
" Adik, apa sebaiknya kita istirahat dulu. Energi sudah hampir habis." Ucap Guang Ruis.
" Ya kak. Aku juga cukup lelah melawan para serigala tadi." Tambah Zang Yuwan.
" Baiklah. Kita istirahat dulu." Ucap Guang Yiang.
Mereka kemudian beristirahat untuk meregangkan otot-otot mereka. Sementara, Guang Yiang sedang berkultivasi.
Beberapa saat kemudian, dia membuka matanya.
" Hem, lumayan. Sudah naik keranah spiritual tahap menengah." Ucap Guang Yiang.
" Apakah kalian semua sudah selesai?" Tanya Guang Yiang.
" Ya aku sudah selesai gege." Jawab Xin Hua.
" Aku juga sudah selesai." Ucap Guang Ruis.
" Kalau begitu, kita tunggu mereka berdua selesai." Ucap Guang Yiang.
Satu jam kemudian, Zang Yuwan dan Xu Lia membuka matanya. Dan mereka melihat semua orang sedang menunggu mereka.
"Baiklah. Kami sudah selesai." Ucap Zang Yuwan.
" Kalian ini terlalu lama. aku hampir saja kebosanan." Gerutu Guang Ruis.
" Ya, maaf." Ucap Zang Yuwan.
" Sudahlah. Mari kita lanjutkan perjalanan kita." Ucap Guang Yiang.
Mereka berlima pun melanjutkan perjalanan mereka dengan berjalan kaki.
" Mengapa kita berjalan kaki, kita kan bisa terbang?" Tanya Guang Ruis.
" Apa kakak tidak menyadari tekanan ruang di tempat ini?" Tanya Zang Yuwan.
Kemudian, Guang Ruis mencoba terbang, tapi baru beberapa menit, dia sudah kelelahan.
" Kau benar. Bahkan aku hanya bisa terbang selama beberapa menit." jawab Guang Ruis.
" Itulah, mengapa kami memilih berjalan kaki. Kami memang bisa terbang menggunakan kekuatan roh kami, tapi kau tidak bisa karena tipe rohmu adalah singa." Jelas Guang Yiang.
" Dan juga, tekanan ini sangat bagus digunakan untuk melakukan latihan fisik bagi seseorang yang akan memulai kultivasi." Ucap Xu Lia.
" Kau benar adik ipar. Jika ada klan yang berada di sini, maka mereka pasti memiliki kekuatan fisik diatas rata-rata." Jelas Guang Yiang.
" Tapi, mengapa dari tadi aku tidak menemukan satu hewan pun di sini?" Tanya Xin Hua.
" Aku juga tidak tahu. Harusnya kawasan ini penuh dengan hewan-hewan tingkat tinggi." Jawab Zang Yuwan.
" Itu mungkin saja karena ruang di daerah ini." Ucap Guang Ruis.
" Itu alasan yang tidak masuk akal. Bisa saja karena hal lain." Ucap Guang Yiang.
Tak beberapa lama kemudian, Guang Ruis menemukan buah ceri yang terlihat membara. Karena penasaran, dia pun memakannya tiga sekaligus.
" Kak Ruis, muntahkan buah itu sekarang juga." Perintah Guang Yiang.
" Memangnya kenapa. Buah ini enak dan juga buah ini sepertinya berbeda dengan buah biasa." Jawab Guang Ruis.
__ADS_1
Karena merasa heran, Guang Yiang lalu memeriksa elemen milik kakak sepupunya itu.
" Pantas saja. Kau memiliki elemen api." Ucap Guang Yiang.
" Bukannya aku hanya memiliki elemen tanah saja.?" Tanya Guang Ruis.
" Itu karena selama ini kau hanya memaksimalkan elemen tanah milikmu, jadi elemen apimu tidak keliatan." Jelas Guang Yiang.
" Sudahlah, pelajari saja kitab ini jika kau memiliki waktu." Ucap Guang Yiang sambil menyodorkan sebuah kitab.
" Baik." Jawab Guang Ruis singkat.
" Spertinya buah ceri ini bagus untuk meningkatkan kekuatan pemilik elemen api." Ucap Guang Yiang, lalu memetik seluruh buah ceri yang masak.
" Baiklah, mari kita melanjutkan perjalanan kita." Ucap Guang Yiang.
" Groargggggg"
Baru melangkah dua langkah seekor singa besar menghadang mereka.
" Manusia,kalian berani memetik buah ceri milikku. Kalian akan mendapat hukuman." Ucap singa tersebut.
" Kak, biar aku yang melawannya." Ucap Zang Yuwan lalu menarik pedangnya.
