
Wizard Academy
^Uniform^
a. Bangsawan
b. Rakyat Biasa
Dark Academy
^Uniform^
Wind Academy
^uniform^
Melodies Academy
^uniform^
Mohon maaf kalau penjelasan dan gambar kurang sinkron. Author kasih gambar agar readers kurang lebih bisa membayangkan suasana academy. 😂
******
Pagi itu Juline beserta kakak – kakak nya dan teman – teman telah siap untuk berangkat ke Wizard Academy. Juline mengumpulkan semua pelayan beserta keluarga mereka, Juline meminta agar mereka semua mengurus ayah dan Mayra dengan baik serta membantu mengurus perkebunan dengan baik, semua pelayan dan pekerja perkebunan mengangguk paham.
Juline meminta paman John dan Jion untuk membantu ayah nya memantau perkebunan, Juline juga mempercayakan Jiana dan Jiona untuk mengurus Mayra selama ia belajar di academy. Ascar dan Mayra memeluk Juline, Mayra nampak sedih karena akan di tinggal kan oleh Juline. Juline mengelus pipi adik nya itu.
“Kakak akan kembali secepat nya, Mayra baik – baik di sini yah sama Jiana dan Jiona,”ucap Juline.
Mayra tersenyum mendengar Juline, walaupun belum mampu bicara dengan lancer tapi Mayra paham apa yang Juline sampaikan. Roman dan Damien juga memeluk ayah dan adik kecil mereka, Genny dan Melanie tak mau kalah, mereka berdua menghampiri Mayra dan memeluk Mayra sementara Sean, Dean, Mikey, Noan dan Rian hanya melambai ke arah Mayra.
“Saya harap kalian semua dapat mengerjakan tugas kalian dengan baik, saya juga berharap kalian semua tidak mengecewakan saya,”jelas Juline.
“Baik nona,”ucap semua pelayan dan pekeja serempak.
“Ayah, kami berangkat dulu, kami akan kembali saat libur musim dingin nanti,”ucap Roman.
“Baik nak, jaga kedua adik mu nak,”
__ADS_1
“Baik ayah.”
“Tolong jaga Mayra yah, aku percaya pada kalian berdua,”ucap Juline sembari menatap Jiona dan Jiana secara bergantian.
“Baik nona, kami akan menjaga Mayra dengan sebaik mungkin nona,”ucap Jiana.
Berangkatlah mereka semua dengan mengendarai dua kereta kuda. Damien dan Roman yang masih belum tahu akan perkebunan Juline pun penasaran.
“Juline, tadi kau menyebut pasal perkebunan, perkebunan apa yang kau maksud?” tanya Damien.
“Apa aku belum memberitahu kalian?”
“perihal apa?” Roman ikut bertanya.
“Aku membelikan ayah tanah yang berada di ujung mansion, dan membuat perkebunan untuk ayah,”terang Juline.
Roman, Damien, Genny dan Melanie yang mendengar itu sedikit di buat terkejut, terutama Melanie dan Genny yang tahu kalau tanah itu tanah milik keluarga ratu yang dilelang dengan harga yang fantastis dan tidak satupun yang sanggup membeli tanah itu dan sekarang Juline mengatakan dengan santai nya membeli tanah itu, hal itu sukses membuat Genny dan Melanie geleng – geleng kepala, mereka penasaran seberapa kaya sahabat mereka itu.
“Bukan kah itu tanah yang sangat mahal Juline, aku tidak percaya kau bisa membeli tanah semahal dan seluas itu,”ucap Damien.
“Jangan pernah bertanya bagaimana bisa aku membeli nya, yang pasti nya aku mampu membelinya."
“Juline kita memang tiada tandingan nya,”puji Roman.
Tiba - tiba mata Juline mengarah pada pakaian Roman yang sudah mulai koyak, ia merasa bersalah melihat pakaian kakak nya yang sebenarnya sudah tidak layak pakai. Melihat itu ia pun meminta Chandra berhenti sebentar di pasar sentral.
“Juline, apa kau ingin membeli sesuatu?” tanya Damien.
