
Guang Yiang sangat sedih mendengar pesan dari dewa suci. Lalu dalam keadaan lesu dia memberitahu Xin Hua jika dia menerima pesan dari dewa suci untuk mengirim Guang Bing ke dunia supra.
" Mengapa kita harus mengirim Bing'er ke dunia supra.?" Tanya Xin Hua sambil menangis tersedu-sedu.
" Tenanglah Hua'er. Ini adalah perintah dari dewa suci.Pasti ada alasannya.Lagi pula jika kita mengirim Bing'er ke dunia supra maka dia akan menjadi lebih mandiri dan juga dapat memahami arti dari hidup." Jelas Guang Yiang.
" Tapi aku akan tetap melindungi putraku. Jika ada yang menyakitinya maka aku akan memusnahkan seluruh keluarganya." Ucap Xin Hua.
" Tapi biarkan aku bersama putraku selama beberapa hari." Ucap Xin Hua.
" Baiklah, tapi ada sesuatu yang ingin kuberikan padanya." Ucap Guang Yiang lalu menempelkan telunjuknya di kening putranya.
" Apa yang kau berikan padanya?" Tanya Guang Yung.
" Beberapa teknik kakek. Yaitu teknik mata surga dan surgawi, teknik elemen cahaya, teknik ruang dan waktu dan teknik pedang bintang Serta teknik cakram dewa Guang." Jawab Guang Yiang.
" Tapi, bagaimana dengan pedangnya?" Tanya Guang Yung.
" Aku rasa kita tidak perlu memberinya pedang karena kekuatan jiwa dan bintangnya secara otomatis akan membentuk sebuah pedang. Tinggal bagaimana dia menggunakannya." Jawab Guang Yiang.
" Serta aku akan memberinya sebuah cincin ruang kepadanya." Ucap Guang Yiang.
Satu minggu kemudian...
Kini sudah saatnya mengirim Guang Bing ke dunia supra, tak lupa Guang Yung memberinya kalung giok yang memiliki lambang cakram dan gambar mata langit, dan dikelilingi oleh naga biru yang merupakan lambang klan Bing.
Xin Hua seakan tidak rela jika dia harus berpisah dengan putranya untuk waktu yang tidak di tentukan.
" Gege, satu lagi. Aku ingin kita berdua mengirim kekuatan roh kita kedalam tubuhnya agar dapat menolongnya di saat kritis". Ucap Xin Hua.
Guang Yiang hanya mengangguk dan mulai mengirim kekuatan roh yang berupa kloning dirinya ke dalam alam bawah sadar putranya.
" Sekarang sudah saatnya kita mengirim Guang Bing ke dunia Supra." Ucap Guang Yiang.
" Ayah, aku ingin ikut menjaga adikku di alam supra." Ucap Guang Xin.
" Kau juga ingin meninggalkan ibu Xin'er.?" Tanya Xin Hua.
" Tidak bu. Aku bisa menemui ibu kapan saja yang aku mau, jadi aku ibu tidak usah khawatir." ucap Guang Xin.
" Baiklah.Ibu akan menunggumu.Jaga adikmu dengan baik." Ucap Xin Hua.
__ADS_1
Guang Xin lalu menggendong Guang Bing memasuki portal yang pernah di gunakan untuk mengirim Guang Yiang ke dunia supra saat masih bayi dulu.
Sementara Xin Hua hanya menangis melihat kedua putranya pergi, dan Guang Yiang hanya tertunduk dan berkata.
" Mengapa semua ini terulang kepada putraku.?" Ucapnya.
Sementara saat ini Guang Xin terus melayang di udara dengan cepat tak lama kemudian..
Boomm
Guang Yiang mendarat dengan menggunakan bokongnya. Dan dia mendarat di dekat kota pelangi.
Di sekte delapan elemen..
" Suara ledakan apa itu.?" Tanya Patriak sekte.
" Tidak tahu patriak. Dan ledakan itu seperti hantaman sebuah meteor." Ucap tetua pertama.
" Cepat cari dan periksa penyebab ledakan itu." perintah patriak.
" Baik patriak." Jawab mereka.
" Apakah ini daratan supra. ?" Ucapnya.
