
Seorang anak nampak sedang duduk di atas tumpukan kayu, ia menatap orang yang berlalu lalang di hadapan nya, seorang wanita paruh baya memanggil nya,
“Tion, kemarilah ada pekerjaan untuk mu.”
Tion pun berlari tanpa alas kaki di salah satu kedai yang menjual makanan, duduk di depan tumpukan piring dan langsung mencuci piring yang ada di hadapan nya. Dengan cekatan ia mencuci piring itu, sesekali ia mengusap peluh yang memenuhi wajah nya dan kembali membilas piring –piring kotor yang tersisa.
Setelah selesai mencuci piring, wanita pemilik kedai memberi nya sekantung kentang dan makanan yang ia bungkus terpisah.
“Terima kasih bibi Jane.”
“Iya nak, besok ke sini lagi yah, pulanglah ayahmu mu pasti lapar.”
“Baik bi Jane."
Tion pun memegang erat – erat makanan nya dan berlari ke rumah nya yang lumayan jauh, dengan napas tersengal Tion terus berlari hingga Ia sampai di depan rumah kayu beratap jerami, ia mendorong pagar kayu dan masuk.
Nampak seorang pria paruh baya terbaring lemas, Tion menghampiri ayah nya dan membangunkan ayah nya, dengan susah payah pria itu membuka mata nya, dan menarik pipi nya mencoba tersenyum melihat putra kecil nya di samping nya.
“Ayah, bangunlah, Tion bawa makanan yang enak untuk ayah, ayah akan cepat sehat.”
“Iya nak, terima kasih nak tapi bagaimana dengan mu? makanlah bersama ayah.”
“Aku sudah makan ayah, aku akan menyuapi ayah.”
Tion pun mulai menyuapi ayah nya, ia juga bercerita betapa baiknya bibi Jane meminta nya membantu nya di kedai nya. Mata ayah Tion berkaca – kaca mendengar penuturan anak nya, sebagai seorang ayah ia merasa gagal menjaga anak nya, tubuh nya yang semakin lemah karena racun yang tiap hari sengaja di beri oleh istri nya yang tidak lain ibu Tion yang kini memilih meninggalkan mereka berdua dan tinggal di ibukota.
Sejak saat itu Tion lah yang mengurus ayah nya, Tion sangat membenci ibu nya dan juga sangat merindukan ibu nya. Ayah Tion adalah seorang iblis dan ibu Tion adalah seorang Black vampire. Sejak Tion lahir, ibu Tion mulai merasa jenuh menghadapi kemiskinan, ia memutuskan membuat racun yang bisa melenyapkan ayah Tion, racun yang kelak perlahan – lahan menggeroti tubuh ayah Tion.
Ibu Tion pun meninggalkan Ayah Tion dan Tion tanpa sepatah katapun, di saat itulah ayah Tion mulai sakit – sakitan, meskipun seorang iblis, tapi racun yang dibuat ibu Tion yang seorang vampire cukup melenyapkan seorang Iblis perlahan – lahan dan akhir nya kelak iblis itu akan mati. Tion kecil berusaha mengurus ayah nya, bekerja di kedai, mencuci piring kotor, mengangkat keranjang kentang dengan tangan kecil nya.
Tion terlihat sudah menyuapi ayah nya, ia menarik selimut ayah nya dan ke dapur mengisi perut nya dengan kentang yang sudah ia rebus,
“Maafkan Tion ayah, Tion terus – terusan berbohong pada ayah, Tion belum makan ayah, tapi Tion merasa baik – baik saja melihat ayah baik – baik saja, aku harap ayah cepat sembuh dan menemani Tion,”gumam Tion sambil memakan kentang rebus nya.
Hari terus berganti hari, sore itu seperti biasa Tion membawa pulang sebungkus makanan dan sekantung kentang, ia masuk dan membawa makanan pada ayah nya, Tion membangunkan ayah nya,
“Ayah, bangunlah, saat nya makan ayah.”
Tak ada jawaban dari ayah nya, ia terus mengoyang – goyangkan tubuh ayah nya, tapi tetap saja ayah nya tidak bergeming. Air mata Tion jatuh perlahan memenuhi pipi nya, ia lalu menatap wajah sendu ayah nya.
