Sang Penjelajah Dimensi

Sang Penjelajah Dimensi
Chapter 73: Antara Kebahagiaan Dan Kehilangan


__ADS_3

Juline berjalan bersama pangeran Laureun menuju tempat ayah, kakak – kakaknya serta teman –teman nya berada. Ada hal yang mulai berkecamuk dalam pikiran nya. Satu persatu puzzle mulai terpasang membentuk kenyataan demi kenyataan yang tidak pernah terbayangkan oleh Juline.


Mengingat tujuan pertama kali ia di bawa ke dunia sihir itu ialah memusnahkan penghancur dunia sihir itu, dan jika yang dimaksud penghancur dunia sihir itu adalah penguasa kegelapan yang katanya adalah ayah nya, maka para dewa memang sudah tahu dari awal tentang nya.


Itulah pikiran yang mulai mengitari otak nya, darah nya mendesir, amarah tiba – tiba saja bergejolak dalam dirinya. Mengingat para dewa yang ia percaya akan membiarkan bereinkarnasi bersama kedua orang tua justru menemukan kebenaran yang jauh dari apa yang ia bayangkan. Juline menghentikan langkah nya.


Aku harus mencari tahu tentang ku, tentang penguasa kegelapan, tentang semua kegilaan ini, akan ku hancurkan yang seharusnya ku hancurkan, Cih, sepertinya aku terlalu melunak akhir – akhir ini.


“Putri- eh, apa aku harus memanggil mu nenek?” tanya pangeran Laureun sembari tersenyum menatap Juline yang menoleh dan menatap nya tajam.


“Apa aku seperti nenek – nenek? Panggil aku Juline.”


“B-baik Juline.”


Mereka pun melanjutkan perjalanan ke ruang keluarga, pangeran Laureun sesekali menoleh menatap wajah Juline yang nampak lebih dingin dari sebelum nya. Ascar mengedarkan pandangan nya mencari keberadaan putri nya.


“Ayah, cari siapa?” tanya Roman.


“Ayah tidak melihat mu adik mu nak.”


“Paman, itu Juline datang bersama raja dan pangeran,”ucap Melanie yang langsung berdiri memberi hormat pada raja dan ratu serta pangeran dan para putri. Mereka pun semua kembali duduk.


“Juline, kau dari mana, paman tadi mencarimu?” tanya Melanie.


“Tadi aku keliling – keliling dulu.”


Raja pun mulai bercengkrama bersama Ascar dan kakak – kakak Juline. Beberapa pelayan terlihat sibuk menyiapkan kudapan dan Tea.


“Yang mulia, terima kasih sudah mengundang kami, ini suatu kehormatan bagi kami sekeluarga,”ucap Ascar.


“Tidak perlu sungkan, kerajaan kami selalu menerima keluarga anda dengan senang hati, saya juga sudah mendengar apa yang menimpa keluarga kalian dan saya rasa kalian datang di tempat yang tepat,”ucap Raja William.


“Terima kasih banyak yang mulia atas kebaikan yang mulia yang sangat tidak terkira ini,”ucap Roman.


Putri Esther nampak tersipu malu menatap Dryas begitupun sebalik nya. Ratu yang menyadari tatapan putri nya pun tersenyum. Ia belum pernah melihat putri Esther tersipu malu seperti saat ia saling tatap dengan Dryas. Putri Ailene pun menyadari tatapan kakak nya.


“Ayah, sepertinya keluarga mereka harus bertanggung jawab,”ucap Putri Ailene yang langsung menjadi pusat perhatian.


“Apa maksud mu putriku?” tanya Raja William.

__ADS_1


“Sepertinya salah satu dari pria itu membuat putri Esther jatuh hati.”


“Adikku-


Mendengar hal itu, Dryas segera mengalihkan pandangan nya pada Juline. Ascar, Damien dan Roman hanya tersenyum melihat Dryas yang langsung menunjukkan ekspresi aneh. Juline yang langsung bisa menangkap tatapan itu pun berbalik menatap putri Esther yang masih menunduk menahan malu nya.


“Kau, apa kau menyukai kakak ku?” tanya Juline yang membuat semua orang semakin terkejut dengan pertanyaan yang tiba – tiba keluar mulut Juline.


Dryas menghela napas, mencoba menahan rasa takut nya, begitupun ayah dan kedua saudara nya yang lain, mereka takut jika pertanyaan Juline membuat raja murka. Genny dan Melanie menatap tajam ke arah Juline.


“Apa aku salah bertanya?”


“Yang mulia tolong maafkan kelancangan adik ku,”ucap Dryas yang sedikit marah dengan sikap Juline.


