
Para Ing membuka portal menuju academy. Para Ing meminta sebagian murid nya yang mulai pulih agar segera kembali ke academy karena situasi hutan terlarang yang sangat berbahaya.
Satu persatu murid mulai melewati portal. Kini tinggal 30 murid yang masih di obati karena mengalami luka yang cukup parah.
Ing Noel kembali menatap Juline. Entah mengapa ia merasa kedatangan binatang – binatang iblis tingkat langit itu karena di picu kedatangan Juline di hutan ini.
Ing Noel berusaha menepis pikiran aneh itu. Ia tetap berpikir bahwa gadis biasa seperti Juline hanya kebetulan ada di hutan berbahaya ini dan tidak ada hubungan nya dengan naga – naga api itu.
Juline meminta Rain berhenti mengobati nya. Ia merasa sebentar lagi naga – naga itu akan bisa terlepas dari sihir es yang mengurung mereka. Melihat itu, Genny dan Melanie menarik tangan Juline yang hendak beranjak dari duduk nya.
“Juline, kau belum pulih, kenapa kau menghentikan guru untuk mengobati mu?” tanya Genny
“Aku baik – baik saja Genny.”
“Juline, apa yang dikatakan genny benar, kau harus masih di obati,”tambah Rain.
“Juline, kakak mohon biarkan Rain mengobati mu,”ucap Damien.
Juline memalingkan wajah nya menatap Roman yang belum juga sadarkan diri. Ia merasa bersalah membawa Roman bersama nya. Untuk pertama kali nya Juline merasa bersalah karena orang terdekat nya terluka karena nya.
“Rain, kenapa kau berhenti mengobati nya?”tanya Ing Green yang tiba – tiba menghampiri Juline.
“Guru, Juline yang meminta nya,”jawab Rain
“Gadis aneh, kau bukan saja bodoh tapi juga berlagak sok kuat, kau pikir kami semua akan memuji atas kekuatan bodoh mu itu,”ucap Ing Noel.
“Noel, bukankah kau terlalu kejam pada gadis lemah ini?” tanya Ing Mion dengan nada mengejek.
“Kalian kenapa malah berdebat? Dan kau biarkan lah Rain mengobati mu, kami tidak mau ada yang mati di ujian ini, lain kali berpikir lah untuk masuk ke hutan ini, gadis tanpa sihir seperti mu harus nya punya sedikit rasa takut atau kau akan mati sia – sia,”jelas Ing Mice.
“Tapi guru, Juli-
Saat Rain ingin mengatakan tentang Juline bukanlah gadis tanpa sihir, Juline dengan cepat menggenggam erat tangan Rain agar berhenti bicara. Ing Green yang melihat itu merasa curiga.
“Apa yang kau katakan Rain?” tanya Ing Green
“Tidak ada guru,”jawab Rain sembari menunduk.
Saat mereka sedang berdebat, ledakan besar tiba – tiba terjadi dan menyebabkan perisai kembali mengalami keretakan.
__ADS_1
Duarrr
Tangan bergetar hebat, ternyata ledakan berasal dari keempat naga yang berhasil memecahkan sihir es para Ing. Melihat itu, para Ing sangat terkejut begitupun juga semua murid yang ada di perisai itu. Juline menatap datar ke arah naga yang hampir membunuh nya dan Roman. Juline beranjak.
“Double Swords”
Para Ing yang melihat itu membelalak. Gadis yang baru mereka hina karena tidak mempunyai sihir mengeluarkan dua bilah pedang spiritual di hadapan mereka.
Awalnya mereka berpikir itu hanyalah pedang biasa saat Juline sebelum nya bertarung dengan naga. Tapi melihat pedang itu dekat membuat mereka malu karena ternyata gadis di hadapan mereka bukanlah gadis biasa terbukti karena mereka tak bisa merasakan aliran sihir Juline.
“Apa yang akan kau lakukan dengan tubuh penuh luka seperti itu?” tanya Ing Green
“Aku akan memusnahkan mereka."
“Cih, kau pikir kedua pedang spiritual itu bisa dengan mudah membunuh empat naga iblis itu,”ucap Ing Noel yang masih mencoba menyudutkan Juline.
“Apa kau ingin bertaruh?” tanya Juline sembari menatap tajam Ing Noel.
Para Ing lain nya bisa merasakan aura pekat dari tatapan Juline tapi mereka mencoba bersikap biasa saja.
“Baiklah, apa yang kau ingin kan?” tanya Ing Noel yang masih mencoba tenang menghadapi aura pekat Juline.
“Kalau aku menang luluskan semua murid beserta kakak ku dalam ujian master ini,”ucap Juline.
