Sang Penjelajah Dimensi

Sang Penjelajah Dimensi
Chapter 21: Teman Baru


__ADS_3

Juline menatap Genny dan Melanie bergantian. Ia sedikit merasa bersalah karena membiarkan mereka berdua melawan binatang iblis yang masih jauh dari level mereka. Rain sudah selesai menyembuhkan Juline.


“Kalian berdua adalah gadis hebat yang pernah ku temui. Kalian bahkan berani melawan merasa takut dan terus melawan binatang iblis yang memang sebenar nya jauh dari kalian. Seharusnya kalian sudah bisa menjadi master.”ucap Juline


“Benarkah? Aku tidak pernah di sanjung seperti ini. Terima kasih Juline.”ucap Melanie


“Juline, apa kau murid di academy?" tanya Genny


“Bukan.


“Lalu, kau tinggal dimana?" tanya Melanie.


“Aku tinggal di kawasan elit blok 5."


“Aku belum pernah bertemu dengan mu padahal kita berada di kawasan yang sama.”ucap Genny


“Aku jarang dirumah, aku lebih suka berjalan – jalan di hutan seperti ini."


“Wah, aku kagum padamu.”ucap Melanie sembari mengangkat satu jempol nya.


“Aku ingin menjadi kuat seperti mu Juline. Aku juga ingin sekuat guru. Juline, boleh kah aku lebih dekat dengan mu, ajari aku sekuat diri mu, ajari aku untuk tidak mengenal rasa takut dan rasa sakit. Aku ingin sekuat dirimu.”ucap Genny dengan mata berkaca – kaca.


“Aku juga, aku ingin menjadi teman bagi kalian berdua. Selama ini aku tak pernah mendapat teman yang mau berlatih bersama ku. Mereka enggan berlatih bersama ku yang masih berada di level yang jauh dari mereka."


“Baiklah, tapi menjadi teman ku berarti kalian mempunyai hati yang kuat, itu karena aku adalah gadis dari rakyat biasa tanpa elemen sihir."


“Bagaimana bisa kau sekuat itu tanpa elemen sihir? aku merasa semakin tidak berguna.”ucap Genny.


“Lalu bagaimana dengan ku? tanya Melanie lemas. Ia merasa lebih tidak berguna."


Juline terkejut dengan tanggapan Genny dan Melanie. Juline pikir mereka berdua akan menghina nya karena tak punya sihir.


“Juline apa yang kau katakan? aku bisa merasakan lautan energy mu dalam tubuh mu.”ucap Rain.


“Bagaimana guru bisa merasakan nya?" tanya Genny penasaran


“Aku tak merasakan apapun guru.”tambah Melanie


“Kalian belum cukup kuat untuk bisa merasakan nya."


“Jadi guru bisa merasakan energy ku? guru orang pertama yang bisa merasakan energy dalam tubuh ku.”ucap Juline.


Apa – apaan dewa aneh itu, dia bilang takkan satupun orang yang bisa merasakan aliran sihir ku lalu bagaimana dengan pria di hadapan ku ini. Seperti nya dewa itu mulai plin plan.


Genny dan Melanie memeluk Juline bersamaan. Mereka sangat bersyukur bertemu dan bisa berteman dengan gadis sehebat dan sekuat Juline.


“Kedua murid ku sangat hebat, guru bangga pada kalian berdua.”ucap Rain sembari mengelus kepala kedua murid nya itu."


Mereka pun mulai mengumpulkan batu sihir. Juline merasa ada sesuatu di hati nya. Sesuatu yang belum pernah ia rasakan sebelum nya.


“Juline, apa kau besok akan berlatih lagi?" tanya Genny sembari mengumpulkan batu sihir


“Aku berencana akan memasuki hutan terlarang tingkat 5."

__ADS_1


“APA?! Teriak Genny dan Melanie bersamaan."


“Apa kau yakin akan kesana Juline? kabar nya di sana adalah hutan yang sangat berbahaya. Di sana juga ujian master akan di akan biasa di adakan."


“Bagaimana guru bisa tahu?" tanya Melanie


“Ujian master yang guru lewati juga di sana. Waktu itu banyak murid hampir mati dan terluka parah saat menjalani ujian di sana termaksud guru juga."


“Aku akan ikut.”ucap Genny


“Kau yakin?"


“Yakin guru, selama aku bersama Juline dan guru aku yakin. Aku ingin berlatih keras hingga mulut perempuan itu tidak lagi meremehkan ku.“jawab Genny.


“Aku Juga ikut."ucap Melanie.


Beberapa jam kemudian mereka sudah mengumpulkan semua batu sihir. Rain membagi batu untuk Genny dan Melanie dan memberi banyak batu sihir untuk Juline.


