
Di kerajaan Stanzaz, nampak Raja Astof tengah memimpin rapat bersama dengan para perdana menteri. Perdana menteri memberi usulan untuk bagaimana cara nya mereka bisa melindungi rakyat kerajaan Stanzaz dari efek kebangkitan penguasa kegelapan saat bulan purnama pekat nanti.
Raja Astof terlihat sesekali terdiam seakan sedang mencemaskan sesuatu, ia memikirkan ucapan para jenderal suruhan nya, para jenderal dan para pengawal yang ia minta untuk membunuh Juline dan keluarga nya.
Kembali di malam itu, malam dimana para jenderal dan pengawal nya kembali setelah membunuh keluarga Juline.
“Yang mulia, gadis itu tidak ada di rumah itu, begitupun ayah dan saudara – saudara nya,”lapor Jenderal Han.
“Lalu apa yang kalian lakukan?” tanya Raja Astof.
“Kami membunuh para pelayan dan membunuh adik gadis itu,” tambah Jenderal Zin.
“Jadi maksudnya kalian gagal membunuh gadis itu? lalu kenapa kalian tidak berusaha mencari nya haa?” teriak Raja Astof.
Semua jenderal dan para pengawal bersujud.
“Yang mulia, saat kami sampai di sana, saya merasakan aura pengawal kerajaan Demon, saya pikir gadis itu sedang mengunjungi kerajaan Demon,”jelas Jenderal Min.
“Ahh jadi gadis iblis sudah bertemu dengan kerabat nya, kurang ajar, kalian semua ku tugaskan untuk mengatur ulang rencana, dan kita akan mencari celah untuk membunuh gadis itu sebelum bulan purnama tiba, setidaknya saat ini dia pasti merasakan kehilangan yang luar biasa, kalian pergilah.”
“Baik yang mulia,”ucap mereka bersamaan.
Kembali di saat ini, para perdana menteri menatap Raja Astof yang nampak tidak bergeming sama sekali.
“Yang mulia, apa ada yang mengganggu pikiran yang mulia?” tanya salah seorang perdana menteri.
“Aku hanya sedang mencemaskan rakyat kita.”
“Yang mulia tidak perlu merisaukan nya, kita punya penyihir – penyihir hebat yang bisa melindungi kerajaan ini yang mulia,”ucap salah seorang perdana menteri.
“Semoga saja,”ucap Raja Astof.
****
Di camp militer, Jenderal Min, Han dan Jenderal Zin sedang mengatur rencana selanjutnya untuk bisa membunuh Juline dan keluarga nya. Selain ketiga jenderal, ada lagi Jenderal Hion dan Jenderal Fashiho yang tidak tahu apa – apa tentang rencana yang sedang di buat oleh Jenderal Han, Min dan Zin.
“Kalian sedang apa?” tanya Jenderal Hion.
“Ahh, kami sedang melaksanakan tugas dari yang mulia untuk bersiap dalam melenyapkan binatang – binatang iblis yang mungkin menyerang kerajaan kita,”ucap Jenderal Min sembari tersenyum.
“Zin, Min, kakak dengar kalian berdua belum lama ini mengunjungi hutan kerajaan Demon, apa itu juga perintah dari raja?” tanya Jenderal Fashiho kepada kedua adik nya.
“Siapa yang mengatakan nya pada kakak?” tanya Min.
“Jadi benar? Apa benar itu perintah Yang mulia?” tanya Jenderal Fashiho lagi.
“Iya kak, itu memang perintah raja,”jawab Zin sembari tersenyum berusaha tidak membuat kakak nya curiga pada mereka.
“Tugas apa itu?” tanya Jenderal Hion.
“Sebaiknya kita rapat saja,”ucap Jenderal Han berusaha mengalihkan pembicaraan mereka.
__ADS_1
****
Jenderal fashiho adalah seorang jenderal yang sangat terkenal dengan element sihir nya. Jenderal Fashiho berasal dari keluarga biasa, kedua orang tua nya sudah meninggal sejak ia masih kecil. Jenderal Fashiho adalah memiliki dua orang adik yakni Min dan Zin.
Kedua adiknya pun memiliki element yang sama hebat dengan nya. Sejak mengetahui element yang mereka miliki, keluarga kerajaan memutuskan mengurus mereka serta memberi pendidikan yang layak untuk mereka bertiga.
