
selain itu, kultivasi Xin Hua yang tadinya tertahan diranah Dewa langit tingkat sembilan, kini menembus ranah dewa awan tahap satu.
"Ayah, paman, kalau di izinkan, aku ingin pergi jalan-jalan bersama Xin Hua." Ucap Guang Yiang.
"Pergilah, tapi ingat kau harus kembali sebelum matahari terbenam'' Ucap Xin Gui.
" Baiklah paman" Jawab Guang Yiang.
"Dan satu lagi, mulai sekarang panggil aku dengan sebutan ayah mertua." pintah Xin Gui.
"Baik paman,eh ayah mertua." Ucap Guang Yiang kaku.
" Ayo Hua'er." Ucap Guang Yiang.
Guang Yiang dan Xin Hua melesat terbang.Itu terjadi karena dia sudah pulih 40%.
" Oh iya, mulai sekarang kau boleh memanggilku dengan sebuatan apa pun yang kau suka." Ucap Guang Yiang.
"Bagaimana kalau Ang gege?" Tanya Xin Hua.
"Baiklah," Ucap Guang Yiang.
Tak lama kemudian, Guang Yiang dan Xin Hua sampai di kota teratai, kota ini berada di sebelah selatan hutan kabut ungu.
"Hua'er, apakah kau lapar.?" Tanya Guang Yiang.
"Ya, Ang Gege" Ucapnya.
"Baiklah kalau begitu, ayo kita makan di restoran ini." Ucap Guang Yiang Sambil menunjuk kearah restoran Awan.
"Apakah kau yakin Ang Gege?" Tanya Xin Hua.
"Ya aku yakin'' Jawab Guang Yiang.
Mereka berdua lalu masuk kedalam restoran awan dan memesan makanan terbaik di restoran tersebut.
" Nah makanlah, Hua'er." Ucap Guang Yiang.
"Baik, Ang Gege" Jawab Xin Hua.
Mereka berdua makan dengan santai, karena memang hari masih siang, jadi masih ada waktu, sebanyak empat jam sampai matahari terbenam.
" Hei kau,cepat pindah dari meja itu dan tinggalkan gadis cantik ini bersama ku." Ucap seorang pemuda dengan tatapan mesum.
__ADS_1
" Memangnya siapa kau, ingin merebut calon istriku."Ucap Guang Yiang.
" oh jadi dia calon istrimu, kau butuh berapa banyak uang, biar aku memberikannya asal kau memberikan gadis itu padaku." Ucapnya lagi.
Mendengar ucapan pemuda tersebut, guang Yiang marah dan melayangkan tinjunya kearah Pemuda tersebut.
'' Aku adalah Cang Hu, Jika kau ingin selamat maka berlututlah meminta maaf padaku."Ucap Cang Hu sambil mengaktifkan mata ilusinya.
" Teknik mata sampah, bahkan hanya dengan satu serangan pun aku bisa menghancurkan matamu." Ucap Xin Hua lalu mengaktifkan mata surga miliknya.
" Rantai surga"
Tiba-tiba, Cang Hu tidak dapat bergerak dari tempatnya seperti diikat oleh sesuatu.
"Bagus Hua'er, beristirahatlah biar aku yang menyelesaikannya." ucap Guang Yiang lalu dia mencolok mata Cang Hu.
Argggggg
Cang Hu berteriak kesakitan karena Guang Yiang mengambil mata ilusi miliknya.
" Tanpa mata ilusi mu, kekuatanmu akan menurun. Dan satu hal lagi, cepat atau lambat Klan Cang aku hilang dari benua matahari, dan Suatu saat nanti, klan Guang ku akan mengambil kembali tanah leluhur kami." Ucap Guang Yiang.
" Pergilah, jangan sampai aku berubah pikiran,
"Cihh tunggu saja kau, ayahku akan membalas perbuatanmu." Ucapnya lalu pergi.
"Mengapa Ang gege tidak membunuhnya saja." Tanya Xin Hua.
"Aku sengaja, bagi klan Cang mata ilusi mereka menentukan derajat mereka. Dan mata ilusi milik Cang Hu adalah mata murni, karena dia adalah keturunan murni klan Cang." Jawab Guang Yiang.
" Pantas saja dia sangat sombong.Tapi seluruh mata surga milik klan Xin memiliki warna dan bentuk yang sama dan tidak ada perbedaan, hanya mata Ang gege yang sedikit berbeda." Ucap Xin Hua.
