Sang Dewa Cahaya

Sang Dewa Cahaya
Chapter 108 Terangkatnya Benua Awan dari dalam samudra


__ADS_3

Beberapa saat kemudian, langit mulai mendung dan petir menyambar kemana-mana.


Jedarrrrr


Jedarrrrrr


Jedarrr


Jedarrrr


Jedarrrr


Lima sambaran pertama menyambar tubuh Bing Zan, tapi dia belum bergerak sedikit pun.


Jedarrr


Jedarrr


Jedarrr


Jedarrr


Jedarrr


Sambaran ke enam hingga ke sepuluh menyambar tubuh Bing Zan. Dan terlihat dia mulai bergerak dari tempatnya.


" Ciihh, dasar langit sialan. Apakah kau tidak bisa menungguku hingga selesai berkultivasi." Kesal Bing Zan.


Jedarrrr


Jedarrrrr


Jedarrr.


Jedarrrr


Jedarrr


kembali lima sambaran petir mengenai tubuhnya. Tapi Bing Zan hanya diam saja dan membiarkan tubuhnya menyerap energi itu.


Jedarrr


Jedarrr


Jedarrr


Jedarrrr


Jedarrr


Setelah lima sambaran terakhir mengenai tubuh Bing Zan, akhirnya langit menjadi cerah kembali.


Sementara saat ini Bing Zan sudah menerobos ke ranah maha agung tahap dua tingkat emas.


" Selamat kakek. Akhirnya kakek menerobos ke ranah maha agung." Ucap Guang Yiang.


" Ini juga berkat dirimu Yiang'er." Balas Bing Zan.


" Oh iya kakek. Berikan pil ini juga kepada anggota klan lain yang memiliki kultivasi ranah maha dewa." Ucapnya sambil memberikan pil embun biru.


" Baiklah kakek, kalau begitu aku akan kembali ke klan Xin." Ucap Guang Yiang.

__ADS_1


Guang Yiang dan Xin Hua lalu menghilang dan muncul di ruang tamu.


" Hem. Orang-orang pada kemana.?" Tanya Guang Yiang.


" Yiang'er di situ kau rupanya." Ucap Xin Gu.


" Ada apa kakak ipar.?" Tanya Guang Yiang


" Guang Xin datang dan mencarimu." Jawab Xin Gu.


" Xin'er datang mencariku. "


" Iya dia datang dan sekarang dia datang bersama Guang Bing. Katanya beberapa hari ini Guang Bing tiba-tiba sangat rewel dan menangis terus." Jelas Xin Gu.


" Kau serius kak. Lalu dimana putraku sekarang." Tanya Xin Hua.


" Dia ada di kamar bersama bibi Xin Jiao." Jawab Xin Gu.


Karena khawatir mereka berdua pun dengan segera berlari menuju kamar yang di tempati Xin Jiao.


Ngoe..ngoe..ngoe.


Terdengar suara Guang Bing yang terus menangis.


" Ibu berikan dia padaku." Ucap Xin Hua.


" Ini gendonglah dia. Mungkin dia akan tenang." Ucap Xin Jiao lalu memberikan Guang Bing kepada Xin Hua.


Ngoe..ngoe..ngoe...


Tapi Guang Bing tidak berhenti menangis walaupun di gendong oleh ibunya.


" Aku juga tidak tahu pasti bu. Awalnya dia tidak menangis sesering itu saat pertama kali berada di benua bulan. Bahkan dia juga bermain bersama anak-anak yang ada di sekte. Tapi tiga hari yang lalu dia menangis tanpa henti. Kupikir dia rindu dengan ibu jadi aku membawanya ke sini." Jelas Guang Xin.


" Hua'er, biarkan aku memeriksanya." Ucap Guang Yiang.


" Baiklah."


Guang Yiang lalu memeriksa Guang Xin dengan saksama. Tapi dia tidak menemukan apa-pun kecuali inti bintangnya yang terus beresonansi akan sesuatu.


" Xin'er, apakah ada keanehan yang terjadi pada adikmu selama ini?" Tanya Guang Yiang.


" beberapa hari terakhir dia sering menggambar lautan dan pulau yang di selimuti oleh awan, dan yang membuatku heran dia menggambar saat sedang tidur." Jawab Guang Xin.


" Itu dia sepertinya aku tahu dia mau kemana."Ucap Guang Yiang tiba-tiba.


" maksud gege.?" Tanya Xin Hua.


" Aku yakin pasti ini juga terjadi pada anak yang memiliki inti bintang kegelapan. Baiklah ikutlah denganku ke suatu tempat." Ucap Guang Yiang.


" Kak, aku juga ikut." Ucap Zang Yuwan tiba-tiba.


" Baiklah ibu kami pergi dulu." Ucap Xin Hua.


