Sang Penerus Keluarga

Sang Penerus Keluarga
Janji Alan


__ADS_3

Alan berjalan mengikuti asisten Nenek Hulim yang keluar dari ruang kepala sekolah. Tadi ia sempat bertanya pada Fikri tentang siapa yang keluar itu dan dijawab kalau dia merupakan asisten dari Nenek Hulim. Tahu kalau itu adalah orang baik, Alan pun memilih untuk mengikutinya.


Arnold tentunya juga mengikuti adiknya bersama Fikri. Sedangkan Anara dijaga oleh Papa Nilam karena gadis itu sedikit pusing. Papa Nilam merasa tenang tak mengikuti ketiga bocah kecil itu karena ternyata bodyguard Nenek Hulim langsung berjalan dibelakang mereka saat tahu ada yang menyusul.


"Om, ndak ucah itutin tami. Ntal talian bica teluka lho talo itut Alan. Bial Alan caja yang meyinduni talian," ucap Alan dengan percaya dirinya.


Alan memang merasakan kalau ada yang mengikutinya. Ia sudah meminta Arnold dan Fikri untuk pergi hingga tak usah mengikuti dirinya. Namun ternyata mereka tidak menggubrisnya. Tentu saja mereka takkan mau meninggalkan Alan karena bocah kecil itu pasti akan melakukan hal yang aneh-aneh.


"Maaf tuan muda, kami tidak bisa." ucap salah satu bodyguard Nenek Hulim.


"Tok Alan tayak di pilm-pilm lual negli. Dipandilna tuan uda," ucap Alan sambil terkekeh geli.

__ADS_1


Bodyguard Nenek Hulim yang mengikuti hanya bisa geleng-geleng mendengar ucapan dari Alan itu. Pasalnya Alan sendiri bahkan terkesan berani dan tidak takut sama sekali dengan orang-orang berwajah datar seperti bodyguard. Alan malah kini berjalan santai bak seorang bos yang tengah memimpin anak buahnya.


Alan berhenti saat melihat Frank masuk dalam sebuah ruangan. Ruangan administrasi itu sontak saja gempar dengan masuknya seorang laki-laki dewasa. Bahkan mereka langsung berdiri saat melihat sebuah pin yang terpasang di jas sebelah kanan yang digunakan oleh laki-laki itu.


"Siapkan laporan keuangan dan rekening sekolah ini. Jangan lupakan untuk semua administrasi tentang masuknya mahasiswa magang di sekolah ini," titah Frank dengan nada datarnya.


Sontak saja perintah dari Frank itu membuat semua orang yang ada di sana membulatkan matanya. Mereka tak menyangka kalau sampai rekening dan laporan mengenai mahasiswa magang juga akan dipertanyakan. Beberapa orang di sana segera saja mengambilkan apa yang diminta setelah sadar dari keterkejutannya.


Frank yang melihat ada bocah kecil yang tadi keluar dari ruang kepala sekolah itu pun segera saja menggendongnya. Alan malah melingkarkan kedua tangannya pada leher Frank dengan senyuman tipisnya. Frank tak menyangka kalau bocah kecil ini berani untuk melawan semua orang di sana.


"Napa ihat-ihat? Alan danteng ya," sinisnya saat melihat beberapa petugas administrasi begitu kesal karena seperti dipojokkan oleh Alan.

__ADS_1


Alan tidak peduli dengan hal itu karena ia yakin kalau orang-orang yang ada di dekatnya akan selalu membantu dan menjaganya. Terlebih Frank yang kini menggendongnya bisa saja menendang orang-orang di sana apabila mendekat kearahnya. Semua orang yang ada di sana segera menyibukkan diri dengan beberapa hal yang diinginkan oleh Frank.


"Tami tundu di cana. Tapek talo beldili telus, angan lelet ya," ucap Alan dengan memberi perintah.


Frank bahkan segera saja menuruti apa yang diinginkan oleh Alan. Mereka duduk di kursi khusus tamu dan Alan duduk dengan dipangku oleh Frank. Bocah laki-laki itu bersidekap dada dengan terus mengawasi gerak-gerik orang yang ada di sana. Tentunya hal ini untuk memastikan kalau tak ada yang kabur dan mencurangi mereka.


"Anda cocok jadi seorang pemimpin saat besar nanti. Kalau udah jadi pemimpin, jangan lupakan paman ya." ucap Frank dengan pelan.


"Woh... Talo Alan adi mimpin, takkan tu lupatan cemua yang cudah menjada atu. Telmacuk paman ini. Telimakacih cudah mendaga Nenek Ulim dan Kak Pikli ya, paman. Cuatu caat anti, Alan yang atan jada talian." ucap Alan berjanji dengan begitu yakin.


Frank pun menganggukkan kepalanya mengerti. Tentu suatu saat nanti, dia akan pensiun sehingga perlu ada yang menjaganya. Walaupun ada anaknya juga, namun ia tak ingin dilupakan oleh orang-orang yang dekat dengannya.

__ADS_1


__ADS_2