Sang Penjelajah Dimensi

Sang Penjelajah Dimensi
Chapter 28: Damien dan Roman Mengajar Di Academy 2


__ADS_3

Wizard Academy memiliki dua kastil kelas yaitu kastil untuk rakyat biasa dan kastil untuk bangsawan. Pembagian kastil tidak lepas dari saran para bangsawan dan di dukung dengan keputusan kerajaan.


Kelas di kastil bangsawan dan rakyat biasa di bagi menjadi kelas A, B dan C. Kelas A di bagi menjadi A1, A2, A3, dan A4 begitupun kelas B. Pembagian kelas ini berlaku di dua kastil tersebut.


Sementara kelas C di bagi menjadi C1, C2, C3, C4 dan C5. Kelas ini di peruntuk kan bagi murid jenius yang memiliki element lebih dari 2 dan juga kelas ini menggabungkan antara bangsawan dan rakyat biasa.


Meskipun kelas ini mendapat banyak kritikan dari para bangsawan tapi panatua tetap pada peraturan nya. Kelas C5 adalah hanya memiliki dua orang murid.


C5 adalah kelas dimana murid memiliki 4 element. Di mana hal itu adalah sesuatu yang langkah. Dua murid itu adalah seorang putra raja yakni pangeran kesembilan, Petra Griano Moon. Dan Shimon Sebastian, putra dari keluarga Sebastian.


Kelas A: umur murid berkisar 12 – 15 tahun


Kelas B : umur murid berkisar 16 – 18 tahun.


Kelas C : tidak ada batasan umur (Penentuan pada jumlah elements)


****


Damien pun pamit meninggalkan mereka dan menuju kastil rakyat biasa. Alec memandang adik nya yang sudah berlalu.


“Kakak bangga pada kalian berdua,”gumam Alec dalam hati.


Damien sudah sampai di kelas A1. Saat ia masuk semua memandangi Damien. Mereka semua bahagia akan di ajar oleh Pria tampan seperti Damien. Ia menjelaskan pada murid nya kalau ia hanya akan masuk perkenalan dan menyampaikan beberapa kata untuk mereka, semua murid bersorak gembira. Selain pelajaran sihir ada juga pengajaran teknik bertarung.


(Bingung yah kenapa Damien langsung ke kelas A1. Yah itu karena di token master nya sudah tertera kelas yang akan di ajar)


“Perkenalkan nama saya Damien Ascar. Saya adalah Master sihir cahaya dan air. Semoga kalian nyaman selama berada dikelas saya,"ucap Damien.


“Pasti master,“ucap murid serempak.


Damien begitu bahagia melihat antusias murid di kelasnya. Rasa gugup itu telah sirna dan juga setelah bertemu kakak nya entah mengapa perasaan nya tenang. Ia merasa bahagia bisa mengetahui perasaan kakak –kakak nya yang begitu merindukan ayah mereka. Setelah 30 menit, Damien mohon undur diri.


“Sampai jumpa besok murid – murid,”ucap Damien dengan senyuman nya.


“Siap master,”jawab Murid serempak.


Damien keluar kelas dan langsung menuju ke lapangan yang berada di belakang kastil. Ia melihat Roman sedang mengajar teknik pedang. Saat berjalan menuju ke lapangan, Damien merasa di tatap oleh banyak mata.


Dan benar saja beberapa gadis sejak tadi memandangi nya. Mereka terpesona dengan ketampanan Damien. Ia berlari masuk ke dalam lapangan. Roman sedang mempraktekan beberapa gerakan pada murid nya.


Damien yang memperhatikan Roman dari belakang tertawa saat melihat beberapa murid perempuan tidak memperhatikan gerakan Roman melainkan memandangi Damien. Roman yang sadar beberapa murid nya tidak memperhatikan gerakan nya berusaha menegur mereka.


“Perhatikan di sini murid – murid. Apa yang sedang kalian lihat?” ucap Roman.


Tapi murid – murid bahkan tak menjawab pertanyaan Roman. Ia merasa penasaran apa yang sebenarnya murid – murid nya jadi tidak memperhatikan dia. Saat ia berbalik, ia melihat Damien sedang duduk manis sambil menertawakannya. Roman memicingkan mata nya.


