Sang Penjelajah Dimensi

Sang Penjelajah Dimensi
Chapter 49: Masalah Di Dunia Iblis 2


__ADS_3

Samuel, Dioz, Dark dan Rogene serta keempat bangsa Elf yang datang ke istana sampai di hutan selatan dan melihat pemandangan yang cukup mengerikan, mereka melihat banyak Elf yang tubuh nya di gantung dan di bakar bahkan para wanita di telanjangi dan dilecehkan sebelum akhir nya di bunuh.


Melihat hal itu, Samuel mengepalkan tangan nya, ia merasakan kemarahan yang sangat besar dalam diri nya, suara tangisan terdengar di mana – mana, terlihat 20 vampire sedang melecehkan dan membakar tubuh bangsa Elf dengan sadis.


Dark Redomir melesat dan memenggal kepala mereka satu persatu, melihat kedatangan Samuel, mereka semua berusaha kabur tapi kemarahan Samuel telah mengusai dirinya, ia membuat membakar semua vampire sampai menjadi abu.


Para Elf yang tersisa terdengar berterima kasih, mata Samuel berkaca – kaca melihat keadaan para Elf yang di siksa oleh bangsa vampire, sebagai raja ia merasa gagal karena tidak bisa melindungi rakyat nya, Samuel meminta Rogene membawa pasukan nya untuk membantu bangsa Elf sementara ia, Dioz dan Dark akan menemui raja vampire.


Berangkatlah Samuel, Dark dan Dioz ke kerajaan vampire di timur dunia Iblis, kemarahan kini mengusai Samuel yang melihat perbuatan bangsa vampire, mengingat mendiang istri nya adalah bangsa vampire, ia berusaha menahan diri nya. Sampailah mereka di gerbang istana, semua yang melihat kedatangan Samuel memberi hormat.


Dark membuka pintu aula istana dengan kasar dan mengejutkan raja vampire, putra mahkota dan kedua perdana menteri yang sedang mengadakan rapat, saat melihat Samuel mereka semua memberi hormat, raja vampire dengan kedatangan Samuel yang tiba – tiba.


“Yang mulia.”


“Apa kau sudah bosan menjadi raja? Apa kau ingin aku memusnahkan semua kamu vampire yang ada di dunia ini,”ucap Samuel.


“Yang mulia, saya tidak mengerti dengan ucapan yang mulia,”


“Kau tahu kaum mu berusaha memusnahkan bangsa Elf di hutan selatan, sebenarnya apa yang kalian lakukan?”


“Mohon maaf yang mulia tapi bangsa kami tidak mungkin melakukan itu, mungkin saja bangsa Elf berusaha menjatuhkan kaum kami,”ucap salah satu perdana menteri.


“Jadi maksudmu aku buang – buang waktu ke sini karena kebohongan mereka?”


Dark menarik memunculkan tombak di tangan nya dan menusuk wajah perdana menteri itu dan berubah menjadi abu. Melihat hal itu raja Vampire, putra mahkota dan perdana menteri langsung bersujud memohon pengampunan.


“Maafkan saya yang mulia raja, ini kesalahan saya yang tidak bisa mengatur kaum saya dengan baik,”ucap raja Vampire.

__ADS_1


“Aku tidak ingin mendengar kata maafmu, ini adalah peringatan pertama dan terakhir untuk kaum kalian, bersyukurlah karena ayah ku tidak melihat ini, kalian tahu tidak akan lagi ada vampire didunia ini jika beliau tahu kejadian hari ini.”


“Saya sendiri yang akan memastikan nya yang mulia, saya akan memenggal mereka jika mereka mengganggu ketentraman bangsa Elf,”ucap putra mahkota.


Mereka bertiga kembali ke kerajaan pusat setelah membunuh perdana menteri yang menjadi tersangka jadi kejadian yang menimpa bangsa Elf. Samuel mengerahkan seluruh pasukan nya untuk membangun kembali desa bangsa Elf dan meminta kedua saudara nya untuk membangun perisai guna melindungi bangsa Elf dari kaum vampire.


****


Juline terlihat memandangi mata nya kanan nya di cermin kamar mandi, ia merasa bingung harus bertanya pada siapa tentang keadaan nya, ia takut bertanya pada sembarang orang sekalipun itu kepada para Ing atau pun panatua, menurut nya orang – orang seperti merekalah orang – orang yang tidak bisa ia percayai. Juline keluar dari mandi setelah mengenakan pakaian nya. Neyra menatap Juline sejenak.


