
Juline membuat lingkaran api hitam untuk mengelilingi para master sihir Frost. Para master sihir berusaha menghancurkan lingkaran api itu namun sia – sia. Juline berjalan mendekat ke arah lingkaran anti demon yang mengelilingi istana. Para master sihir kerajaan satu persatu keluar dan melihat Juline yang kini semakin dekat dengan pelindung anti demon.
Salah satu master sihir melapisi pelindung tersebut dengan sebuah sihir cahaya tingkat tinggi. Dengan mengorbankan satu jari nya, ia membuat pelindung anti demon lebih kuat dan mengerikan jika Juline berniat melewati nya.
Raja Astof dan para perdana menteri nampak lega. Mereka berpikir jika pelindung yang salah satu master sihir itu buat akan menyelematkan mereka dan juga bisa membunuh Juline jika ia memaksa melewati nya.
Juline mencoba menyentuh pelindung itu,seketika tangan jari yang menyentuh pelindung itu melepuh dan menghitam. Master sihir yang membuat pelindung itu mendekat dengan seringai nya.
“Bagaimana rasa nya? Menyakitkan bukan? Iblis seperti mu akan ku hancurkan,”ucap master sihir.
“Apa? Orang yang hanya bisa bersembunyi di balik pelindung ingin menghancurkan ku? jangan bergurau, kau tidak cukup kuat.”
“Diam kau iblis sialan.”
“Kau pikir pelindung lemah ini bisa menghentikan ku?”
“Cih, coba saja melewati nya.”
Juline hendak melangkah melewati pelindung itu namun Dark, Dioz dan Rain dengan cepat menarik Juline menjauh dari pelindung itu.
“Apa yang sedang kau lakukan?”teriak Dioz.
“Kau tahu kau akan mati jika melewati pelindung itu,”ucap Dark.
“Benar Juline,”ucap Rain.
“Aku akan baik – baik saja, kalian tidak perlu cemas, aku tidak selemah itu,”ucap Juline.
“Ayo kita kembali ke dunia iblis, kau tidak akan bisa melewati pelindung itu Juline bahkan kak Samuel tidak akan mampu,”jelas Dark.
“Aku tidak akan pergi sebelum menghancurkan mereka semua, kalian sebaiknya tidak menghentikan ku,”ucap Juline.
Terdengar suara tawa dari balik perisai. Salah satu master sihir yang membuat perisai anti demon itu nampak menatap Juline dengan seringai nya. Master sihir itu bernama Zima. Ia adalah salah satu master sihir yang memiliki tingkat kekuatan yang tinggi. Zima melangkah, mendekati ujung perisai.
“Bukan kah sebagai mahluk rendahan kau terlalu sombong, aku tidak menyangka kau akan menghancurkan kerajaan ini dan membunuh rakyat yang tidak berdosa,”ucap Zima sembari menatap Juline.
“Sesama mahluk rendahan kau cukup mengerikan juga,”ucap Juline.
“Cih, kau memang pandai iblis betina.”
“Sampai kapan kau akan jadi penjilat haa? Aku tahu kau pasti mengharapkan tahta kan dari raja sialan itu kan?”
__ADS_1
“Tahu apa kau haa? Aku akan selalu melindungi kerajaan ini dari iblis seperti mu.”
“Ehh, kau terlalu banyak bicara, aku benci pria cerewet seperti mu.”
Juline mencoba menhancurkan perisai itu dengan segala macam kekuatan nya tapi tak satupun kekuatan nya mampu menghancurkan perisai itu. Dark dan Dioz ikut mengerahkan segala kekuatan nya tapi hasil nya tetap sama. Zima nampak tersenyum penuh kemenangan.
“Mulut besar mu lebih kuat dari kekuatan mu, sebaiknya kau kembali ke habibat mu, kau tidak akan pernah bisa menhancurkan perisai ini,”ucap Zima.
Fajar mulai nampak. Dioz dan Dark menyarankan Juline agar berhenti. Zima masih menatap Juline, para master sihir lain nya nampak tersenyum penuh kemenangan. Raja Astof beserta para perdana menteri berjalan menuju halaman istana. Juline mengepalkan tangan nya, melihat seseorang yang sangat ingin ia hancurkan membuat nya geram.
“Bagaimana? Apa kau masih punya kekuatan untuk menghancurkan perisai ini?” teriak Raja Astof.
“Mana mungkin yang mulia, iblis betina itu sudah kehabisan kekuatan,”ucap Zima.
“Baiklah, hari ini cukup sampai disini dulu, seperti nya aku juga mulai lapar, sebaiknya kalian tetap sembunyi seperti itu, akan sangat menyenangkan jika bisa membunuh kalian perlahan – lahan, haa Ayo kita pulang,”ucap Juline.
“Awas kau, sebentar lagi Frost akan menghukum kaum kalian, terutama kau sebaiknya kau bersiap,”ucap Raja Astof.
