Sang Penjelajah Dimensi

Sang Penjelajah Dimensi
Chapter 25: Bertemu Tiga Pria Aneh


__ADS_3

Sementara itu di dalam kabut, Juline berjalan perlahan menghampiri naga itu. Tiba – tiba langkah Juline terhenti tatkala ia melihat tiga orang laki – laki sedang duduk dengan luka di sekujur tubuh nya. Tubuh mereka di tutupi kain hitam tipis.


Ketiga pria itu mendongak menatap Juline dengan tatapan aneh. Juline menatap mata ketiga pria itu. Mata mereka berwarna merah dengan rambut hitam panjang, mata yang persis dengan mata naga api yang sejak tadi menyerang Juline.


“Kalian siapa?"


“Kami adalah jiwa yang menumpang di naga api itu,”jelas salah satu di antara mereka.


“Bisakah kau menyembuhkan kami terlebih dahulu?”pinta nya lagi.


“Aku tidak tahu bagaimana cara menyembuhkan kalian.”


“Dengan tangan kanan mu,"ucap pria itu lagi.


Juline pun perlahan mendekat ke tempat ketiga pria itu, mereka bertiga menatap Juline. Juline mulai menyentuh tangan mereka dengan tangan kanan nya dan seketika luka mereka sembuh. Juline beranjak dan mundur.


“Terima kasih Nona karena menolong kami. Perkenalkan nama saya Samuel, dan kedua saudara saya Dark dan Dioz.”


“Kenapa kalian menempati tubuh naga – naga itu?"


“Kami adalah jiwa yang sedang mencari saudara kami, kami merasakan aura nya di hutan ini tapi naga api ini malah ingin memangsa manusia – manusia itu,”jelas Samuel.


“Bukankah kalian yang mengendalikan naga – naga itu?" tanya Juline.


“Kami hanya menempati nya, tapi insting nya sebagai binatang pemangsa manusia tetap ada,”jawab Dark.


“Kau seperti nya sangat hebat, kami belum pernah merasa sekuat ini karena sihir mu. Apa kami bisa tinggal dengan mu?” tanya Dioz


“Dioz, apa yang kau katakan, kau lupa tujuan kita mencari saudara kita sebelum kebangkitan ayah.”ucap Samuel.


“Nona, sekali lagi terima kasih karena telah menolong kami,”ucap Samuel.


Dark menghampiri Juline dan langsung memeluk Juline. Ia merasa nyaman berada di sekitar Juline, Juline hanya diam membiarkan pria di hadapan nya memeluk nya, entahlah tapi Juline merasakan kenyamanan yang sama.


“Aku harap bisa bertemu lagi,”ucap Dark


“Kau bisa membunuh ketiga naga api itu sekarang,”ucap Samuel yang langsung menghilang bersama Dark dan Dioz.

__ADS_1


Juline masih berdiri mematung melihat tempat ketiga pria itu duduk. Ada rasa sedih yang tiba – tiba menyerang nya. Ketiga naga api dengan cepat kembali menyerang nya tapi kini Juline lebih cepat dan gesit karena naga api itu kini melemah. Juline melesat dan memotong – motong tubuh naga itu menjadi 3 bagian masing – masing.


Bersamaan dengan itu, kabut hitam itu hilang, Juline menancapkan pedang nya ke tanah dan bersujud di depan pedang nya. Tubuh nya tiba – tiba melemah, ia tersungkur dengan luka – luka di tubuh nya. Ing Noel yang melihat itu segera berlari diikuti para Ing yang lain nya.


Betapa terkejut nya mereka melihat tubuh naga yang sudah terpotong – potong. Melihat itu, murid – murid bersorak bergembira dan berlari menghampiri Juline. Ing Noel memindahkan kepala Juline di paha nya. Ia menatap wajah gadis di hadapan nya dengan mata berkaca – kaca.


“Biar aku yang menyembuhkan nya,”ucap Ing Cosmo.


“Bukankah dia sangat hebat,”puji Ing Green.


“Seperti nya tahun ini kita mendapat banyak lulusan master,”ucap Ing Mion


“Aku kalah pada gadis aneh ini, tapi entah mengapa aku malah jadi mengagumi nya,”ucap Ing Noel yang masih menatap wajah gadis yang kini berada di pelukan nya.


Roman yang sudah sadar berlari menghampiri Juline diikuti Rain, Damien, Genny dan Melanie. Mereka berlari dan melihat Juline yang sudah kehilangan kesadaran.


Damien mematung menatap wajah adik nya, air mata nya mengalir. Ia melihat naga – naga yang sudah mati dengan tubuh terpotong – potong.


Kau berhasil adik ku, apa yang harus ku katakan padamu. Kau sekali lagi membuat ku semakin tidak berguna, maafkan aku adik ku, kakak bangga padamu.