Damien yang melihat Roman sedang mengambil ancang – ancang bersiap untuk berlari.


“Murid – murid kelasnya kita lanjutkan besok. Biar ku musnahkan dulu serangga itu,”ucap Roman yang langsung mengejar Damien dengan kecepatan penuh.


Terjadilah kejar – kejaran yang menghebohkan satu Academy. Mereka berlari sampai di kastil bangsawan lalu menuju taman kanan dan kiri.


Daun – daun kering beterbangan. Murid – murid yang melihat itu hanya tertawa. Bahkan Aniel dan Alec yang berada di lantai dua hanya tersenyum melihat adik nya yang mulai tidak waras.


Dryas yang saat itu sedang berlatih pedang ikut mengejar mereka berdua. Para murid – murid dari semua kastil menikmati pemandangan yang jarang terjadi itu.


"Bukankah ini pertunjukan yang luar biasa."

__ADS_1


"Wah, Damien sangat tampan saat sedang tersenyum."


"Ada apa dengan master itu?"


"Damien sangat indah."


"Master Roman kelihatan sungguh menawan."


"Aku harap menyaksikan mereka setiap hari."


Roman dan Damien yang tidak menyadari menjadi bahan tontonan seacademy, terus berlari sambil tertawa. Alec dan Aniel yang melihat Damien tertawa merasa bahagia.


Selama mereka bersama Damien hanya tersenyum tapi tak pernah tertawa lepas seperti yang kini ia lakukan.


“KALIAN BERDUA STOP,”teriak Dryas sambil membawa pedang.


Melihat seseorang mengejar mereka memegang pedang, membuat mereka berdua berlari bersama dan Dryas sebagai pemburu. Dryas dengan sekuat tenaga mengejar mereka.


Setelah 2 jam berlari, kaki mereka mulai melemah. mereka bertiga terbaring di tengah lapangan depan kastil tengah. Mereka saling pandang satu sama lain lalu tertawa layak nya anak yang kurang bahagia.


(Tapi memang mereka kurang bahagia sih)


Damien dan Dryas merasakan kebahagiaan yang belum mereka rasakan. Selama ini mereka selalu di ajarkan kalem dan berwibawa seperti kedua kakak nya.


Mereka tidak di izinkan bermain seperti anak – anak lain. Dryas bangun dan menatap Roman dengan memicingkan matanya.


“Siapa kau wahai pria bermata biru?" tanya Dryas.


“Perkenalkan tuan nama ku Roman Ascar,”ucap Roman


“Ehh."


“Ehh."


“Nama anda siapa tuan?


“Saya Dryas Ascar,”jawab Dryas.


“Apakah kita saudara?" tanya Roman sambil memegang tangan Dryas.


Damien yang melihat itu rasa nya ingin muntah. ia menggeleng kan kepala nya melihat kelakuan Dryas dan Roman.


“Roman adalah anak angkat ayah, saudara baru kita,”jelas Damien.


“Ahh kau saudara baru kami, maka kau harus merasakan kekuatan dulu,”ucap Dryas yang langsung memiting leher Roman dengan tangan nya.


Roman berusaha melepaskan diri tapi kekuatan Dryas lebih besar dari pada Roman. Damien hanya tertawa melihat mereka. Saat mereka sedang asyik bermain – main, sebuah suara menyebalkan merusak kebersamaan mereka.


“Sedang apa kalian di sini? apa kalian pikir di sini tempat bermain?” tanya Maxi Rosemburg.


“Jangan membuat malu keluarga dengan perbuatan kalian dan kau master rakyat biasa bersikaplah sewajarnya jangan merusak keluarga ku,”ucap Eros Rosemburg.


“Diam kalian berdua. Dia adalah saudara kami,”ucap Damien.


“Di mana sopan santun mu anak bodoh?” tanya Maxi Rosemburg.


“Ohh sayang nya orang bodoh ini sudah menjadi master sihir. Kita setara sekarang bedanya kau lebih tua,”ucap Damien yang membuat Dryas mengangkat jempol nya mengakui keberanian adiknya.

