Sang Dewa Cahaya

Sang Dewa Cahaya
Chapter 153 menaklukkan kekaisaran Bintang.


__ADS_3

" Tuan, kami ingin meminta sesuatu pada tuan." Ucap salah satu warga.


" Apa itu? Katakanlah." Ucap Guang Yiang.


" Kami ingin tuan menjadi kaisar di sini." Jawab para warga.


" Maafkan aku. Aku tidak ingin menjadi kaisar, tapi yang akan menjadi kaisar di sini adalah kakekku." Ucap Guang Yiang.


" Itu tidak masalah, asalkan dia memerintah dengan bijak." Ucap para warga.


" Kalau soal itu, aku menjamin kalau kakek akan memerintah dengan baik." Ucap Guang Yiang.


" Kalau begitu, kami pamit dulu." Ucap Guang Yiang.


Wusss


Wuss


Wuss


Mereka berempat melesat menuju ke istana kekaisaran yang berada tak jauh dari tempat mereka sebelumnya.


Sesampainya di sana, Guang Yiang mengeluarkan Bing Zan, dan seluruh pasukan klan Bing.


" Yiang'er, biar kakek dan pasukan kakek yang menghancurkan kekaisaran ini." Ucap Bing Zang.


" Itu benar. Kami ingin membalas apa yang pernah di lakukan oleh Kun Fiu dulu." Ucap tetua agung.


" Baik, tapi aku akan ikut bertarung." Ucap Guang Yiang.


" Baik, tapi kau harus hati-hati." Ucap Bing Zan.


Guang Yiang kemudian mengaktifkan mata surgawi miliknya, untuk mencari titik yang pas untuk memulai serangan.


" Sebaiknya aku serang aula istana saja. Karena mereka sedang mengadakan rapat." Ucapnya. Teratai dewa muncul di telapak tangan Guang Yiang. Ukuran teratai itu terus membesar hingga lima kali lipat dari ukuran awalnya, lalu dia melemparkan teratai dewa tepat di tengah-tengah aula istana yang membuat Kun Wu ji, dan yang lainnya keluar.


" Siapa yang berani sekali menyerang istana diam-diam." Teriak Kun Wu Ji.


Booomm


Tidak ada jawaban yang dia dapat, malah sebuah teratai yang berwarna merah menghantam tubuhnya.


" Aku bertanya siapa yang menyerang istana kekaisaran?" Teriak Kun Wu Ji.


" Aku." Jawab Guang Yiang


Wuss


" Atas dasar apa kalian menyerang kekaisaran ini?" Tanya Kun Wu Ji.


" Karena kekaisaran ini bukanlah milik kalian. Kami ingin mengembalikan kekaisaran kepada pemiliknya semula." Ucap Zang Yuwan.


" Ha..ha..ha..ha. Pemilik awal kekaisaran ini adalah klan Bing. Tapi klan itu sudah musnah sepuluh ribu tahun yang lalu." Ucap Kun Wu ji.


" Siapa yang bilang klan Bing sudah musnah?" Tanya Bing Zan.


" Ha..ha..ha..ha..ha. Klan itu memang sudah musnah, dan pemimpin klan Bing saat itu sudah di bunuh oleh ayahku." Ucap Kun Wu Ji.


Sementara di suatu tempat...


Seorang pria membuka matanya karena merasakan aura yang sangat dia kenal.


" Tidak mungkin dia bisa kembali. Aku sudah membunuhnya." Ucap pria yang tak lain adalah Kun Fiu. Dia kemudian menghilang, dan muncul di hadapan Kun Wu Ji.


" Aku tidak menyangka kau masih hidup Bing Zan." Ucap Kun Fiu.

__ADS_1


" Apakah kau berpikir waktu itu kau berhasil membunuhku?" Tanya Bing Zan.


" Ayo kita bertarung lagi, dan tentukan siapa yang akan kalah hari ini juga." Ucapnya.


" Baik, siapa takut" Jawab Bing Zan.


Wusss


Mereka berdua melesat dan bertarung di langit dengan menggunakan kecepatan penuh, sehingga dari bawah yang terlihat hanya dua kilatan cahaya.


Boomm


Boommm


Di langit terdengar suara ledakan beruntun akibat dari benturan dua jurus.


" Apakah kalian hanya ingin menonton, dan tidak ingin bertarung?" Tanya Guang Yiang.


Para pasukan klan Bing hanya mengangguk dan mulai membantai pasukan kekaisaran.


