
Dua bulan kemudian....
Mereka masih terus berjalan sambil menahan panasnya lautan api tersebut. Setelah mereka berjalan selama dua bulan, mereka akhirnya tiba di kekaisaran phoenix api
" Lihat di sana." Tunjuk Feng Yang.
" Itu adalah istana phoenix." Ucap Feng Yuan.
" Tunggu. Para pasukan kekaisaran sudah siap menghadang kita. Kita harus mempersiapkan rencana terlebih dahulu." Ucap Guang Yiang.
" Kau benar kak." Ucap Feng Yuan.
Mereka berhenti lima ratus meter dari pasukan kekaisaran tersebut. Mereka menyusun strategi untuk menghadapi pasukan yang siap menyerang mereka.
Sementara itu, pasukan yang berada di pinggiran lautan api sudah menunggu selama sejam, tapi Guang Yiang dan yang lainnya tak kunjung sampai.
" Hm. Ini aneh. Mengapa mereka tidak bergerak sama sekali?" Tanya salah satu prajurit.
" Lebih baik kita kembali saja. Mereka mungkin takut kepada kita. Dan sudah pasti mereka putar arah " Ucap yang lain..
Boooooommmm
Saat sedang berbincang-bincang, sebuah ledakan besar membuat mereka terkejut dan memasang sikap waspada.
" Ciuh, keluarlah. Jangan menyerang dari belakang." Ucap Komandan prajurit.
Booooommmmm
Tepat setelah dia menyelesaikan ucapannya, ratusan tapak menghantam prajurit kekaisaran phoenix satu persatu.
" Dasar pengecut. Kalau kau berani, lawanlah aku. Jangan menyerang secara sembunyi-sembunyi." Teriak komandan tersebut.
" Baik, kalau itu maumu" Ucap Guang Yiang.
Wuss
Dihadapan mereka, seorang pemuda muncul dari kehampaan dengan kedua tangannya dialiri oleh elemen cahaya.
" Tapak cahaya"
Boooommmm
Booommmm
Booommm
Ratusan tapak kembali menghujani mereka sehingga pasukan yang hendak menghadang mereka kini tersisa kurang dari setengahnya.
" Aku tidak punya waktu yang banyak. Jadi, aku akan membunuh kalian dengan cepat." Ucap Guang Yiang.
Wuss
Pedang berwarna putih keperakan muncul di hadapan Guang Yiang dan berkelabat kesana-kemari memenggal kepala prajurit tersebut satu persatu.
" Sial. Bagaimana bisa pedang itu membunuh sendiri tanpa ada pengguna?" Tanya komandan prajurit tersebut.
__ADS_1
" Kalau begini terus, aku bisa mati di tangan pemuda ini" batin komandan Van.
Tubuhnya komandan Van di selimuti oleh api yang membara. Api itu kemudian berubah menjadi seekor phoenix api.
Kwaaaakkkk
Phoenix itu bersiul dengan keras dan menatap tajam kearah Guang Yiang dengan tatapan penuh amarah dan kebencian.
" Oh ternyata komandan pengkhianat,ya?" Tanya Guang Yiang.
Kwaaakkkkk
Phoenix api tersebut bersiul dengan keras dan melesat kearah Guang Yiang.
Booooommmm
" Ha..ha..ha..ha.. Ini adalah kekuatan phoenix api surgawi, kau tidak akan bisa selamat dari kobaran apinya " Ucap Komandan Van.
" Oh ya. Apakah kau sangat yakin jika burung kecil itu bisa membakarku?" Tanya Guang Yiang yang sontak membuat komandan Van berkeringat dingin.
" Kau sudah menunjukkan jurus terkuatmu, sekarang giliranku." Ucap Guang Yiang.
Di telapak tangan kanan Guang Yiang, sebuah teratai emas dengan kelopak delapan warna muncul.
Wussss
Tiba-tiba, Guang Yiang menghilang dari hadapan komandan Van.
" Sial, kemana perginya bocah itu?" Tanya sambil mengamati di sekelilingnya.
" Apakah kau mencariku?" Tanya Guang Yiang yang sudah berada di hadapan komandan Van, dan teratai dewa sudah mendarat di dadanya.
Tanpa mempedulikan ancaman komandan Van, Guang Yiang menghantamkan teratai dewa di dada Komandan Van sekali lagi, dan seketika itu komandan Van mati dengan tubuh tercabik-cabik.
