
Pagi dengan cepat menyambut. Juline membuka mata nya dan beranjak dari tidur nya. Ia mulai meregangkan badan nya. Setelah itu ia ke kamar mandi dan berendam. Juline memegang dada nya yang kemarin terluka karena di tusuk monyet bertaring.
“Luka ku sembuh tanpa meninggalkan bekas. Bukan kah pria itu sangat kuat, ia memiliki sihir cahaya yang hampir sebanding dengan ku.”
Juline kembali mengangkat tangan nya ke udara dan memandangi nya.
“Hmm aku sudah terlalu lama menahan kekuatan dari kedua tangan ku. Seperti nya hari ini hari yang tepat untuk sedikit menggunakan nya.”
Setelah menghabiskan 20 menit berendam, Juline beranjak dan mengeringkan tubuh nya. Kemudian Juline berdiri di depan lemari nya, nampak gaun – gaun tergantung rapi.
Juline memilih memakai baju atasan berwarna hitam dan celana yang agak ketat berwarna hitam dengan motif yang bunga yang melingkar di bagian paha.
Setelah memakai pakaian nya, ia beralih duduk di meja rias nya. Juline menyisir rambut panjang hitam nya. Ia mengikat setengah rambut nya dan memakai pita berwarna hijau.
“Bukan kah aku terlihat mengagumkan?" Gumam Juline sembari memandangi wajah nya di cermin dengan tatapan datar nya.
Juline yang sudah siap langsung turun ke ruang makan untuk sarapan. Saat sampai di ruang makan ia tak melihat keberadaan ayah nya, hanya Damien dan Roman yang terlihat sedang makan dengan lahap nya.
“Ayah di mana?” Tanya Juline
“Tadi ayah pergi bersama paman Bian ke colors building.”Jawab Damien sembari mengunyah roti nya.
“Juline, apa kau yakin akan masuk ke hutan terlarang tingkat 5?” Tanya Roman disertai ekspresi cemas nya.
“Apa kau takut?” Tanya Juline sembari melumuri roti nya dengan coklat.
“Bukan begitu Juline tapi hutan itu sangat berbahaya bahkan bagi seorang master sekalipun.”Jawab Roman
“Lalu bagaimana dengan hutan terlarang tingkat atas?”
“Konon hanya beberapa panatua dan ahli sihir yang bisa sampai ke hutan terlarang tingkat 8.”Jawab Roman lagi.
Juline nampak berpikir mendengar penjelasan Roman. Tapi niat untuk agar lebih dekat dengan musuh nya membuat nya tetap ingin memasuki semua hutan terlarang. Juline merasa hutan terlarang adalah hunian yang cocok bagi mahluk – mahluk penghancur dunia sihir.
Oleh karena itu ia akan berusaha masuk ke hutan terlarang dengan dalih latihan namun sebenarnya Juline berencana lebih dulu menghabisi para pengikut dari mahluk yang sangat kuat yang konon akan menghancurkan dunia sihir yang kini ia tempati.
Setelah menghabiskan roti nya, Juline beranjak dari tempat duduk nya. Ia menatap Roman dan Damien yang masih terhanyut dalam lamunan disertai kecemasan.
“Kalau kalian tidak mampu biar aku saja yang ke sana.”Ucap Juline yang langsung melangkah meninggalkan Roman dan Damien.
Damien dan Roman ucapan Juline tersadar dari lamunan mereka dan langsung beranjak menyusul Juline ke depan.
“Dewa, tolong lindungi kami.”Ucap Damien yang sedikit berlari mengejar Juline yang kini sudah berada di pekarangan.
berangkatlah Juline, Damien dan Roman ke hutan terlarang tingkat lima. Selama diperjalanan sikap dingin Juline semakin terasa. Roman dan Damien saling perpandangan dengan lemas. Roman yang hampir mati di hutan terlarang itu nampak lebih banyak diam dari biasa nya.
__ADS_1
Aku adalah seorang master. Tidak seharus nya aku begini di depan murid yang mempercayai ku. Aku akan berusaha, aku sudah lebih kuat dari waktu itu.
Tak terasa Mereka telah sampai di jalan setapak yang di tumbuhi bunga api yang terletak di pinggir setapak yang mereka lewati. Suasana mencekam sedikit membuat Roman dan Damien sesak napas.
Kemudian Roman dan Damien mengaliri mana mereka ke seluruh tubuh sehingga mereka berdua bisa bernapas dengan baik.Sementara Juline masih fokus memandangi bunga – bunga api biru yang nampak indah.
Jika Damien dan Roman merasa kesulitan bernapas berada di area hutan terlarang tingkat 5 Juline justru merasa ada udara segar yang masuk memenuhi tubuh nya.
Hal itu membuat Damien dan Roman bertanya – tanya bagaimana Juline bisa baik – baik saja sementara mereka berdua harus menggunakan mana untuk bisa bernapas dengan baik.
Mereka pun berjalan masuk ke hutan terlarang lebih jauh. Damien dan Roman berlari menghampiri Juline yang melangkah lebih cepat.
“Juline, apa kau baik – baik saja?” Tanya Damien sembari menatap wajah datar adik nya.
“Hmm.
“Kau tak merasa kesulitan bernapas?"
“Aku baik – baik saja kak.”Jawab Juline tanpa menoleh dan terus berjalan menyusuri hutan.
Damien terdiam mendengar jawaban Juline. Ia merasa aneh dengan Juline yang terlihat baik – baik saja. Roman yang melihat Damien berhenti melangkah, menarik tangan Damien agar tidak tertinggal di belakang.