“Hmm, katakan pada mereka aku menunggu,”ucap Juline yang langsung berbalik sesaat saat Dioz membuka portal dan membawa mereka semua kembali ke dunia Iblis.
Sebaiknya kalian tidak melepas anti demon itu atau kalian akan hancur.
“Juline pasti akan datang, dia sudah bilang akan datang saat pernikahan Dryas dan Kak Esther,”ucap Putri Ailene.
“Benarkah? Aku harap Juline segera kembali, kami sangat merindukan nya, aku takut kalau ia sampai membahayakan diri nya,”ucap Melanie.
“Jika Juline tidak kembali, aku akan pergi mencari nya, aku ingin melindungi nya seperti yang sering ia lakukan pada ku,”ucap Genny dengan air mata yang mengalir di matanya.
Putri Ailene memeluk mereka berdua. Kepergian Juline yang tiba – tiba membuat mereka semua terpukul, Juline yang bahkan tidak tahu jika ayah nya kini telah tiada membuat mereka semakin terluka. Hal ini dirasakan pula oleh ketiga kakak Juline.
Dryas nampak tengah berpakaian di bantu beberapa pelayan serta Damien dan Roman. Dryas tak mengucapkan apapun namun mata nya menunjukan kesedihan yang mendalam. Begitu pun Roman dan Damien yang berusaha menenangkan diri mereka.
“Kakak nampak sangat tampan,”puji Damien.
“Benarkah? Terima kasih Damien. Kak, Juline akan datangkan?” tanya Dryas.
“Kakak yakin Juline akan datang, kau tenang saja yah,”jawab Roman.
“Coba saja kak Alec dan Kak Aniel ada di sini, mereka pasti akan sangat bahagia melihat kak Dryas akan menikah,”ucap Damien.
Mata mereka nampak berkaca – kaca. Mengingat Ayah mereka yang sudah meninggalkan mereka. Sosok yang paling menanti hari ini. Sebagai anak tertua di antara mereka bertiga, Roman berusaha menguatkan diri nya agar bisa menguatkan kedua adik nya. Kecemasan akan Juline terkadang membuat nya kehilangan arah.
__ADS_1
Roman menghabiskan waktu nya berlatih di camp militer kerajaan Demon. Ia ingin bertambah kuat agar dapat melindungi orang – orang yang di sayangi nya. Sementara itu Juline sudah sampai di dunia iblis bersama Dioz dan Dark.
“Kalian baik – baik saja kan?” tanya raja Samuel.
“Iya kak,”jawab Dark.
“Bagaimana kerajaan Stanzaz?” tanya raja Samuel.
“Tinggal menunggu kehancuran mereka saja,”ucap Juline.
“Apa maksudmu adik ku?” tanya Dioz.
“Lihat saja nanti, aku mau ke kerajaan Demon hari ini, kakak ku akan menikah,”ucap Juline.
“Siapa? Apa kau punya kakak selain kami?” tanya Dioz bingung.
“Baiklah , kami semua akan pergi,”ucap Raja Samuel.
“Bagaimana dengan Diamond, Carol dan Caster kak?” tanya Dark.
“Mereka masih di rawat oleh tabib, yang mulia pergilah, biar saya yang menjaga putri Diamond serta kedua pangeran,”jawab Rain.
“Aku ikut kakek,”teriak Rogene.
“Baiklah, kami akan berangkat, ayo Juline,”ajak Raja Samuel saat Dioz mulai membuka portal.
Mereka pun sampai di sebuah desa yang tidak jauh dari istana. Juline berjalan diikuti Raja Samuel, Dioz, Dark dan Rogene. Juline hendak membeli hadiah untuk Dryas dan putri Esther. Beberapa saat kemudian mereka sudah sampai di depan gerbang istana. Para penjaga nampak memberi hormat pada Rogene sebagai pangeran di kerajaan Demon.
Juline memegang dua benda yang sudah di bungkus dalam kain kecil bercorak. Mereka berjalan bersama para tamu undangan. Rogene mengantar raja Samuel, Dioz dan Dark menuju aula keluarga sementara Juline berjalan menuju kamar kakak nya.
Juline di antar oleh salah satu pelayan istana menuju kamar kakak nya. Juline berhenti dan perlahan membuka pintu. Ia melihat ketiga kakak nya berbalik dan menatap nya dengan mata berkaca – kaca. Mereka bertiga beranjak dan memeluk adik mereka. Juline bisa merasakan kesedihan ketiga kakak nya.
“Juline, kau kemana saja, kami semua mencemaskan mu,”ucap Roman.
“Aku baik – baik saja kak,”ucap Juline.
“Juline, kakak pikir kau tidak akan datang,”ucap Dryas sembari mengusap air mata nya.
“Kak, ayah dimana?” tanya Juline.
Mendengar pertanyaan Juline, mereka bertiga saling pandang. Roman mengelus rambut adik nya. Ia tak mampu menjawab pertanyaan adik nya. Air mata nya seakan memaksa keluar, begitupun Dryas dan Damien.
__ADS_1