Sang Penjelajah Dimensi

Sang Penjelajah Dimensi
Chapter 90: Lenyap tanpa sisa


__ADS_3

Suasana di Kerajaan Stanzaz semakin tidak stabil. Para master sihir yang membuat pelindung anti Demon mulai kehabisan energi. Para perdana menteri yang mulai mempertanyakan mengapa Frost tidak bergerak membantu mereka. Raja Astof yang mulai kewalahan sendiri menjelaskan keadaan Kerajaan para perdana menteri dan juga anggota Kerajaan lainnya.


"Frost sudah membantu Kerajaan ini dengan mengirim putra ku dan master sihir Frost, kalian bisa lihat sendiri bagaimana putra ku berusaha menyelamatkan Kerajaan ini hingga ia harus mengorbankan nyawa nya sendiri," jelas Raja Astof. Ia berusaha menahan amarah nya pada perdana menteri yang masih dengan berani mempertanyakan hal itu.


Perdana Menteri yang tidak puas dengan jawaban dari Raja Astof kembali mempertanyakan hal lain nya. Mengingat sebagian keluarga perdana menteri kini telah rata bersama bangunan di Kerajaan Stanzaz.


Saat ini di Kerajaan Stanzaz seluruh bangunan di ibu kota serta desa - desa di sekitar ibu kota telah rata dengan tanah dan satu - satu nya bangunan yang masih berdiri hanya Istana kerajaan. Dari kejauhan, para Cemon memperhatikan para master sihir yang mulai kehilangan energi nya. Hal itu terlihat dari pelindung yang sedikit demi sedikit mulai menghilang.


Raja Astof yang melihat para master sihir mulai berjatuhan satu persatu sangat murka, ia takut jika Juline kembali dan dengan mudah menghancurkan Istana dan keluarga nya. Ia pun kembali memaksa para perdana menteri untuk menyalurkan energi nya pada para master sihir namun hal itu di tolak oleh para perdana menteri.


Raja Astof yang tengah merasakan ketakutan yang luar biasa tanpa sadar membantai semua perdana menteri nya hingga aula Istana di penuhi genangan darah. Para master sihir yang masih berdiri hanya menelan ludah mereka. Mereka berusaha keras untuk tetap melindungi Istana. Energi besar sangat dibutuhkan untuk membuat pelindung anti Demon bahkan master sihir yang semula berpikir rencana nya akan berjalan lancar kini merasa kewalahan karena energi nya mulai habis.


Melihat hal itu Ratu Elizabeth menghampiri suami nya. Ia sangat marah dan kecewa melihat suami nya yang tega membunuh orang - orang yang seharusnya Ia lindungi.


"Apa yang kau lakukan suamiku? apa kau tahu perbuatan mu ini adalah perbuatan paling mengerikan bagaimana bisa seorang raja yang harus nya melindungi malah membunuh rakyat nya sendiri."


"Mereka semua pantas mati, orang - orang yang berani menantang perintah ku akan berakhir dengan kematian," ucap Raja Astof kemudian pergi dan membantu para master sihir untuk memperkuat pelindung anti Demon.

__ADS_1


Ratu Elizabeth melihat perubahan besar pada suaminya. Bagi nya Raja Astof adalah pria yang baik dan lemah lembut, raja yang sangat mencintai dan menghargai rakyat nya. Ratu Elizabeth hanya terdiam mematung menatap suami nya. Hati nya kecewa. Secara sebagai seorang yang sangat mencintai Raja Astof, Ratu tak percaya jika Ia akan melihat kejadian mengerikan itu. Air mata Elizabeth perlahan jatuh. Para Pangeran sudah pasrah dengan keadaan mereka. Apalagi melihat ayah mereka membantai para perdana Menteri, bagi mereka tidak ada lagi Kerajaan Stanzaz.


Ratu Elizabeth berjalan perlahan menuju tempat suami nya berdiri. Ia memeluk suami nya dengan ekspresi datar nya.


"Mari kita akhiri semua nya suami ku, aku tidak ingin kau menjadi mahluk bengis seperti ini, aku tidak pernah mengenal mu seperti ini," batin Ratu Elizabeth.


Ratu Elizabeth memejamkan mata nya, Ia memusatkan kekuatan lalu menghancurkan Pelindung anti Demon. Para master sihir terpental saat Ratu Elizabeth meledakan kekuatan nya dan membuat pelindung anti Demon hancur menjadi kepingan. Bersamaan dengan itu Kerajaan Stanzaz hancur bersama Energi sihir yang Juline letakan di ujung Pelindung anti Demon yang apabila mereka membuka pelindung anti demon mereka akan hancur berkeping-keping.


Dan benar saja dalam sekejap tanpa teriakan, mereka semua musnah. Bahkan puing - puing bangunan di Kerajaan Stanzaz kini lenyap berubah menjadi lahan kosong yang sangat luas. Melihat itu para Cemon hanya bisa menelan ludah mereka. Mereka tidak bisa membayangkan kekuatan mengerikan apa yang menghancurkan Kerajaan Stanzaz tanpa sisa.


