Sang Penjelajah Dimensi

Sang Penjelajah Dimensi
Chapter 75: Kepergian Juline Ke Dunia Iblis


__ADS_3

Matahari tepat berada di atas kepala, Juline beranjak tanpa sepatah kata pun melangkah meninggalkan raja Samuel yang terdiam menatap nya. Juline menghentikan langkah nya dan menoleh menatap raja Samuel.


“Apa kau tahu siapa aku?”


“Hmm.”


“Bukankah ini menjengkelkan, kau bahkan tahu tentangku yang aku saja tidak tahu apa – apa.”


“Sebentar lagi, kau akan mengingat segalanya, tentang mu, tentang kita, tentang ayah.”


“Ayah?”


“Kau mungkin tidak akan percaya dengan keadaan ini, aku tahu para dewa berada di belakang semua ini.”


“Aku tidak tahu harus percaya pada siapa tapi satu hal yang pasti siapapun yang membuat hidupku mengerikan seperti ini akan ku musnahkan.”


“Sekalipun para dewa?”


“Sekalipun para dewa, jika mereka yang membuat ku melalui hidup seperti ini akan ku pastikan semesta tidak lagi menciptakan para dewa itu.”


Raja Samuel menatap Juline lekat – lekat, ia bisa merasakan aura yang tidak biasa di sekeliling Juline. Cahaya dan kegelapan yang berada dalam satu tubuh adalah kekuatan yang bisa meruntuhkan apa saja sekalipun itu nirwana. Tapi hal itu adalah bagian yang Juline tidak ketahui. Dewa Q sengaja tidak memberitahu tentang hal itu.


“Kau mau kemana?”


“Aku akan menemui ayah ku.”


Mereka berdua pun berjalan menuju kamar tempat Ascar kini terbaring lemah karena pukulan berat atas kehilangan Mayra dan para pelayan yang sudah ia anggap seperti keluarga sendiri. Saat mereka masuk, di sana sudah ada Rain dan Raja William yang sentiasa duduk sembari mencoba berbicara dengan Ascar.


Juline berhenti dan menatap Rain. Ia sedikit terkejut melihat Rain yang selama beberapa waktu tak nampak. Rain beranjak dan melangkah menuju depan Juline.


“Juline, bagaimana kabarmu?”


“Master, bagaimana kau bisa berada di sini? Kemana saja master selama ini, Genny dan Melanie mencari master.”


“Maafkan aku Juline, ada banyak hal yang terjadi dan sulit untuk aku jelaskan.”


Nampak raut kesedihan di wajah Rain menatap Juline yang kini melangkah dan duduk di tepi tempat ayah nya tidur. Juline menatap wajah dan mata ayah nya yang sembab. Juline pun merasakan pukulan yang berat bahkan lebih menyakitkan. Juline mengusap air mata yang mengalir di pipi ayah nya.


“Yang mulia, bisakah yang mulia menjaga ayah ku, saudara – saudara ku dan juga teman – teman ku selama aku pergi.”


“Tapi kau akan kemana Juline?” tanya Raja William.

__ADS_1


“Juline akan ke dunia iblis bersama ku,”jawab Raja Samuel.


“Benar yang mulia,”tambah Juline mencoba mengikuti jawaban Raja Samuel.


“Tapi kenapa kau memanggil nya yang mulia, dia adalah keponakan mu,”ucap Raja Samuel sembari menatap tajam ke arah Raja William.


“Maafkan aku ayah,”ucap Raja William.


“Aku hanya menghormati nya sebagai Raja.”


“Saya akan menjaga mereka Juli- Aunty-.


“Terimakasih yang mulia, tolong sampaikan pada saudara – saudara ku dan juga kedua teman ku untuk tidak cemas, dan juga aku akan segera kembali sebelum pernikahan Putri Esther dan kakak ku Dryas.


“Baiklah.”


Raja Samuel menggenggam tangan Juline dan menghilang bersama Rain. Raja William masih menatap Ascar yang tak kunjung membuka matanya. Ratu , pangeran Laureun dan Pangeran Devera yang baru saja kembali dari academy begitu terkejut setelah mengetahui tentang Juline dan keluarga nya.


Pangeran Laureun pun menceritakan segalanya tentang siapa Juline dan hal itu membuat pangeran Devera terkejut, mengingat sikapnya pada Juline sebelum nya membuat takut bertemu Juline.


“Suamiku, bagaimana keadaan Ayah tuan putri?”


“Roman, Dryas dan Damien sedang berlatih bersama jenderal, mereka juga nampak sangat terpukul,”jawab pangeran Laureun.


“Bisakah kau mengumpulkan mereka semua, ayah ingin memberitahukan sesuatu pada mereka.”