Boomm


Boommm


Dhuarrr


Terdengar ledakan di seluruh istana kekaisaran dan asap membumbung tinggi ke langit, yang di sebabkan oleh elemen api yang di gunakan oleh pasukan klan Bing.


Di kedua telapak tangan Guang Yiang, dua buah teratai yang didominasi oleh warna putih dan hitam muncul dari kehampaan.


Wuss


Wuss


Boomm


Booom


" Kalau begini terus, pasukanku bisa musnah tanpa sisa." Ucap Kun Wu Ji.


Booommm


Karena tidak fokus dalam bertarung, sebuah tapak mendarat di dadanya.


" Argggggg. Sialan kau" Ucapnya.


" Makanya jika kau berada dalam pertarungan, jangan memikirkan hal lain." Ucap tetua yang menjadi lawan Kun Wu Ji.


Triiinngg


Triiiinngg


Mereka berdua kembali beradu pedang. Dalam sekejap, mereka sudah bertukar puluhan jurus.


" Pria sialan ini tidak memberiku kesempatan untuk mengumpulkan kekuatan." Ucap Kun Wu Ji.


Sementara di langit, Kun Fiu, dan Bing Zan masih terus bertarung. Nampak Kun Fiu mulai kewalahan untuk mengimbangi kecepatan yang di miliki oleh Bing Zan.


" Naga api Azure"


Roarggggg


Booommm


Satu jurus dari Bing Zan berhasil mendarat tepat di dada Kun Fiu, yang membuatnya kehilangan keseimbangan dan terjatuh hingga membentur tanah.

__ADS_1


" Phoenix api biru"


Kwakkkkk


Booommm


Seekor phoenix yang terbentuk dari api berwarna biru, bersiul dengan keras, lalu melesat menembus dada Kun Fiu.


" Akhirnya, aku bisa mengalahkanmu." Ucap Bing Zan.


Sementara itu, pasukan kekaisaran di bantai habis oleh pasukan klan Bing. Kini yang tersisa hanya beberapa jenderal, dan Kun Wu Ji saja.


" Tombak api biru"


Wuss


Boomm


Sebuah tombak dengan kobaran api biru menembus dada Kun Wu ji yang membuat dia meregang nyawa dengan tubuh terbakar.


" Tebasan pedang cahaya suci.''


Pedang berwarna keemasan muncul di depan Guang Yiang, dan melesat memenggal kepala salah satu jenderal kekaisaran.


" Tebasan bulan purnama"


Booomm


satu tebasan dari Xin Hua membuat salah satu jenderal kekaisaran tumbang dengan tubuh hancur.


" Sambaran tujuh halilintar"


" Petir pemusnah"


Jedarrrr


Jedarrrr


Booommm


Dua jenderal kekaisaran yang tersisa akhirnya tumbang, kini Kekaisaran bintang telah di kuasai sepenuhnya.


Runtuhnya kekaisaran Kun membuat seluruh warga senang karena tidak ada lagi yang menyiksa mereka.


Dua bulan berlalu sejak pertempuran di kekaisaran usai, kini istana kekaisaran di bangun kembali, karena istana yang lama sudah hancur lebur.


Pembangunan istana, sudah hampir selesai kini tinggal membangun barak militer.


Satu bulan kembali berlalu, dan seluruh bangunan sudah selesai.


Kini hanya tinggal mengangkat kaisar yang baru, dan merekrut prajurit kekaisaran yang baru.


Para warga juga terlihat sangat antusias untuk menyambut kaisar yang baru.


" Kakek. Di luar sudah ada sekitar seribu orang yang ingin mencalonkan diri sebagai prajurit kekaisaran. Mereka berasal dari sekte Merak, sekte naga biru, dan sekte angin." Ucap Guang Yiang.


" Ketiga sekte ini adalah sekte yang tidak menyukai pemerintahan klan Kun." Ucap Guang Yiang.


Guang Yong lalu keluar dari aula, dan di depan istana sudah banyak pemuda yang ingin mencalonkan diri sebagai prajurit kekaisaran.


" Aku ingin kalian berkelompok menurut elemen kalian agar memudahkanku untuk memberikan latihan kepada kalian" Ucap Guang Yong.


" Baik, yang mulia." Jawab mereka.


Mereka kemudian mulai membentuk tiga kelompok yang terdiri dari elemen angin, api, dan petir.

__ADS_1


" Kakek mereka lebih cocok menjadi prajurit penyerang, kita masih memerlukan prajurit pertahanan." Ucap Guang Yiang.


__ADS_2