Sang Penjelajah Dimensi

Sang Penjelajah Dimensi
Chapter 33: Keberangkatan


__ADS_3

Senja dengan cepat berganti malam, Juline masuk ke dalam bak mandi nya, ia memejamkan mata nya sejenak, bayangan ketiga lelaki yang ia temui di hutan kembali muncul di pikiran nya, ia membuka mata nya dan beranjak dari bak mandi nya, ia melilit tubuh nya dengan kain tipis dan duduk di tepi kasur nya.


Apa yang sebenarnya disembunyikan dewa Q dariku, aku bisa merasakan sesuatu yang aneh saat aku bertanya, aku lebih baik tidur besok aku harus berangkat ke desa Hao, entah apa yang akan ku hadapi besok, perasaan ku tiba – tiba saja tidak enak.


Juline berjalan mengenakan baju tidur nya lalu naik ke kasur nya , mata nya dengan cukup tertutup karena kelelahan dengan aktivitas nya hari ini.


Sementara itu di nirwana, nampak seorang pria tengah duduk termenung di depan meja kerja nya, wajah nya terlihat murung, ia tengah memikirkan seseorang. Ia adalah Dewa Q yang sedang duduk sembari memikirkan pertanyaan Juline, dewa Q takut jika Juline mengetahui kebenaran dari takdir nya.


Tiba – tiba seseorang menghampiri, pria itu memberi hormat pada dewa Q lalu memandangi dewa Q yang tidak mendengar salam nya.


“Ketua, apa ketua baik – baik saja?” tanya Dewa Light.


“Iya, aku hanya sedang memikirkan sesuatu.”


“Apa ketua sedang memikirkan gadis itu?” tanya Dewa cahaya.


“Ya, seperti nya dia mulai menyadari sesuatu.”


“Ketua, aku tahu ada hal yang di sembunyikan oleh ketua perihal Juline yang berdiri di antara hitam dan putih.”


“Kau benar, ada sesuatu yang mendasari kenapa gadis itu tidak biasa, kenapa gadis itu menjadi jiwa yang memiliki kekuatan yang luar biasa, kau tahu dia tercipta bersama kemalangan dan kekuatan yang luar biasa.”


“Ketua, apa jangan – jangan dia –


“Yah, yang kau pikirkan benar adanya.”


“Lalu apa yang akan ketua lakukan? Bagaimana kalau gadis itu tahu yang sebenarnya?”


“Aku sedang berusaha memenangkan nya, kita lihat saja nanti, bila waktu nya tiba, aku akan mengambil keputusan saat itu.”


“Ketua, para petinggi tidak akan membiarkan Juline begitu saja, mereka pasti merencanakan sesuatu.”


Dewa Q terdiam memandang dokumen di atas meja nya, ia menghela napas sembari membaca dokumen di hadapan nya.


****


Pagi yang cerah menyambut dunia sihir apron, Juline yang sudah bersiap dengan baju coklat sepasang dan kunciran rambut yang disertai pita berwarna hitam, Juline memasukan segala keperluan nya di dalam gelang heaven nya setelah itu Juline turun dan menghampiri ayah dan paman nya di gazebo.


Ascar bisa melihat putri nya yang mulai mendekat ke arah nya, ia tersenyum dan kemudian senyum nya tiba – tiba redup tatkala melihat ada sesuatu yang berbeda dari Juline.


“Selamat pagi ayah, selamat pagi paman.”


“Selamat pagi nona.”


“Selamat pagi Juline, juline apa yang terjadi matamu, mata hitam mu terlihat lebih membesar walaupun itu terlihat sangat indah tapi apa ada sesuatu yang terjadi padamu?”

__ADS_1


“Ayah, Juline baik – baik saja, Juline juga baru menyadari perubahan mata Juline beberapa hari ini.”


Ascar menghampiri dan memeluk putri nya, ia merasa sesuatu aneh sedang mengelilingi hidup putri nya, ia bisa merasakan sesuatu yang berbeda dari putri nya selama mereka pindah ke ibu kota.


“Syukurlah, nak hati – hati lah selama di perjalanan yah, oh iya ini ayah ada sesuatu untukmu,”ucap Ascar sembari mengeluarkan sebuah pedang gagang hitam yang di bungkus oleh tempat pedang bermotip burung phoenix.


Juline menerima pedang itu dengan senang hati dan berterima kasih pada ayah nya.


“Nona, apa nona yakin saya tidak perlu menemani nona ke desa?”


“Tidak perlu paman, biar saya sendiri yang ke sana paman bantu ayah mengurusi lahan perkebunan dan ayah jangan cemas, Juline akan baik – baik saja, ayah lupa kalau putri ayah ini lihai mengayunkan pedang.”


“Ayah percaya padamu nak, cepatlah kembali kami semua menunggu mu.”


“Nona, berhati – hatilah, saya selalu doakan nona sampai dan kembali dengan selamat, dan juga terima kasih banyak nona, atas kebaikan yang luar biasa nona pada manusia rendahan seperti saya.”