Sejak saat itu, tiga bersaudara tersebut tumbuh menjadi pria – pria yang hebat hingga kerajaan mengangkat mereka sebagai Jenderal kerajaan yang bertanggung jawab penuh pada keamanan kerajaan.
Setelah rapat. Jenderal Fashiho dan Jenderal Hion memutuskan kembali ke camp mereka. Jenderal Fashiho adalah ketua dari semua jenderal yang ada di kerajaan Stanzaz, ia juga memiliki sifat dan sangat berbeda dengan kedua adik nya. Saat kembali ke camp mereka, jenderal Hion menatap Jenderal Fashiho yang nampak dengan raut yang sedikit aneh.
“Ketua, ada apa?”
“Tidak jenderal, entah mengapa aku merasa kedua adikku menyembunyikan sesuatu dari ku.”
“Aku juga merasa penasaran dengan perintah raja yang mereka maksud.”
“Jenderal, bagaimana jika kau mencari tahu tentang mereka bertiga, aku merasa ada sesuatu yang besar yang mereka sembunyikan, aku hanya tidak mau kedua adik ku melakukan hal buruk.
Sementara itu di camp Jenderal Han, Min dan Zin, mereka bertiga nampak tengah membicarakan sesuatu.
“Ketua tidak curigakan?” tanya Jenderal Han.
“Kakak ku tidak mungkin mencurigai kita, kenapa juga kita harus khawatir bukan kah ini memang perintah raja,”ucap Jenderal Min.
“Tapi Raja kan tidak tahu apa yang sudah kita lakukan pada gadis – gadis itu, aku khawatir jika kakak sampai tahu,”ucap Jenderal Zin.
“Selama kita tidak membuka mulut dan tetap menjalankan rencana kita dengan baik, aku yakin kita akan baik – baik saja,”ucap Jenderal Han.
***
Berbagai binatang iblis tingkat atas berada di hutan itu, dan juga di hutan itu tinggalah sekelompok mahluk yang di sebut Cemon. Cemon adalah mahluk yang memilki mata ungu dan tanduk kecil di kepala mereka.
Mata ungu adalah mata yang dapat menyerap energy penyihir hanya dengan melihat nya, Cemon memilki bentuk seperti manusia biasa, mereka juga memiliki symbol yang terdapat di perut mereka, terdiri dari wanita dan pria.
Pada awalnya para Cemon hidup berdampingan dengan rakyat di kerajaan Stanzaz, hingga suatu hari mereka sering mendapat perlakuan buruk dari rakyat. Mereka mulai di manfaat kan bahkan tidak segan – segan di permalukan di depan umum oleh rakyat di kerajaan Stanzaz.
Semakin hari semakin banyak dari rakyat kecil hingga bangsawan yang memanfaatkan para Cemon yang terdiri dari wanita dan anak – anak, mereka diminta melayani para pria bangsawan di depan para bangsawan lain nya, jika mereka tidak menuruti perintah mereka, maka para Cemon akan langsung di bunuh.
Pada suatu hari seorang wanita Cemon membunuh penyihir dengan menyerap energy nya sampai mati karena ia hendak di l*c*hkan oleh penyihir tersebut.
Kabar tersebut sampai di telinga kerajaan dan para penyihir, mereka diminta untuk segera melenyapkan para Cemon sampai habis.
Malam itu, para penyihir dan para jenderal datang dan membunuh para Cemon yang tidak bersalah, karena merasa terdesak oleh keadaan, para Cemon pun menggunakan kekuatan mereka dan banyak pula para penyihir yang mati.
Namun para Cemon kalah Jumlah, akhirnya para Cemon menuju akhir hidup mereka. Beberapa dari para Cemon yang terdiri para pria dan anak kecil yang sempat menyelamatkan diri mereka berlari dan sembunyi di hutan hitam yang mustahil di masuki oleh para penyihir.
Mulai pada saat itu, para Cemon berjanji akan membalas dendam mereka pada para penyihir yang membunuh keluarga mereka.
*****
Juline masih berjalan sembari mengedarkan pandangan nya, sembari menikmati aura hutan itu. Ia sedikit tersenyum saat ia merasakan aura aneh mendekat ditempat ia berada, ia tahu sekelompok mahluk tengah mengamati nya. Juline dengan sigap menghindar saat sebuah sihir hitam hendak menyerang nya.
__ADS_1
“Siapa kalian?” teriak Juline sembari melihat di sekeliling nya.
