Sang Dewa Cahaya

Sang Dewa Cahaya
Chapter 142 Kota Lampion


__ADS_3

Mereka terus terbang tanpa berhenti selama 3 hari berturut-turut, mereka hanya berhenti jika malam tiba untuk mengistirahatkan tubuh mereka.


Saat matahari sudah meninggi, mereka akhirnya menemukan sebuah kota. Mereka kemudian, mendarat sekitar dua ratus meter dari kota karena ada larangan tidak boleh terbang di langit kota.


" Tolong tunjukkan identitasnya" Ucap penjaga kota Lampion.


" Maaf tuan. Kartu identitas kami hilang saat perjalanan di kota ini." Ucap Guang Yiang.


" Kalau begitu kalian harus membayar lima kristal langit." Ucap penjaga tersebut.


" Baik" Ucap Guang Yiang. Lalu dia memberikan sepuluh kristal langit kepada Penjaga tersebut.


" Ini kebanyakan tuan muda." Ucap penjaga.


" Ambil saja. itu tip buat kalian." Ucap Guang Yiang kepada kedua penjaga.


" Kalau begitu kami masuk ke kota dulu" Ucap Guang Yiang.


" Wah, kota ini sangat indah dan rapi." Ucap Zang Yuwan.


" Benar. Selain indah, kota ini juga nampak hijau, dan bangunan tertata rapi." Ucap Xin Hua.


" Mungkin karena penduduk kota ini suka menjaga lingkungan, makanya kota ini bersih, hijau, dan udara yang segar." jelas Guang Yiang.


" Aku setuju dengan kakak ipar. Tak mungkin suatu kota atau suatu wilayah terlihat indah jika penduduknya tidak menjaga kebersihan kota mereka. Selain menjaga kebersihan, agar kota atau desa tempat tinggal kita, pohon harus di jaga. Karena selain membuat kota menjadi rindang, pohon juga membuat udara di kota tidak sesak." Ujar Xu Lia.


" Itu benar. Dari beberapa kota yang kita lalui hanya kota ini yang nampak hijau, kota lain yang kita lalui gersang dan panas." Ucap Xin Hua.


Tak terasa mereka sudah berjalan hampir sejam, dan kini mereka sudah berada di depan sebuah restoran.


" Kebetulan juga. Aku sedang lapar."


" Ayah, ibu, ayo kita makan. Perut Xin'er sudah berbunyi." Ucap Guang Xin.


" Baiklah." Ucap Xin Hua.


Mereka berempat dengan Guang Xin yang baru keluar dari dunia jiwa masuk kedalam restoran kota mentari yang terbilang cukup mewah.


Dan seperti biasa, mereka mengambil tempat duduk yang paling pojok, untuk menghindari keramaian.


" Pelayan, kami ingin memesan makanan terbaik di restoran ini." Ucap Guang Yiang.


" Baik, tapi harganya dua ribu kristal awan." Ucap pelayan.

__ADS_1


" Baik ini bayarannya." Ucap Guang Yiang.


" Pesanan tuan akan segera datang." Ucap pelayan.


15 menit kemudian, pesanan mereka datang, dan Guang Xin langsung melahap makanan yang ada di atas meja, yang membuat Guang Yiang, dan yang lainnya tertawa melihat tingkah Guang Xin. Sementara pengunjung yang melihatnya terlihat jijik.


" Hai lihat bocah desa itu. Dari caranya makan, mungkin baru kali ini dia makan di restoran yang mewah." Ucap salah satu pengunjung.


" Kau benar saudara, mungkin dia hanya bocah pungut yang di ambil oleh keempat orang itu." Ucap pengunjung yang lain.


Sleep


Sleep


Empat buah sumpit melayang ke arah kedua krang tersebut dan hampir saja menembus dada mereka.


" Siapa yang berani sekali melemparkan sumpit kearahku?" Teriak pelanggan tersebut.


" Memangnya kenapa kalau aku yang melemparkannya." Ucap Xin Hua.


" Atas dasar apa kau melemparkan sumpit ke arah kami?" Tanya pelanggan yang lain.


" Oh, kalian berpura-pura tidak ingat. Tadi kalian, putraku anak pungut. Jadi aku melemparkan keempat sumpit itu sebagai peringatan untuk kalian." Jawab Xin Hua.