“Paman jangan berkata seperti itu, aku akan kembali dengan selamat dan membawa anak – anak paman ke sini.”


“Nona, rumah saya berada di ujung jalan desa Hoa, rumah saya satu – satu nya yang berada di ujung dan bersampingan dengan jembatan gantung Elf.”


Sebelum berangkat, Ascar memeluk anak nya lagi dan mengantar Juline masuk ke kereta. Kereta pun melaju meninggalkan pekarangan mansion Juline.


****


Sementara di sebuah kamar yang cukup mewah yakni di asrama para bangsawan, nampak Genny dan Melanie sedang melamun sembari menyantap sarapan nya.


“Aku merindukan Juline, hmm gara – gara gadis menyebalkan itu aku tidak sempat bertemu Juline sebelum kembali ke academy,”ucap Genny.


“Aku juga merindukan nya, apa Juline baik – baik saja?”


“Melanie, kemarin kau kemana?”


“Aku di panggil kakak ku, Sebastian.”


“Apa yang dia katakan padamu?”


“Begitulah, seperti biasa dia hanya memamerkan betapa hebat dan jenius nya dia, dan juga 2 bulan lagi murid jenius akan di kirim ke Frost, bisa kau bayangkan betapa sombong nya dia.”


“Aku paham, gadis menyebalkan itu juga selalu memamerkan diri nya, aneh, untuk ukuran seorang master dia masih belum pantas, kalau bukan karena pria tua keparat itu dia bukan apa – apa.”


“Pria tua siapa yang kau maksud?”


“Siapa lagi kalau bukan Diz Jacob.”


“Hahaha, Genny, bukan kah dia paman mu?”

__ADS_1


Melanie dan Genny sama – sama tertawa keras, mendengar Genny yang dengan lantang nya mengatai paman nya sendiri.


Diz Jacob adalah panatua di Wizard academy, meskipun Genny keponakan seorang panatua tapi ia tak pernah di anggap paman nya sendiri, hanya saudara nya saja, Gisha yang di sayangi oleh paman nya.


“Akan ku buktikan kalau aku lebih baik dari gadis berbisa itu, Ahh akan lebih menyenangkan kalau Juline ada disini.”


“Aku juga berharap Juline ada disini bersama kita, pasti kita akan baik – baik saja dengan keadaan yang tidak menyenangkan ini.”


“ Kenapa kau tidak mengatakan pada Juline kalau kau adalah saudara tiri nya, maksudku kakak nya?”


“Aku takut kalau Juline menjauhi karena itu, kau tahu sendiri Juline pasti membenci keluarga ibu nya yang tidak menerima nya.”


Genny memegang pundak Melanie sembari tersenyum.


“Kau tahu kalau Juline takkan berbuat seperti itu, gadis sebaik dia takkan tega melakukan hal itu apalagi pada saudara nya sendiri.”


Melanie tersenyum mendengar ucapan Genny, ia merasa bahagia sekaligus lega.


“Ayo kita ke kelas, sebelum Ing Carmel mengirim angin tornado ke kamar kita,”ajak Genny.


“Ayo.”


Mereka pun berangkat ke kelas bersama – sama. Sepanjang perjalanan menuju, beberapa pasang mata menatap mereka berdua dengan tatapan sinis. Tanpa peduli mereka berdua melewati orang – orang bermata harimau itu.


****


Kereta yang Juline kendarai sudah melewati Gerbang ibu kota, Juline menatap keluar jendela, pohon – pohon berjejer rapi dan kicauan burung terdengar lebih jelas, angin membelai wajah cantik seorang gadis yang sedang memejamkan mata nya.


Sepanjang perjalanan Juline hanya memejamkan mata nya sembari mempertajam pendengaran nya, tidak terasa senja menyapa perjalanan Juline. Juline meminta kusir nya menghentikan kereta nya.


“Ada apa nona?” tanya Chandra.


“Kita istirahat dulu, ini makanan untuk mu,”ucap Juline sembari memberi Chandra roti isi berukuran besar buatan Bi Joan.


“Terima kasih nona.”


“Makanlah setelah itu kita bisa melanjutkan perjalanan kita.”


“Baik Nona."


Juline pun ikut makan roti isi sembari menatap jingga langit yang begitu indah, ada perasaan sedih yang tiba – tiba bersarang di hati Juline, bayangan wajah Dante dan Lucas terlihat di jingga nya langit.


Aku merindukan kalian, kalian apa kabar? Semoga hidup kalian baik – baik saja. Aku sudah bisa tersenyum seperti harapan kalian, aku akan malu bila bertemu kalian saat ini, kalian pasti akan menggoda ku bukan? Ahh, aku sangat merindukan kalian, bisakah aku bertemu kalian lagi, adakah kelak jalan yang menuju ke tempat kalian?


Butir – butir air mata mulai turun di pipi Juline, ia mengusap air mata nya.

__ADS_1


Lihat, bahkan sekarang aku bisa mengeluarkan air mata.


Happy Reading ♡♡♡


__ADS_2