“Ayah, maafkan Tion yang hanya bisa memberi ayah makan sehari sekali, maafkan Tion ayah, bagaimana Tion akan melanjutkan hidup Tion.”
Tion mulai menangis sembari memeluk jasad ayah nya, seketika tubuh ayah nya berubah menjadi abu hitam, Tion semakin histeris, bibi Jane yang hendak pulang dan melewati rumah Tion pun menghampiri Tion yang terdengar menangis.
__ADS_1
“Nak, kamu kenapa? Ayahm-
“Bi, ayah ku sudah pergi, ia pergi dan tiba - tiba saja ayah berubah menjadi abu.”
Bi Jane duduk dan memeluk Tion, air mata nya ikut jatuh, ia tahu jika ayah Tion adalah seorang iblis tapi ayah Tion tetaplah orang yang baik. Sejak hari itu, Tion menghabiskan waktu nya tinggal dan bekerja di kedai Bi Jane tapi dengan sikap yang berbeda.
Tion tumbuh menjadi anak pendiam dan mengerjakan segala pekerjaan nya tanpa berbicara sepatah katapun, ia terkadang melamun, tak ada lagi senyum di wajah nya, Bi Jane yang melihat itu merasa sedih, ia tahu betapa terpukul nya Tion melihat kematian ayah nya.
Pagi itu seperti biasa Tion membantu bi Jane dikedai, tiba – tiba seorang wanita turun dari kereta kuda nya dan menghampiri Tion, wanita itu memeluk Tion, Tion hanya diam terpaku saat tubuh nya di peluk oleh wanita yang paling ia rindukan.
Wanita itu terlutut sembari mengusap peluh di wajah anak nya, Bi Jane terdiam melihat pertemuan ibu dan anak.
“Maafkan ibu nak, maafkan ibu yang harus meninggalkan mu.”
“Aku baik – baik saja tanpamu.”
Ibu Tion terdiam mendengar ucapan anak nya, ia tahu ia telah bersalah,
“Tion, ia ibumu, bicaralah yang sopan nak,”ucap Bi Jane.
“Bi Jane, terima kasih telah mengurus Tion, aku juga tahu kalau ayah Tion kini telah tiada, Tion ibu ke sini ingin menjemput mu nak, kita akan tinggal bersama keluarga baru.”
Tion tak bergeming, ia hanya menoleh pada Bi Jane, Bi Jane terlihat mengangguk dengan mata berkaca – kaca,
“Ikutlah ibu mu nak, bibi berharap kau di sana selalu berbahagia.”
Setelah 4 jam menempuh perjalanan, sampailah mereka di ibu kota, Tion tetap menutup mata nya, entah apa yang ia pikirkan, tapi ia bisa merasakan sesuatu yang buruk yang menunggu nya di depan.
Kereta mereka pun melewati sebuah pagar besar yang di apit oleh patung harimau, mereka pun memasuki kawasan elit bangsawan, kereta masuk di sebuah pagar yang bertuliskan M1.
Kereta pun lalu memasuki sebuah mansion mewah, Tion membuka mata nya dan turun dari kereta mengikuti ibu nya.
Terlihat seorang pria dan seorang anak yang lebih besar dari nya berdiri seakan menunggu kedatangan mereka,
“Ibu,”teriak anak laki – laki itu."
“Sayang, apa dia keponakan yang kau ceritakan?” tanya Diazel Rodrig.
“Iya suamiku, dialah keponakan ku yang aku ceritakan, aku ingin dia menjadi saudara Dean, apa kau setuju Dean?” tanya Imari Rorian.
“Aku setuju ibu, Hi, aku Dean, namamu siapa?”
Pantas saja, perasaan ku tidak enak, ibu ku ternyata berbohong tentang ku, ia bahkan tidak mengakui ku sebagai anak nya, apa aku akan baik - baik saja? batin Tion.
__ADS_1
“Nama nya Sean,”jawab Imari Rorian sembari menatap tajam ke arah Tion.
“Iya, nama saya Sean.”
“Selamat datang Sean di rumah paman, mulai sekarang kau adalah adik Dean, kau adalah Sean Rodrig, apa kau bersedia?” tanya Diazel Rodrig.
