Sang Dewa Cahaya

Sang Dewa Cahaya
Chapter 84 Pernikahan Guang Yiang


__ADS_3

Seluruh klan Gun menjadi gempar saat mendengar patriak Gun Fiu.


" Siapa yang berani sekali membunuh patriak Gun?" para tetua klan Gun bertanya-tanya.


" Siapa lagi kalau bukan klan Xin atau klan Guang. Hanya mereka yang memiliki kekuatan yang bisa membunuh patriak klan Gun." Jawab salah satu tetua.


" Kau benar, tapi apa yang harus kita lakukan?" Tanya tetua yang lain.


" Kita harus menyerang dan menghancurkan klan Xin dan klan Guang." Jawab tetua agung.


" Apa kau sudah gila tetua agung. Apa kau sudah lupa kejadian dimana patriak terdahulu mati 23 tahun yang lalu saat menyerang klan Xin. Tidak ada yang bisa masuk ke klan Xin atau klan Guang kecuali keturunan mereka atau orang yang menerobos mati tanpa jasad." Sanggah tetua pertama.


" Kalau begitu kita angkat saja Gun Kin menjadi patriak klan.karena dia adalah salah satu ahli waris klan Gun yang tersisa." Saran tetua pertama.


" Kau benar, selain itu, dia satu-satunya keluarga patriak yang tersisa." Ucap yang lain.


Tiga hari kemudian, klan Guang sangat ramai karena akan diadakan pernikahan antara Guang Yiang dan Xin Hua.


Beberapa saat kemudian, Guang Yiang dan Xin Hua keluar dan menuju ke podium dengan mengenakan pakaian berwarna biru dan bergaris putih tak lupa, Xin Hua memakai cadar berwarna kuning yang menutupi wajahnya.


" Duuuunnggg"


Lonceng pertama berbunyi, tanda pernikahan dimulai.


Duuuungggg


" Beri hormat kepada langit dan bumi"


" Hormat kepada langit dan bumi"


Duuuuunngg


" Sumpah setia"


"Aku Guang Yiang bersumpah akan selalu setia kepada Xin Hua dan tak akan mengkhianatinya sedikitpun, Dan akan menjaganya dengan jiwa dan ragaku."


" Aku Xin Hua bersumpah akan menjadi istri setia bagi suamiku Guang Yiang dan akan melaksanakan kewajiban ku sebagai istri."


Duuuuunnnnngg


" beri hormat kepada langit dan bumi sekali lagi "


" Hormat kepada langit dan bumi"


Duuuunnngg


Lonceng ke lima berbunyi tanda proses pernikahan sudah selesai.


"Kalian sudah resmi menjadi pasangan suami istri yang sah."

__ADS_1


Guang Yiang, dan Xin Hua berjalan kearah Xin Jiao dan Guang Yang, Serta Xin Gui dan Lui Ye untuk meminta berkat.


"Jadilah pasangan yang berbahagia, dan jangan lupa memberi kami cucu secepatnya." Ucap Xin Gui.


Wajah Xin Hua memerah karena malu sementara Guang Yiang hanya tertawa kecil.


" Baiklah kebetulan hari sudah mulai malam kami masuk kemar dulu ayah ibu." Ucap Guang Yiang dan menggendong tubuh Xin Hua yang mulai melemah.


beberapa saat kemudian, mereka samapi dikamar yang penuh dengan hiasan ornamen berwarna biru dan perak yang merupakan ciri khas klan Guang dan klan Xin.


" Argggggg" Xin Hua mengerang kesakitan dan tubuhnya mulai melepuh.


" Bertahanlah Hua'er" Ucap Guang Yiang lalu melepaskan pakaian yang dikenakan oleh Xin Hua dan membaringkannya.


" Arggggggg "


Xin Hua berteriak kesakitan dan kulitnya mulai terbakar.


Dengan cepat Guang Yiang membuka seluruh pakaiannya dan mulai melakukan hubungan intim dengan Xin Hua.


Perlahan-lahan, wajah Xin Hua kembali normal, karena energi cahaya yang melukainya di serap oleh Guang Yiang...


Perlahan, Xin Hua mulai pulih seiring dengan energi dewi cahaya di serap oleh Guang Yiang.


Pagi hari yang cerah, matahari mulai menampakkan diri di ufuk timur.


Xin Hua bangun terlebih dahulu dan berjalan pincang. Dia menuju ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Beberapa menit kemudian, Xin Hua keluar dari kamar mandi dan mengenakan pakaian berwarna putih, dengan corak bunga membuatnya bertambah cantik.


