
Malam dengan cepat datang menyelimuti kerajaan Moon. Suasana mencekam mulai dirasakan oleh para prajurit dan jenderal yang berjaga di sekitaran ibu kota. Angin perlahan menebarkan debu dijalanan.
Sementara itu dikediaman Ascar, nampak Ascar dan anak - anak nya serta para pelayan nya berdiam di dalam mansion setelah mendapat peringatan dari prajurit kerajaan yang berjaga sekitar blok M5.
"Bagaiman keadaan adik kalian, apa dia baik - baik saja?" ucap Ascar dengan raut kecemasan menghiasi wajahnya.
"Ayah, Juline akan baik - baik saja, ia bersama para pemimpin academy, dia pasti baik - baik saja," ucap Roman berusaha menenangkan ayah nya.
Tiba - tiba suara teriakan terdengar dari lantai satu tempat para pelayan, Roman, Dryas dan Damien berlari ke bawa dan mendapati sebuah pemandangan yang cukup mengerikan. Mereka melihat seorang Black Vampire telah membunuh beberapa pelayan mereka.
Nampak Bi Joan, Anna, Celine, Martha serta paman John, Jim dan anak - anak mereka meringkuk di belakang kursi dengan keringat bercucuran di wajah mereka sebagian pelayan berlari menuju pekarangan dan bersembunyi.
"Bagaimana mahluk itu bisa masuk kerumah ini?" Tanya Roman sembari membuang sihir angin nya pada Black Vampire itu tapi dengan cepat ditepis oleh black Vampire itu.
Damien berlari meminta para pelayan nya yang bersembunyi di balik kursi berlari naik ke lantai 3, Bi Joan berhenti sejenak menatap Damien dengan mata berkaca-kaca.
"Mahluk itu adalah Moa,"ucap Bi Joan yang langsung berlari meninggalkan Damien, Roman dan Dryas yang siap melawan black vampire yang ternyata adalah salah satu pelayan mereka.
"Pantas saja ia bisa masuk ke rumah ini."
Moa menyeringai dan berlari menyerang mereka bertiga, Roman mengayunkan pedangnya nya dan merobek lengan Moa tapi itu tidak membuat Moa berhenti, Damien melempar sihir nya dan membuat Moa terlempar dan menabrak lemari hingga hancur, tapi ia tetap bangkit seakan tidak merasakan apapun.
"Kalian pikir bisa mengalahkan ku begitu saja? Bersiaplah mati."
Moa menerjang Roman dan membuat Roman terkena cakar yang tepat di dada nya, Darah mengucur dari dada Roman, Dryas berlari melontarkan sihir Angin nya dan membuat Moa terlempar menghantam tangga dan memuntahkan seteguk darah.
Damien membantu Roman bangkit, sementara Dryas berusaha menahan serangan Moa yang semakin membabi buta. Moa Menyeringai dan dengan cepat kuku nya menembus dada Dryas.
Dryas Tersungkur dengan darah yang memenuhi tubuh nya, Damien beranjak menahan serangan Moa yang hendak menyerang Dryas yang kini Tersungkur dengan napas tersengal.
__ADS_1
"Pada akhir nya kalian akan mati, tak akan ada yang bisa menolong kalian."
Sebuah portal muncul dihadapan Moa, Juline keluar dan langsung mencekik Moa. Mata Moa membelalak melihat kedatangan Juline yang tiba - tiba bersama Diamond Ana, Diz Carol dan Diz Caster.
"Berani nya kau menyentuh keluarga ku, sudah ku katakan bukan, jangan pernah menyakiti keluarga ku, apa ini balasan mu atas kebaikan ku?"
Juline mematahkan satu persatu bagian tubuh Moa, terdengar suara jeritan dari mulut Moa. Hal itu membuat Diz Caster dan Diz Carol terpaku melihat kekejaman Juline, Juline menjambak rambut Moa dan menarik nya dengan keras sampai kepalanya terpisah dari leher nya dan mati.
Jiwa Moa keluar dan seketika itu Juline mencengkeram Jiwa Moa,
"Bagaimana kau melakukan nya?"tanya Moa dengan sisa - sisa napas nya.