“Tidak apa – apa, aku juga penasaran menunggu jawaban dari putri ku,”ucap Raja William.


Mendengar hal itu, keluarga Juline semakin di buat bingung, mereka berpikir raja akan marah dan langsung mengusir mereka atas kelancangan Juline. Ratu dan putri Ailene menoleh menatap putri Esther.


“Ada apa? Kenapa kalian menatap ku?” tanya putri Esther.


“Ayah, ingin kau menjawab pertanyaan Juline,”jawab putri Ailene.


“Aku tidak tahu harus menjawab apa ayah, aku hanya menatap nya, dan entah mengapa itu membuat ku berbunga – bunga,”jawab putri Esther.


Semua orang yang berada dalam ruangan itu nampak tersenyum, kecuali Juline. Bukan berarti ia tidak suka melainkan penyakit wajah datarnya kembali.


“Tuan Ascar, bagaimana kalau kita menikahkan anak – anak kita?” tanya Raja Willam.


“Yang mulia, apakah pantas keluarga kami mendapat kebaikan seperti ini yang mulia,”jawab Ascar dengan mata berkaca – kaca.


Nampak mata berkaca – kaca dari Dryas, Damien dan Roman begitupun Genny dan Melanie yang tidak menyangka keputusan raja William yang tiba – tiba.


“Bagaimana ratu ku?”


“Aku sangat setuju dengan keputusan mu suamiku.”


“Bagaimana dengan mu Pangeran Laureun, putri Ailene?”


“Kami setuju ayah, selama itu membuat putri Esther bahagia.”

__ADS_1


“Bagaimana dengan mu anak ku?” tanya Ascar.


“Dryas pasti setuju ayah,”jawab Damien.


“Ayah bertanya pada ku Damien, iya ayah Dryas bersedia jika ayah dan adik – adik dryas juga menginginkan itu,”jawab Dryas.


“Kakak dan Damien akan selalu mendukung mu,”ucap Roman.


Semua orang menatap Juline yang nampak diam tak bergeming. Wajah sumringah putri Esther tiba – tiba redup kala memandang Juline yang tak berekspresi apapun. Genny menyikut lengan Juline. Juline menatap putri Esther.


“Kau ingin dengar jawaban ku? Sebelum itu biar sedikit ku jelaskan padamu betapa berarti nya saudara ku itu. Ia adalah saudara yang belum lama ini ku temui, kami terpisah sangat lama, kakak ku memiliki banyak ketakutan, tapi aku melihat kau memiliki banyak keberanian maka dari itu ku mohon bantu dia membuang rasa takut nya itu, dia juga sama berharga nya sepertimu.”


Mendengar hal itu, Dryas menitikan air mata begitupun Ascar. Meskipun tidak menunjukan ekspresi apa – apa, tapi mereka bisa tahu betapa Juline begitu menyayangi saudara – saudaranya.


Cerita pun berlanjut dengan membahas waktu pelaksanaan pernikahan antara Dryas dan putri Esther. Damien bersama pangeran Laureun diminta meninggalkan ruangan begitupun Genny, Melanie dan Juline beserta putri Ailene. Tinggalah Raja, Ratu, Ascar, Roman, Dryas dan Putri Esther serta beberapa perdana menteri yang diminta ikut dalam pembahasan pernikahan itu.


Sementara itu di gazebo, Genny, Melanie, Ailene dan Juline nampak tenggelam dalam lamunan mereka.


“Juline, kau memang hebat, kau bisa membuat dua orang yang baru saja bertemu langsung merencanakan pernikahan,”puji Genny.


“Putri memang hebat- maksud ku Juline,”ucap Putri Ailene.


“Bagaimana dengan putri Ailene?” tanya Melanie.


“Aku, aku tidak sedang menyukai siapa – siapa Melanie,”jawab putri Ailene.


“Putri Ailene memang sangat baik, aku pikir putri dulu-


“Panggil saja Ailene, aku akan sekarang teman kalian.”


Nampak wajah sumringah dari Genny dan Melanie, mereka tidak menyangka bisa berteman dengan seorang putri.


Juline masih tak bergeming, seperti ada sesuatu yang mengganggu nya tapi di satu sisi ia lega akan satu hal, ia kini tahu dimana tempat keluarga nya bisa tinggal dengan aman.


Sepertinya kerajaan ini bisa menjaga keluarga ku, aku bisa bertarung tanpa takut akan kehilangan mereka, aku sudah siap bila harus bertarung sekarang, aku sudah siap menjadi diriku kembali, Mint Sadistic agrasta.


Senja mulai menampakan jingga nya, Juline beranjak. Hal itu membuat Ailene, Genny dan Melanie menoleh menatap Juline.


🤗🤗🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2