
Guang Yiang mengikuti aura tersebut. Aura tersebut membawa Guang Yiang ke sebuah gua. Guang Yiang lalu menyusuri jalan setapak dan membawanya ke sebuah ruangan. Dan di sana, ada seorang pria parubaya yang sangat di kenal oleh Guang Yiang.
"Master Hun, bagaimana master bisa berada di sini." Tanya Guang Yiang.
" Ceritanya panjang, dan mungkin saja aku sudah tidak bisa selamat lagi." Ucap Hun Diao.
" Master, jangan berkata seperti itu, master pasti bisa selamat." Ucap Guang Yiang.
" Sudah tidak bisa, yiang'er, dan juga pelajarilah kitab ini, dan jangan biarkan kitab itu jatuh ke tangan yang salah." Ucap Hun Diao lalu menghembuskan nafas terakhirnya.
Sebelum meninggal, Hun Diao memberitahu apa yang terjadi pada dirinya melalui transfer ingatan.
" Klan Dong Tan, Hun Kiu, akan ku pastikan hidupmu tidak akan tenang." Ucap Guang Yiang.
" Cepat cari, Dia pasti ada di sini, cari sampai ketemu."
"Baik tuan."
sekelompok pasukan tersebut masuk kedalam gua dan menemukan Guang Yiang sedang berlutut di sebuah makam.
" Nak, aku tahu kitab Tabib Dewa ada padamu, sekarang cepat serahkan kitab tersebut atau kami akan membunuhmu." Ancam Hun Kiu.
" Kalian...., akan ku pastikan jiwa kalian tidak dapat bereinkarnasi." Ucap Guang Yiang dengan nada dingin.
Tiba-tiba, Pedang berwarna putih muncul lalu berubah menjadi keemasan.
" Kalian melakukan kesalahan besar, dengan masuk kedalam gua ini. Maka matilah." Guang Yiang lalu memutar pedangnya lalu ribuan pedang muncul. Melihat ini, Xin Hua memilih menjauh karena dia tahu kalau Guang Yiang sedang marah.
Sreekkk
Sreeek
Slebbb
Suara sabetan dan tusukan pedang menghiasi gua tersebut.
" Sialan, anak ini sangat kuat, Cepat buat formasi kematian." Perintah Hun Kiu.
Para pasukan tersebut langsung membentuk sebuah formasi berbentuk tengkorak.
" Ciihh, formasi sampah." Ucapnya lalu memasukkan pedangnya dan menggantinya dengan tombak es salju.
" Tombak es pembeku langit."
Tiba-tiba seluruh pasukan yang membentuk formasi membeku dan dengan cepat Guang Yiang menebaskan pedangnya berbentuk silang.
Kraaak
Kraak
Booomm
Es tersebut hancur berkeping-keping.Lalu dengan cepat Guang Yiang membentuk formasi pembakar jiwa, sehingga jiwa mereka terbakar menjadi abu.
__ADS_1
" Master Hun, Maafkan aku karena tidak dapat menyelamatkanmu, aku berjanji akan mempelajari kitab yang kau berikan padaku." Ucap Guang Yiang.
Guang Yiang lalu melanjutkan perjalanan, Sebelumnya Guang Yiang ingin ke kota langit malam, tapi karena dia merasakan firasat buruk maka dia melanjutkan perjalanannya ke klan Xin.
" Long Xi, Feng Jiu, Pergilah ke klan Guang aku merasakan firasat buruk terhadap klan Guang."
" Baik tuan muda." jawab Long Xi dan Feng Jiu.
" Hua'er, apakah kau bisa menceritakan gambaran lembah surga padaku."
" Ya, Ang Gege."
Xin Hua lalu menceritakan seluruh gambaran wilayah klan Xin kepada Guang Yiang.
Lima menit kemudian, Xin Hua selesai bercerita.
'' Baiklah. Terima kasih Hua'er." Ucap Guang Yiang.
Guang Yiang lalu merobek ruang dan masuk bersama Xin Hua.
Wuuuuusss
Tak beberapa lama, mereka muncul di dekat klan Xin. Dari kejauhan, Guang Yiang melihat pasukan dalam jumlah banyak bergerak ke arah Guang Yiang.
" Ternyata kekhawatiran ku bukan tanpa sebab." Gumam Guang Yiang.
Guang Yiang lalu masuk ke klan Xin, tapi di cegat oleh penjaga gerbang.Tapi karena Xin Hua mengaktifkan mata surga miliknya, maka dia di biarkan masuk.