“Baik ayah.”


Beberapa saat kemudian datang lah Melanie, Genny, putri Aileen dan putri Esther. Mereka berempat memberi hormat pada raja. Melanie duduk dan mengusap air mata yang jatuh di pipi ayah Juline. Mata nya nampak berkaca – kaca. Genny dan kedua putri ikut duduk menjaga ayah Juline.


“Anak – anak kalian disinilah, jaga ayah Juline, kami ada rapat kerajaan.”


“Baik ayah,”ucap kedua putri bersamaan.


“Baik yang mulia,”ucap Melanie dan Genny bersamaan.


Raja, Ratu dan kedua pangeran keluar dari kamar dan langsung menuju ruang keluarga kerajaan. salah satu pengawal diminta oleh pangeran Laureun untuk meminta Roman, Dryas dan Damien datang ke ruang keluarga. Setelah beberapa saat Roman, Dryas dan Damien datang dan memberi hormat pada Raja William.


Mereka bertiga pun di persilahkan duduk. Raja William menatap mereka bertiga secara bergantian. Raja William merasa bingung harus mengatakan apa kepada tiga orang pria di hadapan nya itu.


“Ada apa yang mulia meminta kami berkumpul di sini?” tanya Roman.

__ADS_1


“Begini, mungkin kalian belum tahu jika ayah ku adalah seorang raja Iblis di dunia iblis, hari ini Juline memutuskan untuk ikut ayah ku ke dunia iblis, ia berpesan agar kalian tidak mencemaskan nya, ia berjanji akan secepat nya kembali sebelum pernikahan Dryas.”


“Yang mulia, kenapa adik kami pergi ke dunia iblis? Apa yang akan ia lakukan di sana?” tanya Dryas.


“Apa dia akan baik – baik di sana?” tanya Damien.


“Yang mulia, kami tidak paham untuk apa adik kami ke dunia iblis, tolong beritahu kami yang mulia, kami hanya takut jika adik kami terluka,”ucap Roman.


“Kalian tenang saja, aku tahu kalian lebih mengenal adik kalian, dia adalah gadis yang akan melakukan segalanya untuk bertahan.”


“Kenapa Juline tidak memberitahu kami secara langsung?” tanya Damien dengan mata berkaca – kaca.


“Yang mulia benar, saya yakin Juline akan baik – baik saja, dia pasti memiliki alasan tidak memberitahu kalian. Juline pasti takut jika kalian memaksa ikut dengan nya, dia pasti ingin tetap disini, di tempat yang menurut nya aman buat kalian semua,”jelas Ratu.


“Terima kasih yang mulia,”ucap mereka bertiga bersamaan.


“Sebaiknya kalian bertiga tidak menceritakan hal ini pada ayah kalian serta kepada dua gadis itu, mereka akan sangat cemas,”ucap Raja William.


“Baik yang Mulia,”ucap mereka bertiga serempak.


“Ayah, jika sudah kami semua akan kembali ke tempat latihan,”ucap Pangeran Laureun.


“Kalian kembalilah.”


Mereka berlima pun berjalan kembali ke ruang latihan. Masih nampak raut kecemasan di wajah Roman, Dryas dan Damien mengingat adik mereka.


Sementara itu di kerajaan Moon, nampak para warga di bantu para pengawal dan jenderal serta para master sihir mulai membangun ulang bangunan di ibu kota yang hancur karena efek serangan dari para black vampire waktu itu.


Terlihat beberapa keluarga kerajaan sedang memantau perkebunan Juline yang kini di ambil alih oleh kerajaan serta rumah Juline yang kini di tempati oleh pengusaha baru. Bangunan yang Juline beli pun di ambil oleh keraajaan. Semua itu dilakukan oleh ratu yang begitu mencintai kekayaan dan membenci jika ada yang lebih kaya dari nya.


Tanpa mereka sadari jika para black vampire masih ada di antara mereka, menunggu waktu yang tepat menyerang kerajaan Moon saat kerajaan itu lengah.


Sementara itu Raja Moon meminta untuk perisai yang kuat untuk melindungi kerajaan Moon.


Sementara itu Wizard academy kembali beraktivitas kembali dengan Ing Daniel sebagai ketua menggantikan Ing Noel yang saat ini sedang mempersiapkan pernikahan nya dengan Ing Carmel dan akan menjabat di Frost.


Di ruangan nya, Ing Daniel nampak terdiam menatap langit biru dari balik jendela nya yang tepat berada di hadapan nya.


Bagaimana kabar gadis itu, semoga saja dia baik – baik saja, aku bahkan tak bisa melakukan apa – apa untuk bisa menolong nya.


🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2