“Baik,”
“Tapi meskipun begitu, kau harus tetap melayani Dean seperti tuanmu oke,”
“Baik paman.”
“Terima kasih suami ku.”
“Sama – sama sayang.”
Dean pun menarik Sean masuk ke kamar nya, mereka pun mulai bermain walau Sean masih terlihat lebih sering diam. Waktu berlalu, tahun demi tahun berganti, Dean dan Sean tumbuh menjadi saudara yang saling menyayangi, walaupun Sean seringkali di bedakan oleh ayah tiri dan ibu kandung nya, ia tetap sabar.
Pagi itu Imari menghampiri Sean yang sedang berlatih di halaman belakang,
"Tion, kau jangan lupa, kau adalah keponakan ku dan aku adalah bibimu, jika kau ingin tetap hidup mewah dirumah ini lupakan lah bahwa aku adalah ibumu dan ingat kau adalah Sean bukan Tion, paham?" ucap Imari yang langsung meninggalkan Sean.
Ayah, aku sebatang kara sekarang bahkan ibu tak ingin lagi menganggap ku sebagai anak nya, ayah apa salah ku sehingga harus menanggung penderitaan tak berujung seperti ini.
Air mata Sean Jatuh tapi ia buru - buru mengusap nya ketika Dean datang menghampiri nya.
Pada suatu hari, Sean dan Dean menyukai gadis yang sama, Diazel yang mendengar Sean juga menyukai seseorang yang sama membuat nya murka, menurut nya Sean tidak tahu diri dan melupakan diri nya sesungguh nya, ibu nya pun memperingatkan Sean untuk tahu diri.
Sean akhir nya memilih mundur dan membiarkan Dean mendekati gadis itu, tapi entah mengapa ketika Sean menjauhi gadis itu, Dean juga melakukan hal yang sama, ia juga mulai menjauhi gadis itu.
Hal itu membuat Sean bingung, hal itu terjadi beberapa kali, dan karena itu ia sering di salahkan oleh ayah tirinya bahwa dialah penyebab sehingga Dean menjauhi gadis yang awal mulanya ia suka.
Mereka pun mulai tumbuh dewasa, sifat Dean yang aneh itupun perlahan menghilang, mereka mulai sekolah di academy, hingga suatu hari mereka memutuskan masuk ke hutan terlarang dan bertemu Juline, Sean memutuskan untuk menjauh dari Juline karena Dean yang terlihat terpikat oleh Juline.
Tapi semakin hari perasaan Sean yang semakin besar pun akhir nya mendorong dia mulai menyayangi Juline, hal itu membuat hubungan nya sedikit renggang dengan Dean, tanpa sepengetahuan siapapun, Dean melaporkan hal itu pada ayah nya, dan Sean di ancam akan dikeluarkan dari academy, ibu nya pun ikut mengancam nya.
Gejolak amarah dalam dirinya tak bisa ia tahan lagi, ia pun mulai merencanakan untuk menyingkirkan Dean di bantu oleh sahabat yang semahluk dengan nya. Menyadari tentang diri nya seorang black vampire membuat nya semakin frustasi, ia tahu hal itu akan menjadi penghalang bagi ia dan Juline.
Sean yang saat itu melihat Moa menampar Juline murka dan membunuh Moa dengan cara menghabisi darah Moa dan membuang nya dari menara 100. Lalu hal itu berlanjut pada pembunuhan Dean. Hal itu di picu ketika Sean tahu kalau ternyata selama ini Dean membenci Sean yang merupakan anak dari ibu tiri nya, hal itu di dengar Sean saat Dean menceritakan pada salah satu teman dekat nya.
Dan akhir nya dengan tega Sean memutuskan membunuh Dean dengan cara yang sadis, bahkan Juline tak bisa merasakan aura Sean, karena Sean merupakan black Vampire terkuat di antara semua black vampire tapi rasa cinta nya pada Juline membuat nya lemah dan akhirnya terbunuh di tangan cinta nya sendiri.
Cinta memang terkadang melemahkan, bahkan tidak jarang banyak orang yang menghancurkan dirinya sendiri karena mencintai seseorang. Semoga cinta yang saat ini kita miliki adalah cinta yang menguatkan kita dan orang - orang disekeliling kita.
__ADS_1
Happy Reading ☺️🤭
See you next🔥