Nampak dua orang pria dan dua anak kecil muncul dari balik pohon dan menatap Juline dengan tajam, tapi tiba – tiba saja mereka di kejutkan oleh sesuatu yang membuat mereka menghentikan langkah.
Juline menatap mereka sembari memiringkan kepalanya, ia menatap symbol yang terdapat di bagian perut pria yang sudah dekat berada di hadapan nya.
“Siapa kau?”teriak anak lelaki yang berada di bagian kanan Juline.
“Apa aku harus menjawab nya?”
“Jawab! Mahluk apa kau sebenarnya? Kenapa kami tak bisa menyerap energy mu?” tanya seorang pria yang berdiri di hadapan Juline.
“Aku? Apa yah? Sebenarnya aku ini manusia, tapi-
“Jika kau manusia maka kau harus mati,”teriak anak kecil yang berada di bagian kiri Juline.
“Kenapa aku harus mati?”tanya Juline.
“Karena kaum kalian adalah kaum yang tidak pantas di biarkan hidup di dunia ini, manusia adalah mahluk yang sangat berbahaya, bahkan mereka lebih mengerikan dari pada seorang iblis, mereka bisa memainkan kata – kata manis hanya untuk menjatuhkan manusia lain nya, maka dari itu manusia harusnya tidak ada, manusia adalah mahluk yang paling mengerikan,”jelas Pria yang berada di belakang Juline.
Juline nampak terdiam, ia bisa merasakan kebencian yang sangat besar dari mereka.
“Aku tidak tahu sebesar apa kebencian pada manusia, tapi aku tidak seperti itu dan orang – orang yang di sekeliling ku juga tidak seburuk itu walaupun memang ada banyak manusia yang jahat seperti yang kalian katakan, tapi di antara mereka pasti ada manusia yang baik,”jelas Juline.
“Jangan membual, bagi kami semua manusia semua saja, tidak ada beda nya,”ucap anak kecil di samping kiri Juline.
Mereka pun berlari dan mulai menyerang Juline dari segala arah, dengan bringas mereka mengejar Juline sembari berusaha menyerap energy Juline tapi tak berhasil, Juline menghindar tanpa perlawanan, ia tidak ingin mahluk yang tidak ada urusan dengan nya.
Setelah berjam – jam menyerang Juline yang tidak menyerang mereka sama sekali, membuat mereka berhenti dan kini berdiri di hadapan Juline.
“Hei kau, kenapa kau tidak membalas serangan kami?” tanya salah satu pria.
“Aku tidak ada urusan dengan kalian, biarkan aku lewat, aku tidak punya waktu melawan kalian, aku harus sampai ke kerajaan Stanzaz secepat nya, Aish kenapa juga aku harus mengatakan pada kalian.”
Mereka sejenak terdiam dan sedikit tenang. Salah seorang pria menatap Juline seperti hendak menanyakan sesuatu.
“Jika kau ingin bertanya, cepatlah aku tidak ada waktu,”ucap Juline.
“Untuk apa kau ke kerajaan itu? sebelum itu saya Wings, dia Jacob dan dua anak kecil itu Marco dan Marci,”ucap Wings.
“Kenapa kau memperkenalkan kita pada manusia itu?” tanya Jacob.
“Ahh, aku sedang ada urusan dengan kerajaan itu, ada masalah apa kalian dengan kerajaan itu? dan kalian mahluk apa, aku baru melihat manusia bertanduk,”ucap Juline.
“Diam kau, berani nya kau menyamakan kami dengan mahluk kotor itu,”teriak Marco.
“Baiklah, terserah kalian, sudahkan, apa aku boleh lewat sekarang?” tanya Juline.
“Kamu belum menjawab pertanyaan ku, untuk apa kau ke kerajaan itu? dan kau pun mahluk apa, tidak ada manusia yang bisa masuk ke hutan hitam ini,”ucap Wings.
“Baiklah, aku akan ke kerajaan itu untuk melenyapkan kerajaan itu, dan aku adalah seorang IBLIS,”ucap Juline yang seketika itu langsung merubah matanya dan membuat mereka berempat terkejut.
__ADS_1
Mereka mengenal betul siapa penguasa kegelapan, dan Juline yang begitu nampak seperti penguasa kegelapan membuat mereka berempat seketika bersujud.
Happy Reading 🤗🤗