" Aku tidak tahu, tapi beberapa bulan yang lalu, nona Xin Hua menikah dengan seorang pemuda yang berasal dari klan Guang." Jawab penjaga yang lain.
" Oh, pantas saja, mereka sangat dekat." Ucap yang lain.
" Sementara, Guang Yiang dan Xin Hua menuju ke aula klan.
" Hormat kepada kakek." Ucap mereka.
" Kau sudah datang nak, dan ngomong-ngomong mengapa kau tampak khawatir?"
" Nah itu dia yang aku ingin beritahu kakek. Sekitar 10km, ada pasukan besar yang mengarah ke sini." Ucap Guang Yiang.
Wajah Xin Wu memerah karena marah.
" Kakek, ada apa, sepertinya kau sangat marah." Tanya Guang Yiang.
" Mereka adalah pasukan klan Ju, mereka menginginkan Xin Hua menjadi istri Ju Fan. Tapi karena Xin Hua sudah menikah denganmu, maka kakek menolaknya, penolakan itu membuat patriak Ju Han marah dan berniat menyerang klan Xin. Mereka bekerja sama dengan klan Gun, dan menyerang klan Guang juga.
Dan benar saja, beberapa jam kemudian, pasukan klan Ju sudah sampai di depan gerbang klan.
" Xin Gui, cepat serahkan putrimu, atau klan Xin akan kuhancurkan." Ancam patriak Ju Han.
" Ciihh, memangnya, kau siapa berani sekali ingin mengambil putriku." Tanya Xin Gui lalu di ikuti oleh aura Mahadewa tahap dua tingkat emas.
" Apa, sejak kapan Xin Gui menembus ranah mahadewa.?" Tanya Ju Han.
__ADS_1
" Kau tidak berhak tahu. Karena kau sudah di sini, maka jangan harap kau dapat kembali ke klan Ju hidup-hidup." Ucap Xin Gui.
" Cepat serang dan hancurkan klan Xin." Ucap Ju Han memberikan perintah.
" Hyaaaatt"
Arggggghhh.
Tapi baru sepuluh langkah mereka maju, pasukan tersebut sudah mati tanpa tubuh yang utuh.
" Bagaimana rasanya masuk ke dalam perangkap.?" Tanya Guang Yiang memprovokasi.
" Bajingan, Matilah, kau bocah" Ucap Ju Han dengan penuh amarah, karena sebanyak lima ribu pasukannya mati seketika.
Sementara di tempat lain, lebih tepatnya di klan Guang....
" Hahahaha, akhirnya setelah sekian lama, kehancuran klan Guang akhirnya tiba." Tawa tetua agung Gun Pang menggema.
" Dasar sombong tutup mulut besarmu itu atau nanti lalat masuk ke mulutmu itu. " Ejek Guang Yung.
" Sialan kau pak tua, jika kau ingin selamat, maka cepat serahkan cucu perempuanmu itu untuk menjadi istri dari cucuku." Ucap GmGun Pang.
" Bahkan dalam mimpimu, aku tidak akan menyerahkannya." jawab Guang Yung.
" Ha..ha..ha..ha..,maka terimalah kehancuran klanmu." Ucapnya lalu melesat meninju Guang Yong.
Tapi tiba-tiba saja seseorang pria menahan tinju milik Gun peng menggunakan satu jari.
"Majulah, jika kau berani menyerang lagi maka seluruh klanmu akan hancur." Ucap Long Xi.
" Kau pikir aku takut dengan ancaman mu.?"
" Kalau begitu pergilah.Long Xi lalu meninju Gun Pang dengan keras sehungga tulang-belulangnya remuk.
" Sialan, semuanya gunakan formasi mata langit." perintah Gun pang.
" Baik tetua."
Seketika beberapa pasukan berbaris laku mengaktifkan mata langit mereka. Masing-masing energi dari mata langit memancar ke atas dan membentuk mata langit raksasa.
" Formasi mata langit, Kehancuran langit dan bumi."
Booomm
Booomm
Seluruh kawasan klan Guang dalam radius lima kilometer meledak dan seluruh pohon tumbang.
" Hahahaha...inilah akibatnya karena berani menantangku." Ucap Gun Pang dengan sombong.
" Apakah kau pikir formasi kecil ini dapat membunuh kami." Ucap Feng Jiu.
Setelah debu menghilang, mata Gun Pang terbalalak tak percaya dengan apa yang di- lihatnya.
__ADS_1