Beberapa hari yang lalu, saat Juline mulai kehabisan akal membuka pelindung anti Demon, ia pun mendekat dan bertatap muka dengan salah satu master sihir yang menantang Juline. Saat itu Juline teringat dengan sesuatu yang pernah ia baca di perpustakaan nya. Di katakan bahwa kekuatan Pelindung anti Demon dapat di hancurkan dengan energi seorang Iblis serta energi seorang garis keturunan dewa. Meskipun hal itu memiliki kesempatan sangat kecil tapi Juline akhirnya memilih hal itu. Saat ia memasang energi nya ia percaya jika salah satu dari keluarga kerajaan Stanzaz pasti memiliki garis keturunan dewa.


Lalu saat itu Juline pun mundur dari pertarungan tanpa hasil itu. "Mereka juga pasti akan hancur karena kebodohan Raja mereka," ucap Juline berjalan meninggalkan Kerajaan Stanzaz.


Dan benar saja Raja Astof yang melupakan jika Ratu Elizabeth memiliki garis keturunan dewa membuat nya kecewa dan akhirnya Ratu Elizabeth lah yang menghancurkan pelindung anti demon sekaligus melenyapkan Kerajaan Stanzaz tanpa sisa.


Para dewa hanya bisa menyaksikan hal itu dari atas. Melihat Kerajaan Stanzaz lenyap tanpa sisa membuat mereka sangat murka namun mereka tak bisa berbuat apa - apa karena Ratu Elizabeth lah yang menghancurkan Kerajaan Stanzaz yang tidak lain merupakan keturunan mereka.

__ADS_1


"Gadis itu sudah tumbuh semakin kuat sekarang, lihat Q ini adalah kesalahan mu, kau harus bisa melenyapkan gadis itu tepat saat ia berhasil membangkitkan Iblis menjijikan itu," ucap Dewa Amra.


Dewa Q mengernyitkan kening nya mendengar ocehan itu. "Apa orang tua itu sudah menggadaikan otaknya? bagaimana bisa aku melenyapkan keponakan ku sendiri, seperti nya para dewa butuh hiburan," ucap dewa Q berjalan kembali ke ruangan nya tanpa menghiraukan tatapan dewa - dewi lain nya.


Kabar lenyap nya Kerajaan Stanzaz sudah sampai ke telinga - telinga panas. Para master sihir Frost tidak percaya jika Kerajaan itu bisa lenyap dalam semalam. Nampak kelegaan di wajah Ing Noel yang saat itu tengah mengikuti rapat di Frost. Ia percaya jika Juline sangat kuat dan bisa menjaga diri nya sendiri.


Raja dan Ratu Kerajaan Gold yang saat itu berada di Kerajaan Demon menghadiri pernikahan Putri Esther dan Dryas juga terkejut mendengar hal itu. Setelah selesai acara Jamuan, Raja dan Ratu Kerajaan Gold mengadakan pertemuan dengan Raja William di ruang tertutup.


"Bagaimana bisa Kerajaan Stanzaz lenyap tanpa sisa seperti ini dan kenapa Frost tidak membantu mereka?" tanya Raja Cloud yang masih tidak percaya jika Kerajaan Stanzaz kini telah tiada.


"Kau lupa Cloud, jika Frost tidak membantu Kerajaan Stanzaz maka hal ini adalah kesalahan yang memang di sebabkan oleh Raja dari Kerajaan itu," jelas Raja William.


"William, apa benar ini semua karena gadis itu? gadis yang saudara nya kini telah menjadi bagian dari keluarga Kerajaan mu?" tanya Raja Cloud.


"Kau benar, dan dia bukan gadis biasa, seperti yang kau tahu dia adalah putri dari Raja Iblis terdahulu tapi mungkin kau tidak tahu jika aku adalah cucu dari Raja Iblis terdahulu yang berarti aku adalah keponakan gadis itu." jelas Raja William. Raja dan Rayu Kerajaan Gold terdiam sejenak mencoba mencerna penjelasan Raja William.


Beberapa menit kemudian mata Raja dan ratu tiba - tiba membelalak, mereka tidak menyangka jika gadis itu memiliki garis keturunan yang mengerikan. Terlebih lagi Raja William adalah keponakan Juline. Hal itu membuat mereka terkejut bukan main. Raja William pun kembali menceritakan alasan Juline menghancurkan kerajaan Stanzaz.

__ADS_1


Di ibu kota kerajaan Demon, Alec, Aniel, Shimon dan Petra masih terus berjalan menelusuri jalan - jalan ibu kota sambil merasakan aura Juline yang memang sangat sulit untuk di rasakan. Tiba - tiba langkah mereka terhenti.



__ADS_2