Sang Dewa Cahaya

Sang Dewa Cahaya
Chapter 125 Pulau Badai 2


__ADS_3

" Iya gege. Mengapa kau terlihat sangat terkejut?" Xin Hua juga bertanya kepada Guang Yiang.


" Aku tidak tahu apa yang harus ku jelaskan. Yang pasti sekte ini adalah sekte yang sangat biadab. Dan yang membuatku terkejut adalah sebuah altar di belakang sekte yang di gunakan untuk melakukan pengorbanan. Dan orang yang mereka korbankan adalah para kultivator yang terdampar di sekte ini." Jawab Guang Yiang.


Mendengar jawaban Guang Yiang Xin Hua, Zang Yuwan dan Xu Lia sangat kaget. Mereka tidak percaya jika sekte yang kelihatan baik dan semua orangnya ramah ternyata tidak seperti yang terlihat.


" Lalu bagaimana sekarang kakak ipar. Kekuatan kita tidak mungkin bisa melawan mereka dengan kekuatan kita sekarang." Ucap Xu Lia yang mulai berbicara.


" kau memang benar Lia'er. Kekuatan mereka semua sangat kuat. Ditambah jumlah pasukan mereka sangat banyak." Jelas Guang Yiang.


" Kau benar kak. Tapi aku yakin mereka pasti memiliki kelemahan. Kekuatan itu mereka dapatkan dari persembahan tumbal. Entah itu kepada iblis atau kepada makhluk lain. Yang jelas, kita harus mencari tahu kelemahan mereka dulu." Timpal Zang Yuwan.


" Kau benar. Jika mereka mendapatkan kekuatan dari kegelapan, maka sudah pasti kelemahan mereka adalah cahaya." Ucap Xin Hua.


" Kau memang benar. Mulai sekarang kita akan menyusun rencana." Ucap Guang Yiang lalu mengeluarkan Spirit body miliknya untuk memata-matai percakapan para petinggi sekte lima elemen.


Di aula sekte...


" Patriak kapan kita mulai persembahannya. Tuan pasti suka dengan persembahan yang di berikan padanya.?" Tanya tetua pertama.


" Mungkin lima hari lagi. Lagi pula hanya kultivator cahaya yang bisa menggagalkan ritual persembahan. Dan mereka tidak ada yang memiliki elemen cahaya." Jelas Patriak.


" Ha..ha..ha..ha. Sebentar lagi kita akan menjadi penguasa tunggal alam langit." Ucap tetua agung.


" kau benar paman. Dan para penduduk alam langit tidak ada yang tahu keberadaan kita." Ucap patriak Ban Xiong.

__ADS_1


Tanpa mereka sadari, percakapan mereka sudah di rekam dan Guang Yiang sudah tahu rencana mereka sebenarnya.


" Ternyata begitu. Nama sekte lima elemen hanya nama belaka. Nama sebenarnya dari sekte ini adalah sekte darah kegelapan." Ucap Guang Yiang.


" Kakak bilang sekte darah kegelapan. Aku pernah mendengar cerita dari ayah bahwa sekte darah kegelapan awalnya berada di benua bintang dan selalu membuat kekacauan. Bahkan leluhur kami meninggal akibat di jadikan tumbal oleh mereka. Saat tumbal mereka hampir selesai, lalu dengan sisa-sisa tengah leluhur Xu Feng dia meledakkan dirinya bersama seluruh sekte dan orang yang ingin mereka bangkitkan adalah tuan mereka yang juga adalah pangeran iblis yaitu Mo Sun yang mati akibat perang antara dewa dan iblis lima ribu tahun yang lalu. Tapi sebelum meninggal dia membangun sekte dan melatih sepuluh orang murid untuk membangkitkannya kelak. Dan sepuluh orang itulah yang di kenal dengan nama sepuluh topeng darah." Jelas Xu Lia.


" Dan kurasa sekte batu hitam dan sekte lava hitam serta sekte api adalah penghuni pulau badai pertama kali." Lanjutnya.


" Oh, jadi begitu. Baiklah sekarang kita akan menyusun rencana." Ucap Guang Yiang.


Di sekte Api...