" Lihatlah ini" Ucap Guang Yiang lalu memperlihatkan mata ilusi milik Cang Hu yang berwarna merah darah.
"mata ilusi dibedakan menjadi, beberapa warna, yaitu merah pucat, merah kehitaman dan merah darah.Setiap warna mata menentukan derajat mereka. Seperti anggota klan Cang yang memiliki mata berwarna merah pucat akan menjadi babu atau budak, merah kehitaman akan menjadi tetua, dan merah darah adalah keluarga inti. Sebenarnya mata mereka bisa berevolusi jika dilatih terus menerus sama seperti mata surgawi milikku." Jelasnya.
Xin Hua hanya mengangguk mendengar penjelasan Guang Yiang.
mereka melanjutkan makan mereka, setelah membayar Guang Yiang mengajak Xin Hua berkeliling kota teratai.
"Hua'er, sudah saatnya kita pulang.Matahari sebentar lagi terbenam." Ajak Guang Yiang.
"Oh Iya, hampir saja aku lupa." Ucap Xin Hua.
__ADS_1
Mereka berdua lalu melesat kembali ke klan Guang, dan mereka sampai satu menit sebelum matahari terbenam.
"Hua'er, ayah mengira kau akan terlambat pulang." Ucap Xin Gui.
" Tidak ayah.Buktinya Hua'er sampai tepat waktu." Jawabnya.
"Ayah mertua maaf mengganggu, mengapa Hua'er harus pulang sebelum matahari terbenam.?" Tanya Guang Yiang penasaran.
"Itu karena, dia akan melemah dan akan pingsan kalau dia berada diluar setelah matahari terbenam. Dulu saat dia berumur 10 tahun, dia keluar dari rumah dan hingga matahari terbenam dia belum pulang, jadi aku mencarinya. Setelah berjam-jam mencarinya aku menemukannya dalam keadaan lemah dan akhirnya pingsan." Jelasnya.
"Oh jadi itu alasannya." Guang Yiang.
Sementara di klan Cang....
"Argghh, siapa yang berani sekali mengambil mata ilusi putraku" Cang Pu sangat marah setelah tahu Cang Hu kehilangan mata Ilusinya.
"Ayah, ini perbuatan seorang pemuda dari klan Guang dan dia bersama dengan nina muda klan Xin." Ucap Cang Hu.
"Oh aku tahu sekarang. kita akan menyerang mereka lima hari lagi." Ucap Cang Pu.
"Mengapa tidak sekarang saja ayah?" Tanya Cang Hu.
" Karena lima hari lagi mereka akan menikahkan putri Xin Gui dengan pemuda klan Guang itu. Aku menduga kalau pemuda itu putra dari Guang Yang."Jawab Cang Pu.
Cang Hu hanya mengangguk.
"Kau akan tahu akibatnya karena mengambil mata ilusi milikku." Batin Cang Hu.
Kembali ke klan Guang.
" Ayah apakah kau mengenal patriak klan Cang.?"Tanya Guang Yiang.
"Ya, Dia memiliki ambisi yang sangat besar. Dia ingin menghancurkan klan Guang dan klan Xin. Dan juga dia menyegel mata setiap generasi muda klan Cang agar tidak ada yang membangkitkan mata merah darah, bisa dilihat diantara generasi musa klan Cang, hanya Cang Hu dan Cang Yu yang memiliki mata ilusi merah darah." Jelas Guang Yang.
" Dan setiap diadakan upacara pembangkitan mata ilusi di klan Cang, Cang Pu selalu memasang segel di bola kristal yang di gunakan untuk membangkitkan mata ilusi sesuai dengan jumlah generasi muda yang ikut. dan juga hanya Murid yang tidak ikut upacara yang dapat membangkitkan mata ilusi merah darah salah satunya adalah Cang Gu putra tetua Cang Fu." Jelasnya.
"Terima kasih ayah, kalau begitu aku akan menemui Hua'er dulu.'' Ucap Guang Yiang lalu pergi meninggalkan Guang Yang.
beberapa menit kemudian, Guang Yiang tiba di halaman dan melihat Xin Hua sedang melamun.
Tiba-tiba muncul ide jahil di benaknya yaitu mengagetkan Xin Hua.
" Yiang'er kau jangan coba-coba mengagetkannya, karena dia mudah pingsan." Ucap Guang Yang.
__ADS_1
" Maaf ayah." Ucapnya.