Juline menyeringai sembari mencengkeram jiwa Moa dengan kuat dan seketika lenyap. Diamond Ana, Diz Carol dan Diz Caster dibuat terkesima dengan kekuatan Juline.
"Syukurlah kau datang Juline," ucap Damien.
Juline duduk di samping kedua kakak nya dan mulai menyembuhkan mereka berdua, sekali lagi Diamond Ana dan Diz Carol dan Diz Caster dibuat terkagum-kagum.
"Aku sudah mengatakan pada kalian untuk tidak meremehkan gadis ini," ucap Diamond Ana.
Perlahan - lahan luka Dryas dan Roman sembuh dan hilang tanpa bekas, Damien menatap adik nya.
"Kak, tolong jaga ayah dan Mayra, aku harus membantu warga kota, aku akan membuat perisai yang kuat untuk rumah ini,"ucap Juline.
"Terimakasih adik ku,"ucap Roman
"Aku yang akan membuat perisai itu,"ucap Diamond Ana.
"Terima kasih banyak Diamond Ana,"ucap Damien.
__ADS_1
"Kau hati - hati Juline,"ucap Dryas sembari memeluk adik nya.
Diamond Ana bersama Juline dan Diz Caster beserta Diz Carol pun kembali melewati portal dan mereka kini telah sampai di gerbang kota. Nampak para prajurit sedang di serang oleh black Vampire.
Mereka berempat segera berlari menolong para prajurit itu. Juline membuka Kaos tangan nya dan berlari menerjang para Black Vampire. Semua black Vampire langsung menyerang mereka berempat.
Sementara di depan istana, rombongan Black Vampire dan mulai menyerang para penjaga istana serta para master sihir kerajaan. Ing Noel dan Ing Daniel pun yang ada di sana Berusaha melindungi istana agar tidak dimasuki oleh para black Vampire.
Para Prajurit dikalahkan begitu saja oleh para Black Vampire, para master maju dan langsung melempar sihir nya, satu persatu black vampire tumbang tapi tidak dengan jiwa mereka. Jiwa mereka kemudian memasuki para prajurit yang barusan mereka bunuh.
Black Vampire tidak berkurang bahkan ketika mereka sudah dimusnahkan oleh para master sihir, hal itu membuat para master kewalahan hingga tiba di sebuah titik, para black vampire menyerang para master sihir kerajaan dengan membabi buta, para Ing pun turut membantu master sihir kerajaan.
Sementara di dalam istana, Para panatua dan perdana menteri sedang bersiaga melindungi keluarga kerajaan terutama Raja Moon.
Setelah Juline mengalahkan semua Black Vampire yang ada di gerbang kota, Diamond Ana kembali membuka portal yang langsung sampai depan istana. Juline dan Diamond Ana berlari sembari menggenggam pedang mereka dan mulai menebas satu persatu para black vampire.
Dengan sigap tangan Juline menggapai jiwa- jiwa mereka dan mencekik hingga lenyap. Para master sihir kerajaan terpaku melihat Juline yang begitu mudah nya membunuh black vampire itu.
Tiba - tiba terdengar suara ledakan dari tengah kota.
Duarrrrr...
Mereka semua terkejut karena ledakan itu membuat sedikit guncangan. Para warga yang mendengar itu, yang rumah nya terkena ledakan pun berlari keluar. Namun naas para Black Vampire yang membuat ledakan itu tengah menunggu para warga dan ketika para warga berlarian keluar, para Black Vampire dengan memburu dan membunuh para warga.
Juline meminta Diamond Ana membuka portal ke tengah kota, mereka berempat pun langsung pergi meninggalkan para master sihir kerajaan yang masih terpaku menatap Juline. Sementara Ing Daniel dan Ing Noel masuk kedalam istana dan melaporkan keadaan ibu kota.
Para master sihir kerajaan beserta para Ing diminta untuk segera mengevakuasi warga dari para Black Vampire. Suasana tengah kota sangat ramai, terdengar jeritan demi jeritan.
"Hancurkan manusia - manusia tak berguna itu, bunuh mereka semua,"teriak pria yang kini tengah menonton para black vampire yang mulai membantai warga.
__ADS_1
"Ini adalah pemandangan yang indah ayah."
"Kau benar anak ku."