Sang Dewa Cahaya

Sang Dewa Cahaya
Chapter 104 kota matahari II


__ADS_3

Guang Yiang dan Xin Hua mulai mempelajari kitab tersebut. Singkat cerita, Lima tahun kemudian, mereka sudah mempelajari semua isi kitab tersebut. Lalu secara ajaib, kitab itu berubah menjadi sebuah energi berwarna abu-abu dan energi tersebut masuk ke pikiran mereka. Saat ini mutiara spirit Xin Hua sudah dua. Elemen kehampaan di dalam dantian Xin Hua membentuk sebuah mutiara yang berwarna abu-abu tepat saat dia menyelesaikan latihannya.


" Teknik terakhir kitab kehampaan kehampaan, cakram ruang dan waktu" Ucap mereka.


Jurus ini mirip dengan formasi cakram dewa Guang, hanya saja si pengguna bebas mengontrol ukuran dan kecepatan cakram tersebut. bahkan pengguna dapat membuatnya menghilang dari pandangan lawan dan jumlahnya akan terus bertambah mirip dengan teknik pedang menembus ruang dan waktu Guang Yiang Yiang.


Tanpa berlama-lama lagi, mereka berdua pun mulai melatih cakram ruang dan waktu.


Tiga tahun kemudian, mereka sudah menguasai jurus terakhir kitab tersebut dan mereka ke luar dari dunia jiwa dan muncul di dunia nyata.


" Ternyata hari baru tengah malam." Ucap Xin Hua.


Sesaat kemudian, mereka merasakan ada sekitar seratus orang mendekat kearah kamar mereka.


" Ternyata memang benar. Mereka akhirnya datang juga."


"Hua'er, ayo kita bertarung di atap penginapan."


Wuuss


Tap


Tap


Mereka berdua muncul di atap penginapan dan menghadang para pasukan tersebut dengan jurus pedang.


" Tebasan cahaya rembulan" Ucap Xin Hua mengeluarkan jurus pedangnya.


" Tebasan cahaya suci" Begitu juga dengan Guang Yiang, dia juga mengeluarkan jurus pedangnya.


" Teknik pedang cahaya: menembus kehampan."


" Teknik pedang cahaya, tebasan bulan suci."


Duarr


Ledakan besar terjadi, tapi ledakan itu tidak menghancurkan atap penginapan. Sementara pasukan yang tadinya berjumlah seratus orang kini hanya tersisa sepuluh orang sisanya mati tanpa perlawanan.


" Cepat kabur menggunakan giok itu." perintah komandan pasukan.


Dengan cepat mereka menghancurkan giok tersebut, tapi mereka muncul di atap Penginapan.


" Bagaimana bisa. "


" Tentu saja bisa."


" Kalian menggunakan trik kecil untuk kabur dariku, apa aku mengizinkan kalian kabur.?" Tanya Guang Yiang lalu memasukkan ke sepuluh orang tersebut di dunia jiwa.


" Bai Luan, kau urus mereka. tanyakan tujuan mereka di jantung benua matahari, jika tidak mau bicara siksa saja mereka." Pintah Guang Yiang melalui telepati.

__ADS_1


" baik kak." Jawab Bai Luan melalui telepati..


" setelah bertarung di atas atap, mereka kembali kedalam kamar dan bersenang-senang hingga menjelang pagi.


Sebelum matahari muncul di ufuk barat, mereka berdua audah selesai mandi. Dan mereka turun ke lantai bawah untuk sarapan.


" Mau pesan apa tuan muda, nona muda.?" Tanya pelayan.


"Aku pesan teh saja." Jawab Guang Yiang.


" Aku juga pesan teh saja." Ucap Xin Hua.


" Baik tunggu sebentar. Pesanan tuan akan segera datang.


"Sesaat kemudian, seorang pemuda yang memakai pakaian mewah datang dan duduk didekat Xin Hua.


" Hai nona, apakah kau mau menikah denganku. Aku adalah pangeran mahkota kekaisaran matahari. Jika kau menjkah denganku maka kau akan hidup senang." Goda pangeran mahkota.


" pergilah dari sini. Dan jangan mengganggu istriku lagi." bentak Guang Yiang.


" Hei nona, apakah dia sua.."


Bruuukk


Belum selesai pangeran mahkota berbicara, Guang Yiang melemparnya keluar.


" Bukan aku yang berlutut, tapi kaulah yang akan berlutut." Ucap Guang Yiang lalu melesat dan mematahkan tulang kaki pangeran mahkota.