" Karena di sini sudah selesai, aku akan menyusul mereka ke istana kekaisaran." Ucap Guang Yiang lalu dia menggunakan teknik langkah cahaya dan dalam waktu kurang dari dua menit, dia sudah sampai di depan istana phoenix. Di sana pertarungan sudah terjadi, dan Feng Yuan terlihat kewalahan menghadapi kaisar Fai Xinlou.
" Ha..ha...ha.. Menyerahlah. Kau tidak akan mampu mengalahkanku" Ucap kaisar Xinlou.
" Sampai kapanpun aku tidak akan pernah menyerah dan aku pasti akan merebut tahta kekaisaran dari tanganmu dasar pengkhianat" Ucap Feng Yuan.
" Baik, kalau begitu matilah" Ucap Xinlou lalu dia menyelimuti tinjunya dengan api membara dan hendak memukul Feng Yuan dengan tinju berapi miliknya.
Wusss.
Boooomm
Tapi, sebelum tinjunya mencapai Feng Yuan, sebuah serangan entah darimana membuatnya terpental menabrak bangunan istana.
" Tidak ada yang boleh melukai adikku" Ucap Guang Yiang
" Siapa kau? Dan mengapa kau menghalau seranganku?" Tanya Kaisar Xinlou.
" Kau tidak perlu tahu. Yang jelasnya hari ini adalah haru terakhirmu bernafas." Ucap Guang Yiang.
Swuuuhnnngg
__ADS_1
Di telapak tangan Guang Yiang, muncul sebuah cakram kecil yang berputar dengan cepat.
" Ha..ha..ha..ha. Kau pikir kau bisa membunuhku dengan mainan kecil itu?" Tanya Feng Xinlou..
" Tidak masalah jika kau menganggap ini mainan. Yang jelasnya, mainan ini yang akan membelah tubuhnya menjadi dua." Jawab Guang Yiang.
Swusss
Guang Yiang melempar cakram kecil itu kearah kaisar Xinlou.
Crassss
" Arggggg"
Cakram kecil Guang Yiang melesat dan membelah tubuh Xinlou menjadi dua bagian. Kaisar Xinlou pun mata dengan mata melotot seakan tidak percaya jika yang membunuhnya adalah sesuatu yang dia anggap sebagai mainan.
" Terima kasih kak. Karena kau sudah membantuku" Ucap Feng Yuan.
" Tidak masalah. Lain kali sebelum kau bertarung kau harus membuat rencana agar kau tidak kesulitan lagi seperti tadi." Balas Guang Yiang.
" Iya kak aku mengerti." Ucap Feng Yuan.
Di tempat lain..
Seorang pria tua membuka matanya. tatapan matanya sangat tajam, dan di penuhi oleh amarah.
" Siapapun yang membunuh putraku, maka aku sendiri yang akan mencabut nyawanya " Ucapnya lalu menghilang.
Kembali ke Guang Yiang...
" Yuan, sepertinya ada yang datang" Ucap Guang Yiang.
" Siapa kak?" Tanya Guang Yiang.
Wusss
Tiba-tiba saja, suhu udara di halaman istana menjadi sangat tinggi. sesaat kemudian, kobaran api besar muncul di langit yang membuat suhu di sana semakin panas.
" Ha..ha..ha..ha.. " Tawa seorang pria dari dalam kobaran api itu menggema di seluruh ibukota kekaisaran.
" Jika kalian semua masih ingin hidup, maka sebaiknya kalian katakan siapa yang membunuh Xinlou." Ucapnya.
" Memangnya apa yang ingin kau lakukan kepada orang yang membunuh putramu?" Tanya Guang Yiang.
" Aku akan membakar tubuh dan jiwanya sehingga dia tidak dapat bereinkarnasi lagi" Jawab pria tersebut.
" Katakan siapa yang membunuh Lou'er?" Tanya pria tersebut.
" Aku yang membunuhnya" Jawab Guang Yiang.
" Ha..ha..ha..ha.. Kau jangan bercanda bocah. Mana mungkin kau pelakunya" Ucapnya.
" Baiklah kalau kau tidak percaya tidak masalah, yang jelas aku sudah mengatakannya padamu" Ucap Guang Yiang. Dan seketika Guang Yiang menghilang dari tempatnya dan muncul di hadapan pria tersebut ..
Booooooommmm
__ADS_1
Satu buah tinju Guang Yiang mendarat tepat di dada pria tersebut yang membuatnya meluncur kebawah dan menghantam tanah.
" Sialan kau bocah. Aku akan membunuhmu lebih dahulu sebelum membunuh mereka semua." Ucap pria tersebut