" Energi disini sangat tipis dari energi yang ada di daratan langit." Ucapnya. Tapi sesaat kemudian, dia mendengar sebuah suara dan dengan cepat dia pura-pura pingsan.
" Hei lihat, itu. Dua orang anak kecil, tapi bagaimana bisa." Ucap sebuah suara yang tak lain adalah Zu Van dan Ou Ban.
" Dan juga, sepertinya mereka adalah saudara. Lihat saja wajah mereka terlihat sama." Jelas Ou Ban.
" Tapi mengapa wajah anak itu sangat Familiar bagiku. Dan aku merasa wajahnya mirip dengan orang yang kukenali." Batin Zu Van.
" Baiklah aku akan membawa kakaknya, dan kau bawalah adiknya. Kita akan membawanya kedunia kecil kita." Ucapnya.
Sementara itu Guang Yiang hanya tersenyum.
" Gege, mengapa kau tersenyum. sementara anak kita baru saja di kirim ke daratan supra.?" Tanya Xin Hua.
" Tidak apa-apa. Anak kita akan baik-baik saja." Jawab Guang Yiang.
" Maksud gege?" Tanya Xin Hua penasaran sekaligus kesal.
__ADS_1
" Ya, karena mereka mendarat di kota pelangi. Kota yang aku bangun sebelum naik ke daratan langit. Dan juga mereka di temukan oleh muridku." Jawab Guang Yiang.
" Baguslah kalau begitu. Tapi kalau mereka berani menyiksa kedua putraku, maka akan ku ratakan sekte dan kota itu." Ucap Xin Hua.
" ya, terserah kau saja. Tapi jangan hancurkan sekte ku." Ucap Guang Yiang.
Kini hati Xin Hua sedikit tenang karena anaknya baik-baik saja. Bahkan dia berencana mengajak suaminya untuk melanjutkan penjelajahan mereka, karena dia juga sudah pulih.
" Gege, kita lanjutkan saja penjelajahan kita."
" Baiklah tapi besok saja." Jawab Guang Yiang.
Sementara itu sebuah pulau mulai bergetar dan perlahan-lahan terangkat sedikit demi sedikit.
Kun peng yang merasakan getaran pulau mulai keluar dari danau dan terbang keatas.
" Oh, aku tidak menyangka dia akan lahir secepat itu." Ucapnya.
" Lagi pula pulau ini akan terangkat sepenuhnya saat anak itu menginjakkan kakinya di pulau ini." Ucapnya lalu turun kembali ke danau.
Sementara itu Lung Han atau pemilik tubuh bintang kegelapan sekarang terjatuh di kota petir kekaisaran We.Dia menangis dengan keras sehingga mengundang orang lain untuk datang ke sumber suara tersebut.
Kembali ke Guang Yiang.
" Gege, mengapa pulau itu bergetar dan terangkat.?Tanya Xin Hua yang melihat kejadiannya di cermin ajaib.
" itu adalah benua awan. Mungkin Guang Bing yang dimaksud oleh Kun peng, makanya pulau itu bergetar dan terangkat sedikit.Tampaknya anak kitalah yang akan menjadi penguasa benua awan." Jelas Guang Yiang.
Pagi hari pun datang, mereka bersiap-siap untuk melanjutkan perjalanan mereka.Setelah sarapan, mereka pamit untuk melanjutkan perjalanan mereka.
Lalu mereka melesat kearah timur yang mana arah tersebut adalah arah kota salju.
Beberapa jam kemudian, mereka terbang melewati lembah yang sangat curam yang merupakan pembatas antara benua matahari bagian selatan dan benua matahari bagian tengah.
" Sepertinya kita sekarang berada di benua matahari bagian tengah. Dan kudengar, di wilayah ini ada sebuah dunia rahasia yang dibuka lima tahun sekali. Dan sepertinya sekarang sudah akan dibuka." Jelas Xin Hua.
" Bagaimana kau tahu?" Tanya Guang Yiang.
" Tentu saja aku tahu karena kakak pernah kesana lima tahun yang lalu sebelum kultivasinya turun. Dan menurut cerita kakak, di dalam sana banyak sumber daya tingkat tinggi .
" Dan satu lagi, dunia rahasia itu biasa di sebut dengan makam kehampaan, karena energi di sana hanya energi kehampaan saja." jelas Xin Hua.
__ADS_1