Sang Penjelajah Dimensi

Sang Penjelajah Dimensi
Chapter 51: Pingsan


__ADS_3

Ing Shen dan Ing Daniel berjalan meninggalkan Shiana yang masih menangis, Petra yang melihat adik nya menangis berusaha menenangkan Shiana begitupun Shimon dan Shelyn.


“Akan ku pastikan kau bertunangan dengan master Alec, tenanglah adik ku,”ucap Petra


“Kami akan membantu tuan putri mendapatkan Master Alec, sekalipun harus melenyapkan gadis itu,”ucap Shimon.


Mereka berempat kembali ke asrama mereka sembari menghibur Shiana sedangkan Moa di bawa oleh master lain nya yang datang membantu moa yang sudah tak sadarkan diri. Sementara Alec membawa Juline ke kamar Juline, Moira dan Neyra yang melihat memapah Alec berlari menuju kamar mereka. Alec merebahkan Juline di tempat tidur Moira.


“Master, apa yang terjadi pada Juline?” tanya Moira.


“Seperti nya ia kedinginan.”


“Master biar kami berdua yang mengurus Juline,”ucap Neyra.


“Baiklah, aku titip adik ku, tolong jaga dia sampai ia bangun.”


Alec pun keluar dari kamar mereka meninggalkan Moira dan Neyra, mereka berdua yang tidak tahu jika Juline adalah adik dari master Alec yang berarti adik dari Aniel, Dryas dan Damien membuat mereka berdua terdiam menatap Juline.


“Ahh jadi Juline adik dari master Alec, kenapa ia tak memberitahu kita,”ucap Moira


“Kita juga pernah bertanya pada nya, tapi apa yang sebenarnya yang membuat Juline pingsan, dan kau lihat lengan dan wajah nya terluka,”ucap Neyra.


Mereka berdua bergegas mengobati luka Juline. Neyra melilitkan perban di lengan Juline serta mengobati pipi Juline. Moira dan Neyra penasaran apa yang terjadi pada Juline.


Selang beberapa saat Genny, Melanie serta Damien dan Roman berlari masuk ke kamar Juline, mereka mendapati Juline yang sedang terlelap dengan perban di pipi dan di lengan.Genny dan Melanie duduk di tepi kasur sembari menatap Juline, sementara Roman dan Damien hanya berdiri tak mampu berkata apa – apa melihat adik mereka tidak sadarkan diri.


“Bagaimana master Roman tahu kalau Juline pingsan?” tanya Moira.


“Tadi kami bertemu master Alec dan ia memberi tahu Juline pingsan karena kedinginan,”jawab Roman.


Aniel yang melihat Alec buru – buru masuk ke ruangan nya pun mengikuti Alec. Alec masuk dan membongkar rak buku mencari sesuatu, setelah membongkar semua, ia menemukan buku bersampul hitam bertuliskan Dark Story. Ia membuka dan mencari salah satu halaman. Ia membaca halaman itu perlahan – lahan, tiba – tiba ia mendongak melepas buku yang ia genggam.


“Kak, ada apa?” tanya Aniel yang melihat Alec menatap kosong dengan mata berkaca – kaca.


“Aniel, kau tahu Juline, adik kita menurut buku ini ia memiliki element kegelapan, element yang sama dengan penguasa kegelapan.”


“Tidak mungkin kak, kita adalah penyihir element cahaya, dan Juline tidak mungkin kak.”


Alec memberikan buku itu pada Aniel dan menceritakan hal yang ia alami hari ini bersama Juline, Aniel mengeleng tak percaya, ia tak percaya jika adiknya memiliki element paling mengerikan yaitu element kegelapan yang setara dengan penguasa kegelapan.


“Kak, tapi Juline tidak mungkin, kak Juline akan baik – baik saja kan, bagaimana kalau orang lain tahu akan Juline kak,”


“Kau tenang saja Aniel, tidak ada yang menyadari hal ini, aku yakin Juline menutup mata nya karena mata nya kini telah berubah.”

__ADS_1


“Kita harus melindungi Juline kak.”


Alec terlihat memikirkan sesuatu. Sementara Juline kini sudah terbangun, ia melihat sekeliling nya, Roman dan Damien masih berdiri memandang Juline, Genny dan Melanie terlihat terlelap di samping Juline.


“Kau baik – baik saja Juline?” tanya Damien.


“Iya kak kau baik – baik saja, bagaimana latihan nya kak?”


“Ini sudah senja Juline, latihan akan dilanjutkan besok,”ucap Roman.


“Apa aku tertidur selama itu?”


Setelah memastikan Juline baik – baik saja, Roman dan Damien pun kembali ke kamar mereka, mereka dengan cepat terlelap dan melewatkan makan malam. Moira dan Neyra yang baru kembali dari piket menghampiri Juline.


“Apa kau baik – baik saja, ini kau bisa pake mantelku kalau kau kedinginan,”ucap Neyra sembari menyodorkan mantel nya pada Juline.


“Terima kasih kak, tapi saya yang membawa ku kesini kak?”


“Master Alec yang membawa mu ke sini,”jawab Neyra.


Jadi Alec yang membawaku kemari, apa dia menyadari sesuatu tentangku, aku merasa ia mengetahui sesuatu, aku harus segera menemui nya.


Ing Daniel yang langsung menemui Ing Noel dan menceritakan tentang kejadian yang terjadi di latihan hari ini, Ing Noel memanggil Ing Shen dan memarahi nya. Ing Noel meminta mereka tidak menceritakan hal tentang Juline pada panatua.