“Apa matamu belum membaik?” tanya Neyra.


“Iya kak, seperti nya sementara waktu aku harus memakai penutup mata.”


“Besok ada latihan pedang untuk semua murid, apa kau bisa dengan mata seperti itu? apa kau mau aku mengatakan pada para Ing untuk membiarkan mu istirahat saja?”


“Baik lah.


Juline dan Neyra nampak membaca buku sementara Moira masih terlelap bersama boneka kesayangan nya. Juline mendongak menatap keluar jendela, ia melihat butiran putih turun satu persatu, Neyra yang juga melihat itu nampak tersenyum.


“Musim dingin sudah tiba,”ucap Neyra sembari memandangi salju turun perlahan.


Ini salju pertama ku di dunia ini, tidak terasa aku telah lama berada di sini, Ayah, ibu aku hampir melupakan diriku, wajah ku bahkan namaku, semua terasa samar bila ku ingat, apa aku telah kehilangan diriku.


Neyra menggoyang – goyangkan tubuh Moira dengan kaki nya, ia berusaha membangunkan Moira untuk melihat salju pertama, terdengar dua orang berlari dan membuka pintu kamar mereka dengan kasar, nampak senyum di wajah Melanie dan Genny menatap salju yang mulai turun memenuhi tanah.


Moira bangun setelah mendengar pintu mereka di banting, ia mengerjap dan mengucek mata nya, ia menoleh dan melihat salju turun. Melihat Genny dan Melanie, moira menyipitkan mata nya.

__ADS_1


“Apa kalian tidak bosan berada di sini?” tanya Moira.


“Selama Juline disini selama itu pula kami berdua akan terus berada di sini.”


Saat mereka sedang menikmati salju, tiba – tiba Juline merasa mata nya perih, Juline berusaha menahan nya, ia buru – buru masuk ke kamar mandi dan menahan perih di mata nya, ia membuka penutup mata nya. Ia mengigit ujung baju nya menahan sakit yang ia rasakan. Peluh memenuhi tubuh nya.


Ia masuk ke dalam bak dan menenggelamkan diri nya di dalam bak, saat di dalam bak ia merasa aneh dan di saat yang sama ia merasakan sebuah anak panah menancap di tubuh nya.


Darah dari tubuh Juline mengisi bak mandi, ia menarik anak panah yang telah dilumuri racun dan memusnahkan nya dengan tangan kanan nya. ia lalu menyembuh diri nya dan bangkit dari bak dan membuang air yang telah bercampur dengan darah nya.


Ahh jadi kalian ingin membunuh ku? sayang nya racun itu terlalu lemah untuk aku yang kuat. Mari kita lihat sampai dimana kekuatan kalian.


Dari kejauhan, nampak Shelyn Rodrig dan Wen Hernandez menyeringai, mereka merasa telah berhasil membunuh Juline dengan panah beracun yang mereka lemparkan pada Juline. Terlihat seorang lelaki yang ikut tersenyum bersama mereka di bawah salju.


“Ini baru awal untuk mu, akan ku pastikan hari – hari yang kau lewati penuh penderitaan dan akan ku buat semua orang yang dekat dengan mu menjauh,”ucap lelaki itu.


Juline pun keluar dari kamar mandi, ia tidak ingin menceritakan hal itu pada teman – teman nya, Moira, Neyra, Genny dan Melanie terlihat memandangi salju yang turun tapi mata mereka tiba – tiba menangkap sebuah pemandangan langkah.


Terlihat Ing Noel dan Ing Carmel sedang duduk bersama di bawah Gazebo, mereka berdua nampak tersenyum satu sama lain. Melihat hal itu, Genny, Melanie dan Moira tersipu, mereka sangat menyukai adegan – adegan romantic seperti itu. Berbeda hal nya Juline dan Neyra yang memilih merebahkan diri mereka sembari membaca buku.


“Romantis nya.”


“Beruntung nya Ing Carmel berjodoh dengan Ing Noel.”


“Aku juga ingin mendapat pasangan seperti Ing Noel.”


Juline dan Neyra tidak memperdulikan tiga orang gadis yang kini fokus mengintip Ing Carmel dan Ing Noel. Hawa dingin semakin menusuk, Moira memutuskan baring di kasur nya dan menyelimuti tubuh nya sementara Genny dan Melanie merebahkan diri mereka di samping Juline sembari memeluk Juline.

__ADS_1


🤗🤗🤗🤗🤗🤗


__ADS_2