
Sementara itu di suatu tempat yang tak asing bagi Dark dan Dioz. Mereka terlihat mengelilingi ruangan yang cukup gelap karena pencahayaan hanya berasal dari satu lampu yang redup. Dark dan Dioz bisa merasakan hawa yang cukup mengerikan di sekeliling mereka.
“Tempat ini sangat mengerikan, kita harus cepat mencari cara keluar dari sini,”ucap Dioz. Namun ucapan Dioz tak mendapat tanggapan dari Dark. Dark mematung sembari focus menatap ke satu titik. Hal itu membuat pandangan Dioz pun tertuju pada raut wajah Dark yang terlihat ketakutan.
“Ada apa kak?”
“Dioz, aku tahu dimana kita berada.”
“Ini dimana kak?”
“Lihat itu,”tunjuk Dark pada sebuah peti yang di selimuti kabut hitam. Semakin lama peti itu terlihat jelas karena peti itu berwarna merah pekat dengan kabut hitam di sekeliling nya. Mata Dioz kemudian memutar menatap ke arah peti itu. Betapa terkejut nya Dioz saat melihat peti yang di atas nya terdapat sebuah pedang yang tertancap. Dioz berbalik menatap Dark yang juga menatap nya. Raut ketakutan jelas terpancar di wajah mereka.
Tiba – tiba dari kegelapan nampak sepuluh orang pria bertanduk hitam, mengenakan jubah hitam dengan seringai yang terlukis di wajah mereka. Mata merah pekat yang mereka miliki nampak indah, garis wajah nyaris sempurna membuat siapapun akan jatuh akan pesona sepuluh iblis yang dikenal dengan sepuluh Dark Demon. 10 Dark Demon merupakan petinggi dunia iblis yang ikut terkurung di dunia bawah oleh para dewa. Karena kesetiaan mereka pada raja Iblis sebelum nya, mereka merelakan diri mereka ikut dikurung didunia bawah dan berjanji akan menghancurkan dunia sihir apron dan para dewa yang membuat raja mereka menderita. Mereka adalah Lucafer, Naberius, Dimitri, Guil, Xivion, Dark Angel, Mammon, Azazil, Asmodeus, dan Leviathan. Dioz dan Dark mematung menatap kesepuluh iblis yang sangat mereka kenali.
“Bagaimana bisa kalian berada disini?”tanya Naberius dengan suara berat nya.
“Kami-
“Lama tak berjumpa dengan kalian, tampak nya kalian sangat merindukan yang mulia raja iblis Slava tapi bagaimana kalian bisa sampai berada di sini?” tanya Dimitri sembari berjalan mendekat menuju tempat Dark dan Dioz berdiri.
“Naberius baru saja menanyakan hal itu Dimitri,”ucap Leviathan sembari menatap Naberius.
“Eh, benarkah?”
“Seperti nya otak Dimitri sudah habis masa tenggang,”ledek Xivion.
__ADS_1
“DIAM KALIAN!”teriak Dark angel.
“Berisik angel,”tegur Azazil.
Mereka semua menatap Dark dan Dioz yang masih mematung menatap mereka semua. Dark pun perlahan menjelaskan bagaimana mereka bisa sampai di dunia bawah tempat mereka dikurung. Tempat yang tidak sembarang bisa siapapun masuk. Namun karena masa kurungan itu hampir berakhir, segel dunia bawah semakin melemah sehingga para iblis bisa keluar masuk sesuka hati mereka kecuali raja iblis yang masih menunggu masa bulan merah datang agar ia dapat bangkit kembali.
“Ah, jadi kekacauan sudah di mulai?”ucap azazil.
“Anak – anak itu bersenang – senang tanpa kita,”tambah asmodeus.
“Kenapa harus bangsa elf?” tanya Dioz setengah berteriak.
“Seingat ku bangsa Elf ikut andil dalam peristiwa mengerikan itu, ahh seperti nya kalian tidak tahu apa – apa, apa mungkin karena kalian masih kecil waktu itu atau kalian memang sedang berencana mengkhianati ayah kalian dengan berpihak pada mahluk mengerikan seperti mereka?”ucap Naberius dengan tatapan tajam disertai dengan aura mencekam yang membuat Dioz kesakitan karena merasakan dada nya sesak.
“Naberius berhenti, kau bisa melukai nya,”ucap Guil.