“Lalu bagaimana Shiana dan yang lain nya?” tanya Ing Daniel.


“Tapi kak-


“Kau membuatku kecewa Shen, pantas saja Alec murka, kau tahu tidak ada yang nama nya ketidaksengajaan dalam berpedang, dan Moa akan ku buat dia melupakan segalanya tentang hari, itu hukuman atas perbuatan buruk nya hari ini”ucap Ing Noel.


Berani nya mereka memperlakukan Juline seperti itu.


Ing Noel bersama Ing Daniel pergi mengunjungi Moa Hernandez yang belum juga sadarkan diri, tanpa sepengetahuan perawat, Ing Noel dan Ing Daniel menghapus ingatan Moa tentang kejadian hari ini.


****


Juline pun beranjak dari tempat tidur nya, ia ke kamar mandi dan mengganti seragam latihan nya dengan gaun selutut. Moira dan Neyra yang baru melihat gambar di betis Juline nampak di buat terkejut tapi mereka tidak ingin menanyakan nya sementara Genny dan Melanie masih tidur.


“Juline, ayo kita ke ruang makan, saat nya makan malam,”ajak Moira.


“Kak Moira pergilah lebih dulu aku akan menyusul.”


“Baiklah.”

__ADS_1


Juline pun memakai jubah nya dan keluar kamar menuju ruangan Alec, ia berjalan melewati salju yang memenuhi jalan, suasana dingin membuat wajah Juline nampak lebih putih dengan bibir merah merona yang membuat nya semakin cantik.


Beberapa pasang mata yang melihat nya kagum dengan wajah cantik nya tapi sebagian lain nya mencibir nya karena perlakuan pada Petra sebelum nya. Setelah berjalan beberapa meter, ia akhirnya sampai di depan ruangan alec yang berada di lantai 1 kastil tengah.


Juline mendorong pintu yang tidak tertutup rapat, ia melihat Alec sedang membaca buku sembari berdiri menghadap rak, Juline masuk dan hendak menegur Alec, tapi Alec lebih dulu menoleh melihat Juline dengan senyum sumringah.


Alec maju hendak memeluk Juline tapi Juline dengan cepat menendang Alec hingga terpental menabrak rak buku yang ada di belakang nya, Alec bangkit sembari menyeringai menatap Juline.


“Siapa kau?” tanya Juline yang mengetahui jika Alec yang di hadapan nya bukanlah kakak nya.


“Kau seharusnya membunuh para penyihir keparat ini, kau seharusnya membunuh mereka, mereka yang membuat hidupmu hancur, keturunan mereka membuat mu harus menanggung penderitaan yang luar biasa, keluarlah dari tubuh itu dan bunuh mereka semua,”teriak Alec sebelum akhir nya Alec menghilang dari hadapan Juline.


Apa yang di katakan orang itu, kenapa dengan tubuh ini?


Juline mendengar napas seseorang dibalik meja, dan di sana ia melihat Alec yang terbujur lemah, wajah nya pucat, bahkan wajah nya terlihat menyusut, Alec menatap wajah adik nya, Juline memeluk Alec sembari mengobati nya.


Alec perlahan – lahan membuka mata nya, ia melihat Juline yang sedang menatap nya. Juline membantu Alec bangkit dan duduk di kursi. Juline pun bertanya pada Alec apa yang terjadi pada nya.


“Tadi aku sedang membaca buku, tiba – tiba seseorang mengetuk pintu tapi ketika aku membuka nya tidak ada siapa – siapa dan setelah itu aku lupa apa yang terjadi.”


“Syukurlah, kak Alec baik – baik saja.”


“Juline, bagaimana keadaan mu? apa kau baik – baik saja? maafkan kakak karena tak bisa melindungi mu dari mereka.”


“Tidak kak, kak kau tahu bagaimana cara nya melindungi ku dan dirimu?”


“Maksud kamu?”


“Kakak sebaik nya berhenti mencari tahu tentang kekuatan ku dan menjauh dariku, itu satu – satu nya cara kita bisa melindungi diri kita.”


“Juline, apa maksud dari perkataan mu?”


“Kakak, aku tahu kakak menyadari kekuatan ku yang tidak biasa, dan hal itu dapat membahayakan kakak dan orang – orang disekitar kakak, aku tidak bisa melindungi kakak setiap waktu dan aku juga tidak tahu siapa di balik semua ini.”


“Kakak bisa membantumu Juline, kakak yang akan melindungi mu.”


“Kakak sebaik nya tidak memberitahu siapa pun tentang kekuatan ku ini, dan kakak sebaik nya menjauh dari sekarang dan lupakan semua yang kakak tahu, maka kita semua kita akan baik – baik saja.


Juline pun beranjak dan keluar dari ruangan Alec tanpa menoleh melihat kakak nya lagi. Alec tak bisa berkata apa – apa lagi.


Bagaimana kau bisa menyuruh saudaramu menjauhi, saudara yang sangat merindukan mu harus menjauhi mu, tapi jika itu yang menjamin keselamatan mu, kakak akan melakukan nya Juline.


Nampak dari kejauhan seorang pria memandangi Juline sembari menyeringai.

__ADS_1


" Aku penasaran kapan kau akan sadar Mintiaz."ucap pria itu lalu menghilang bersama kegelapan.


🤗🤗🤗🤗🤗


__ADS_2