
Melihat itu Shimon dan Petra tersenyum penuh kemenangan, Shimon melirik Juline dengan tatapan menjijikan, melihat itu Juline hanya tersenyum dan membuat Shimon terlihat semakin geram.
“Baiklah sekarang giliran Juline,”ucap Ing Vint
Mendengar nama nya di sebut, Juline melesat dengan belati di tangan nya dan seketika menusuk belati itu tepat di jantung Petra.
Mata Petra membelalak saat belati menghujam jantung nya, ia tersungkur dan dengan cepat Shimon menangkap tubuh Petra. Melihat itu para Ing menghampiri Petra yang kini terbaring bersimbah darah. Juline duduk di bangku Petra sembari menyinglangkan kaki nya.
“Kau, apa yang aku lakukan pada pangeran?” tanya Ing Amra yang panik melihat Petra yang mulai kehilangan kesadaran.
“Aku akan membunuh mu gadis ******,”geram Shimon dengan mata berkaca – kaca.
“Akan ku laporkan hal ini pada panatua,”ucap Ing Amra.
“Kenapa kalian marah, bukankah kita sedang belajar?”
Juline membuka kaos tangan nya dan menatap datar ke arah Petra yang semakin lemah. Juline memangku kepala nya di meja dan tanpa menutup mata nya ia langsung mengucapkan mantra.
“Area Heal”
Ruangan di penuhi cahaya Hijau, para Ing terkesima melihat cahaya hijau yang memenuhi ruangan, seketika luka dan darah di tubuh Petra menghilang bersamaan dengan itu para Ing merasa tubuh mereka seperti di penuhi energy yang kuat bahkan Ing Amra terhentak karena tingkatan sihir nya pada saat itu naik level.
“Bukankah ini mengagumkan, levelku bahkan naik, Juline bagaimana kau melakukan nya?” tanya Ing Amra yang masih tak percaya dengan sihir Juline yang begitu kuat.
“Lihatlah, Petra bahkan kembali sehat seperti sedia kala,”ucap Ing Vint.
Petra dan Shimon hanya mematung menatap Juline yang sedang duduk dengan santai nya sembari menatap mereka, ketiga Ing bertepuk tangan dengan bangga.
“Tidak salah academy menerima murid sejenius dirimu,”puji Ing Amra.
Mendengar itu Shimon dan Petra mendengus kesal menatap Juline yang mendapat pujian dari para Ing. Juline beranjak dan mendekati Shimon dan Petra.
“Mohon maaf pangeran atas kelancangan saya,”ucap Juline sembari berjalan kembali ke tempat duduk nya.
“Dasar gadis j*l*ng,”ucap Shimon.
Para Ing pun menutup kelas pagi itu dan akan di lanjutkan setelah makan siang. Para Ing keluar lebih dulu meninggalkan Juline, Petra dan Shimon. Juline menyusun buku nya dan melangkah keluar tepat sebelum itu Petra memanggil Juline.
“Juline.”
“Ada apa pangeran?”
“Maukah kau menjadi pengawalku?”
Juline yang mendengar itu ingin tertawa terbahak – bahak sementara Shimon hanya menatap Juline datar. Petra menatap Juline yang tertawa dan mengernyitkan kening nya.
“Kenapa kau tertawa?” tanya Petra
“Aku tidak berniat menjadi pengawal mu, apa kau tak bersyukur memiliki satu pengawal setiamu.”
“Jaga ucapan mu,”ucap Shimon.
“Ahh, jadi kau membantah ku, kau pikir aku akan membiarkan mu setelah melakukan hal buruk padaku, kau mungkin lupa aku adalah seorang pangeran, akan ku laporkan kau pada ayah ku dan aku akan meminta nya untuk memenggal kepalamu.”
“Lakukan lah, kebetulan aku ingin ganti kepala,”ucap Juline yang langsung pergi meninggalkan Shimon dan Petra.
__ADS_1
“Gadis kurang ajar, akan ku beri pelajaran sampai ia memohon menjadi pengawal ku.”
****
Kabar tentang kehebatan element cahaya dengan cepat tersebar di academy, ada yang mulai mengagumi ada pula yang semakin ingin memusnahkan nya. Damien dan Roman yang mendengar itu tidak percaya begitu pun teman – teman Juline yang lain, mereka tidak menyangka jika Juline memiliki element cahaya.
Hal itu terjadi pada para Ing dan para master senior terutama keluarga Rosemburg yang tahu jika Juline hanyalah gadis yang lahir tanpa aliran sihir. Ing Noce yang menyebar rumor buruk tentang Juline pun di bekukan oleh Ing Noel di ruang rapat.
Dengan susah payah para Ing membujuk Ing Noel untuk melepas sihir dan akhir nya Ing Noce bebas dan langsung bersujud meminta maaf, ia berjanji tidak akan menjadi pembawa rumor lagi.
Juline terlihat berjalan kembali ke kamar nya, setiba nya di sana ia melihat Melanie dan Genny sedang duduk di tepi kasur nya sembari membaca buku sementara Moira sedang tidur sembari memeluk boneka kesayangan nya.
“Juline, bagaimana kelas pertama mu?” tanya Melanie yang beranjak dan menarik Juline ikut duduk di tepi kasur nya.
“Begitulah,”
“Kau hebat Juline, kau bisa membuat academy gempar di hari pertama mu mengikuti kelas,”ucap Genny.
“Apa maksudmu?”
“Kami tahu apa yang kau lakukan pada pangeran hari ini, bukankah kau sangat mengagumkan, aku penasaran tampang pangeran sialan itu,”ucap Genny.
“Kabar apa, aku tak mendengar apa – apa,”ucap Melanie.