“Guru bisa mengambil bagian ku.”ucap Juline


“Kenapa Juline?"


“Aku masih punya banyak."


“Wah, sudah berapa banyak binatang iblis yang kau musnahkan.Hmm harus nya aku lebih cepat bertemu dengan mu.”ucap Melanie.


Ucapan Melanie membuat Genny dan Rain tersenyum. Mereka pun keluar dari hutan karena malam sudah tiba sejak beberapa jam yang lalu.


“Terima kasih Juline untuk hari ini.”ucap Melanie sembari tersenyum manis.


“Jangan lupa istirahat malam ini. Sampai besok Juline terima kasih untuk hari ini kau sangat hebat.”ucap Rain lalu menuju ke kereta kuda diikuti Genny dan Melanie.


Mereka bertiga melambai ke arah Juline. Juline pun membalas lambaian mereka. Juline pun naik ke kereta dan


****


Sementara itu di sebuah perpustakaan nampak dua orang lelaki tengah membaca. Sesekali mereka saling pandang. Mereka adalah Damien dan Roman yang sedang memikirkan Juline yang belum juga kembali. Mereka merasa curiga pada Juline yang pergi hingga malam seperti ini.


“Seperti nya Juline pergi ke hutan terlarang tanpa sepengetahuan kita."


“Bagaimana kau bisa mencurigai nona seperti itu?"


“Dia bukan tipe orang yang suka berjalan – jalan hingga larut malam begini. Aku yakin dia pasti ke hutan terlarang."


“Kita tunggu saja dan tanyakan langsung pada nona Juline."


Kereta kuda yang mengantar Juline tiba di pekarangan mansion Juline. Juline turun dan langsung masuk. Saat melewati ruang tengah, ia melihat ayah nya sedang membaca buku. Juline pun menghampiri nya ayah nya.


“Ayah."


“Juline, kenapa baru pulang? kenapa baju kamu ada darah nya, apa kau terluka?"


“Tidak ayah, Juline baik – baik saja. Tadi ada orang yang tidak sengaja menumpahkan anggur di baju Juline."

__ADS_1


“Syukurlah, kau pasti lelah nak, istirahatlah."


“Baik ayah."


Juline kembali melangkah kah kaki nya menuju kamar nya. Ia membuka pintu dan langsung menuju kamar mandi nya. Juline mandi setelah itu memakai setelan baju tidurnya. Ia merebahkan tubuh nya di kasur empuk nya. Juline bisa mendengar suara tulang – tulang nya.


“Rasa nya semua tulang – tulang ku remuk.”Juline kembali mengingat peristiwa hari ini. Saat sedang meregangkan tubuh nya, tiba – tiba terdengar suara ketokan pintu."


Tok...


Tok...


Tok...


Juline beranjak dari tempat dan membuka pintu. Di sana sudah berdiri Damien dan Roman dengan senyum mengembang. Juline pun membuka pintu lebar – lebar dan menyuruh mereka masuk ke kamar nya. Mereka pun duduk di sofa yang berada di dekat meja rias Juline.


“Kamar nona sangat rapi dan bersih."puji Roman.


“Ini pertama kali nya aku ke kamar Juline."ucap Damien.


“Ada perlu apa sampai kalian ke sini?" tanya Juline.


“Juline, aku tahu hari ini kau tidak pergi berjalan – jalankan, kau pasti pergi ke hutan terlarangkan."


“Iya."


“Kenapa kau berbohong pada kami?"


“Nona, kenapa pergi sendirian ke sana?"


“Maafkan aku, aku hanya pikir kalian mungkin lelah."


“Apa kami begitu tidak berguna di mata mu?"


“Aku kan sudah minta maaf. Besok aku akan ke hutan terlarang tingkat 5, apa kalian mau ikut?"


“A-apa? Bukankah hutan itu hutan yang tempat ujian master. Di sana sangat berbahaya Juline."


“Iya nona, saya waktu itu hampir mati saat ujian di hutan itu."


“Sampai kapan kau akan memanggil ku nona? Panggil saja aku Juline."


“Terima kasih nona eh Juline."


“Baiklah besok kita akan ke hutan terlarang tingkat 5 jadi kalian lebih baik tidur sekarang. Jangan lupa untuk menyerap energy dari batu sihir. Jangan khawatir aku pasti melindungi kalian berdua."


Roman dan Damien pun pamit kembali ke kamar mereka dengan perasaan bahagia sekaligus cemas.


Terima kasih untuk readers yang dengan sabar dan tabah membaca tulisan yang berhamburan ini. Terima kasih juga atas komentar berharga untuk tulisan ini.


Love you all


Happy Reading ♡♡♡

__ADS_1


__ADS_2