Sang Penjelajah Dimensi

Sang Penjelajah Dimensi
Chapter 44: Makan Malam Di Academy


__ADS_3

Juline pun keluar dari kamar mandi dengan memegang mata kanan nya, Moira menghampiri Juline.


“Apa mata mu baik – baik saja? kau menutupi mata mu berarti mata mu tidak baik – baik saja, sebentar aku akan mencari penutup mata untuk mu.”


Moira pun membuka lemari dan mencari penutup mata nya, tapi tak bisa menemukan dimana pun, ia lalu mencari di laci meja nya tapi tetap menemukan barang yang ia cari. Neyra yang sedang membaca merasa terganggu beranjak dari tempat duduk nya dan mengambil sesuatu dari lemari nya, ia menghampiri Juline dan memberi Juline penutup sebelah mata berwarna putih.


“Terima kasih.”


Juline pun memakai nya dan melepas kain di mata nya, Moira yang melihat itu nampak tersenyum, ia tahu jika sahabat nya Neyra adalah gadis yang baik meskipun sedikit cuek.


“Juline, bagaimana sekarang apa mata mu masih sakit, maaf kan aku karena membawa mu keliling dan membuat mata mu terkena debu.”


“Ini bukan salah mu, mata ku memang sensitive.”


“Baiklah, aku mandi duluan yah,”


“Hmm.”


Juline pun merebahkan diri nya di kasur nya, ia masih memikirkan perihal mata nya yang tiba – tiba berubah, ia bingung harus mengatakan apa pada saudara dan teman – teman nya tentang mata nya, sementara Neyra masih membaca buku nya sesekali ia mendongak menatap Juline yang sedang berbaring di kasur nya.


*****


Senja dengan cepat menyambut Wizard academy, Neyra dan Juline bergantian mandi setelah itu mereka memakai gaun lalu melapisi nya dengan jubah hitam, itu karena sebentar lagi makan malam tiba. Murid academy di haruskan memakai jubah setiap kali waktu Makan.


Ruang makan rakyat biasa dan bangsawan berada dalam satu ruangan hanya saja meja mereka berada di sisi yang berbeda. Sisi kanan untuk bangsawan dan sisi kiri untuk rakyat biasa sementara di bagian tengah terdapat meja untuk para master dan di bagian depan terdapat meja untuk panatua dan para Ing.


Juline, Neyra dan Moira sudah siap dan langsung menuju ke ruang makan yang berada di lantai dua di menara 100. Beberapa orang yang melihat Neyra dan Moira melintas cukup terkesima melihat mereka karena kecantikan mereka berdua yang bisa di bilang berada di atas rata - rata kecuali Juline yang dijadikan bahan tertawaan karena mata kanan nya yang ditutup.


Mereka pun sampai dan langsung mengambil tempat duduk, ruang makan sudah di penuhi dengan murid dan para master. Moira duduk di antara Juline dan Neyra.


“Moira, ada apa dengan gadis di samping mu itu, dia terlihat aneh,”ucap Katya yang duduk di depan Moira.


“Apa kau tak pernah sakit mata, kau ingin mencoba nya?”tanya Neyra.


“Kenapa kau begitu kasar pada Katya, ia hanya bertanya,”ucap Roberto.


“Kalian berdua diamlah, sebelum ku hancurkan hubungan kalian,”ancam Moira.


“Apa kau mengancam katya karena murid baru itu? apa kalian pengawal nya?” tanya Larissa yang ikut membela Katya.

__ADS_1


“Diamlah atau daging kalian yang akan ku kunyah,”ucap Juline sembari menatap tajam dan sedikit memiringkan kepala nya menatap mereka bertiga secara bergantian.


Roberto, Larissa dan Katya yang mendengar itu dibuat terdiam, mereka berhasil di buat merinding oleh ucapan Juline, mereka bertiga pun pindah dan menjauh dari Juline. Moira dan Neyra tersenyum melihat wajah – wajah ketakutan dari mereka.


“Seperti nya academy menambah koleksi gadis dingin dan mengerikan seperti kalian berdua,”ucap Moira sembari menatap Juline dan Neyra secara bergantian.


Panatua dan para Ing satu persatu masuk ke ruang makan. Terlihat beberapa murid bangsawan mulai berbisik – bisik sembari memandang ketampanan para Ing. Ing Noel mengedarkan pandangan nya mencari seseorang.


Makan malam pun dimulai, Terlihat Damien, Roman, Alec, Aniel dan Dryas sedang bercengkrama menikmati makanan mereka, Jayland Rosemburg yang kebetulan tidak jauh dari mereka, ia menatap sinis ke arah Damien dan saudara – saudaranya.