“Iya, kalian berdua tetaplah disini biar aku, Genny dan Melanie yang masuk kedalam.”
“Baiklah.”
Julien pun berjalan masuk ke pasar bersama Genny dan Melanie, Juline berjalan ke arah pedagang pakaian pria.
“Juline, kau ingin membeli baju buat siapa?” tanya Melanie.
“Aku ingin membeli pakaian untuk kedua kakak ku dan juga untuk kakak ku yang lain.”
Setelah selesai memilih baju, mereka bertiga pun berjalan keluar.
Saat melewati pedagang yang menjual gaun, mata mereka tertuju pada sebuah gaun berwarna hitam, hijau dan biru di hiasi dengan permata – permata kecil yang begitu indah, mereka bertiga pun berjalan ke arah gaun itu.
Saat tiba di toko gaun itu seorang wanita menyambut mereka dengan senyum ramah nya.
“Selamat datang nona – nona, ini adalah gaun terbaru kami bulan ini,” jelas wanita itu.
“Berapa harga gaun itu?” tanya Genny.
“Gaun yang di lapisi permata itu seharga 150 koin emas.”
“Ehh, kenapa gaun itu sangat mahal? uang dari ayah ku bahkan hanya 50 koin emas,”ucap Genny.
“Gaun nya sangat mahal yah, mungkin nanti saja kita kesini lagi,”ucap Melanie.
“Aku ambil ketiga gaun itu,”ucap Juline.
Wanita itu menatap Juline tanpa berkedip, sementara Genny dan Melanie menoleh bersamaan melihat Juline yang masih memandangi gaun berada di hadapan nya. Wanita itu mencoba bersikap tenang, beberapa pedagang mulai berbisik – bisik.
“Lihatlah gadis itu akan membeli gaun yang sangat mahal itu.”
“Konon harga gaun itu bisa membeli sebuah rumah”
“Siapa gadis itu? apa dia seorang bangsawan.”
“Apa dia seorang anak pengusaha?"
Wanita itu menghela napas dan kembali menanyakan perihal gaun yang akan di beli Juline.
“Apa nona sungguh akan membeli semua nya?”
“Iya, cepatlah aku tidak banyak waktu,”ucap Juline yang langsung mengeluarkan 450 koin emas dan berhasil membuat pedagang –pedagang yang ada di sekitar Juline terkejut.
“Baiklah nona.”
__ADS_1
“Juline, bukan kah baju itu sangat mahal?” tanya Melanie.
“Aku bisa membelikan kalian apapun, apapun yang kalian mau,”ucap Juline.
Mendengar itu Genny dan Melanie memandang Juline dengan mata berkaca – kaca, bahkan saudara mereka tak ada yang berpikir seperti Juline. Juline pun mengambil belanjaan itu dan mereka kembali ke kereta.
“Ahh, aku lupa sesuatu.”
“Apa Juline?”tanya Melanie.
“Aku belum punya seragam.”
“Tenang saja, sekolah menyediakan seragam bagi murid jenius sepertimu,”ucap Genny sembari melangkah menuju kereta.
Damien dan Roman yang melihat Juline, Genny dan Juline membawa belanjaan membantu memasukan belajaan mereka ke dalam kereta.
“Kalian beli apa sebenarnya?” tanya Damien.
“Ini untuk kalian,”ucap Juline sembari menyodorkan dua kantong yang berisi pakaian.
“Juline, ini buat kami berdua?” tanya Damien.
“Hmm.”
Kereta pun kembali berjalan, Roman masih terdiam menatap pakaian yang Juline berikan, ia menatap Juline sembari tersenyum.
Adik ku sangat baik pada ku, ia begitu perhatian padaku, terima kasih dewa karena mengirim gadis sebaik Juline di hidupku, aku janji akan menjaga nya sepenuh jiwa ku, batin Roman.
****
Di sebuah ruangan terlihat beberapa pria paruh baya menatap penuh selidik ke arah pria muda yang berada di hadapan mereka. Pria itu adalah Ing Noel yang sedang di sidang oleh panatua perihal ia yang mengundang seorang gadis tanpa aliran sihir menjadi murid academy. Ing Noel yang saat itu tidak memberitahu apa – apa perihal Juline merasa bingung, ia bingung bagaimana para panatua soal Juline.
