali menjadi manusia.
" Anak muda, apakah kau menyelamatkan kami" Tanya pria yang tampaknya adalah seorang patriak.
" Ya senior. Awalnya aku hanya penasaran mengapa banyak patung batu di sini dan akhirnya aku masuk dan meneteskan darah kami di altar itu, dan siapa yang tahu ternyata kalian kembali menjadi manusia."Jelas Guang Yiang.
" Anak muda terima kasih karena kau menyelamatkan kami."
" Sebenarnya kami berasal dari klan dewa kehampaan. Salah satu dari tiga elemen terkuat." Ucap pria tersebut mulai bercerita.
" Tunggu senior, kau bilang elemen kehampaan. Tapi mengapa aku tidak pernah menemukan orang yang memiliki elemen itu?" Tanya Guang Yiang.
" Ya itu semua akibat kutukan yang menimpa kami. Dan kutukan itu adalah kutukan batu yang membuat kami semua menjadi batu. Bahkan, kekuatan kami tidak bisa di wariskan kepada manusia seperti kekuatan dewa lainnya. Itulah mengapa tidak ada yang pernah mewarisi kekuatan itu." Jawab Pria tersebut.
" Maaf senior aku belum memperkenalkan diri. Namaku Guang Yiang dan ini istriku Xin Hua." Ucap Guang Yiang.
" Namaku Tian Duan. Dan aku adalah patriak klan Tian." Ucap Tian Duan.
" Oh iya senior mengapa kalian ada di dunia rahasia ini.?" Tanya Guang Yiang.
__ADS_1
" Sebenarnya ini merupakan alam kehampaan. Salah satu alam yang berada di daratan ilahi. Hanya saja, Guo Pu, membuat alam ini tersegel dari dunia luar. Mungkin setengah jam lagi dunia rahasia ini akan hilang dan muncul kembali di daratan ilahi." Jawab Tian Duan.
" Oh iya anak muda ambillah kedua kitab ini dan pelajarilah. Karena kalian sudah memiliki energi kehampaan. " Ucapnya.
" Oh iya senior, ambillah giok ini dan hancurkanlah jika kalian sudah kembali ke daratan ilahi. Dan satu hal lagi, teteskan darah senior dan seluruh kepala keluarga di klan senior dan secara otomatis akan membentuk sebuah formasi darah perlindungan. Ucap Guang Yiang.
" Terima kasih anak muda. Kami memang butuh sebuah formasi pelindung.karena kekuatan kami menurun." Ucapnya.
" Anak muda, jika kau sudah sampai di daratan ilahi mampirlah ke alam kehampaan dan ambillah token giok ini sebagai tanda pengenalmu." Ucapnya.
" Baik terima kasih senior." Ucap Guang Yiang.
Dan benar saja, tiba-tiba saja dunia rahasia tersebut bergetar dan perlahan sebuah lubang hitam menarik semua orang di dunia rahasia.
" Oh iya senior. Tadi aku sudah mengambil air kehampaan di dunia ini." Ucap Guang Yiang.
" Tapi senior tenang saja. Aku tidak mengambil semuanya hanya sebagian saja. Dan juga aku sudah mempercepat waktu di sana. Mungkin sekarang air itu sudah ada dan penuh kembali." Ucap Guang Yiang sebelum menghilang.
Sementara dia memasukkan Xin Hua kedalam dunia jiwa karena energi ruang yang sangat kacau akan membawa mereka kemana saja.
Wuuss
Wuuss
Semua orang muncul kembali ke daratan langit tapi bukan tempat mereka masuk.Melainkan mereka semua muncul di tempat yang berbeda.
" Apa ini. Mengapa kita di keluarkan secepat itu." Ucap semua orang bertanya-tanya.
" Kamu saja tidak tahu apalagi saya." Jawab yang lain.
Sementara Guang Yiang meluncur dengan keras dari langit, dia lalu berdiri dan menyeimbangkan tubuhnya, lalu mendarat di depan kota.
" Ciih dimana lagi ini." Ucap Guang Yiang kesal.
Lalu dia mengeluarkan Xin Hua dari dunia jiwa.
" Ang gege. Dimana ini" Tanya Xin Hua.
" Aku juga tidak tahu, dan sepertinya kita masih berada di benua matahari." Jawab Guang Yiang menerka.
" Bagaimana Ang gege bisa tahu.?" Tanya Xin Hua.
" Tentu saja aku tahu, karena barusan aku melihat lambang matahari dan bertuliskan
__ADS_1
‘Kota matahari‘" Jawab Jawab Guang Yiang.