“Kau tahu hari ini satu academy tahu kau telah menghujam jantung pangeran lalu menyembuh kan nya, kau tahu bagaimana ekpresi Marian dan Jessica, mereka sangat panik dan sangat ingin mencabik mu Juline”jelas Genny diselingi tawa nya.
“Benarkah itu Juline? Tapi bagaimana satu academy bisa tahu?” tanya Melanie.
“Kau seperti nya belum tahu, tapi di academy kita ini ada seorang Ing yang punya kehebatan, ia bisa mengetahui segala nya yang terjadi di academy ini, apalagi hal ini menimpa Pangeran.”
“Juline, apa kau baik – baik saja? bagaimana kalau pangeran melaporkan hal ini pada academy dan paling mengerikan lagi kalau pangeran sampai melapor pada raja, Juline aku takut kau kenapa – kenapa,”ucap Melanie.
“Matamu bagaimana Juline?” tanya Melanie.
“Mataku baik – baik saja, jangan khawatir benar yang di katakan kak Moira, aku tidak takut apapun sekalipun harus berurusan raja.”
Melanie dan Moira menelan saliva nya mendengar ucapan Juline yang cukup ekstrem. Genny kembali menatap Juline.
“Juline lalu bagaimana dengan kakak nya Melanie, apa dia berbuat hal buruk padamu?” tanya Genny.
“Iya, kakak ku Shimon Sebastian, dia tidak melukaimu kan? Akan ku patahkan tubuh nya jika ia berani mengganggumu.”ucap Melanie.
“Dia baik, tapi kamu lebih baik dari dia,”ucap Juline.
“Jelas saja, binatang seperti dia mana ada baik nya,”ujar Melanie.
“Apa kau begitu membenci saudara mu?” tanya Moira sembari menatap Melanie.
“Sangat.”
Juline terdiam menatap Melanie, Moira dan Genny. Sementara Neyra yang baru selesai kelas sedikit terkejut melihat keempat gadis yang duduk sembari menatap kosong ke arah ubin. Ia menaruh tas nya dan menepuk bahu Moira.
“Kalian kenapa?” tanya Neyra.
“Aku lapar.”
__ADS_1
“Aku juga.”
“Aku sangat lapar.”
Juline hanya tersenyum tipis menatap teman – teman nya yang sedang melamun di sertai gemuruh yang berasal dari perut mereka. Neyra pun mengajak mereka semua ke ruang makan.
“Juline, kau di panggil di menara 100 oleh Ing Mion.”
“Baiklah.”
“Tapi kenapa aunthy?”
“Aku juga tidak tahu mungkin masalah pangeran, tapi kamu hebat hari ini, aku saja takkan seberani itu,”puji Neyra.
“Kau lihatkan, dua gadis mengerikan ini berada di sekeliling kita, Ahh aku merinding karena mereka berdua,”ucap Moira.
“Kau akan baik – baik saja,”ucap Melanie.
Juline pun berangkat ke menara 100 bersama mereka berempat tapi ia terus berjalan ke lantai 5 sementara teman – teman nya menuju ruang makan, wajah cemas nampak dari Genny dan Melanie. Saat tiba di ruang makan, Damien dan Roman menghampiri Genny dan Melanie. Mereka berdua menanyakan keberadaan Juline.
Melanie pun memberitahu mereka berdua jika Juline di panggil dimenara 100. Hal itu membuat Roman dan Damien cemas, apalagi mereka juga mendengar rumor tentang Juline hari ini. Setelah kepergian Roman dan Damien, Mikey dan Rian serta Sean dan dean datang mencari Juline dan mereka mendapat jawaban yang sama.
“Semoga saja Juline baik – baik saja,”ucap Dean.
“Juline memang hebat,”puji Rian.
“Gadis ku sangat hebat,”puji Sean.
“DIAM KAU!”bentak Dean, Mikey dan Rian.
“Aunthy Neyra,”panggil Rian.
“Sedang apa kau di sini?”tanya Neyra.
“Aku mencari Juline,”jawab Rian.
“Kau harus nya sadar diri, kau sudah bertunangan,”ucap Genny.
“Aku benci pertunangan itu.”
Genny dan Neyra saling pandang mendengar ucapan Rian, mereka berempat akhir nya ke meja bangsawan, sementara Roman dan Damien terlihat diam memandangi makanan nya. Alec, Aniel dan Dryas yang melihat itu paham, mereka juga mendengar tentang Juline, mereka sangat terkejut dengan kekuatan adik mereka tapi mereka juga cemas jika pangeran betul – betul melaporkan perbuatan Juline.
“Juline akan baik – baik saja,”ucap Alec sembari meminta mereka menyantap makanan nya.
“Aku ingin bertemu Juline, apa sebaik nya aku berlatih pada nya, tidak ada yang sekuat diri nya,”ucap Dryas.
“Diamlah dan makan makan mu,”bentak Aniel.
“Baik kak.”
Di meja makan bangsawan Flowerina, Isabel dan Riley terlihat menikmati makanan nya, sesekali mereka terlihat tersenyum.
"Aku yakin gadis itu sebentar lagi akan dikeluarkan dari academy ini, "ucap Riley.
Sementara Juline kini telah berada di menara 100 lantai 5. Di hadapan nya sudah ada pangeran Petra dan Shimon serta Shiana Moon dan Cheyra.
__ADS_1
Selain mereka ada juga para Ing yang terdiri dari Ing Noel, Ing Shen, Ing Daniel, Ing Vint, Ing Dorcas, Ing Carmel dan Ing Paixao. Mereka semua menatap datar pada Juline. Juline pun duduk di kursi yang telah di persiapkan.
🤗🤗🤗🤗🤗🤗