“Mudah saja, kalau aku kalah aku pasti akan mati di tangan naga – naga itu bukankah itu yang kau inginkan paman,”ucap Juline.
Ucapan Juline semua orang terkejut sekaligus tergelak. Ing Noel mengepalkan tangan nya sembari menatap tajam ke arah Juline. Damien langsung menghampiri adik nya.
“Ku mohon Juline jangan seperti ini,”ucap Damien sembari memegang bahu adik nya.
“Juline, kami mohon jangan berpikir seperti ini, naga itu bukan tandingan kita,”ucap Genny yang berusaha menahan Juline.
Rain dan Melanie hanya diam tak mampu berkata apa – apa. Saat ini mereka sangat cemas dengan keputusan Juline yang sangat berbahaya. Juline menatap Damien sembari memegang kedua tangan kakak nya.
“Apapun yang kakak lihat hari ini, jangan sampai ayah tahu. Aku akan baik – baik saja, aku akan berusaha supaya kakak tidak perlu mengikuti ujian master yang mengerikan ini."
Mendengar itu Damien tertunduk lemas, Ia ingin berlari membawa adik nya keluar dari hutan ini tapi seperti nya semua nya tidak mungkin. Murid – murid lain pun ikut memandang Juline, mereka berpikir Juline hanya akan mengorbankan nyawanya sia – sia.
“Juline, apa kau yakin?” tanya Ing Green
__ADS_1
“Noel, apa yang sedang kau lakukan, apa kau ingin membunuh gadis itu,”ucap Ing Mion
“Mion, ini bukan salah ku, gadis sombong itu yang meminta nya, aku hanya menuruti keinginan nya.
Juline sedikit merapikan baju nya yang koyak. Ia segera berlari keluar dari perisai. Naga api dan naga iblis itu langsung menyambut Juline dengan semburan api nya tapi dengan cepat Juline menghindari serangan itu, Juline melempar kedua pedang nya ke arah naga iblis dan yah, tubuh naga iblis terbagi menjadi dua.
Tepat saat itu salah satu naga api menyerang Juline dan membuat Juline terlempar menghantam dinding perisai. Semua orang yang berada di dalam perisai nampak tegang terutama Genny dan Melanie yang mulai menangis karena tubuh Juline semakin terluka.
Para Ing Mulai cemas terutama Ing Noel yang menerima taruhan itu, ia tidak menyangka Juline akan seberani itu. Ia merasa bersalah sekaligus takjub karena Juline berhasil membunuh satu naga iblis yang murid – murid nya saja tidak mampu membunuh naga itu.
“Gadis itu memang hebat.”
“Aku harap dia baik – baik saja.”
“Dia sedang berjuang untuk kita, aku merasa bersalah.”
“Dewa, Ku mohon jaga gadis baik hati itu.
Semua murid mulai mendoakan keselamatan Juline. Mereka begitu takjub melihat kehebatan Juline yang tidak mengenal takut. Genny dan Melanie meremas – remas jari nya, kecemasan mereka semakin bertambah ketika naga – naga api itu mulai menyerang Juline bersamaan.
Juline kembali di lempar ke sana kemari, Ia memuntahkan darah segar, Juline berusaha bangkit dan menatap tajam ke arah naga – naga apa itu.
“Black Fog”
Kabut hitam menyelimuti hutan. Semua orang dalam perisai mulai panik karena kabut yang tiba – tiba menyelimuti hutan. Para Ing mencoba melihat ke arah kabut tapi mereka tak merasakan aura naga – naga api itu.
“Apa yang terjadi?” tanya Ing Mion bingung.
“Aku tidak pernah melihat kabut setebal dan sepekat ini,”ucap Ing Green
Damien, Melanie, Genny dan Rain semakin cemas dan gelisah, Rain tak bisa merasakan aura Juline karena kabut ini menutup semua aura yang ada di sekeliling nya. Damien ingat jika kabut ini adalah kabut yang ia temui di hutan terlarang tingkat 3.
“Apa Juline akan baik – baik saja,”ucap Genny
Murid – murid yang lain pun ikut panik melihat kabut hitam. Ing Noel kemudian berencana keluar dan memeriksa keberadaan Juline di dalam kabut hitam itu.
“Mion,Green,Mice,Cosmo kalian jaga murid – murid di sini, biar aku yang mencari gadis itu,”ucap Ing Noel
“Tapi Noel, itu berbahaya, kita tidak tahu apa yang ada di dalam kabut itu,”ucap Ing Cosmo.
__ADS_1
Ing Noel yang tadi merasa benci dan kesal pada Juline berganti menjadi cemas. Ia khawatir jika Juline mati karena taruhan dengan nya.
Happy Reading♡♡♡