“Sebaiknya kalian kembali ke atas dan sampaikan hal ini pada Samuel dan para iblis di dunia iblis, kebangkitan yang mulia raja Slava takkan lama lagi, sebaiknya kalian bersiap perang melawan dunia sihir sialan itu akan segera tiba serta pembalasan dendam kepada para dewa yang sudah mengurung kita di sini,”jelas Lucafer.
Dark dan Dioz tak dapat mengatakan satu katapun lagi. Melihat para petinggi iblis yang sudah bangkit kembali entah mengapa membuat mereka mencemaskan Juline. Dark mencengkram keras lengan Dioz agar tak memikirkan Juline di depan para petinggi. Namun hal itu sia – sia karena Dimitri , Naberius , Lucafer dan Dark angel melesat cepat dan kini berada di hadapan Dioz. Dioz tak bisa bergerak saat mereka menyentuh beberapa bagian tubuh Dioz sembari menatap Dioz. Beberapa saat kemudian mereka berempat menyeringai.
“Ada apa?” tanya Guil.
“Apa yang kalian lihat?” tanya Asmodeus.
“Kenapa kalian tak mengatakan hal penting ini?” bentak Dark Angel.
__ADS_1
“Apa ini tentang anak itu, anak yang direbut itu?” tanya Mammon.
“Sialan kenapa kalian tak menjawab, Dark cepat jelaskan pada kami semua apa itu benar?” desak Azazil.
“Kumohon jangan sakiti adik ku,dia tak tahu apa – apa, dia masih terlalu kecil untuk melewati hal buruk ini-
Brukk..
Lucafer membuat Dioz terhempas dan menabrak dinding dengan satu layangan tangan nya. Dark berlari menolong adik nya yang memuntahkan seteguk darah. Mereka semua menatap tajam kea rah Dioz dan Dark. Mammon membuka portal ke dunia iblis dan melilit Dark dan Dioz dengan sulur nya dan membawa mereka melewati portal itu. Sesaat Dioz dan Dark menghilang dari hadapan mereka.
“Apa yang kau lakukan Mammon, kita masih harus mencari tahu dimana anak itu,”ucap Guil.
“Kalian tak perlu risau, yang dilakukan Mammon adalah hal yang benar, kita bisa saja membunuh mereka, hal itu akan membuat raja Slava sedih, soal anak itu kita pasti akan bertemu dengan nya, kalian tidak lupakah darah kita mengalir di darah nya, dia akan kembali ke tempat seharus nya ia berada,”jelas Asmodeus.
“Hmm, aku ingin bertemu dengan anak itu, dia pasti sudah tumbuh dewasa sekarang, mengingat nya membuat ku ingin memusnahkan dewa sialan itu,”ucap Dimitri dengan wajah sedih.
“Kita akan segera menemui nya, sebentar lagi,”ucap Lucafer.
….
Sementara itu Di nirwana, dewi Averina kembali tak sadarkan diri. Ia kembali terbaring di tempat dimana ia menghabiskan waktu nya berbaring tak berdaya. Dewa Q datang melihat keadaan adik nya bersama dewa cahaya dan dewa kegelapan. Dewa Q menatap adiknya yang kini kembali menutup matanya setelah terbangun dari tidur panjangnya. Waktu yang singkat bagi dewi Averina. Dewa cahaya berjalan mendekat. Ia mencoba menyentuh ujung jari dewi Averina dengan cahaya nya. Hal mengejutkan pun terjadi, dewi averina tiba – tiba tersentak seakan bisa merasakan cahaya yang di alirkan kedalam tubuh nya.
Melihat hal itu, dewa Q meminta dewa Cahaya untuk melakukan nya sekali lagi. Dewa cahaya pun dengan cepat kembali mengalirkan cahaya nya ke dalam tubuh dewi Averina. Bersamaan itu tubuh Averina kembali tersentak. Dewa Q terus meminta dewa cahaya melakukan hal tersebut. Hingga dewi Averina perlahan kembali membuka mata nya. Mata dewi Averina menoleh menatap dewa Q dengan tatapan yang dewa Q sangat kenali, tatapan adik kesayangan nya. Air mata nya dewi Averina mengalir perlahan, hal itu membuat dewa Q, dewa cahaya dan dewa kegelapan terkejut. Namun bukan hanya itu, mereka kembali dikejutkan dengan ucapan yang keluar dari mulut dewi averina. Dengan air mata yang masih mengalir, dewi Averina membuka mulut nya.
“Dimana putri ku kak?” tanya dewi Averina lirih.
__ADS_1
*****