__ADS_1


“Apa ? Master? Setara? Jangan mimpi. Kalian hanya anak yang lahir dari rakyat biasa, kau tidak sekuat itu. Jaga mulut mu Damien,”ucap Eros.


Tiba – tiba dari belakang pria tua berjubah putih, Alec dan Aniel menghampiri mereka.


“Ada apa ini?" tanya Ing Cosmo.


“Salam hormat ketua ketiga,”ucap mereka serempak sembari sedikit menunduk.


“Kami berdua sedang menegur kedua murid dan master ini ketua,”ucap Maxi Rosemburg.


“Ahh, tapi siapa yang kalian maksud kedua murid, saya hanya melihat Dryas di sini?"tanya Ing Cosmo.


“Ketua, Damien dan Dryas adalah kedua siswa itu,”jawab Eros Rosemburg.


“Damien bukan lagi murid tapi di sudah lulus bersama saudari perempuan nya yang hebat, Juline,”jelas Ing Cosmo sembari tersenyum ke arah Damien.


Wajah Eros dan Maxi memerah. Mereka tidak menyangka mendengar sesuatu yang mengerikan. Mereka berpikir keras bagaimana bisa Damien si anak bodoh itu menjadi master dan lagi mengapa ketua ketiga bisa mengenal gadis sampah itu. Mereka berdua tak bisa berkata – kata.


“Damien, aku sudah mengirim undangan masuk academy ke mansion mu untuk Juline,”ucap Ing Cosmo.


“Terima kasih ketua ketiga,”ucap Damien dengan senyum kemenangan.


Melihat itu,Damien, Roman,Dryas,Aniel dan Alec hanya tersenyum mencoba tenang di saat mereka ingin tertawa terbahak – bahak terutama Roman dan Damien yang hampir melepaskan tawanya.


Ing Cosmo pun langsung kembali ke kantor diikuti Eros dan Maxi. Saat Ing Cosmo dan pengikut nya berlalu, suara tawa pecah dari Roman dan Damien.


Mereka tak bisa menahan saat melihat hidung Maxi berkembang menahan malu. Alec, Aniel dan Dryas hanya tersenyum melihat mereka berdua.


Roman yang sadar diperhatikan oleh mereka bertiga segera memberi hormat.


“Mohon maaf kak. Nama saya Roman Ascar. Saya anak angkat Ayah ascar,”ucap Roman.


“Ahh jadi Juline di terima di sini, syukurlah aku jadi bisa bertemu dengan nya,”ucap Alec.


"Roman juga yang mengajari Juline teknik pedang kak,"jelas Damien.


Alec menghampiri Roman dan memeluk nya. Ia berterima kasih pada Roman karena menerima ayah nya menjadi ayah nya serta mengajari Juline, Roman merasa terharu mendapat perlakuan baik dari Alec. Rasanya ia ingin menangis.


"Umur kamu berapa Roman?" tanya Alec.


“Aku 20 tahun,”ucap Roman.


“Kalian dengar Damien dan Dryas, Roman lebih tua dari kalian panggil dia kakak seperti kalian memanggil ku dan Aniel. Paham?"


“Paham kak,”ucap Damien dan Dryas bersamaan.


“Tolong bimbing adik kita yah Roman,”ucap Alec lembut.


“Aku tidak sabar menunggu Juline masuk ke academy,”ucap Aniel sembari tersenyum.


“Iya kak,”jawab Roman dengan senyum nya.


“Roman, kalau Damien berbuat ulah, buang saja di rawa – rawa. Aku ikhlas,”ucap Aniel.


“Apa yang kau lakukan disini Dryas? Cepatlah kembali berlatih, kalau kau tak lulus ujian lagi kali ini, ku jadikan kau makanan binatang iblis,”ancam Aniel.


Dryas langsung berlatih ke tempat latihan. Alec dan Aniel pamit kembali mengajar. Roman melihat kepergian kakak – kakak nya. Ia merasa menjadi Manusia paling beruntung di dunia. Roman menyeret Damien dan kembali ke kastil rakyat biasa.

__ADS_1


Happy Reading ♡♡♡


__ADS_2