“Noel, jelaskan pada kami alasan mu membawa gadis itu ke academy,”pinta Diz Minot.
“Bagaimana bisa kau membuat keputusan tanpa memberitahu kami apalagi hal seperti itu, bagaimana kalau hal ini sampai di telinga para bangsawan,kau tahu apa yang mereka lakukan, hal ini juga sama saja mempermalukan academy,”ucap Diz Vatha.
“Biarkan Noel menjelaskan hal itu,”ucap Diz Tiuz.
“Mohon maaf panatua tapi saya memasukan gadis itu di academy ini bukan tanpa alasan, mungkin panatua belum tahu perihal yang terjadi di ujian pengulangan master di hutan terlarang, saat itu kami menghadapi 4 naga iblis di antara ada 3 naga api tingkat langit yang tidak seharus nya berada di hutan itu, naga – naga itu hampir saja membunuh kami semua tapi Juline dan teman – teman nya datang membantu kami, memang benar yang Diz Vatha katakan, aku juga tak bisa merasakan aliran sihir nya tapi melihat nya memusnahkan hingga memotong – motong naga api membuat saya tak bisa berhenti memikirkan gadis itu, bagaimana gadis yang tanpa aliran sihir bisa mengalahkan naga – naga itu yang bahkan bisa lolos dari sihir es ku, karena itu aku memasukan ia di academy ini, aku ingin tahu siapa gadis itu sebenarnya,”jelas Ing Noel.
Mendengar penjelasan Ing Noel semua panatua terdiam dan saling pandang, mereka akhir nya di buat bingung sendiri.
“Jika benar yang kau katakan maka aku akan mengizinkan nya, aku juga penasaran seberapa hebat gadis tanpa aliran sihir itu,”ucap Diz Tiuz.
“Tapi ketua, apa yang akan di katakan oleh murid – murid lain dan keluarga mereka kalau kita menerima gadis tanpa aliran sihir di academy?” tanya Diz Jacob.
“Aku setuju gadis itu masuk ke sini, aku juga tidak menyangka ada gadis yang bisa mengalahkan tiga ekor naga api, bukankah dia sangat mengagumkan,”ucap Diz Caster.
“Aku tahu maksud dari perkataan mu Caster,”ucap Diz Carol sembari menatap tajam Diz Caster.
“Kakak terlalu curiga padaku,”balas Diz Caster sembari tersenyum melihat tatapan sinis saudaranya.
“Baiklah karena banyak dari panatua yang setuju, gadis itu kami terima menjadi murid academy, soal murid – murid dan keluarga mereka biarkan saja, ini sudah keputusan academy,”ucap Diz Tiuz.
“Terima kasih panatua,”ucap Ing Noel dengan senyum merekah.
“Noel, kau tidak sedang menyukai gadis hebat itukan?” tanya Diz Jake.
Pertanyaan Diz Jake membuat Ing Noel dipandangi oleh semua panatua dengan penuh selidik, Ing Noel menelan saliva nya entah mengapa ia merasa bingung dan gugup mendengar pertanyaan Ing Jake.
“Tidak panatua, ia hanyalah gadis biasa dan saya memasukan di sini karena saya rasa ia mempunyai potensi kelak ia bisa melindungi kerajaan ini,”jelas Ing Noel.
“Aku semakin penasaran pada gadis itu, lalu kapan ia akan tiba?” tanya Diz Minot.
“Hari ini panatua,”jawab Ing Noel.
“Bawa gadis itu ke sini menghadap kami semua,”ucap Diz Tiuz.
“Baik panatua,”ucap Ing Noel sembari memberi hormat dan pergi meninggalkan mereka.
Sementara Diz Vatha dan Diz Jacob terlihat tidak setuju akan keputusan Diz Tiuz, mereka tetap tidak menerima Juline di academy karena takut Juline hanya akan mempermalukan academy di kerajaan lain terutama di Frost.
Happy Reading. 🥳🥳🥳🥳🥳
__ADS_1