"Arggggg, ayahku tidak akan mengampunimu."


" Oh iya dia tidak akan marah jika putranya masih hidup" Ucapnya lalu merubah dirinya menjadi pangeran mahkota.


" Kau pikir kau bisa menipu ayahku.para warga akan melaporkannya." Ucap pangeran mahkota.


" Coba kau perhatikan di sekelilingmu dulu."


Lalu Pangeran mahkota melihat di sekelilingnya, dan tidak ada satu gerakan dari para warga kota.


" Bagaimana ini mungkin.m" Tanyanya.


" Tanyakan saja itu kepada dewa neraka." Ucapnya lalu menebas kepala pangeran mahkota.


" Ang gege, bagaimana jika kaisar matahari tahu jika putranya sudah kau bunuh.?" Tanya Xin Hua.


" Tidak akan karena aku akan menyamar menjadi dirinya." Ucapnya lalu berubah menjadi pangeran mahkota. Sementara mayat pangeran mahkota itu berubah menjadi abu, dan terbang terbawa angin.


"Ang gege bagaimana denganku.?" Tanya Xin Hua.


" Lalu Guang Yiang lalu member Xin Hua sebuah mantel dan seketika itu, Xin Hua menjadi transparan.

__ADS_1


" Hebat. Ang gege memang hebat." Ucap Xin Hua.


Wuuss


Waktu kembali normal. Para warga tidak tahu apa yang terjadi. Hanya saja mereka beranggapan bahwa pemuda yang melempar pangeran mahkota sudah mati.


Sesuai dengan ingatan milik Pangeran mahkota, Guang Yiang pulang ke istana kekaisaran dan di sambut oleh para prajurit.


" Selamat datang pangeran."


Tapi Guang Yiang hanya cuek.


Sesampainya di dalam istana, Guang Yiang melewati aula pertemuan, dan menguping pembicaraan kaisar.


" Jenderal, apakah pasukan sudah siap?" Tanya Kaisar.


" Sudah yang mulia. Sekitar satu juta pasukan sudah siap di gerakkan untuk menundukkan klan Guang dan klan Xin . Sementara satu juta lagi, sudah siap menuju benua matahari bagian selatan untuk menundukkan klan Fang." Jelas jenderal Han.


" Bagus, tundukkan klan Guang dan Klan Xin. Jika mereka tidak mau tunduk, maka hancurkan saja klan pembangkang itu." Perintah kaisar.


" Baik kaisar."


Sekarang bergeraklah."


" Baik yang mulia."


"Gege, bagaimana ini. Mereka hendak menuju ke barat dan timur sekaligus untuk menghancurkan klan kita."


" Kau tenang saja. Aku hanya butuh waktu satu menit untuk sampai ke klan, sementara mereka menggunakan alat teleportasi, mereka membutuhkan waktu dua hari untuk sampai." Jelas Guang Yiang.


" Sebelumnya aku akan memasang kristal pelacak kepada mereka. " Ucap Guang Yiang lalu pergi ke barak militer dan melepaskan jutaan kristal cahaya lalu menghentikan waktu.


Guang Yiang lalu berjalan kearah jenderal Han dan memyerap ingatan sang jenderal.


" Begitu ya. Kekuatan terkuat di kekaisaran ini adalah Sun Mao kaisar terdahulu, yang sudah berada di ranah maha agung tahap satu tingkat perunggu." batin Guang Yiang.


Guang Yiang lalu mengeluarkan Bing Zan dari dunia jiwa.


" Kakek, apakah kakek sudah menembus ranah maha agung?" Tanya Guang Yiang.


" Ya, aku sudah menembus ranah maha agung tahap satu tingkat emas, tetua agung dan tetu pertama sudah berada di ranah mahadewa tahap sembilan tingkat perak, tetua yang lainnya berada berada di ranah mahadewa tahap lima tingkat emas. Dan sisanya berada di maha raja dan mahaguru." Jelas Bing Zan.


" Baiklah itu sudah cukup untuk menghancurkan pasukan kekaisaran yang akan menyerang klan Guang dan klan Xin."


" Baiklah kembalilah kakek persiapkan pasukan kita akan menghancurkan istana kekaisaran matahari dua bulan lagi."


" Baiklah."


Bing Zan lalu kembali ke dunia jiwa sementara Guang Yiang dan Xin Hua sudah pergi dan waktu kembali normal

__ADS_1


__ADS_2