Ku mohon bertahanlah,lihat lah aku aku akan berlatih keras untuk bisa melindungi mu juga.


Semua orang masih menatap Juline yang tak kunjung membuka mata nya. Ing Green menatap Damien, Rain dan Roman yang masih mematung menatap Juline yang tak kunjung sadar.


“Perhatian untuk semua murid, mengingat kejadian luar biasa hari ini dan sesuai perjanjian atas perjuangan kalian, kalian semua kami luluskan sebagai seorang master dan itu berlaku untuk Damien juga, Damien selamat kamu lulus dalam ujian master ini, kau berkonstribusi banyak dalam menyembuhkan murid – murid yang terluka parah dan kau juga beruntung memiliki seorang adik perempuan yang begitu luar biasa,”jelas Ing Green.


Terdengar sorakan dari murid – murid sementara Damien hanya diam dengan air mata yang masih mengalir di wajah nya. Melanie menghampiri Damien dan melap air mata nya.


Damien menatap Melanie sedih, ia tahu jika Melanie adalah gadis yang baik tapi mengetahui ayah Melanie menikahi ibu nya, membuat nya membenci seluruh keluarga Sebastian.


“Kak Damien selamat, Juline pasti sangat senang,”ucap Melanie dengan senyum manis nya.


“Terima kasih Melanie,”ucap Damien.


Melanie merasa bahagia karena bisa berbicara dengan Damien. Mengingat selama ini Damien sangat membenci dirinya. Juline mulai membuka mata nya,melihat itu semua orang bernapas lega. Para Ing mendekatkan diri mereka pada Juline.


“Kau sangat hebat Juline, aku tidak pernah menyangka akan bertemu dengan gadis sekuat dirimu,”puji Ing Green.

__ADS_1


“Maafkan kami yang sudah merendahkan mu,”ucap Ing Mion dan Ing Noce.


“Terima kasih telah menolong ku,”ucap Juline sembari menatap Ing Cosmo yang berada di samping kiri nya.


Juline menatap Ing Noel yang sedang menatap nya. Mata mereka bertemu, wajah Ing Noel memerah, ia segera membuang muka dari gadis yang masih berada di pelukan nya.


“Kau menang dan mereka semua lulus,”ucap Ing Noel singkat sembari menahan malu karena Juline terus menatap nya.


Juline beranjak dan berdiri, Damien, Rain, Roman, genny dan Melanie menghampiri Juline. Genny dan Melanie langsung memeluk Juline. Mereka sangat takut jika Juline meninggalkan mereka.


“Rain dan Roman kalian harus tetap menemuiku di kantor dan Damien, segera kembali ke academy, kau harus segera mengajar,”ucap Ing Noel


“Baiklah semua murid silahkan masuk ke portal dan kembali ke academy,”perintah Ing Mion


Sebelum para murid masuk ke portal , mereka terlebih dahulu menghampiri Juline dan berterima kasih atas pertolongan Juline yang tidak akan pernah mereka lupakan. Maritta berlari memeluk Juline, ia dan ketiga teman perempuan nya lulus master karena pertolongan Juline hari ini.


“Terima kasih Juline, aku menunggu mu di academy,”ucap Maritta.


Semua murid pun masuk ke portal dan kembali ke academy. Para Ing meminta Rain dan Roman mengurus batu sihir naga api itu dan meminta mereka agar secepat nya keluar dari hutan karena Juline masih sangat lemah.


“Juline, aku menantimu di academy,”ucap Ing Green yang langsung pergi mengikuti para ing yang lain.


Mereka masuk portal dan hanya tinggal Juline, Damien, Rain, Roman, Genny dan Melanie. Rain, Damien dan Roman mulai mengambil batu sihir dan Melanie mulai membakar tubuh naga itu.


“Fire”


Setelah itu mereka dengan cepat meninggalkan hutan. Mereka pun menaiki kereta kuda masing – masing. Sebelum itu Genny dan Melanie menghampiri Juline dan memeluk Juline.


“Kami harap dapat melihat mu di academy. Aku dan Melanie akan datang berkunjung sebelum kembali ke academy,” ucap Genny


“Juline cepat pulih yah, aku akan datang bersama Genny,”ucap Melanie sembari memeluk erat adik tirinya itu.


“Juline, kau sangat hebat hari ini, aku harap dapat bertemu dengan mu lagi,” ucap Rain.


“Hmm,”


Damien hanya tersenyum pada Melanie. Ia merasa bersalah karena selama ini membenci Melanie. Tak terasa malam tiba dengan cepat, mereka pun berpisah dan kembali ke rumah masing – masing.

__ADS_1


Happy Reading ♡♡♡


__ADS_2