Zang Yuwan lalu melesat kearah singa tersebut.
" Ha..ha..ha..ha..ha. Kau pikir pedang biasamu itu dapat melukaiku. Dasar naif."Ucap singa tersebut.
" Tebasan halilintar"
Jedarrrrrr
" Ukhhhh. Sialan. Aku sudah meremehkanmu sekarang aku akan menghabisimu bocah." Ucap singa api tersebut lalu membentuk lima roda api lalu melemparkannya kepada Zang Yuwan .
" Pusaran halilintar."
Wuuss
Wuuss
Roda api itu terpental dan mengenai singa tersebut. Lalu dengan cepat Zang Yuwan melesat untuk menebas singa tersebut.
" Tunggu Yuwan. Kau jangan membunuhnya." Cegat Guang Yiang saat pedang Zang Yuwan tinggal satu centi lagi menembus jantung singa tersebut.
" Kau selamat. Seandainya kakakku tidak menghentikan ku sudah pasti kepalamu akan kutebas." Ucap Zang Yuwan lalu menarik pedangnya.
Sementara singa api itu sudah berkeringat dingin. Nyawanya hampir saja melayang karena kebodohannya.
" Tch. Akan kubalas kalian suatu saat nanti." Ucapnya dalam hati.
" Kak, mengapa kita melepaskan singa itu.?" Tanya Zang Yuwan.
" Bisa saja dia akan mengganggu kita kembali." Ucap Zang Yuwan.
" Kita kesini bukan untuk mencari masalah, melainkan untuk menjelajah. Jika dia menyerang kita, maka kita musnahkan saja kerajaan singa di tempat ini." Jelas Guang Yiang.
" Baiklah kalau begitu. Pergilah singa bodoh, sebelum kutebas kepalamu." Ucap Zang Yuwan dengan nada dingin.
Tanpa berkata lagi, singa itu pergi dan kembali ke kerajaannya untuk mengambil pasukan.
__ADS_1
Sementara Guang Yiang dan yang lainnya melanjutkan perjalanan mereka. Karena hari sudah malam, mereka memilih bermalam di dalam gua dari pada di dunia jiwa.
Setelah membersihkan gua tersebut, mereka kemudian memanggang daging hewan yang sempat mereka tangkap saat dalam.perjalanan.
" Itu di sana. Merekalah penjahat yang hendak menghancurkan kerajaan singa." Ucap seekor singa yang hampir di bunuh oleh Zang Yuwan siang harinya.
" Baik, semuanya berpencar. Dan aku akan menghancurkan goa itu dulu." Ucap seekor singa yang memimpin pasukan.
Sementara di dalam gua..
" Kakak, sepertinya sekelompok pasukan sedang mengepung gua ini." Ucap Xin Hua.
" Kau benar Hua'er." Jawab Guang Yiang.
" Kakak, sepertinya aku mengenal aura salah satu diantara mereka." Ucap Zang Yuwan yang terbangun juga.
" Siapa lagi kalau bukan singa bodoh itu lagi" Ucap Guang Ruis.
Diluar gua..
Boomm
Boomm
Boomm
Boomm
Boomm
Dhuarrr
Pemimpin pasukan singa tersebut akhirnya berhasil menghancurkan penghalang gua , dan menginstruksikan kepada pasukannya untuk masuk kedalam gua.
" Kalian datang mengganggu saja, maka jangan salahkan kami jika kalian tidak pulang dengan selamat." Ucap sebuah suara.
Slaassss
Slaass
slaaash
Beberapa kepala pasukan tersebut menggelinding.
" Aku sudah mengampuni singa bodoh itu, tapi dia ingin mati. Jadi jangan salahkan aku kalau tidak memgampuni kalian." Ucap Zang Yuwan lalu melesat dan memenggal kepala pasukan yang masuk kedalam gua.
Wuuss
Booomm
Pemimpin pasukan singa di lempar keluar oleh Guang Yiang dan para pasukan yang berada di luar terkejut.
" Bagaimana mungkin. Pemimpin berada di ranah mahaguru tingkat tiga tahap perak. Bagaimana bisa di kalahkan oleh seorang bocah.
" Perlu kalian tahu. Tempat kalian sangat cocok untuk melatih fisik, tapi kalian mengabaikan latihan fisik. Maka rasakan saja akibatnya." Ucap Guang Yiang lalu kembali melempar pemimpin singa tersebut.
" Semuanya, serangggggg" teriak pemimpin pasukan.
Lalu dengan cepat seluruh pasukan yang bersembunyi melesat menyerang mereka dan mengepung Guang Yiang dan yang lainnya.
__ADS_1