Guang Xin, Zang Yiang, Xu Lia,Guang Yiang dan Xin Hua menghilang dan mendarat di pulau yang sangat di kenali oleh Zang Yiang.


" Kak, mengapa kita ke pulau awan?" Tanya Zang Yuwan


" Lihatlah." Jawab Guang Yiang lalu menurunkan Guang Bing.


Sesaat kemudian, tiba-tiba juga seorang anak yang seumuran dengan Guang Bing muncul entah dari mana bersama dengan seorang pria tua.

__ADS_1


Wuuss


Tiba-tiba, dua buah bintang dengan warna biru menembakkan di udara dan perlahan-lahan menyatu membentuk sebuah bintang besar dengan elemen cahaya dan kegelapan di tengah-tengah bintang tersebut.


Dan tiba-tiba saja, cahaya terpancar dari bintang besar tersebut, dan perlahan menutupi seluruh pulau.


Wuus


Wuuss


Pulau awan bergetar dan perlahan terangkat dari dalam samudra.


Kun Peng yang merasakan itu, dia dengan segera menghilang dari dalam danau dan berubah menjadi manusia dan muncul di dekat Guang Yiang dan yang lainnya.


Wuusss


Wuuss


pulau kecil tersebut semakin bergetar sehingga semua orang merasakan getarannya hingga di benua bulan.


" Apa yang terjadi?" Tanya para warga.


Semakin lama getaran tersebut semakin kuat dan membuat beberapa bangunan menjadi roboh.


Sementara itu pulau awan semakin lama semakin meluas dan akhirnya muncul secara utuh di atas samudra. Bukan hanya itu benua awan di bagi menjadi enam wilayah yang masing-masing di batasi oleh enam warna kabut yang berbeda, yaitu merah, biru, kuning, hijau, ungu, dan hitam putih.


Setelah benua awan terangkat kembali getaran tersebut menghilang, sedangkan bintang besar itu memperlihatkan sebuah proyeksi dimana dua orang pemuda yang terus bertarung tapi jika ada yang terluka, maka yang lain akan membantunya, pertarungan terus terjadi hingga beratus tahun lamanya. Dan berakhir dimana lahirnya seorang anak yang berasal dari keturunan mereka berdua dan kedua bintang yang tadinya bergabung berpisah dan masuk kembali ke tubuh tuannya.


" Sebenarnya apa yang terjadi?"Tanya pria tersebut.


" Apakah kau ayah anak itu?" Tanya Guang Yiang.


" Ya, dan kau pasti ayah dari anak itu."


Bisa kau ceritakan apa yang sebenarnya terjadi.?"


" Baiklah aku akan langsung ke intinya. kedua anak ini saling terikat satu sama lain, mereka akan terus bertarung tapi tidak saling membunuh. Keduanya akan terus bertarung hingga beratus-ratus tahun lamanya, dan akan berakhir sampai keturunan keduanya bersatu." Jelas Guang Yiang.


" Dan aku sarankan agar kau tidak membantu putramu. Biarkan dia berusaha menjadi kuat dengan sendiri. Cukup kau titipkan teknik khusus milikmu saja." Lanjut Guang Yiang.


" Baiklah." Jawabnya.


Hatinya mulai luluh dan mengubah rencana awalnya. Awalnya dia ingin menjadikan putranya sebagai seorang yang akan menundukkan semua klan di daratan ilahi, tapi takdir berkata lain.


" Baiklah, aku akan menitipkan sesuatu pada Lung Han putraku." Ucapnya lalu menempelkan jarinya di kening putranya.


" Kakak, sekarang pulau kecil yang dulunya kita datangi sekarang berubah menjadi benua yang luas. Tapi siapa yang akan menghuninya.?" Tanya Zang Yiang.


" Kau tenang saja, beberapa tahun lagi akan ada orang yang menemukan pulau ini. Bahkan sekarang ada yang menuju kesini." Ucap Kun Peng.


" Kau serius. Kun peng? Tanya Guang Yiang.


" Ya, dan sepertinya dia mencari anakmu itu. Jadi aku sarankan kalian tinggalkan kedua anak ini di sini, supaya mereka bias tumbuh bersamanya." Ucap Kun Peng.


" Bagaimana denganku.?" Tanya Guang Xin.


" Kau pulanglah adikmu baik-baik saja. Biarkan dia menjalani takdirnya sendiri." Jelas Kun Peng.


" Baiklah, kalau begitu, selamat tinggal adik Bing."Ucap Guang Xin.


Mereka semua lalu menghilang dan kembali ke daratan ilahi. Dan benar saja, beberapa saat kemudian, ada dua orang yang tidak lain ada Ou Ban dan Lin Kui, dia mengambil Guang Bing dan Lung Han dan membawanya ke sekte delapan elemen untuk dilatih.

__ADS_1


__ADS_2