Sementara Genny dan Melanie terlihat berjalan menuju meja makan rakyat biasa sembari mencari Juline. Setelah mencari beberapa saat akhirnya mereka berdua bertemu dengan Juline yang sedang menikmati makanan nya. Mereka berdua pun duduk di hadapan Juline, Neyra dan Moira.


“Nona bangsawan sedang apa di meja kami ini?” tanya Moira.


“Kau selalu seperti itu kak Moira, Ehh ada aunthy Ney,”ucap Genny sembari menatap Neyra dengan senyuman nya.


Neyra adalah Putri bungsu dari panatua Diz Jacob. Neyra adalah Putri dari istri ketiga Diz Jacob. Ibu Neyra berasal dari rakyat biasa, hal itu membuat Neyra tak mendapat pengakuan dari ayah dan keluarga ayah nya yaitu keluarga Martinez.


“Sedang apa kau disini? Bagaimana kalau Gisha melihat mu disini?” tanya Neyra.


“Peduli apa aku dengan gadis itu,”jawab Genny.


“Juline, apa kau baik – baik saja? mata mu kenapa? Apa ada yang mengerjaimu?” tanya Melanie.


“Eh, kalian berdua kenal Juline?” tanya Moira.


“Juline sahabat kami berdua, dia adalah gadis yang luar biasa,”jelas Genny.


“Aku akui,”ucap Neyra dan Moira bersamaan.


“Juline, apa benar kau baik – baik saja? kau baru saja datang ke sini tapi kau sudah terluka,”ucap Melanie.


“Aku baik – baik saja, tadi kak Moira mengajak ku keliling dan debu mulai menempeli mataku,”jelas Juline.


“Maafkan aku Melanie, aku tadi yang mengajak Juline berkeliling,”ucap Moira.


“Itu memang salah mu, kau terlalu bersemangat,”tambah Neyra.


Mereka pun mulai menyantap makanan mereka. Alec mencoba mencari Juline tapi karena banyak nya murid academy ia tak bisa melihat keberadaan Juline dari tempat duduk nya. Sementara itu Ing Noel terus mengedarkan pandangan nya mencari Juline tapi ia pun tak bisa melihat Juline dari tempat duduk nya.

__ADS_1


Para Ing yang melihat Ing Noel nampak memperhatikan meja murid membuat mereka penasaran. Ing Shen dan Ing Cosmo menghampiri Ing Noel yang sedang menyantap makanan nya.


“Kak, kau sedang mencari siapa?” tanya Ing Shen.


“Aku bukan kakak mu,”jawab Ing Noel.


“Ketua, apa kau sedang mencari gadis itu?” tanya Ing Cosmo.


“Iya, aku belum melihat nya sejak kedatangan nya kemari, apa dia tidak ikut makan malam?”


“Kak, aku juga tidak melihat gadis itu,”ucap Ing Shen yang ikut mencari keberadaan Juline.


“Sampai perang dunia sihir pun kau takkan menemukan gadis yang bahkan wajah nya saja kau tidak tahu,”ucap Ing Noel.


Panatua yang mendengar Ing Noel mengatakan perang dunia sihir menoleh dan menatap tajam ke arah Ing Noel. Melihat itu Ing Noel hanya tersenyum sembari meneruskan makanan nya dan mengusir Ing Shen dan Ing Cosmo menjauh dari nya.


*****


Di sebuah ruangan yang cukup mewah dengan dinding berwarna Lilac dan dihiasi lukisan flamingo yang dilukis langsung di permukaan dinding nya. Seorang pria bermata merah nampak duduk sembari membaca buku di tangan nya, terlihat seorang pria lain nya menghampiri nya dan menyapa nya.


“Selamat malam yang mulia,”sapa pria itu.


“Sedang apa kau di sini, apa tugas mu sudah selesai?” tanya pria yang di panggil yang mulia itu.


“Aku sudah menemukan nya yang mulia.”


“Benarkah?” tanya pria itu sembari melempar buku dari tangan nya.


“Benar yang mulia, saya bisa merasakan aura nya tapi saat ini kita tak bisa menghampiri nya karena hal itu berbahaya untuk nya,”jelas pria itu.


“Akhir nya setelah menunggu sekian lama, aku tidak sabar ingin melihat nya, apa dia baik – baik saja?”


“Dia baik – baik saja yang mulia tapi mereka-


“Kau tak perlu menjelaskan nya, aku tahu akan hal itu, akan ku hancurkan mereka semua, dan kau kembali lah, perhatikan saja dia dari jauh.”


“Baik yang Mulia.”


Pria bermata merah itu menutup mata nya dan berbicara dengan seseorang melalui pikiran nya.

__ADS_1


“Dia telah kembali.”


Happy Reading. Mohon maaf atas typo serta kekurangan dalam tulisan ini. Semoga para Readers merasa terhibur. Terima kasih 🤗🤗🤗🤗🤗🤗


__ADS_2