Wuss


Plaaakkk


Plaakkk


dua buah tangan raksasa berwarna keemasan melesat dan menampar mereka dengan keras hingga mereka terbang menabrak tembok.


" Ibu, apakah aku harus memukul mereka lagi?" Tanya Guang Xin.


" Tidak usah nanti mereka malu karena di pukul oleh bocah kecil yang berumur 3,5 tahun." Jawab Xin Hua.


" Apa. Apakah aku salah dengar. Dia baru berumur 3,5 tahun dan sudah memiliki kekuatan besar. Kukira tadi, dia sudah berumur tujuh atau delapan tahun?" Tanya salah satu pengunjung.


" Kau benar. Anak ini memang monster. Dari pada kita malu, mending kita pergi saja." Jawab pengunjung yang lain.


" Ha..ha..ha..ha. Lihat mereka lari ketakutan seperti di kejar hantu. Ha..ha..ha..ha." Ucap Guang Xin.


" Sudahlah ayo kita lanjut makan." Ucap Xin Hua.

__ADS_1


'' Baik bu" Jawab Guang Xin.


Setelah menghabiskan makanan mereka, mereka kemudian berkeliling kota hingga menjelang malam.


" Karena hari sudah malam, ada baiknya kita mencari penginapan untuk menginap malam ini." Ucap Xin Hua.


" Benar dan sepertinya kita sudah tiba di depan penginapan." Ucap Guang Yiang.


" Benar juga. Kalau begini kita tidak usah repot-repot mencari penginapan lagi." Ucap Zang Yuwan.


" Permisi kami ingin menginap selama semalam, berapa harga kamar permalamnya?" Tanya Guang Yiang.


" Harganya, lima ribu kristal awan tuan." Jawab kasir.


" Baik kami ingin menyewa dua kamar." Ucap Guang Yiang lalu memberikan sepuluh ribu kristal awan.


" Baik ini kunci kamar tuan." Ucap kaisr tersebut.


" Baik terima kasih nona."


Mereka pun menuju kamar mereka, untuk membersihkan diri.


" Gege, ada baiknya kita menjelajah secara terpisah dengan kakak." Ucap Xu Lia.


" Kau benar. aku juga berpikiran seperti itu. Dengan menjelajah terpisah, maka kita kan menghemat waktu. Karena tujuan kakak menjelajah adalah mencari informasi." Ucap Zang Yuwan.


Sementara itu, Guang Yiang sedang melihat peta benua bintang.


" Posisi kita hanya sekitar lima kota baru kita sampai di jantung benua bintang." Ucap Guang Yiang.


" Benar gege. Tapi yang menjadi masalah adalah padang kabut. Lihat padang itu di beri tanda merah berarti tempat itu sangat berbahaya." Ucap Xin Hua.


" Kau memang benar. Tapi tidak ada yang tahu tempat itu berbahaya atau tidak. Dan biasanya tempat yang sangat berbahaya memiliki sesuatu yang sangat berharga di dalamnya. Dan aku yakin tidak ada satupun kultivator yang berani mendatangi tempat itu.' Ucap Guang Yiang.


" Kau benar. Mungkin tempat itu mengandung misteri yang belum terpecahkan sampai sekarang. Entah itu kosong atau markas dari ras lain yang memiliki rencana jahat di benua ini." Ucap Guang Yiang.


" Bagaimana kau bisa berpikiran seperti itu?" Tanya Guang Yiang.


" Kita lihat waktu di padang tornado. pasti tidak ada yang menyangka jika di sana ada sebuah klan. Begitu juga di padang kabut. Mungkin menurut penglihatan orang-orang, tempat itu mustahil untuk di tempati, tapi mungkin di sana ada orang atau kelompok yang sedang bersembunyi. Dan juga biasanya tempat yang paling berbahaya merupakan tempat yang paling aman untuk bersembunyi." Jelas Xin Hua.


" Jangan-jangan kaisar Kun Lei ada di sana dan sedang meningkatkan kekuatannya." Ucap Guang Yiang.


" Bisa jadi. dia ada di sana karena Kun Hui saja tidak tahu dia ada di mana." Ucap Xin Hua.

__ADS_1


" Hm ada baiknya kita langsung menuju ke sana saja. Nanti setelah menggulingkan kekaisaran bintang baru kita menjelajahi seluruh benua bintang." Ucap Guang Yiang


__ADS_2