" Lapor patriak. di wilayah sekte lima elemen ada empat orang yang terdampar." Ucap salah satu murid mata-mata sekte api.


" Gawat! mereka akan di jadikan tumbal oleh mereka." Ucap patriak Yu Zu..


" Mohon maaf patriak jika aku menyela pembicaraan patriak. Jika di hitung dari waktu mereka mulai menumbalkan orang selama lima ribu tahun terakhir, seharusnya tumbalnya sudah selesai lima ribu tahun yang lalu. Tapi mengapa baru sekarang hampir selesai?" Tanya sala satu murid sekte api.


" Itu karena setiap ada orang yang terdampar patriak sekte lava hitam, batu hitam, dan patriak terdahulu sekte api meyelamatkan setiap orang yang terdampar. Dan membuat kekacauan di laut badai dengan memasang formasi badai tsunami, dengan begitu semua orang akan takut tinggal di dekat laut badai. Tapi walaupun begitu, tetap saja ada orang yang terdampar sampai ke pulau ini. Jika tidak ada orang yang terdampar, maka mereka akan menumbalkan warga di pulau ini dan murid mereka yang paling lemah." Jelas Patriak Ru Lai.


" Bahkan, patriak Ban Xiong sudah menumbalkan putranya sendiri, Ban Xian setahun yang lalu karena dianggap tidak berguna karena tidak bisa mempelajari elemen kegelapan." Lanjut patriak Bu Fao.


" Sungguh kejam sekali. Apa dia tidak merasa sedih karena menumbalkan anak sendiri?" Tanya salah satu tetua.


" Tentu saja tidak, karena hati dan perasaan mereka sudah hancur saat mereka mempelajari elemen kegelapan, karena roh dari pengeran iblis menghancurkan hati dan perasaan mereka dan membuat mereka patuh." Jawab Tetua agung.

__ADS_1


" Kalian bersiaplah kumpulkan pasukan dan bergerak menuju sekte biadab itu." Ucap patriak Bu Fao.


Kembali ke Guang Yiang...


Kini mereka berempat sudah membuat rencana dan mereka akan berpura-pura akan tidak tahu, lalu Zang Yuwan dan Xu Lia akan mengacaukan altar itu dengan elemen halilintar dan elemen Petir, sementara Guang Yiang dan Xin Hua akan menyalurkan elemen cahaya kepada roh pangeran iblis melalu spirit body Guang Yiang.


Mereka berempat menjalani hari-hari mereka seakan-akan tidak tahu apa yang sebenarnya akan di lakukan oleh para tetua sekte tersebut.


Lima hari pun berlalu, dan malam itu terjadi purnama darah, salah seorang murid menemui mereka dan membawa mereka menuju altar persembahan.


" Tunggu kami mau di bawa kemana?" Tanya Xin Hua.


" Tentu saja menumbalkan kalian kepada tuan kami.ha..ha..ha..ha.." Jawab murid tersebut.


" Dasar biadab lepaskan kami" Ucap Zang Yuwan berpura-pura sambil melepaskan elemen halilintarnya dan mengikis altar tersebut sedikit demi sedikit. Sementara Guang Yiang sudah menggerakkan spirit body miliknya ke tempat dimana akan dilakukan persembahan dan dia memberikan sebuah kristal kepada Xin Hua untuk menyalurkan elemen cahaya ke spirit body Guang Yiang.


Beberapa Saat kemudian...


Mereka berempat sampai di altar dalam keadaan terikat rantai sementara Zang Yuwan melepaskan Jing Xian ( burung yang di temukan Zang Yuwan saat berada di dunia rahasia di benua bulan, author ganti namanya karena author lupa.) untuk membuat kekacauan dari atas.


" Baiklah sekarang mulai ritualnya." Perintah patriak Ban Xiong.


Mereka pun mulai ritual persembahan yang memakan waktu lima jam itu.


" Altar ini akan hancur sebelum ritual kalian selesai." Ucap Zang Yuwan.

__ADS_1


...***************...


Sekali lagi maaf baru update. sebenarnya besok author masih ulangan mumpun haru minggu saya sempatkan untuk up. Maaf ya kalau kelamaan..


__ADS_2