" Selamat pagi, istriku yang cantik." Ucap Guang Yiang yang baru selesai mandi.


" Ihh gege, pakai dulu bajumu aku ingin pergi membersihkan sprei dan selimut yang penuh dengan bercak darah. " Ucapnya lalu pergi dengan wajah memerah.


" Hem kultivasiku meningkat ke ranah Dewa emperor tahap tiga., mungkin karena menyerap energi cahaya yang mengikis tubuh Xin Hua semalam." Batin Guang Yiang.


" Hua'er, ayo kita pergi ke ruang makan, semua orang pasti menunggu kita." Ucap Guang Yiang.


" Baik" Jawab Xin Hua yang baru selesai mencuci sprey dan selimut tersebut.


Mereka berdua lalu turun kelantai bawah dan menuju kemeja makan.


" Selamat pagi ayah, ibu." Ucap mereka berdua.


"Ok, selamat pagi. Dan selamat ulang tahun Hua'er." Ucap Xin Jiao dan Lui Ye.


" Baiklah, makanlah ibu membuatnya khusus untuk kalian berdua." Ucap Xin Jiao.


Mereka semua mulai makan dan sesekali terdengar suara tawa yang menghiasi meja makan tersebut.

__ADS_1


" Kakak, Ying'er ingin di suapi oleh kakak Hua." Ucap Guang Ying.


" Baiklah, nah makanlah." Ucap Xin Jiao lalu menyuapi Guang Ying dengan lembut.


" Sepertinya kau harus memiliki anak secepatnya." Ucap Lui Ye.


Ukhuuuk.


Xin Hua terbatuk mendengar ucapan ibunya.


" Hahahahahah"


Semua orang tertawa melihat wajah Xin Hua memerah karena malu.


" Ibu sudahlah.berhentilah menggoda Hua'er." Ucap Guang Yiang.


" Baik-baik.Dan satu hal lagi, kemarin klan Cang dan klan Gun menyerang klan Kita dan juga klan Xin, tapi mereka semua mati sebelum memasuki klan." Ucap Guang Yang.


" Sudah kuduga, mereka akan menyerang." Ucap Guang Yiang menanggapi.


"Oh iya, ibu ayah, ambillah cincin ini didalamnya terdapat sumber daya yang dapat meningkatkan kekuatan klan Xin." Ucap Guang Yiang.


" Apa isinya Yiang'er.?" Tanya Xin Gui.


" Ayah lihat saja." Jawab Guang Yiang.


Xin Gui lalu mengeluarkan isi dari cincin ruang yang di berikan oleh Guang Yiang. Dan betapa terkejutnya dia karena isinya adalah ribuan buah-buah abadi, dan jutaan kristal yang memiliki energi dewa dan ilahi yang pekat.


"Bukankah ini kebanyakan Yiang'er.?" ucap Xin Gui.


" Ya, ini terlalu banyak Yiang'er" Ucap Xin Gang.


" Ayah, kakek, kurasa ini belum seberapa.ayah, kakek, gunakan ini untuk meningkatkan kekuatan klan Xin.Aku menduga tak akan lama lagi klan Cang, Gun, dan klan Ju menyerang klan kita.Jadi aku ingin klan Xin menjadi lebih kuat lagi." Ucap Guang Yiang.


" Terima kasih nak. Ucap Xin Gang.


" Kalau begitu kami pamit dulu." Ucap Xin Gang.mereka berempat lalu memecahkan giok teleportasi dan perlahan menghilang.


" Jika kau punya waktu, maka berkunjunglah ke lembah surga aku akan menunggumu di sana." Ucap Lui Ye..


" Iya ibu aku akan berkunjung ke lembah surga, untuk melihat perkembangan klan Xin." Jawab Guang Yiang.


"Kalau begitu, kami juga pamit ayah ibu." Ucap Guang Yiang.


" Kalian mau pergi kemana.?" Tanya Guang Yang.


" Aku ingin pergi meningkatkan kekuatan Xin Hua." Jawab Guang Yiang.


" Oh iya, Yiang'er, ini adalah kristal milik hewan Raja elang biru mungkin ini bisa meningkatkan kekuatanmu." Ucap Xin Jiao seraya memberikan sebuah kristal sebesar telapak tangan orang dewasa.

__ADS_1


" Terima kasih bu." Ucap Guang Yiang lalu pergi meninggalkan ruang makan tersebut.


__ADS_2