Bagaimana kau bisa baik – baik saja Juline? Aku semakin merasa asing berada di dekat mu.Apa kau betul – betul adik ku? Kenapa aku ragu. Kau tak biasa, bagaimana seorang yang terlahir tanpa sihir sepertimu begitu kuat, dan hari ini kau terlihat baik – baik saja di saat aku sendiri merasa kesulitan. Bagaimana mungkin. Batin Damien
****
Mereka mengedarkan pandangan mereka ke segala arah mencari keberadaan seseorang.
“Guru, apa mungkin Juline belum datang?”tanya Genny
“Juline sudah datang. Seperti nya dia sudah berada di dalam hutan.”jawab Rain
“Guru, kenapa aku jadi kesulitan bernapas?” tanya Melanie sembari memegang dada nya.
“Apa kau baik – baik saja?” tanya Genny
“Sebaik nya sekarang kalian mengalirkan mana ke seluruh tubuh kalian untuk membuat pernapasan kalian baik kembali. Sudah guru katakan sebelum nya, hutan ini adalah hutan yang sangat berbahaya bagi kalian. Kalian harus menyerap banyak mana sebelum masuk ke sini.”Jelas Rain
“Maafkan kami guru.”ucap mereka serempak
Genny dan Melanie pun mengalirkan mana mereka ke seluruh tubuh dan pernapasan mereka kembali baik. Rain memperingatkan agar mereka berdua tidak jauh – jauh dari nya.
Mereka bertiga pun berjalan masuk ke dalam hutan melewati jalan setapak. Mata Genny dan Melanie fokus memandangi bunga – bunga api biru yang berada di samping sepanjang jalan setapak.
Rain mempercepat langkah nya diikuti Genny dan Melanie.
__ADS_1
Tidak terasa mereka sudah masuk ke tengah hutan terlarang. Rain mengedarkan pandangan berusaha merasakan aura Juline yang hampir sama pekat nya dengan hutan terlarang.
Langkah Rain terhenti diikuti Genny dan Melanie. Mereka melihat dua lelaki dan seorang gadis sedang duduk di atas pohon sembari mengedarkan pandangan mereka. Genny dan Melanie menghampiri pohon tempat Juline berada.
“Juline, apa yang kau lakukan di atas sana? Turunlah.”teriak Genny sembari Melambai
Mendengar itu Juline melompat turun dan menghampiri Rain, Genny dan Melanie diikuti Roman dan Damien.
Saat mereka semua bertemu, ekspresi Roman, Rain , Melanie dan Damien berubah. Melihat itu, Juline dan Genny bingung dengan apa yang terjadi pada mereka berempat.
“Apa yang kau lakukan disini?” tanya Roman sembari menatap tajam ke arah Rain.
“Kenapa aku harus mengatakan nya padamu. Apa jangan – jangan kau masih tidak terima karena Carmila lebih memiliki aku daripada kamu.”Ucap Rain
“Apa? Memilih mu? toh akhir nya dia memilih menikah dengan seorang bangsawan.”Ucap Roman sembari menyeringai.
Juline yang mendengar itu merasa kesal karena perdebatan Rain dan Roman membuat perjalanan mereka terhenti. Genny hanya menatap ke arah Rain. Ia tak menyangka ternyata Rain mencintai wanita lain. Sedangkan Damien terlihat membuang muka dari Melanie.
“Apa kalian ingin di jadikan makanan binatang iblis?” ucapan Juline seketika membuat mereka semua merinding. Roman dan Rain terdiam dan memandangi Juline.
“Juline, mereka berdua siapa?” Tanya Melanie
“Dia Roman, master pedang yang mengajari ku dan ini Damien, kakak ku.”Jawab Juline
“Kakak?”
“Iya, apa kau mengenal nya?” tanya Juline sembari menatap Melanie yang terlihat terkejut.
“Siapa yang tidak kenal dengan keluarga Rosemburg. Tapi aku tak pernah melihat mu saat berkunjung kesana.”Ucap Melanie
“Aku memang bersaudara dengan Damien tapi aku bukan keluarga Rosemburg. Aku tidak cocok di keluarga itu. Katanya mereka tak menerima gadis sampah seperti ku.”jelas Juline dengan santai.
Damien dan Melanie terdiam mendengar ucapan Juline. Melanie tidak tahu kalau Juline tidak di terima di keluarga nya sendiri. Melanie merasa sedih sekaligus geram atas perlakuan keluarga Rosemburg yang tidak menerima Juline.
Jika Juline yang menjadi saudara ku, aku mungkin akan sangat bahagia. Batin Melanie
Melanie berlari menghampiri Juline dan menggandeng tangan Juline begitupun juga Genny. Juline hanya memandangi Genny dan Melanie bergantian.
Genny masih menatap datar ke arah Rain. Ia merasa kecewa mendengar Rain membicarakan wanita lain apa lagi wanita itu adalah wanita yang ia cintai. Hati Genny terasa menciut.
“Dan kalian berdua para master cobalah untuk tidak mengungkit masa lalu. Apa kalian tidak merasa malu berdebat di depan kami? Apa lagi itu hal yang memalukan. Bagaimana bisa kalian menyukai dan di tinggalkan oleh gadis yang sama.”ucap Juline sembari melangkah meninggalkan mereka berdua diikuti Genny, Melanie dan Damien.
Mendengar itu Roman dan Rain tertunduk lemas dan melangkah mengikuti mereka berempat. Roman dan Rain saling menatap tajam. Sementara Damien hanya diam mengikuti langkah Juline.
Bagaimana Juline bisa mengenal gadis itu. Apa dia tahu siapa Melanie? Apa Juline tahu kalau ia dan Melanie adalah saudara tiri. Awas saja kalau Melanie berani mencelakai Juline, aku pasti akan menghancurkan nya.
__ADS_1
Happy Reading ♡♡